Cinta Big Bos

Cinta Big Bos
Masuk Angin


__ADS_3

Ruby memasuki gerbang mansion. Dia berjalan lemas menuju pintu utama. Seharian ini kerjanya hanya menemani Rai sebagai istri dan cleaning service. Membuat semua teman-teman satu bagiannya bertanya heran.


[ Flashback On ]


“ Kepala, itu dia “ Tunjuk Tina begitu melihat Ruby memasuki ruangan. Mereka semua berkumpul di ruang cleaning service untuk menunggu Ruby.


“ Kenapa kau lama sekali ? “ Tanya Kepala pengawas Hong kepada Ruby.


“ Aku sangat lelah, bisa tolong ambilkan aku minum “ Wajah Ruby terlihat pucat, matanya sayu dan rambutnya berantakan.


Melihat kondisi Ruby yang seperti itu semua temannya menuntun Ruby untuk duduk dan memberikan dia minum.


“ Ruby maafkan kami, kami tidak bermaksud membuatmu jadi seperti ini “ Suara ibu Made prihatin, senior di sana.


“ Kemarin malam aku mendapat telefon dari manager umum, mengatakan bahwa big bos akan memimpin apel pagi ini, tak ku sangka karena dia ingin mencari seorang petugas cleaning service pribadi untuk ruangannya “ Kepala pengawas Hong menjelaskan.


“ Hu’um lagi pula kenapa kau berteriak tadi saat pertama melihatnya, itu membuat kami takut dan mundur selangkah, tapi tidak terduga itu malah membuatmu menjadi petugas cleaning service nya “ Mey ikut menimpali.


“ sudahlah aku tidak apa-apa “ Ruby menjawab malas.


Ya lagi pula memang aku sasarannya, meskipun kalian tidak melakukan itu pasti dia akan mencari cara untuk tetap menjadikan aku cleaning service pribadinya.


“ memangnya kau seharian ini bekerja apa sampai-sampai harus kelelahan seperti ini “ tanya Anton penasaran.


“ Kau tidak akan percaya “ Ruby menjawab sinis.


Tentu saja mereka tidak akan percaya seharian ini aku hanya merayu nya, membelai kepalanya, menyuapinya dan tentu saja menjadi istrinya.


“ sudah sudah ayo kita pulang, Ruby pulang dan istirahatlah, ini pasti hari yang berat untukmu “ kepala pengawas Hong menyudahi interogasinya.


[ Flashback Off ]


Ruby terdiam mematung di depan pintu kamarnya, dia sangat lelah tapi pasti Rai sudah menunggunya untuk menggodanya lagi, mengajak bertengkar, atau sekedar menyuruhnya memanjakannya.


“ apanya yang bebas, aku cuma berganti suasana penjara saja “ Suara Ruby ketus, dia membuka pintu dengan keras.


“ Aaawww “ Teriak Rai.


Ruby terkejut dan segera melihat apa yang terjadi, Rai sudah di balik pintu memegangi hidungnya.


“ Kau tidak apa-apa ? “ tanya nya khawatir.


“ Hei kenapa membuka pintu keras sekali ? “ Rai setengah berteriak.


“ Mana ku tau kau ada di belakang pintu “ Ruby membela diri.


“ Aarrgghh sakit sekali “ Rai memegang hidungnya.


“ maaf maaf “ Ruby menuntunnya duduk di sofa.


“ Coba aku lihat “ Ruby berusaha melihat hidung Rai. Dia terkejut ternyata hidungnya berdarah.

__ADS_1


“ astaga berdarah “ Ruby setengah berteriak.


Dia panik dan segera mengambil tisu yang ada di nakas. Mengambilnya asal dan segera menekan-nekan hidung Rai. Dia menggulung tissu dan memasukkannya ke lubang hidung Rai yang mimisan untuk menghentikan darahnya.


" Kau ini wanita atau samsonwati, kenapa membuka pintu begitu kasar " Suara Rai ketus.


Ruby sudah benar-benar lelah dengan tingkah Rai yang selalu menggodanya dan membodohinya.


" Aku tarzan kau tau " Ruby menjawab ketus dan menekankan tissu dengan keras.


" Aarrgghh " Rai berteriak semakin keras.


" Kau sudah gila ? Hidungku yang indah ini akan rusak kalau kau kasar begitu " Rai setengah berteriak.


" Kau ingin aku menceritakan sebuah kisah ? Ini tentang seorang anak nakal, dia selalu saja berbuat jahat, lalu datanglah penyihir yang tidak suka dengan sikap nakalnya, dia kemudian memantrai anak nakal itu. Omabarani, lubang hidungmu akan sebesar buah pear, bulu hidungmu akan panjang sampai dagu, dan wajahmu akan bengkak seperti bakpao " Ruby bercerita dengan sinis, kesal dengan Rai.


" Hahaha... dasar otak udang, kau pikir aku bodoh akan percaya dengan ceritamu, mana ada penyihir yang seperti itu " Rai mencibir.


" Tentu saja ada, ibu ku yang menceritakan kisah itu " Ruby berpura-pura yakin.


" Ibu mu pasti berbohong, karena penyihir itu akan bilang simsalabim bukan omabarani " Rai tersenyum puas merasa benar.


daebak !! dia ini bodoh atau gila ? Dan kenapa juga aku harus meladeninya, aduh kepala ku semakin pusing, sepertinya aku ketularan dia gila. Ruby menghela nafas.


