Cinta Big Bos

Cinta Big Bos
Kau !!


__ADS_3

Setelah beberapa saat memadamkan api yang berkobar di area dapur, petugas pemadam kebakaran pun keluar, Rai yang sudah tidak sabar segera menghampiri kepala petugas.


" Apa kalian menemukannya ? " Tanya Rai gelisah.


" Maaf tuan tidak ada korban jiwa di dalam sana, itu hanya kebakaran ringan di akibatkan percikan api dari kompor yang terlalu besar dan memicu alarm kebakaran " Kepala petugas menjelaskan.


" Sial !!! " Rai meninju udara.


" Lalu di mana istri ku ? " Tanya nya geram.


" Maafkan kami tuan, tapi kami tidak menemukan siapapun di dalam. Kami menemukan seorang wanita yang sedang terluka di depan pintu keluar belakang yang langsung menembus parkiran, sepertinya dia terluka tembak di bagian perut, pihak medis sedang menangani nya " Ucap Kepala petugas lirih, tidak ingin menimbulkan keributan.


Deg. Rai terkesiap mendengar penjelasan dari kepala petugas pemadam kebakaran itu. Dia segera menghambur akan memasuki club, tapi langkahnya terhenti setelah melihat beberapa petugas pemadam keluar menggotong tandu dengan seorang wanita terbaring di atasnya. Rai mendekatinya, dan seketika perasaan lega menjalari tubuhnya.


" Syukurlah bukan Ruby " Sesaat dia merasa lega dan kembali waspada.


" Baiklah terima kasih, saya akan melanjutkan penanganannya dari sini " Rai mengangguk berterima kasih, kemudian dia melirik ke arah Ignes tajam, dia segera menyadari ini bukan suatu hal yang kebetulan, kebakaran dan Ruby yang menghilang serta luka tembak salah satu karyawannya.


" Pengawal !! " Teriaknya kepada para pengawalnya yang bertugas menjaga sekitar club, mereka segera berkumpul setelah mendengar panggilan dari Rai.


" Kalian bawa wanita itu kerumah sakit, kemudian tangkap Ignes, Tina, dan tentu saja bule itu, bawa keruangan ku sekarang !!! " Perintahnya dengan berteriak.


" Dan bubarkan semua orang, suruh mereka pulang " lanjutnya lirih.


Dengan sigap para pengawal itu menangkap Ignes, Tina, dan Daniel yang juga berada di tengah kerumunan orang-orang yang sedang berlindung. Rai berjalan cepat kembali menuju ruangannya dan menghubungi Ken agar segera menemuinya.


Pikiran Rai berkecamuk, mereka semua jelas saling berkaitan. Ignes yang memang merencanakan akan melenyapkan Ruby, dan kemudian bule itu berani menantangnya berkelahi, dan tiba-tiba terjadi insiden kebakaran di akhiri dengan hilangnya Ruby. Firasat Rai mereka semua terlibat, hanya belum tau apa hubungannya dengan insiden hari ini.


Sial harusnya aku memaksa Ruby memiliki pengawal yang harus mengikutinya kemana pun, ini karena aku terlalu lengah dan berfikir tempat ini aman, kalau sampai terjadi apa-apa pada Ruby, aku tidak akan bisa memaafkan diriku sendiri.

__ADS_1


Rai terus mengutuk kecerobohan dan keteledorannya sendiri selama perjalanan menuju ruangannya.


Para pengawal menahan Ignes dan Daniel di ruangan terpisah yang ada di lantai 4, dan juga menyita ponsel mereka, menghindari kemungkinan mereka akan berkomunikasi yang menyebabkan pernyataan mereka bisa sama atau bahkan bertolak belakang. Sementara Tina yang menurut Rai tersangka utama sedang duduk berhadapan dengannya di ruangannya.


" Bagaimana bisa ini terjadi, dia pergi dari ku untuk menemui mu dan kau bilang tidak tau di mana dia ? " Tanya Rai tajam dan geram.


" Kami berpisah saat dia bilang ingin ke toilet, saya menawarkan untuk menunggunya, tapi dia bilang tidak apa-apa sendiri karena rencana Ignes baru akan di mulai sore hari " Tina menjelaskan terbata-bata.


" Rencana Ignes ? Rencana apa ?!? " Tanya nya membentak.


" Rencana untuk melenyapkan Ruby, Daniel bilang itu akan di mulai sore hari " Tina setengah terisak menjelaskannya.


" Bule itu ? Apa hubungannya dengan Ignes ?! Ceritakan dari awal jangan berbelit-belit !!! " Rai kehabisan kesabaran dan menggebrak meja.


" Baik Tuan. Saya dan Ruby memutuskan untuk menjenguk Daniel di ruang perawatan, dan Daniel bilang dia mendengar Ignes berbicara dengan seseorang tentang melenyapkan Ruby nanti sore. Lalu kami kembali dan terpisah dan kemudian ada kebakaran ini " Tina menyelesaikan kalimatnya dan kemudian terisak-isak, dia tau kalau sampai Ruby tidak selamat maka begitu juga dia.


