
Suara alarm membangunkan Ruby seperti biasanya, dia bangun dengan semangat yang penuh karena hari ini dia akan bekerja kembali. Ruby mandi dan bersiap-siap turun untuk memasak.
Mereka sepakat akan berangkat secara terpisah demi menjaga kerahasiaan, awalnya Rai menolak, tapi setelah Ruby memberikan kecupan ringan di pipi Rai, dia dengan mudahnya mengizinkan. Ruby akan berangkat menggunakan angkutan umum.
“ Ingat baik-baik aturan yang ku berikan, atau aku akan membatalkan izinku “ Rai memulai pembicaraan saat sarapan.
“ hu’um “ jawab Ruby hanya dengan angukan kepala.
“ Kau jawab apa ? “ suara Rai ketus.
“ Iya sayangku, cintaku, manisku, buah hatiku, seluruh hidupku “ ulang Ruby dengan penekanan dan senyum yang dipaksakan. Rai juga memberikan point harus memanggilnya dengan sebutan mesra mulai sekarang.
Selesai sarapan Ruby mengantar Rai seperti biasanya, dilihat dari raut wajah mereka sangat berbeda, Rai sangat khawatir dengan Ruby, tapi tidak demikian dengannya, ini adalah hari terbaik dalam hidupnya dalam beberapa waktu terakhir.
Rai memeluknya sebelum memasuki mobil, Ruby meronta berusaha melepaskan diri.
“ Hei kau harus menjaga kesucian mata para pelayan bukan ? “ Ruby beralasan menepuk pelan punggung Rai agar melepaskannya.
“ Ingat aturan ku baik-baik, aku akan mengawasi mu setiap saat “ Suara Rai lirih di telinga Ruby.
“ Iya iya aku mengingatnya dengan segenap jiwa raga ku “ Ruby meyakinkan Rai.
Kau tidak akan bisa mengawasi ku setiap saat karena tempat kerja kita berbeda hahaha... Tidak ku sangka kalah darinya akan semenyenangkan ini.
Ruby tersenyum sendiri.
“ Aah istri kesayanganku akan bekerja hari ini, aku pasti akan sangat merindukanmu “ Rai menggoda Ruby dengan semakin mengeratkan pelukannya.
“ Kau sudah selesai bermain dramanya ? Sekarang hentikan “ Suara Ruby ketus dan mulai tidak sabar.
Rai melepaskannya dan kemudian mencium tepat dibibirnya, menggigit bibir bawahnya. Ruby melotot dan mendorong tubuh Rai.
“ dasar licik, ular berbisa “ maki Ruby dengan wajah merona nya. Rai tertawa dan kemudian memasuki mobil.
🍁🍁🍁🍁🍁
Ruby sedang menunggu bus di halte, pagi hari semua orang sibuk akan pergi bekerja, dan kendaraan umum pasti penuh sesak.
Bus yang akan di tumpangi Ruby tiba, dan benar saja bus itu sudah penuh, dia tidak mungkin melewatkannya, akan terlambat kalau dia menunggu bus yang berikutnya.
Ruby berdiri berdesak-desakan dengan penumpang yang lainnya, sangat sesak dan sulit bergerak. Ruby bahkan tidak mendapat pegangan didalam bus.
__ADS_1
Bus melaju dengan kencang dan mengerem mendadak, membuat semua penumpang bergoyang mengikuti goncangan bus, tapi tidak dengan Ruby, dia kehilangan keseimbangan karena tidak berpegangan pada apapun, membuatnya terdorong ke depan dan jatuh menabrak seorang penumpang di depannya.
“ Maaf, maaf “ Ruby menundukkan kepala meminta maaf. Laki-laki itu tersenyum.
Wajahnya tampan dan kulitnya kecoklatan, sangat pas dengan wajahnya yang terlihat macho, seperti laki-laki yang suka menjelajahi alam.
“ Tidak apa-apa “ Jawabnya.
Ruby mengernyitkan kening, ada yang aneh dengan aksen bicaranya. Laki-laki itu seperti paham dengan ekspresi heran Ruby.
“ Kenapa ? Apa aksen bicara saya aneh ? “ tebaknya.
“ Ah maaf, saya tidak bermaksud “ Ruby meminta maaf karena sudah menyinggungnya.
“ It’s ok, doesn’t matter “ jawabnya.
“ saya warga negara asing, lahir dan besar diluar negeri, baru beberapa bulan pindah ke negara ini “ jelasnya.
“ Ooh “ Ruby hanya mengangguk mendengar penjelasannya.
