Cinta Big Bos

Cinta Big Bos
Gagal Pamer


__ADS_3

Ruby terbangun oleh suara lagu persembahannya untuk Rai. Dia menghela nafas, Rai memeluknya sangat erat, bahkan lebih erat dari sebelum-sebelumnya.


" Hei bangun lah, aku tidak bisa bergerak " Ruby meronta berusaha melepaskan diri.


" Panggil aku dengan mesra baru aku akan melepaskan mu " Rai membenamkan wajahnya di dada Ruby.


Bagi Rai hari ini adalah hari bahagianya, dia bahkan berhasil membuat Ruby mengakui perasaannya dan merekam nya untuk di jadikan nada dering ponselnya.


" Sudahlah, tidak ada yang akan berubah dari ku hanya karena pengakuan perasaan ku " Ruby mengelak, dia memindahkan tangan dan kaki Rai yang menind*ihnya.


" Cih, kau benar-benar orang yang konsisten " Rai mencibir.


" Kalau begitu cium aku " Perintah Rai.


Cup ! Ruby langsung menciumnya tanpa di minta dua kali. Membuat wajah keduanya merona malu. Rai pun melepaskan pelukannya.


Ruby bangun dan bersiap-siap untuk berangkat bekerja. Mereka turun bersama-sama menuju ruang makan. Pak Handoko sedang menyiapkan makanan di atas meja.


" Pak Handoko aku tidak bisa menemukan ponsel ku, bisa tolong kau hubungi ponsel ku " Perintah Rai lirih di telinga pak Handoko


" Baik tuan " Pak Handoko segera pergi ke dapur dan mengambil telfon untuk menghubungi ponsel Rai.


" Aku menyukai mu, aku menyukai mu, aku menyukai mu, aku menyukai mu, aku menyukai mu " ponsel Rai berdering.


Ruby yang sedang meminum susunya terbatuk mendengar nada dering ponsel Rai. Kegilaan Rai sedang di mulai, dan Ruby tau ini tidak akan berhenti dengan mudah.


" Hei kau gila, kenapa bersikap seperti ini ? Bukankah kita sudah sepakat hubungan ini hanya tentang kita " Ruby berkata ketus.


" Biarkan aku merayakan hari ini " Rai menjawab senang, tidak peduli pada Ruby.


" Baiklah pak Handoko sudah ketemu " Rai berteriak pada Pak Handoko yang ada di dapur.


Ruby menghela nafas melihat tingkah Rai. Ken yang baru saja bergabung terheran-heran dengan keramaian pagi hari ini.


" Ada apa ? aku melewatkan sesuatu ? " Ken bertanya, dia menarik kursinya dan duduk, mengambil sepotong roti dan mengoleskannya dengan selai.


" Ken aku butuh bantuanmu, ini sangat darurat " Suara Rai serius.


" Jangan hiraukan dia " Ruby menyahut ketus.


" Ada apa sebenarnya ? " Ken bertanya heran.


" Dia akan menyuruhmu menelfon ponselnya hanya untuk pamer nada dering barunya " Ruby menjelaskan seperti paham apa yang akan di lakukan Rai.


" Hahaha " Rai tertawa keras.


" Nada dering apa ? Aku juga penasaran ingin mendengarnya " Ken antusias.


Rai sudah mengambil ponselnya dan akan menunjukkan pada Ken.


" Kalau kau berani menunjukkannya, kau atau aku yang tidur di luar ? " Ruby mengancam.

__ADS_1


" Kau berani mengancam ku ? " Rai bertanya ketus.


" Tentu saja, aku belajar banyak dari mu " Ruby menjawab sinis, membuat Rai semakin kesal.


" Sudahlah jangan bertengkar lagi, kalau kau ingin menunjukkan aku video viral mu terima kasih, bukan kah aku sudah melihatnya " Ken menengahi perdebatan.


" Bukan itu, ini sesuatu yang baru " Rai menjawab antusias.


" Tentang apa lagi ? Apa tentang pikiran mesum kakak ipar ? " Ken bertanya tanpa sadar sambil memakan rotinya.


" Ken !!! " Ruby setengah berteriak.


" Ah maaf maaf aku hanya keceplosan, maafkan aku, aku tarik kembali kata-kata ku " Ken tersenyum masam.


Ruby hanya melotot memandang Ken dan Rai tertawa terbahak-bahak.


Dia lah jodoh sempurna ku, imut, menggemaskan, dan sedikit menjengkelkan. Bagaimana aku bisa bosan denganmu kalau setiap hari seperti sebuah cerita baru dalam hidupku. Aku bahagia dengan cinta kita yang seperti ini. Aku tidak akan bisa melihat orang lain selain kau, istri mesum ku.


🍁🍁🍁🍁🍁


Ruby berjalan malas menuju club, dia berfikir keras, berusaha mengantisipasi apapun kelakuan Rai nanti di tempat kerja. Dia selalu seenaknya sendiri.


Ruby melihat mobil Rai sudah terparkir di depan pintu masuk, dia menghentikan langkahnya.


" Kenapa mobilnya belum pergi juga, biasanya setelah Rai turun mobilnya akan segera pergi, firasatku tidak enak " Ruby bergumam lirih.


Dia lebih memilih menunggu di kejauhan daripada harus masuk, dia tidak pernah bisa membaca langkah Rai selanjutnya.


" Kenapa belum pergi juga " Ruby melirik jam tangannya, hampir waktunya masuk kerja.


" Aku menyukai mu, aku menyukai mu, aku menyukai mu " Nada dering ponsel Rai keras sekali, membuat semua orang yang lewat terkejut dan menoleh asal suara. Rupanya Rai mengabaikan telfon dari rekan kerjanya hanya untuk menunggu Ruby.


