Cinta Big Bos

Cinta Big Bos
Dia Istri Rai


__ADS_3

Ruang konferensi sudah penuh oleh wartawan, mereka tidak akan menyia-nyiakan berita langka seperti ini.


Rai sudah berada di ruang tunggu dengan di temani Ken dan juga Huan beserta beberapa asistennya yang terlibat dalam insiden mendandani Cecil.


Ruby belum terlihat karena para desainer harus putar haluan mencarikan dress yang tertutup untuk menutupi bekas ciuman Rai.


Waktu sudah menunjukkan pukul 8 malam, saatnya konferensi di mulai. Rai memutuskan akan memasuki dulu ruang konferensi tanpa mengajak Ruby, karena Ken nanti yang akan bertugas mengantarnya saat Rai memanggilnya.


Rai berjalan menuju aula ruang konferensi pers, begitu pelayan membuka pintu semua wartawan langsung mengarahkan kamera mereka kepada Rai yang terlihat sangat tampan dan elegan dengan setelah jas berwarna hitam.


Kilatan flash dari kamera bersauta-sautan untuk mengabadikan momen dimulainya berita terheboh saat ini.


Rai dengan tenang berjalan memasuki ruangan, dan duduk di kursi yang ada di atas podium yang terletak di depan ruangan yang sudah disiapkan pihak hotel.


" Selamat malam semua tamu undangan, hari ini kita semua berkumpul untuk mengadakan konferensi pers mengenai berita yang berkembang saat ini tentang siapa wanita yang terlihat memasuki hotel bersama tuan Rai. Di mohon untuk melakukan peliputan dengan tertib, terima kasih " Manager hotel berlaku sebagai moderator dalam acara ini.


Seorang wartawan yang duduk di kursi dan menghadap laptop mengangkat tangannya, meminta izin untuk mengajukan pertanyaan. Rai mengangguk sebagai tanda persetujuan.


" Dimanakah wanita yang menjadi bintang utama berita ini tuan ? Apakah dia tidak menghadiri konferensi bersama anda ? " Tanyanya secara beruntun.


" Dia akan datang, hanya sedang bersiap-siap sedikit " Rai menjawab pertanyaan para wartawan dengan tenang.


Disaat Rai selesai dengan pernyataannya seorang wanita tergopoh-gopoh memasuki ruangan, wanita dengan midi dress merah bata berpotongan leher rendah memanjang ke bawah sampai bagian dada, dan punggung terbuka, terlihat anggun sekaligus aneh.


Dress indah yang digunakan berbanding terbalik dengan kondisi fisik pemakainya. Terlihat goresan-goresan luka di sekujur tubuhnya, dan menggunakan alat penyangga untuk menopang tangan kanannya yang patah. Serta wajahnya yang juga penuh dengan luka lebam. Membuat penampilannya cantik sekaligus berantakan.


Para pemburu berita terkejut dengan kehadiran tamu yang mencuri perhatian itu. Rai tersenyum padanya yang di sambut dengan senyuman memelas darinya, seakan memberikan kode untuk menyuruh Rai menjemputnya di depan pintu dan menggandeng mesra ke atas podium.


Rai memilih mengikuti permainannya, dia turun dan menjemput gadis yang sekarang sedang tersenyum bangga karena Rai menuruti keinginannya. Semua wartawan tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk mengabadikan momen tersebut, mereka memotretnya puluhan bahkan mungkin ratusan kali.


" Ada apa dengan keadaan mu saat ini nona ? " Tanya Rai setelah tepat berada di depannya.

__ADS_1


" Aku mengalami sedikit kecelakaan tuan, dan aku terluka sangat parah " Balasnya dengan nada memelas meminta perhatian.


Aku mengingat wajah para preman itu, aku akan menuntut balas saat Rai sudah mengumumkan aku sebagai kekasihnya, dengan kekuasaan klan loyard di tanganku, akan ku buat perhitungan dengan mereka.


" Benarkah ? " Tanya Rai berpura-pura terkejut.


" Iya, ada segerombolan preman yang mencegat mobil ku saat aku akan pergi untuk membeli dress " Ucap Cecil sok manja karena mendapat perhatian dari Rai.


Tiba-tiba wajahnya berubah pucat seakan-akan seluruh tubuhnya kehilangan darah, saat melihat Huan memasuki ruangan dan berdiri di belakang Rai.


" Kau... kau " Cecil terbata-bata menunjuk Huan dengan wajah takut sekaligus marah.


