Cinta Big Bos

Cinta Big Bos
Pesta Perpisahan Untuk Daniel


__ADS_3

Malam hari pun tiba, para pelayan telah mempersiapkan segala sesuatunya di halaman luar, bertema kan garden party pesta barbeque itu hanya akan di hadiri oleh teman-teman Ruby dari bagian cleaning service.


" Kau mengundang berapa ratus orang nak ? " Tanya Regis memulai pembicaraan saat sedang melihat-lihat persiapan acara pesta putri nya.


" Ratus ? " Ruby bertanya heran.


" Saya bahkan tidak punya teman, mungkin hanya beberapa teman kerja di club " Ruby menjawab dengan sopan.


" Memangnya kau tidak bergaul dengan artis-artis di negeri ini ? Ikut arisan atau hanya sekedar hang out ? " Regis bertanya heran.


Dengan pamornya sebagai istri dari Rai, tentu tidak akan susah untuk mendapatkan teman. Dia hanya perlu membuat pengumuman bahwa dia sedang berada di cafe atau mall, maka akan banyak artis yang akan dengan suka rela mendekatinya untuk menjadi temannya.


" Tidak saya hanya punya teman di bagian cleaning service ayah " Ceritanya santai.


" Lalu apa kau tidak akan mengundang seluruh pegawai di club ? " Tanya Regis kemudian.


" Tidak ayah, aku tidak mengenal mereka " Ruby menggelengkan kepalanya.


" Nak jangan terlalu menuruti Rai yang ingin mengekang mu, bebaskan diri mu, bergaul lah dengan banyak orang. Aku tidak ingin kau jadi seperti Lorie yang terjebak disini juga karena ku, kalau di pikir-pikir aku memberikan dunia untuk Lorie, tapi tidak ada aku di dalamnya, karena aku memiliki dunia ku sendiri " Suara Regis bergetar saat menceritakan kisahnya.


" Tidak apa-apa ayah, aku tidak terlalu suka menjadi pusat perhatian. Aku baik-baik saja dengan hanya beberapa teman " Ruby menjawab santai.


" Kau tau aku tidak pernah menganggap mu menantu ku, tapi kau adalah bagian dari hidup ku juga, aku ingin menebus semua kesalahan ku dulu terhadap Lorie, jadi aku akan membuatmu menjadi tuan putri paling bahagia di dunia ini. Kalau mereka berdua macam-macam katakan saja, aku tidak akan mengampuni mereka " Regis menepuk pundak Ruby dan meninggalkannya.


Ruby berjalan mengitari halaman yang telah di tata rapi oleh para pelayan. Meja makan panjang dan besar berdiri tegak di tengahnya, deretan kursi-kursi yang juga telah berada di tempat yang seharusnya.


Dia melihat jam di tangannya, sudah hampir waktu nya makan malam, harusnya sudah ada beberapa tamu yang hadir. Para pelayan juga telah mulai memanggang beberapa daging, aroma nya wangi semerbak membuat Ruby merasa lapar.


Dia segera pergi kembali ke kamarnya, untuk membantu Rai bersiap-siap.


Ruby membuka pintu kamarnya, mengedarkan pandangannya, Rai tidak ada. Dia akan memeriksa ruang ganti, melihat pintunya sedikit terbuka, dia memutuskan untuk mengintip. Rai sedang berdiri di depan cermin, terlihat sangat tampan.


" Hei kau maafkan aku " Dia berbicara dengan dirinya sendiri di depan cermin. Membuat Ruby mengernyitkan alis, heran.


" Ah tidak tidak, kalau aku berkata begitu si ani itu pasti akan mengomel " Rai mengibaskan tangannya.


" Kau tau aku suami nya dan kau sendiri yang memancing ku, jadi aku rasa kita impas sekarang " Rai berlatih mengucapkan itu dengan sangat tegas dan harga diri yang tinggi.


" Ya begitu baru benar, aku tidak harus minta maaf karena dia yang memulai nya " Rai memutuskan sepihak.


Ruby tersenyum sendiri, semalam dia memaksa agar Rai meminta maaf kepada Daniel, tentu saja tidak gratis. Ruby harus menukarnya dengan hal yang paling di sukai Rai, apalagi kalau bukan pikiran mesumnya.


Ruby berbalik dan pergi menuju pintu masuk, berpura-pura seperti baru masuk di dalam kamar.


" Sayang ? Kau dimana ? " Ruby mengeraskan suaranya memanggil Rai.


" Aku di sini " Rai menjawab dengan setengah berteriak agar Ruby mendengarnya.


Ruby masuk ke dalam ruang ganti, berpura-pura terkejut melihat penampilan Rai.


" Wuah kau tampan sekali, kau berdandan dengan sungguh-sungguh untuk merayu teman-teman ku ? " Ruby berpura-pura cemberut, dia akan bersikap posesif malam ini agar Rai yakin bahwa dia juga sangat mencintainya, dan tentu saja itu akan membawa dampak yang baik untuk pesta nya.