Rai kemudian memerintahkan untuk segera menyiapkan rekaman itu di laptopnya. Dan meminta Tina untuk memberi tahu dimana posisi terakhir Ruby.


" Itu " Tunjuk Tina kepada seseorang yang berjaket hoodie kebesaran yang sedang memasuki toilet wanita.


" Kenapa dia bisa memakai jaket itu ? " Tanya Rai heran dan sekaligus geram kepada Tina.


" Itu saya yang meminjamkannya Tuan, agar terhindar dari pantauan cctv " Tina menjawab lirih dan tertunduk.


" Aku akan mengurusmu nanti setelah Ruby di temukan, berdoa saja dia tidak terluka sedikitpun, karena kalau itu terjadi kau pasti merasakan seribu kali yang lebih pedih darinya " Ancam Rai menakutkan yang membuat Tina semakin mengkerut.


Tiba-tiba pintu ruangan itu terbuka dan Ken yang baru saja datang menghambur masuk.


" Aku sudah mengirimkan informasi ini kepada polisi, kita harus segera menemukan plat mobil itu, baru polisi bisa bergerak " Ken memberikan informasi dengan nafas terengah-engah.

__ADS_1


" Putar semua rekaman cctv " Perintah Rai kepada petugas keamanan.


Mereka semua melihat rekaman cctv dengan seksama, terlihat seseorang yang sedang mengunci pintu toilet dengan Ruby di dalamnya, dan kemudian pergi ke dapur untuk menyalakan api kompor dengan sangat besar agar memicu alarm penanda kebakaran. Dan saat alarm kebakaran berbunyi yang membuat semua orang lari berhamburan keluar, seseorang datang dan membuka pintu toilet. Dan mereka menyadari kalau yang mengunci dan membuka pintu toilet Ruby adalah orang yang sama. Mey.


" Kenapa Mey berbuat seperti itu ? " Tina terisak melihat rekaman cctv yang terus bergerak menunjukkan Mey yang membawa Ruby menuju pintu belakang dan kemudian berakhir dengan insiden penculikan dan tertembaknya Ruby.


" Dimana wanita itu ? " Tanya Rai dingin kepada petugas cctv.


" Dia sedang berada di rumah sakit untuk operasi Tuan, luka tembaknya sangat dalam " Petugas itu memberikan informasi.


" Baiklah pastikan dia selamat agar bisa memberitahukan kemana Ruby di bawa, dan jangan lupa bawa Ignes juga ke tempat biasa " Perintah Rai kepada Ken yang di jawab dengan anggukan kepala.


" Untuk dia dan si bule itu, tahan mereka disini sampai Ruby di temukan " Rai menunjuk Tina dengan wajahnya dan memerintahkan kepada petugas jaga.


Mereka kemudian pergi meninggalkan club untuk segera ke kantor polisi dan bekerja sama menemukan mobil yang menculik Ruby. Mereka harus memantau cctv yang ada di sepanjang jalan.


Sementara itu Ruby yang sedang duduk di bangku penumpang yang di apit kedua penculik itu merasakan bahwa mobil yang mereka tumpangi berhenti. Para penculik itu kemudian menggandeng lengan Ruby agar mengikuti mereka keluar dan kemudian masuk mobil lagi. Ruby tidak mengerti kenapa mereka sepertinya harus berganti mobil dan juga para penculik itu tidak melakukan hal yang kasar kepada Ruby, mereka bahkan mengikat mulut dan mata Ruby tidak terlalu kencang.


Mobil terus melaju tanpa Ruby tau akan di bawa kemana, sampai beberapa lama mobil pun berhenti. Para penculik itu membuka pintu, seketika itu juga bau pepohonan dan udara yang sejuk segera menusuk hidung Ruby. Seperti bau daerah dataran tinggi, dia juga merasakan semilir angin sejuk menerpa lehernya. Terdengan juga beberapa suara sapi yang bersaut-sautan.


Para penculik itu membantu mendudukkan Ruby di sebuah kursi dan mendorongnya, yang di yakini Ruby sebagai sebuah kursi roda. Ruby merasakan menaiki sebuah tanjakan dan mendengar suara pintu di buka, lalu suasana hening. Hanya terdengar alunan musik klasik dari dentingan tuts piano.


Para penculik itu pun melepas ikatan di mata dan mulut Ruby, membuat pandangan Ruby sedikit buram karena terlalu lama terpejam.


" Halo sayang ku ? " Sapa suara lembut seiring dengan pandangan Ruby yang semakin jelas.


" Kau ?!?! " Ruby terkejut mendapati sosok yang tidak dia kira berada di balik semua ini, seseorang yang seharusnya tidak berada disini.


" Aku sangat merindukan mu " Balasnya dengan seringai yang mengerikan membuat Ruby bergidik ngeri membayangkan akan di sakiti.

__ADS_1


__ADS_2