Cinta Big Bos

Cinta Big Bos
Inikah yang Di Namakan Ngidam ?


__ADS_3

" Kakak ipar !!! " Seru Ken dengan kesal dan penuh emosi.


" Hehehe " Ruby tersenyum kaku melihat Ken yang sedang dalam super saiya mode on.


" Bukan aku pelakunya Ken " Ruby segera mundur agar menghindar dari kerumunan wartawan yang sedang memotret Ken.


Mungkin ini akan jadi skandal terbesar dalam abad ini, seorang lelaki tampan nyaris sempurna dan juga adik dari Rai ternyata buronan berbahaya yang mengalami patah hati akut sehingga mengira semua wanita cantik adalah kekasihnya.


Rai menggandeng tangan Ruby agar menghindari wartawan, Ruby tidak bisa menyembunyikan tawanya membayangkan bagaimana pusingnya Ken sekarang.


Mereka berjalan menuju pintu keluar dengan bergandengan tangan, sampai seseorang jatuh tersungkur di depan kaki Ruby, membuatnya menghentikan langkah dan terkejut.


" Nyonya saya mohon ampuni saya " Ucap Cecil yang jatuh tersungkur karena di dorong Huan, bukan karena inisiatifnya sendiri.


Ruby mengernyitkan keningnya melihat keadaan Cecil, kenapa bisa begitu berantakan, penuh luka dan tangan yang menggantung di kain penyangga yang di gantungkan di lehernya.


" Kau kenapa ? Apa kau baik-baik saja ? " Ruby bertanya khawatir melihat keadaannya. Ruby akan menunduk untuk membantunya berdiri tapi tangannya di cekal oleh Rai.


" Jangan repot-repot mengotori tanganmu untuk menyentuhnya, biarkan saja dia " Rai menggandeng tangan Ruby agar menjauh, setengah menyeretnya.


Ruby masih sempat menoleh ke belakang untuk memastikan lagi keadaan Cecil dan dia terkejut melihat Huan menyeretnya dengan kasar.


" Rai tunggu itu... " Ruby berusaha menghentikan langkahnya.


Tapi Rai melingkarkan lengannya di pundak Ruby dan memaksanya terus berjalan. Rai membawa mereka kembali ke kamar.


Ruby melepas sepatu hak tingginya begitu sampai di dalam kamar, dia merebahkan dirinya di sofa. Untuk sekarang dia bisa bernafas lega, besok saat berita itu rilis maka club sudah bisa di pastikan akan gempar, dan dia masih terlalu lelah memikirkan alasan yang tepat untuk di berikan kepada semua teman-temannya.


" Kau cantik sekali malam ini " Rai mendekati Ruby, duduk di sampingnya dan mengelus pipi Ruby yang sedang bersandar di sandaran sofa.


" Kemana saja kau, kenapa baru tau kalau aku cantik ? " Jawab Ruby sombong.


" Cih " Rai mencibir, tapi tak urung dia tersenyum melihat wajah istrinya.


" Hei siapa yang mengajarimu merangkai kata-kata seperti itu ? " Tanya Ruby penasaran.


" Aku merangkainya sendiri, itu benar-benar dari lubuh hatiku yang terdalam " Jawab Rai ketus, merasa kesal karena di tuduh.


" Baiklah baiklah aku percaya " Ruby memilih berdamai dengannya.


" Mmm.... Kenapa aku tiba-tiba ingin sekali makan ayam goreng ya ? " Ruby berbicara sambil mengelus elus perutnya.


" Apa ? Junior ingin apa ? " Rai bertanya penuh perhatian.


" Entahlah sepertinya aku ingin makan ayam goreng " Ruby seperti menimbang-nimbang.


" Baiklah akan ku hubungi kepala koki agar membuatkannya " Rai segera mengambil ponselnya. Tapi gerakannya di hentikan oleh Ruby.

__ADS_1


" Yang jadi masalahnya aku ingin makan ayam goreng buatan tanganmu sendiri " Ruby menjawab lirih dan malu-malu.


" Apa ?!? " Rai terlonjak kaget.


" Kau bercanda ? Aku bahkan tidak tau caranya menyalakan kompor jadi bagaimana bisa aku memasak ayam goreng sendiri ? Tidak, tidak, aku tidak bisa " Rai menggeleng menolak permintaan Ruby.


" Jadi kau tidak mau ? " Ruby mengulang jawaban Rai.


" Hiks, hiks, hiks " Dia berpura-pura terisak-isak di balik telapak tangannya yang menutupi wajahnya.


" Ayo lah marimar, ah bukan ani, aishh maksudku sayang jangan bercanda, aku tau kau hanya ingin membalasku atas konferensi pers hari ini " Rai menjawab malas.


" Huwaaaa... huwaaa... " Ruby semakin mengeraskan suara tangisannya demi mendengar Rai menolaknya.


" Aishh, baiklah, baiklah, jangan menangis lagi, kau berisik sekali " Rai menutup telinganya.


" Sungguh ? " Tanya Ruby dengan wajah penuh senyum kemenangan setelah membuka telapak tangannya.


" Demi Junior " Rai menyaut ketus, karena merasa tidak bisa menolak.


" Tapi tunggu, kau memanggilku marimar ? Apalagi itu ? Aku tau aku memanggilmu rhoma lalu kau membalasnya dengan memanggilku Ani, tapi kau memanggilku marimar ? Apa maksudmu marimar telenovela sewaktu aku kecil dulu ? " Tanya Ruby dengan sinis.


