
" Dia adalah Istri dari Rai J Loyard " Ucap Rai memberikan klarifikasi.
Semua orang yang mendengar klarifikasi dari Rai terkejut dan tidak percaya, wanita yang sekarang berdiri di sampingnya, yang wajahnya menghiasi berita online sejak semalam adalah istri dari Rai J Loyard, bukan kekasihnya seperti gosip yang beredar.
" Tuan apakah anda memutuskan mengakuinya sebagai istri hanya karena ingin menghindari opini negatif publik tentang kalian yang bermalam bersama di hotel ini ? " Tanya seorang wartawan yang di ikuti dengan berondongan pertanyaan lain dari para wartawan.
" Tolong tenang tuan-tuan dan nona-nona wartawan, Tuan Rai akan menjawab pertanyaan kalian satu per satu, tapi saya mohon agar suasana tetap berjalan tenang dan kondusif " Manager hotel angkat bicara menenangkan para wartawan.
Ruby yang seumur hidupnya belum pernah menjadi pusat perhatian tiba-tiba merasa mualnya menyerang. Semua perasaan tegang itu membuatnya gugup dan pucat.
" Aku sangat takut, aku bahkan ingin muntah sekarang " Ruby berbisik lirih di telinga Rai.
" Kau ingin kembali ke kamar ? " Tanya Rai khawatir.
" Bolehkah ? " Tiba-tiba raut wajah Ruby berubah bersinar karena mendengar jawaban Rai, senyumnya terkembang lebar.
" Dasar kau, bilang saja kau tidak ingin menemaniku disini untuk konferensi pers, tahan sebentar lagi atau aku akan mencium mu di depan semua orang " Rai berbisik mengancam di telinga Ruby.
Tanpa mereka sadari pose mereka yang saling berbisik dan wajah Ruby yang tersenyum lebar membuat para wartawan tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk mengabadikan momen mesra yang mereka tunjukkan.
" Tuan bisakah anda jelaskan maksud tuan tentang istri anda ? " Seorang wartawan mengajukan pertanyaan.
Rai kembali menghadap para wartawan dan akan memberikan klarifikasinya.
" Sebenarnya kami sudah menikah selama 5 bulan, dan selama ini kami merahasiakan pernikahan kami karena istri tercinta ku tidak terlalu suka menjadi pusat perhatian " Rai menjelaskan dengan tenang dan tegas.
__ADS_1
" Lalu apa yang membuat anda pada akhirnya memutuskan untuk mengungkap rahasia pernikahan kalian ? " Tanya wartawan lainnya.
" Seperti pepatah yang ada bahwa sepandai-pandainya kita menyimpan bangkai, pasti akan tercium juga baunya, begitu pula dengan pernikahan kami, terjadi beberapa hal yang harus membuat kami mengumumkan pernikahan kami " Rai menjawab setiap pertanyaan dengan yakin tanpa ragu.
" Seperti apakah kondisi itu tuan ? " tanya wartawan lainnya.
" Istri ku sedang hamil, dan tidak mungkin kami terus menyembunyikan pernikahan kami seiring perutnya yang semakin membesar, dan kami akan segera merilis foto pernikahan kami, jadi saya harap kalian tidak berspekulasi lagi dan membuat berita semakin melebar " Jawab Rai tajam seolah mengultimatum semua wartawan agar tidak menulis berita picisan yang membuat Ruby terlihat buruk.
" Bisa tolong ceritakan awal mula kalian bertemu dan pada akhirnya memutuskan untuk menikah ? " Cecar wartawan berikutnya.
" Aku jatuh cinta padanya pada pandangan pertama, dan pada saat itu juga aku membawanya pulang untuk ku perkenalkan pada ayahku sebagai istri ku, kalau di ingat-ingat aku tidak melamarnya dengan layak saat itu " Rai menjawab tersenyum disambut dengan gelak tawa para wartawan.
" Nyonya Rai apa yang membuat anda yakin menerima Tuan Rai menjadi suami anda, tentunya anda sudah mendengar bukan bahwa kemungkinan besar tuan Rai adalah seorang playboy " wartawan kini mengalihkan pertanyaannya pada Ruby.
" Itu karena... umm " Ruby berusaha mencari kata yang tepat untuk menjelaskannya agar tidak terjadi salah paham.
Bagaimana pun hubungan mereka penuh liku, di awali dengan perjanjian juga di iringi dengan pertengkaran di setiap harinya, jadi mana mungkin Ruby bisa berbohong bahwa kehidupan pernikahan mereka penuh cinta.
" Kami memang memutuskan menikah tanpa saling mengenal terlebih dahulu, karena bagiku jatuh cinta pada pandangan pertama saja sudah cukup untuk ku sebagai modal meyakinkan hatiku bahwa dia lah yang harus menjadi istri ku, dan bukan wanita lainnya. Yah aku tidak bisa menjelaskan secara rinci bagaimana bisa cinta mengubah segalanya. Kalian sendiri yang pernah jatuh cinta juga pasti mengerti rasanya " Rai menjelaskan detail agar wartawan tidak mengejar Ruby lagi dengan pertanyaan yang mungkin tidak bisa dia jawab.