Gila, gila, gila !!! Ruby memaki Rai dalam hati dan segera pergi menuju ruang loker.


Ruby berganti seragam dengan cepat, dia sangat kesal menghadapi sikap Rai.


" Kalau begini terus cepat atau lambat hubungan kami pun akan terbongkar, lalu akan banyak komentar, membuat tidak nyaman saja " Ruby mengeluh membenamkan wajahnya di pintu loker.


" Ruby kau kenapa ? Ayo cepat " Tina mengajak Ruby.


Mereka berjalan bersama menuju ruang cleaning service. Tina menceritakan tentang kekasih barunya dan mereka baru seminggu menjalin hubungan.


" Dia sangat romantis " Tina bercerita antusias. Ruby hanya mendengarkan saja.


Aku bukannya tidak ingin seperti yang lain punya hubungan terbuka, tapi bukan kah kita berdua saja sudah cukup, apa pemikiranku salah ? Ruby menghela nafas.


" Tina apa kau romantis dengan kekasihmu ? " Tanya Ruby.


" Tentu saja aku romantis, aku juga ingin membuktikan pada kekasihku kalau aku juga mencintainya " Wajah Tina berbinar saat menceritakannya.


" Hal romantis apa saja yang kau lakukan untuknya ? " Ruby ingin tau.

__ADS_1


" Apa saja, bagi kami yang sedang di mabuk cinta, panggilan mesra saja sudah membuat hati kami berbunga-bunga, kyaaa aku malu " Tina memukul-mukul lengan Ruby dengan gemas.


" Cih dasar " Ruby mencibir.


" Lalu panggilan mesra mu untuk kekasih mu apa ? " Ruby bertanya malas.


" Ayang " Tina berkata lirih dan menutup wajahnya dengan telapak tangannya.


Dasar budak cinta. Ruby menggelengkan kepalanya.


Mereka memasuki ruang cleaning service dan semua sudah bersiap-siap untuk apel. Ruby dan Tina segera berbaris di sebelah Danny. Kepala pengawas Hong maju untuk memimpin apel.


" Baiklah semua bersiap, saya akan... " Pak Hong memulai, namun dia berhenti karena pundaknya di tepuk Rai. Dia menoleh dan terkejut.


" Saya yang akan memimpin apel hari ini " Rai berkata datar. Suasana berubah tegang. Pak Hong kembali ke barisan.


" Baiklah saya akan mulai, semalam saya mendapat suatu pemikiran yang brilian, saya akan mengadakan apel pagi yang akan membuat hubungan antar rekan kerja semakin dekat, jadi ini akan di mulai dari anda dan akan berakhir disaya, karena saya juga bagian dari perusahaan yang artinya saya juga rekan kerja " Dia menunjuk pak Hong yang berada di ujung barisan.


" Lihat teman di sebelahmu dan katakan kau menyukai nya, sehingga teman di sebelahmu merasa di sukai, dan itu sangat baik membuat harinya terasa indah dan akan meningkatkan produktifitas kinerja. Apa kalian paham ? " Rai menjelaskan.


Rai berencana untuk mengungkap identitas pernikahan mereka, saat nanti Ruby mengatakan " aku menyukai mu " maka dia akan membalasnya dengan mengatakan " aku juga menyukai mu " jadi dengan begitu identitas pernikahan mereka akan terbongkar dengan sendirinya.


" Paham " Jawab mereka semua kompak.


Kau benar-benar ingin menunjukkan pada semua orang rupanya, berusaha sekeras ini. Ruby memotar bola matanya, malas melihat Rai.


Pak Hong memulai, dia menoleh kepada Bu Made.


" Aku menyukai mu " Pak Hong berkata dengan sangat serius karena ini perintah Big Bos, tidak peduli apa itu berpengaruh pada perasaan Bu Made atau tidak.


Bu Made meneruskan kepada teman di sebelahnya juga dengan sangat serius. Sampai pada giliran Tina, dia menoleh kepada Ruby.


" Aku menyukai mu " Ucap Tina dengan tegas ala militer.


Ruby menghela nafas, dia tau rencana Rai. Dia kemudian menoleh kepada Danny.


" Aku menyu... " Ruby berbicara dengan malas.


" STOP !!! " Rai berteriak. Rupanya dia salah perhitungan, dia lupa menempatkan Ruby di ujung barisan.


" Kau bertukar tempat dengannya " Ruby menunjuk Ruby dan Danny.


Ruby melirik Rai sinis, dan berpindah posisi. Kali ini giliran Danny yang ada di sebelah Ruby untuk mengakui.


" Aku sangat menyukai mu " Danny melihat Ruby, pandangan matanya berbeda dengan yang lain. Seperti itu berasal dari hati.


Aku memang sangat menyukai mu, dan aku berterima kasih pada Big Bos dengan adanya kesempatan ini aku bisa mengungkapkannya. Danny tersenyum menatap Ruby.


Ruby yang melihat ucapan Danny berbeda membuatnya salah tingkah. Wajahnya merona. Dia cepat mengalihkan pandangannya kepada Rai.


Rai terjebak sendiri dalam permainannya, ekspresinya kesal menahan marah. Ruby tersenyum sinis. Sekarang gilirannya untuk berbicara kepada Rai.

__ADS_1


" Aku tidak menyukai mu " Ruby berkata kepada Rai santai.


" Apa ? " Semua kompak menoleh ke arah Ruby. Rai juga terkejut dengan pernyataan Ruby.


__ADS_2