Cinta Big Bos

Cinta Big Bos
Sedikit Tentang Daniel


__ADS_3

Ruby kembali ke ruang cleaning service, disana tidak ada orang. Ruby mengeluarkan ponselnya, mencari kontak Ken dan menelfonnya.


“ Tuut... Tuuut... “ Nada sambung di telfonnya tidak juga terjawab.


Dia mematikan telfonnya dan mengirim pesan kepada Ken.


Aku ingin bertemu denganmu, ada sesuatu yang ingin aku tanyakan.


Ruby berjalan ke ruang perlengkapan untuk mengambil sapu taman dan dia akan kembali bekerja.


Dia berjalan menuju taman, dia melihat Danny sedang menyapu daun-daun kering.


Dia berjalan mendekat dan mulai membantu Danny.


“ Hai bagaimana kabar teman mesum mu itu ? “ Danny memulai pembicaraan saat Ruby sudah berdiri di sampingnya.


“ Apa kau sedang mengejek ku ? “ Ruby bertanya sinis, wajahnya merona mendengar kata mesum.


“ I’m not. Bukankah kau sendiri yang bilang kalau kau punya teman mesum, aku hanya bertanya kabarnya “ Danny terkekeh melihat ekspresi Ruby yang cemberut.


“ Candaan mu tidak lucu “ Ruby mengejeknya, menjulurkan lidahnya.


“ Oke aku memang tidak lucu, ah ya aku ingin menceritakan kejadianku pagi tadi. Aku benar-benar tidak mengerti dengan orang-orang di negara ini. Tadi pagi saat aku masih tidur, seseorang mengetuk pintu kamar sewa ku, aku yang masih sangat mengantuk membukanya, kulihat itu seorang anak kecil membawa sebuah kotak makanan. Dia memberikan kotak makanan itu untukku dan mereka bilang itu perayaan upacara untuk merayakan kelahiran. Aku bertanya siapa yang melahirkan, dia bilang itu sofi, lalu aku terkejut karena sofi adalah seorang anak kecil di lingkungan tempat tinggal ku, dia biasa bermain-main saat sore hari. Aku tidak percaya yang aku dengar, dan aku bertanya bagaimana sofi bisa melahirkan sedangkan dia masih anak-anak. Lalu anak kecil itu mengeraskan suaranya dan bilang bahwa bukan sofi yang melahirkan tapi sapi. Aku menganguk mengerti, mungkin karena masih mengantuk jadi aku salah dengar dan aku bertanya apa itu bayi laki-laki atau bayi perempuan, Di mana rumahnya, aku akan berkunjung untuk menjenguknya dan mengucapkan terima kasih atas makanan yang dia berikan. Dan kau tau dia malah tertawa keras sekali, bukankah aku sopan bertanya sapi yang melahirkan itu memiliki bayi laki-laki atau perempuan ? “ Danny bercerita dengan serius.


“ Hahaha..... “ Ruby tertawa terbahak-bahak sampai meneteskan air mata.


“ ada apa ? Kenapa kau juga ikut tertawa ? “ tanya Danny heran.


“ tidak, kau sangat sopan dan sangat perhatian, bahkan pada sapi “ Ruby menyeka air matanya.


“ benar kan aku sangat sopan, meskipun aku tidak berasal dari negara ini, saat aku mendengar seseorang di lingkungan sekitar tempat tinggalku memiliki bayi baru, tentu saja aku akan mengunjunginya. Karena di negaraku juga kami berbuat seperti itu, hanya saja mereka tidak mengirimkan kami kotak makanan, mereka hanya akan mengundang kami untuk makan bersama di rumahnya “ Danny bercerita tetap dengan serius. Dan Ruby semakin tertawa keras.


“ apa kau tau siapa sapi itu ? “ tanya Ruby di sela tawanya.


“ aku tidak mengenalnya tapi kurasa dia orang yang baik, terlihat darinya yang mengirimiku kotak makanan meskipun kita tidak saling kenal dan aku asing di lingkungan itu “ Danny menjawab polos.


“ apa di negaramu juga akan mengunjungi binatang ternak yang memiliki anak ? “ Tanya Ruby masih tertawa.


“ tentu saja tidak, memangnya apa yang lucu, kenapa kau tertawa terus ? “ Danny semakin heran.


“ hei kau tau sapi itu binatang ternak, a cow “ Ruby menjelaskan.


“ are you kidding me ? “ Danny berteriak tidak percaya.


“ tidak aku serius “ Ruby berusaha terlihat serius meskipun dia masih tertawa.


“ Oh my God, aku tidak percaya, pantas saja anak itu tertawa keras saat aku bilang akan mengunjungi sapi yang baru saja melahirkan “ Danny mengacak-acak kepalanya.

__ADS_1


“ jangan lupa bawakan hadiah untuk si bayi “ Ruby menggodanya.


“ hei hentikan, jangan tertawa lagi. Aku tidak tau di negara ini sapi yang melahirkan akan di berikan perayaan upacara seperti manusia “ Danny melirik Ruby kesal karena dia masih saja tertawa.