" Kau tau juga rupanya, dulu juga sewaktu kecil, saat aku tinggal di rumah sakit, ibu sering melihat telenovela itu, kau tau dia sangat berisik sekali saat melihatnya. Saat suasana tegang ibu ku juga ikut tegang dan berkomentar dengan berteriak-teriak, terkadang seperti memberi tahu 'awas dibelakangmu' atau 'jangan marimar jangan percaya dia' " Rai terkekeh menceritakan ingatan masa kecilnya dulu.


Mereka berdua tertawa membayangkan suasana saat itu, pastilah sangat ramai dan lucu.


" Baiklah sekarang ayo kembali ke masalah ayam goreng " Ruby menyudahi tawanya dan mengingatkan Rai tentang permintaannya.


" Baiklah, cuma menggoreng ayam saja, aku pasti bisa " Rai menyombongkan diri.


Mereka berdiri dan menuju ruang ganti, berganti dengan baju santai yang tadi juga di bawakan oleh desainer Arin.


Setelah membersihkan make up yang menempel di wajahnya Ruby menghampiri Rai yang sedang memeriksa ponselnya, dia juga tertarik mengikuti berita viral tentang Ken.


" Apa kau pelakunya ? " Tanya Rai dengan santai.


" Bukan aku " Ruby mengelak gugup.


Tiba-tiba suara pintu terbuka dengan keras. Ken menghambur masuk dengan nafas tersengal-sengal.


" Bagaimana kau bisa... " Ruby bertanya terbata-bata menunjuk pintu dan Ken secara berganti-gantian.


" Kenapa ? Dia juga punya kartu akses untuk masuk ke kamar ini " Jawab Rai santai melihat Ruby yang bingung.


" Lalu kenapa kalian tidak memberiku satu, membuatku jadi terkunci di luar saat sedang marah dan terlihat tidak keren " Ruby menjawab ketus karena merasa di curangi.


" Karena tidak akan seru kalau tidak mengerjai mu " Rai menjawab sambil memeluk pundak Ruby dan mencium pipinya.

__ADS_1


" Cih ini lah wajah asli mu Rhoma, tidak salah aku menjuluki mu Rhoma karena kau sangat pandai berakting, didepan semua orang kau membuat kita terlihat begitu rukun tapi kita seperti tom dan jerry yang saling mengerjai satu sama lain " Ruby menyindir Rai yang sedang tertawa penuh kemenangan.


" Aisshhh sudah sudah, kalian ini tidak memperdulikan perasaan ku saat ini, kalian sungguh jahat " Ken berkata penuh kekesalan.


" Maafkan aku, aku tidak menyangka beritanya jadi viral secepat itu, dan lagi pula konferensi pers ini di luar perhitungan, tapi sebenarnya ini juga adil, kau berencana membuatkan konferensi pers untuk membuatku tersenyum masam, tapi ternyata malah berbalik padamu sendiri " Ruby tertawa terbahak-bahak melihat rencana Ken yang seperti senjata makan tuan. Rai juga mendukung Ruby dengan ikut tertawa terbahak-bahak.


Ken semakin kesal, dia mengeluarkan ponselnya dan menunjukkan semua komentar-komentar publik tentang fotonya.


Omo, setampan itu terkena gangguan kejiwaan, aku bersedia jadi perawatnya.


Komentar yang tertulis di bawah berita viral itu.


Aku menantikan kedatanganmu di sekitar alun-alun kota, meskipun kau sedikit tidak waras aku bersedia mengaku jadi kekasihmu.


Tulis komentar yang lain.


Wah wah wah, dunia semakin kejam, orang tampan bisa juga terkena gangguan kejiwaan.


Komentar yang lain.


Boleh tau dia kabur dari Rumah Sakit Jiwa mana, sepertinya aku ingin melamar pekerjaan disana.


Komentar yang lain juga.


Ruby dan Ken semakin tertawa terpingkal-pingkal membaca semua komentar netizen untukknya. Ken yang melihat itu semakin cemberut dan kesal.


" Aku jadi laki-laki yang menduduki pencarian no 1 di media sosial, kalau begini bagaimana mana mungkin aku punya kekasih, mereka pasti menganggap aku gila " Ken kesal sendiri, dia merebahkan tubuhnya di sofa.


" Tenang saja nanti aku akan menghapusnya " Ruby berusaha menenangkannya.


" Terserah sajalah, lagi pula masa depanku sudah hancur " Ken menjawab sedih.


" Sudahlah jangan bersedih, siapa yang tau masa depan, mungkin saja suatu saat kau bertemu penyihir cantik yang tidak kenal sosial media, jadi dia tidak tau berita viral tentang mu " Ruby kembali tertawa.


" Cih " Ken memalingkan wajahnya, tak urung dia juga tersenyum pada akhirnya melihat kakaknya dan juga Ruby yang tertawa lepas.


" Hei sudah sudah, kau sekarang harus membantu ku, kakak iparmu sedang mengalami yang namanya ngidam, dia ingin makan ayam goreng " Rai menjelaskan serius.


" Kan tinggal telfon saja pada koki, kenapa sampai harus seserius itu ? " Tanya Ken heran yang melihat wajah kakaknya tiba-tiba mendadak berubah sangat serius.


" Masalahnya dia ingin aku sendiri yang menggoreng ayam itu " Rai menjawab dengan nada tinggi, kesal.


" Apa ?!? " Ken terlonjak dari bersandarnya, dia duduk tegak sekarang.


" Bukan cuma menggorengnya saja, kalian juga yang harus menyembelih ayam itu dengan tangan kalian sendiri " Ruby tersenyum kaku menjelaskan permintaannya yang selanjutnya.


" Apa ?!? " Kali ini kakak beradik itu berpaduan suara dengan kompak.

__ADS_1


Hasil foto jepretan para wartawan sesaat sebelum konferensi pers di mulai. Jangan berfikir aneh-aneh, harap tenang ini ujian.



__ADS_2