Bus berhenti di halte yang di tuju Ruby, dia dan beberapa orang dengan tujuan yang sama segera turun. Club Lord berjarak beberapa meter dari halte. Saat siang hari club malam itu menjadi restoran dengan hiburan nyanyian akustik. Menjadi tempat kencan yang romantis dan sempurna.
“ Hai, kita bertemu lagi “ sapa suara di sampingnya. Ruby terkejut dan menoleh. Ternyata si tuan Macho yang dia temui di bus tadi.
“ Halo “ Ruby menyapa balik.
“ kau mau kemana ? “ Tanyanya masih dengan aksen dan gaya bicara yang aneh.
“ Saya akan pergi bekerja “ Ruby menjelaskan dengan kalimat yang jelas.
Mereka memutuskan berjalan bersama dan mengobrol, dia memperkenalkan dirinya, namanya Daniel, biasa di panggil Danny. Dia sebenarnya sedang berlibur di negara ini tapi karena suatu hal dia harus tinggal lebih lama dan terpaksa mencari pekerjaan. Hari ini hari pertamanya bekerja juga.
Tidak terasa mereka sudah sampai di dekat club, Ruby berpamitan kepada Danny dan berlari mendahuluinya. Ruby memperlihatkan kartu aksesnya kepada para penjaga dan mereka memeriksanya.
Setelah beberapa saat akhirnya dia diperbolehkan masuk, Ruby menarik nafas panjang, seperti reuni dia kembali kesini, meskipun teman yang dia miliki sudah tidak ada disini.
“ Hai nona, wait for me “ suara dibelakangnya membuat Ruby terkejut. Dia menoleh.
“ Danny, apa yang kau lakukan disini ? “ tanya Ruby heran.
“ kau sedang apa disini ? “ Tanya nya balik.
__ADS_1
“ Aku bekerja disini, ini hari pertamaku bekerja “ Ruby menjelaskan.
“ Really ? Oh thanks God “ Seru Danny girang. Ruby heran dengannya.
“ aku juga sama, aku bekerja disini “ lanjutnya.
" Kemarin aku baru melamar pekerjaan, dan menjadi cleaning service " Danny menjelaskan.
" Benarkah ? Aku juga di bagian itu " Ruby bersemangat.
Mereka bersama-sama menuju ruang loker untuk para pegawai.
Ruang loker untuk pegawai wanita dan pria bersebelahan. Diruang itu juga tersedia ruang ganti untuk mengganti seragam kerja mereka. Setelah berganti seragam mereka menuju ruang divisi kebersihan bersama.
Danny bercerita bahwa saat dia sedang berlibur dia di tipu agen travelnya dan semua barang-barangnya hilang, dia melapor polisi dan masih ditangani oleh kepolisian. Karena keuangannya telah menipis, dia terpaksa harus bekerja dan polisi bekerja sama dengan pihak imigrasi membantunya memberikan visa untuk bekerja sementara sampai penipu itu ditangkap dan barangnya dikembalikan, tapi karena data-data yang dia punya hanya kartu tanda pengenal, jadi dia hanya di terima sebagai cleaning service di club ini.
" Aneh biasanya club tidak menerima sembarangan orang yang tidak jelas " Ruby mencari tahu.
" Ya aku bertemu pemiliknya langsung dan menceritakan tentang hal yang ku alami, dia iba dan menerima ku " Danny menjelaskan.
Apa benar Rai orang yang seperti itu ? Tidak mungkin. Melihat bagaimana kejamnya dia, mana mungkin punya rasa kasihan untuk orang lain.
" Danny apa dia orang yang dingin ? " Ruby bertanya memastikan.
" He's not. Dia orang yang ramah dan suka tersenyum " Danny menggambarkan.
" Tentu saja itu Ken, mana mungkin Rai seperti itu, kalau sampai dia seperti itu aku akan dengan senang hati melemparkan diriku ke pelukannya, cih pagi-pagi sudah merusak suasana hanya dengan mendengar namanya saja, apalagi kalau harus melihatnya juga, syukurlah dia tidak akan ke club kalau tidak malam hari " Ruby bergumam dan tersenyum sendiri.
" Ada apa? " Tanya Danny karena mendengar Ruby mengomel sendiri.
" Ah tidak ada apa-apa " Ruby beralasan.
Danny senang karena dia mendapatkan teman di hari pertamanya bekerja.
“ semoga kita menjadi rekan kerja yang kompak “ Ucap Danny kepada Ruby.
“ Tentu saja, semangat ! “ Ruby memberi Danny dukungan.
Kepala pengawas memanggil semua pegawai untuk apel pagi sesuai dengan divisi masing-masing.
Selamat datang hari baru tanpa Rai, aahh bahagianya.
__ADS_1