Melihat Ruby yang sangat perhatian kepadanya Rai tersenyum, dia benar-benar sudah jatuh cinta pada Ruby. Rai melingkarkan tangannya di pinggang Ruby yang duduk di meja di hadapannya, sedang mengobati mimisan Rai. Dia terus tersenyum melihat Ruby.


“ sudah selesai “ Ruby memberitahunya. Tapi Rai seperti tidak mendengarnya dan terus tersenyum melihatnya. Ruby menjentikkan jarinya di depan wajah Rai.


“ Ah oh apa ? “ Rai gugup dan bangun dari lamunannya.


“ Apa tadi juga melukai kepala mu ? Kenapa senyum-senyum sendiri “ Ruby membereskan sisa-sisa tissu yang lain.


Dia berdiri tapi kemudian Rai menariknya agar duduk di pangkuannya. Wajah mereka berhadapan, dan mata mereka saling bertatapan. Jantung Ruby berdetak kencang membuat wajahnya merona merah.


“ kenapa ? “ tanya Ruby gugup terbata-bata.


“ Tidak ada aku hanya ingin seperti ini sebentar saja “ Rai terus memandangi wajah Ruby.


“ lepaskan, aku ingin mandi dan tidur, aku sangat lelah “ Ruby berkata sinis.


“ Rayu aku dulu “ Rai memerintah.


“ sepertinya benturan tadi membuat otakmu juga sakit, kenapa suka sekali di rayu. Kau bilang kau bukan murahan tapi minta di rayu setiap saat “ Ruby mengoceh.


“ Kau terlalu banyak bicara “ Rai kemudian mencium bibir Ruby.


Ruby yang terkejut dengan serangan mendadak itu mendorong tubuh Rai.


“ Kenapa harus selalu mencium ? “ Ruby bertanya ketus.


“ kenapa kau tidak suka ? “ Tanya Rai menggoda.

__ADS_1


“ Iya aku tidak suka, akhir-akhir ini aku sering merasa tidak enak badan, apalagi kalau kau menciumku tiba-tiba “ Ruby beralasan.


“ Cih “ Rai mencibir.


Ruby merasa akhir-akhir ini dia dua kali lipat sangat lelah, dan sering berkeringat dingin.


“ Turunkan aku “ Ruby berkata ketus.


Rai melepaskan pelukannya. Ruby berpindah duduk di sebelah Rai.


“ aku ingin bicara denganmu “ suara Ruby malas. Tapi Rai sama sekali tidak peduli.


“ Bagaimana bisa kau menjadikanku petugas cleaning service pribadi mu ? Selama aku hidup baru kali ini aku mendengarnya, biasanya yang ada sekretaris pribadi, kau ini sangat aneh “ Ruby memprotes.


“ Bukankah kau sendiri yang mengajukan diri “ Rai menjawab santai.


“ Kau pikir aku bodoh ? Tentu saja mereka akan mundur, siapa yang mau dekat-dekat denganmu dan mempertaruhkan pekerjaan mereka “ Ruby beralasan.


“ Kalau kau tidak mau pekerjaan ini tinggal di rumah saja “ Lagi-lagi Rai menjawab santai dan tidak memedulikan Ruby.


“ Kau selalu mengancam. Baiklah tapi setidaknya biarkan aku juga mengerjakan pekerjaan lainnya, mana mungkin aku seharian hanya di ruanganmu saja “ Ruby memohon.


“ Lalu apa penawaranmu ? “ Rai meminta imbalan.


“ Cih “ Ruby mencibir, belum pernah dia melihat seseorang yang tidak mau rugi sedikit pun.


“ Baiklah, aku akan mengajakmu kencan sebagai imbalannya “ Ruby menjawab asal, dia tidak bisa memikirkan yang lain saat ini.


“ Cuma itu ? “ Rai seperti tidak puas.


“ Ku mohon jangan minta itu, aku sedang tidak enak badan. Entahlah perutku rasanya aneh, apa aku masuk angin ya ? “ Ruby mengira-ngira.


“ Apa kau sakit ? “ tanya Rai khawatir.


“ Entahlah “ Ruby mengangkat bahu.


“ Baiklah berbaring sana, aku akan mengobatimu dengan cara tradisional “ Rai memerintah.


“ Apa ? “ Tanya Ruby heran.


“ Kau bilang masuk angin kan, aku akan mengerok punggungmu “ Rai menawarkan.


“ Jangan macam-macam “ Ruby mengancam.


“ Tenang saja, kau berhutang kencan padaku, jangan lupa ya “ Rai menjawab santai.


Tenang saja setelah aku selesai mengobatimu, kita akan melakukan itu. Aku senang kerokan. Senyum kemenangan Rai.


“ Aaarrgghh kenapa sakit sekali “ Teriak Ruby. “ Kau mengerok punggungku dengan apa ? “ Ruby bertanya ketus.


“ Tutup botol itu, bukankah kalau kerokan harus dengan sesuatu yang terbuat dari logam “ Rai menunjuk meja sofa dengan wajah polos.

__ADS_1


Apa ? itu kan botol spr*te, dasar bodoh, ular berbisa, otak udang !! hiks, hiks, hiks


__ADS_2