Suasana hati Rai adalah faktor utama apakah pesta ini akan berjalan lancar atau malah sebaliknya.


" Aku gugup sekali malam ini " Rai bergumam, dan memeluk Ruby yang ada di sampingnya.


" Kenapa ? Apa karena ini pertama kali nya kau tampil sebagai seorang suami ? Apa kau menyesal telah menikah ? " Ruby memberondongnya dengan pertanyaan dengan nada cemburu.


" Kau cemburu ? " Tanya Rai dengan senyum yang di sembunyikan.


" Tentu saja, memiliki suami setampan ini sungguh ujian yang berat untuk ku, aku harus selalu waspada terhadap para penggoda di luar sana. Ah ya bagaimana dengan Ignes ? Apa dia baik-baik saja ? " Ruby bertanya penasaran.

__ADS_1


" Sudah jangan bicarakan dia, sepertinya dia akan di masukkan ke rumah sakit jiwa " Rai menjawab santai.


" Oh... aku ikut menyesal mendengarnya " Ruby menjawab dengan sedih.


" Esmeralda, memangnya apa yang ada di otak mu ? Kau selalu saja mendahulukan perasaan orang lain daripada perasaan mu sendiri, memangnya kau tidak sakit hati dengannya, kau tidak ingin balas dendam dengannya ? Tidak perlu berusaha baik-baik saja " Rai memarahi Ruby.


" Esmeralda, esmeralda " Ruby menjawab cemberut.


" Aku memang marah dan membenci nya, tapi lihat juga bagaimana keadaannya sekarang, apa dia normal ? Itu semua juga karena rasa sukanya yang berlebihan kepadamu. Aku tidak ingin membuang-buang waktu ku dengan menyimpan dendam di sini " Ruby menunjuk hati nya.


" Ibu ku selalu bilang, kalau kita membenci orang lain yang membenci kita, maka itu tidak akan pernah ada habisnya, berdamailah dengan diri sendiri, maka semuanya akan terlihat baik. Lagi pula aku juga akan jadi seorang ibu, menyimpan dendam hanya akan membuat junior ikut merasakan kecemasan juga kemarahan ku, tidak baik untuk nya " Ruby mengelus elus perutnya.


" Ah junior lihat aku memilih ibu yang sangat tepat untuk mu, dia memiliki hati seputih malaikat " Rai berlutut dan menciumi perut Ruby, menempelkan pipinya disana.


" Dia sudah mulai bergerak-gerak asal kau tau " Ruby memberitahukan kepada Rai.


" Benarkah ? " Rai bertanya antusias.


" Tentu saja, tapi cuma aku yang bisa merasakannya " Ruby menjawab lembut.


" Aku tidak sabar melihat wajahnya, dia pasti akan jadi laki-laki yang tampan seperti ku " Rai kembali menciumi perut Ruby, lalu beralih mencium bibirnya.


🍁🍁🍁🍁🍁


Pukul 20.00, para tamu mulai berdatangan, entah apa yang salah dengan undangan yang Ruby kabarkan melalui pesan grup whatsup miliknya atau mereka yang terlalu berlebihan menanggapi nya, mereka semua hadir dengan dress pesta yang meriah dan make up cetar membahana, serta setelan jas lengkap dengan dasi kupu-kupu untuk laki-laki, layaknya ini adalah pesta kerajaan.


Ruby dan Rai yang hanya menggunakan pakaian casual menjadi salah tingkah.


" Apa aku yang salah lihat atau memang mereka seperti sedang hadir di ball sebuah kerajaan " Rai berbisik kepada Ruby.


" Mungkin kita yang salah kostum " Ruby balas berbisik.


" Kau selalu tampan di mata ku " Ruby menggandeng lengan Rai dengan erat, berusaha merayu nya dengan halus.


Mereka berjalan bersama mendekat ke arah para tamu.


" Nyonya senang sekali anda baik-baik saja " Pak Hong membungkuk untuk menyapa Ruby yang baru saja tiba.


" Pak Hong seperti biasa saja, jangan terlalu formal dengan ku " Ruby menjawab sungkan.


" Nyonya besar " Tina berteriak histeris melihat Ruby.


Ruby yang terkejut menoleh ke arah Tina dan terperanjat.


Apa-apaan dia ?


Ruby menatap nya heran dan hanya bisa menggelengkan kepala.


" Bagaimana penampilan ku ? " Tina berjalan mendekat dan berputar-putar di depan Ruby, memamerkan penampilannya.


" Sip " Ruby hanya bisa mengacungkan jempolnya kepada Tina dan tersenyum kaku.