“ Hahaha... Kau tau kita semua warga #62, yang mampu melakukan hal di luar nalar “ Ruby menjelaskan.


“ kau sudah puas menggoda ku ? Kau senang ? “ Danny berpura-pura kesal tapi sebenarnya dia menikmati wajah Ruby yang sedang tertawa lepas.


“ oh aku sangat sangat sangat puas “ Ruby menggodanya lagi.


“ Baiklah rasakan ini, tidak ada yang boleh menertawakan Daniel si ganteng “ Danny melempari Ruby dengan daun-daun kering yang mereka kumpulkan tadi, membuatnya berantakan kembali.


“ Siapa yang bilang kau ganteng ? “ Tanya Ruby mencibir.


“ semua wanita disini memanggilku daniel si ganteng “ kata Danny menyombongkan diri. Mereka pun tertawa bersama.


Aku menyukai senyum mu Ruby.


🍁🍁🍁🍁🍁


Waktu makan siang tiba, Ruby menelfon Rai, dia sangat khawatir dengan keadaannya. Tapi telefonnya tidak di angkat. Ponsel Ruby berbunyi, sebuah pesan masuk. Dari Rai.


Aku baik-baik saja, aku sedang tidak enak badan, aku pulang untuk istirahat, kau lanjutkan saja kerjamu. Sampai jumpa di rumah istri mesum ku.


" Cih, dasar ! saat keadaannya seperti itu masih juga bisa menggodaku " Ruby tersenyum membaca isi pesan Rai. Dia sedang beristirahat dibawah pohon.


“ terima kasih “ Ruby menerimanya. Danny duduk disamping Ruby.


“ Kau tidak keruangan di lantai 5 lagi ? “ Tanya Danny.


“ Tidak Big Bos sedang tidak ada di tempat “ Jawab Ruby.


“ Memangnya pekerjaan macam apa yang kau lakukan disana ? Aku banyak mendengar rumor tentang lantai 5 yang terlarang “ Danny mencari tau.


“ hanya pekerjaan pelayan pada umumnya “ Ruby menjawab santai.


“ Hei kau ingin makan siang bersama ? “ Danny menawarkan.


“ Tentu saja “ Ruby menerima ajakannya.


“ akan ku tunjukan bagaimana populernya aku disini “ Danny menyombongkan diri.


Mereka kekantin bersama, dan semua mata para wanita menatap mereka, Ruby tidak nyaman dengan situasi itu, mengingatkannya pada Rai yang selalu jadi pusat perhatian.


“ Daniel sini “ Panggil Mey.


Mereka berjalan menuju teman-teman yang telah menyisakan tempat duduk untuk mereka.

__ADS_1


" Ruby tumben kau makan siang disini ? " Tanya Tina.


" Big bos sedang tidak ada di tempat, jadi hari ini aku bisa bersama kalian " Ruby menjawab tersenyum.


" Akhirnya kita bisa bersama-sama " Mey menimpali.


Ruby yang baru pertama kali makan di kantin mengedarkan pandangan ke seluruh penjuru. Dia melihat memang banyak sekali mata para wanita yang melihat ke arah sini.


" Cih " Ruby mencibir.


" Kenapa ? " Tanya Danny yang duduk di kursi samping Ruby.


" Tidak aku hanya merasa aneh, kita jadi seperti pusat perhatian " Ruby menjawab lirih.


" Tentu saja, itu semua karena bule kita ini " Tina menimpali.


" Daniel, ini untukmu " Seorang wanita datang memberikan Danny sebotol minuman dingin rasa jeruk.


" Thanks " Danny menjawab santai, tersenyum.


" Aku boleh meminta no ponselmu ? " Tanya wanita tersebut.


" Ok " Danny lalu menyebutkan deretan nomor, setelah mereka saling memperkenalkan nama masing-masing, wanita itu pergi meninggalkan mereka.


" You see that ? " Danny menyombongkan diri ke arah Ruby, tersenyum menang.


" Baiklah, baiklah kau menang " Ruby mengalah.


Mereka semua selesai makan siang dan akan kembali bekerja. Danny dan Anton pergi lebih dulu.


" Ruby kau lihat Danny begitu populer " Mey memulai pembicaraan saat para laki-laki meninggalkan mereka.


" Hu'um " Ruby hanya menganggukkan kepala sambil meminum es nya.


" Semua wanita di club berusaha mendapatkannya, tapi kau tau, Danny hanya menanyakanmu setiap hari " Mey bercerita antusias.


" Uhuk uhuk " Ruby tersedak minumannya mendengar cerita Mey.


" Jangan membuat gosip " Ruby mengelak.


" Kau ini, aku jujur, dia bahkan meminta nomor ponsel mu padaku, apakah dia sudah menghubungi mu ? " Tanya Tina meninmpali.


" Tidak pernah " Ruby mengangkat bahunya.


" Aku rasa dia menyukaimu " Mey memberikan pendapat.


" Hahaha, kau lucu sekali, sudah ayo cepat selesaikan makan siangmu dan kembali bekerja " Ruby tertawa di buat-buat.

__ADS_1


__ADS_2