Cinta Big Bos

Cinta Big Bos
Hari H


__ADS_3

Ruby berjalan-jalan memutari seluruh ruangan Rai, dia melihat matahari sudah berada di puncaknya.


" Sayang aku bosan disini " Gerutu Ruby di depan jendela kaca besar yang anti peluru itu, seharian dia hanya memandang keluar jendela, melihat teman-temannya melakukan pekerjaan mereka dan dia hanya diam disana menemani Rai yang bekerja.


" Main ponsel atau lihat drama yang kau sukai " Jawab Rai asal tapi pandangannya tidak lepas dari layar laptopnya.


" Kau bilang aku boleh ikut dengan mu untuk bertemu teman-teman ku, tapi kau malah mengurungku di sini " Omel Ruby sambil terus memandang ke luar jendela.


" Kau ingin bertemu bule itu ? " Rai bertanya ketus.


" Bule lagi, bule lagi, dia punya nama, Daniel. Cemburu mu itu terlalu berlebihan " Cibir Ruby.


" Hei bagaimana aku tidak cemburu, di depan ku saja dia berani memanggilmu 'my sun shine' apalagi di belakangku " Rai menjawab ketus.


" Aku akui dia bersalah, aku tidak membela nya. Tapi itu kan di luar kehendak ku, lagipula aku ingin keluar bukan menemuinya, aku ingin menemui Tina " Ruby mengelak.


" Ya sayangku, boleh ya ? Ya ? Ya ? " Rayu Ruby memelas.


" Baiklah kau boleh pergi, tapi jangan menemui bule itu " Perintah Rai.


" Siap kapten " Jawab Ruby bersemangat dan segera menghampiri Rai kemudian mencium pipinya.


" Kau sungguh suami yang baik hati, aku mencintai mu "


" Segitu tergila-gilanya kau padaku " Rai mengejek Ruby.


" Tentu saja, suami ku setampan ini jadi mana mungkin aku melirik laki-laki lain. Bule itu ? Hah dia tidak ada apa-apanya di banding dengan mu " Ruby merayu mengedip-ngedipkan matanya.


" Mulutmu itu memang sangat berbisa " Cibir Rai yang di balas dengan tawa Ruby. Dia kemudian pergi dengan riang meninggalkan ruangannya.


Dia berjalan menyusuri lorong dan mencoba menelfon Tina. Tidak di angkat. Dia terus mencobanya sambil memasuki lift untuk turun ke lantai dasar menuju ruang cleaning service.


" Surprise " Teriak Ruby membuka pintu cleaning service. Kosong.


" Aneh ini jam istirahat, kemana mereka semua ? " Ruby bergumam sendiri.


Tiba-tiba ponselnya berbunyi. Tina.


" Halo, kau ada dimana ? " Tanya Ruby.


" Baiklah aku tunggu disini, aku diruang cleaning sevice " Jawabnya kemudian dan menutup panggilan telfonnya.


Tak berapa lama Tina datang, dia membawa satu kantong plastik makanan.


" Kemana semua orang ? " Tanya Ruby.


" Mereka pergi keruang perawatan menjenguk Daniel " Jawab Tina santai sambil duduk di sebelah Ruby dan membuka kantong plastiknya yang berisi gorengan.

__ADS_1


" Kau tidak ikut ? " Tanya Ruby.


" Aku tadi terlambat karena pergi membeli ini dulu, tidak apa-apa aku akan menjenguknya nanti " Tina menjawab santai dan memakan gorengannya, menyodorkan satu dan terima oleh Ruby.


" Aku juga ingin menjenguknya, tapi aku takut. Aku merasa tidak enak, bagaimana pun juga yang memukulinya adalah suami ku " Ucap Ruby dengan nada bersalah.


" Kau menjenguknya bersama ku saja, jadi aku akan jadi saksi kalau kalian tidak berbuat macam-macam, bagaimana ? " Tawar Tina.


" Begitukah ? Baiklah aku setuju " Ruby mengangguk dengan semangat.


" Habiskan dulu gorengan ini lalu kita pergi, ok ? " Tina menjawabnya, dan mereka menghabiskan gorengan itu dengan cepat.


Tina dan seseorang berjalan mengendap-endap keluar dari ruang cleaning service. Ternyata itu adalah Ruby, dia memakai jaket hoodie kebesaran milik tina, dan juga menggunakan masker untuk menutup wajahnya menghindari pantauan kamera cctv. Tanpa mereka sadari seseorang sedang mengawasi gerak gerik mereka dan melaporkannya kepada seseorang.


Mereka berjalan menuju ruang perawatan. Saat ini masih jam makan siang jadi dokter dan juga perawat jaga sedang beristirahat makan siang. Tina yang pertama masuk untuk memeriksa keadaan, setelah di rasa aman dia kembali keluar dan memberitahu Ruby. Mereka masuk dengan perlahan-lahan.


Mengintip di balik selambu besar yang menjadi sekat untuk menutupi ruangan tempat Daniel beristirahat.


" Yaah dia tertidur " Tina mendengus lirih.


" Apa dia baik-baik saja ? " Tanya Ruby berbisik.


" Sepertinya iya " Tina balas berbisik.


" Wajahnya masih tetap tampan hihihi " Tina menggoda Ruby.