Dia berdandan seperti elsa dari karakter animasi frozen. Beralasan bahwa keluarga Loyard adalah keluarga misterius dan terkesan dingin, jadi dia berdandan ala elsa, berharap akan sesuai dengan tipe Ken.


" Mana dia ? Mana, mana ? " Tina sangat antusias.


" Dia sedang bersiap-siap mungkin, kau tau dia sangat lama dalam bersiap-siap " Ruby menjawab santai.


" Kalian duduklah dulu, nikmati hidangan yang ada " Ruby mempersilahkan teman-temannya untuk duduk di meja yang sudah di persiapkan.


" Dia mencari siapa ? " Tanya Rai heran.

__ADS_1


" Dia menyukai Ken " Ruby menjawab dan tersenyum lucu.


" Aku tidak akan setuju " Rai langsung menolak.


" Hei memangnya istri mu secantik apa sampai kau menolak Tina, dia juga cantik, aku tidak keberatan " Ruby membelanya.


" Kau itu wanita paling cantik diseluruh semesta ini, dan tidak ada yang akan berani membantahnya " Rai memeluk pinggang Ruby dan mendekatkan wajahnya ke wajah Ruby, mencium tepat di keningnya.


Ruby yang mendapat perlakuan seperti itu di depan teman-temannya merasa sangat malu, meskipun semua orang tau hal yang mereka lakukan sah-sah saja tapi tetap saja ini di tempat umum.


" Hei jangan begini, aku malu banyak orang melihat " Ruby memukul gemas dada Rai.


" Aku tidak bisa membayangkan kau dan si mulut ember itu menjadi saudara ipar, kalian akan mempersingkat umur ku dan juga Ken dengan mulut kalian " Rai berbisik di telinga Ruby dan terkekeh.


" Hei !! Ternyata itu alasan mu tidak menyetujui nya ?! " Ruby menjawab kesal, nadanya naik satu oktaf.


" Tentu saja bayangkan kalian berdua di saat genting selalu saja kelepasan bicara, tidak, tidak, tidak, membayangkannya saja sudah membuatku merinding " Rai kembali memeluk Ruby membenamkan wajah Ruby ke dada nya, Ruby hanya menurut dan membalas pelukannya.


" Selamat malam Ruby " Sapa suara di belakang Ruby, membuat Ruby dan Rai menoleh bersamaan.


Saingan terberat Rai, menurutnya. Sedang berdiri di hadapan mereka, dengan setelan tuxedo dan tatanan rambut yang rapi membuatnya terlihat sangat tampan.


" Hai Danny, kau terlihat... " Ruby memberikan pujian dengan senyuman.


" Yeah i know, weird " Daniel balas tersenyum.


" Cih " Rai mencibir Daniel, Ruby mencubit pinggang Rai dengan tangannya yang mengapit pinggang Rai di belakang punggungnya.


" Hei dude, aku minta maaf atas kesalahpahaman tempo hari, aku tidak bermaksud... " Daniel berusaha menjelaskan kepada Rai.


" It doesn't matter, lagipula aku memang lebih tampan dari mu " Rai menjawab sombong.


" Ya you're the winner " Daniel membalas dengan tertawa.


Dan mereka pun ikut tertawa.


" Well apa artinya ini kita berbaikan ? " Tanya Daniel seraya mengulurkan tangannya untuk menjabat Rai meminta maaf.


" Sure " Jawab Rai masih dengan gaya berkelas dan membalas jabatan tangan Rai.


" Kalian terlihat manis bila berbaikan seperti ini " Ruby tersenyum melihat teman dan suami nya bisa berbaikan.


" Aku akan pulang besok, kalau kalian pergi ke negara ku, beritahu aku, aku akan dengan senang hati menjadi tour guide kalian " Daniel menawarkan.


" Tentu saja aku akan memberitahu mu kalau kami akan memutuskan berlibur kesana, tapi tidak untuk saat ini " Ruby menjawab dan menunjuk perutnya.


" Yeah pregnancy " Daniel mengerti maksud Ruby.


Ruby kemudian mempersilahkan Daniel agar bergabung dengan teman mereka yang lain.


" Lihat bukan, damai itu indah " Ruby tersenyum kepada Rai dan mencium pipinya.


" Cih " Rai mencibir tapi tak urung tersenyum membalas Ruby.


" Kyaaaaa " Tiba-tiba terdengar teriakan dari arah meja, membuat Ruby dan Rai terlonjak kaget dan menoleh dengan cepat.


Ternyata itu suara jeritan Tina. Dia berdiri dengan menutup mulutnya dan menunjuk seseorang. Ruby dan Rai yang heran kemudian melihat ke arah pandangan Tina juga.


Pantas saja, aktor utama nya sudah datang. Dan apa-apaan penampilannya itu ?


Ruby menggelengkan kepala melihat Ken yang datang dari arah bangunan kamarnya.

__ADS_1


__ADS_2