" Tuan dia lah yang telah membuat keadaanku menjadi seperti ini, dia lah orangnya. Tuan tentu akan membalaskan perbuatannya padaku bukan ? " Cecil merajuk meminta pembelaan.


Rai tersenyum sinis, menoleh ke arah Huan yang sudah berdiri tegap dengan wajah datar menyeramkan.


Matilah kau sekarang, Rai pasti akan membunuhmu karena telah mematahkan tanganku.


" Benar sekali tuan " Jawab Huan tegas dan singkat.


Cecil terkejut karena ternyata Huan dan Rai saling mengenal.


" Baiklah Huan aku akan menghukum mu " Rai menatap tajam ke arah Huan.


Cecil pun tersenyum puas karena ternyata Rai menurutinya dan membelanya.


" Maaf tuan? " Huan bertanya sopan karena tidak mengerti maksud tuannya.


" Aku akan mengulangi nya, aku akan menghukummu karena kau tidak becus melaksanakan pekerjaanmu, baru kali ini kau mengecewakan ku. Bagaimana bisa kau tidak memberikan bonus untuk ku ? " Rai menatap Cecil dengan pandangan penuh kemarahan dan kebencian, membuat Cecil bergidik dan bingung dengan sikap Rai yang tiba-tiba berubah dingin padanya.


" Maaf tuan, saya terlalu lembut padanya karena memandang dia seorang wanita " Huan menjawab sopan dan menundukkan kepala.

__ADS_1


" Lain kali saya pastikan siapapun targetnya, tidak peduli wanita atau laki-laki saya akan segera menghabisinya tanpa sisa ".


Mendengar pembicaraan Huan dan Rai membuatnya semakin pucat dan gemetaran. Ternyata Huan adalah orang suruhan Rai untuk melakukan ini padanya.


Rai mendekatkan wajahnya di telinga Cecil, membuatnya bergidik ngeri dan mundur selangkah.


" Ya seperti yang kau duga, aku lah yang menyuruhnya untuk melakukan semua ini padamu, dan aku sangat kecewa karena ternyata kau masih mampu berjalan kesini. Kau membuat wanitaku malu didepan tamu hotel, tapi aku akan membuatmu malu di depan seluruh dunia " Bisik Rai tajam di telinga Cecil.


" Ah ya apakah kau sudah menanyakan kabar orang tuamu ? Aku harap mereka punya tempat untuk tinggal esok hari " Seringainya menyeramkan, seakan memberitahukan Cecil bahwa keluarganya saat ini juga sedang mendapatkan balasan dari Rai.


" Tuan Nyonya Ruby akan segera memasuki ruangan dengan tuan Ken " Huan menyampaikan maksud kedatangannya.


" Baiklah, aku akan menyambutnya " Rai memberikan isyarat kepada pelayan yang menunggu di pintu agar mengizinkan Ken dan Ruby masuk.


Ruby berjalan dengan menggandeng tangan Ken, mengenakan dress bermotif bunga yang mengembang di bagian perutnya, dan tentunya berlengan panjang serta berleher tinggi untuk menutupi bukti pertandingan 6 rondenya, pokok + bonus versi Rai.


Dia terlihat sangat cantik dan anggun dengan riasan natural dan rambut yang panjangnya yang di sanggul sederhana pula.


Seluruh wartawan kembali menghujaninya dengan kilatan-kilatan cahaya dari kamera digital single lens reflek mereka. Membuatnya tegang dan mengcengkeram lengan Ken dengan keras.


" Berlutulah kalau kau ingin pulang dengan selamat malam ini " ancam Rai kepada Cecil sebelum pergi meninggalkannya untuk menggandeng Ruby menuju kursi di podium.


Bagai angin topan sedang menerjangnya dengan kuat, membuatnya hampir ambruk di tempat saat melihat ternyata Ruby yang datang, wanita yang dia tampar dan dia panggil pelacur itu adalah wanitanya Rai.


Huan berjalan menghampirinya yang diam membeku, mengintimidasinya dengan sorot mata tajam untuk segera melaksanakan perintah Rai agar berlutut di hadapan Ruby, dan juga siap siaga menerkamnya kalau sampai dia menolak melakukannya.


Hah pembalasan harus seribu kali lebih kejam.


Rai tersenyum menyeramkan saat melewati Cecil dengan menggandeng Ruby.


Rai membawanya menaiki podium dengan deretan mic yang terpasang di mejanya.

__ADS_1


" Dia adalah Istri dari Rai J Loyard " Ucap Rai memberikan klarifikasi.


__ADS_2