" Hei kau ini masih saja bercanda " Ruby memukul ringan lengan Tina. Mereka memutuskan kembali dan tidak menganggu istirahat Daniel. Tapi suara kekehan Tina membangunkannya.


" Kau sudah bangun rupanya ? " Tanya Tina kemudian membuka selambu itu, Ruby mengikutinya dari belakang.


" Kau tidak apa-apa ? " Tanya Ruby lirih, dia benar-benar merasa tidak enak.


" Kau rupanya " Daniel terkejut melihat Ruby yang datang menjenguknya.


" Ya aku masih hidup " Jawab Daniel tersenyum.


" Aku ingin minta maaf atas namanya " Ruby menjelaskan maksud kedatangannya.


" Tidak perlu, lagi pula memang aku yang salah, aku sengaja memancing emosinya " Daniel menjawab santai.


" Kau gila ? Kau bisa saja terbaring di kamar mayat saat ini " Omel Tina.


" Tapi nyatanya tidak kan ? " Jawab Daniel dengan mengangkat bahunya.


" Kenapa kau rahasiakan pernikahanmu ? " Tanya Daniel kemudian, wajahnya sudah berubah serius.


" Yaah kau tau, aku tidak ingin jadi pusat perhatian, Rai bukan orang biasa, banyak wanita gila yang terobsesi menjadi kekasihnya, dan... " Ruby mencoba menjelaskan secara gamblang.

__ADS_1


" Dan salah satunya manager utama begitu ? " Tanya Daniel menebak.


Tina dan Ruby terkejut mendengar ucapan Daniel, darimana dia tau tentang Ignes.


" Bagaimana kau tau ? " Tina bertanya pada akhirnya.


" Dia tadi datang menemuiku dan menawarkan kerja sama untuk memisahkan kalian " Daniel menjawab serius.


" Dari yang kulihat dia sangat terobsesi kepada suami mu, sebaiknya kau hati-hati " Daniel memperingatkan.


" Tenang saja, bukankah kau tau sendiri Ruby jago karate, dia pasti akan menghajar Ignes, dia bahkan sudah menumbangkan satu pesaingnya secara sadis " Tina menyombongkan Ruby.


" Pesaing apa ? " Tanya Ruby heran.


" Wanita yang kau lumpuhkan di restoran hotel, videonya sudah tersebar begitu kalian mengumumkan pernikahan kalian, dan berita merilis katanya keluarganya sedang hancur saat ini, perusahaan ayahnya bangkrut dan mereka di usir keluar rumah karena rumah itu menjadi jaminan hutang, dan juga video dia berlutut di kaki mu memohon ampun juga sudah tersebar " Tina menjelaskan detail yang dia tau.


" Hei secepat itu beritanya ? Bukankah baru semalam aku mengadakan konferensi pers ? " Tanya Ruby tidak percaya.


" Kau lihat saja di berita online, berita tentang kau yang menghajarnya sama trendingnya dengan berita pernikahanmu " Tina heran melihat Ruby yang seperti tidak tau apa-apa.


" Ini pasti ulah Rai " Ruby bergumam sendiri.


" Tapi seperti nya dia tidak sendiri, aku mendengarnya bicara dengan seseorang di telfon di luar ruangan ini, dia bilang akan melakukan rencananya sore ini. Aku tidak tau rencana apa tapi sebaiknya kau berhati-hati, sepertinya manager utama itu sedikit tidak waras " Daniel menjelaskan.


" Jadi Ignes tetap ngotot untuk menjalankan rencananya ? " Tina terlonjak mendengar penjelasan Daniel.


" Jadi kau tau rencana apa ? " Tanya Daniel heran.


" Tentu saja, dia berencana akan melenyapkan Ruby, haduuh dia sangat mengerikan. Ruby sebaiknya kita kembali, dan kau juga segera kembali ke ruangan Tuan Rai, kau akan aman disana " Tina menyarankan.


" Baiklah, Daniel kita pergi dulu, sekali lagi aku minta maaf atas namanya " Ruby menunjukkan empatinya.


" Don't. Jangan membela nya, kau tau aku masih menyukai mu, dan itu membuatku cemburu " Daniel tersenyum menggodanya.


" Ah ya Ruby, besok aku akan kembali ke negara ku, jadi aku rasa ini pertemuan terakhir kita " Daniel memberitahukan kepada Ruby.


" Baiklah, selamat jalan, semoga kita bisa bertemu lagi dalam keadaan yang lebih baik " Ruby mengulurkan tangan untuk menjabat Daniel sebagai ucapan perpisahan.


" Ya dalam keadaan aku sudah move on " Daniel menggoda Ruby lagi menerima uluran tangan Ruby, mereka semua tertawa bersama.


Sesorang yang sedang menguping pembicaraan mereka dari luar ruang perawatan segera mengirimkan pesan kepada majikannya.


Ruby sudah tau rencana yang akan kita lakukan sore nanti, bagaimana ini ?


Tak selang berapa lama sebuah pesan masuk ke ponselnya.


Kalau begitu lakukan sekarang saja, aku akan menyiapkan mobilnya 10 menit lagi.

__ADS_1


Isi pesan yang masuk.


Dia kemudian pergi meninggalkan ruang perawatan sebelum Ruby dan Tina keluar.


__ADS_2