Terdengar berbagai macam pujian di lontarkan untuk Rai dari para wartawan, tentang keseriusannya dan kegigihannya menerima seseorang yang tidak pernah dia kenal sebelumnya untuk menjadi teman hidup bersama, meskipun baru beberapa jam berkenalan.
" Baiklah satu pertanyaan terakhir " Sela manager hotel di antara gumaman pujian wartawan.
" Untuk Nyonya Rai, apakah tuan Rai termasuk orang yang romantis ? " Tanya seorang wartawan lainnya.
__ADS_1
" Tidak, dia bukan tipe orang yang romantis " Ruby hanya menjawab singkat, dia menoleh ke arah Rai memberikan kode melalui tatapannya untuk menyudahi sesi wawancara ini.
Tapi Rai mengabaikannya, dia malah menggenggam tangan Ruby dan menciumnya, menatapnya dalam dan mengungkapkan perasaanya.
" Maafkan aku sayang kalau aku tidak romantis sesuai harapanmu, kau tau aku terlalu egois untuk selalu mengalah dengan mu dalam setiap pertengkaran kita, tapi percayalah hanya kau lah satu-satunya wanita yang ingin ku lihat saat pertama kali aku membuka mataku di pagi hari, kau juga satu-satunya wanita yang ingin ku berikan ciuman selamat malam. Dan bila mencintaimu adalah salah, maka aku tidak keberatan untuk terus berada dalam kesalahan seumur hidupku. Aku mungkin tidak akan bisa memberikan seluruh isi dunia ini untuk mu, tapi ku janjikan aku akan memberikan seluruh dunia ku kepadamu, kau tau orang bilang cinta itu buta, tapi bagiku, aku bisa melihat itu karena kau ada di dekatku, kau lah alasanku untuk tetap membuka mata dan menghirup udara hari ini, karena aku tidak ingin hidup di dunia yang tidak ada dirimu di dalamnya, aku tidak akan menjadikan mu sebagai tempat singgah untuk cinta ku, tapi aku akan menjadikanmu tempat ku pulang. Maaf aku tidak melamarmu dengan layak dulu, tapi sekarang di hadapan semua orang, mau kah kau menjalani sisa hidupmu bersama ku, istri ku Ruby J Loyard ? " Rayu Rai kepada Ruby, dia kemudian mengeluarkan kotak kecil dari sakunya dan memperlihatkan sepasang cincin pernikahan.
Ruby yang tidak menyangka Rai akan berbuat seperti itu hanya bisa diam membeku, seakan semuanya mimpi. Seseorang yang selalu menjadi rival abadinya dalam pertengkaran, baik mulut maupun di atas ranjang, sekarang mengeluarkan semua kata-kata romantis yang mampu dia rangkai untuk di persembahkan kepadanya. Matanya berkaca-kaca menerima lamaran yang telambat 5 bulan itu.
" Ya aku akan menemanimu sampai ke segitiga bermuda sekalipun " Ruby menjawab dengan suara bergetar, dia menangis haru dan bahagia. Rai yang mendengar jawaban Ruby langsung memeluknya erat, tidak memperdulikan puluhan pasang mata yang sedang menonton sepenggal adegan drama percintaan di atas podium.
Semua wartawan dan pegawai hotel yang hadir bertepuk tangan meriah melihat betapa romantisnya hubungan pasangan suami istri tersebut. Ken yang berdiri di belakang Ruby juga ikut terharu, akhirnya kehidupan kakaknya yang kesepian sekarang bisa berubah menjadi lebih berwarna karena kehadiran Ruby.
" Ah maaf menginterupsi momen bahagia ini, saya ada satu pertanyaan penting, pertanyaan terakhir " Seorang wartawan menyela mengangkat tangannya.
Rai dan Ruby juga semua orang mengalihkan padangannya kepada wartawan tersebut. Suasana kembali berubah serius.
" Saya baru mendapatkan sebuah kabar viral yang mengatakan bahwa Tuan Ken adalah buronan berbahaya bahkan foto anda terlampir disitu, isi keterangan di berita itu adalah meminta untuk setiap wanita cantik agar menghindarinya saat bertemu dengannya, jadi apa tanggapan anda tuan Ken dengan pemberitaan tersebut ? " Wartawan itu bertanya sambil membacakan pesan di laman facebo*k yang sedang viral.
" Apa ? " Tanya Ken bingung.
Semua orang juga bingung mendengar pertanyaan wartawan itu dan ikut mengecek laman facebo*ok mereka masing-masing.
Ruby yang sangat tau tentang viralnya foto Ken beringsut mundur secara pelan-pelan, berharap sekarang dia mempunyai kekuatan menghilang agar bisa kabur dari situasi yang sebentar lagi bisa di pastikan akan...
" Kakak ipar !!!!! " Ken menegur geram setelah memeriksa ponselnya, dia menatap Ruby dengan pandangan kesal penuh emosi.
__ADS_1
" Hehehe " Ruby tersenyum kaku pada Ken.