Cinta Big Bos

Cinta Big Bos
Sebuah Permintaan


__ADS_3

" Sayangku " Sapa suara riang saat pintu di buka.


Rai dan Ruby terkejut dengan kedatangan seseorang. Ruby bangun dan menghampirinya.


" Hahahaha... Kau sungguh luas biasa, aahh kau benar - benar pelangi ku " Ruby terbahak-bahak menepuk pundak Ken.


" Kau !!! " Rai berteriak, suaranya memenuhi ruangan.


" Kenapa ? " Tanya Ken heran, tidak paham dengan kesalahannya.


" Kau memanggil ayah dengan sayangku, kenapa aku tidak boleh memanggilmu sayangku juga, bukankah kau kakak ku ? " Ken bertanya dengan wajah polos.


" Tentu saja kau boleh memanggilnya sayangku, bukan kah Rai adalah sayang kita semua hahaha" Ruby masih tidak bisa menghentikan tawanya, mengedipkan matanya menggoda Rai.


" Ruby mulai besok kau aku pecat " Rai berkata ketus.


Wajah Ruby berubah pucat, dia lupa kebebasannya masih milik Rai sepenuhnya. Dia menghampiri Rai.


" Ei aku hanya bercanda, jangan marah " Ruby merayu, dia duduk di samping Rai.


" Cih " Rai tidak memperdulikan Ruby, hatinya kesal. Rencananya yang semula membuat Ruby tersiksa cemburu malah berakhir menyakitkan untuknya karena Ruby terus menggodanya sekarang.


" Ada apa kau kesini membuat keributan semacam ini ? " Rai bertanya kepada Ken.


Ken duduk di kursi yang kosong.


" Aku ingin membahas masalah pekerjaan denganmu " Ken menjawab santai.


" Cepatlah, aku sibuk " Balas Rai ketus, semakin lama Ruby dan Ken bersama maka itu akan membuatnya semakin di goda oleh mereka berdua.


Ken hanya diam memandang Ruby, Rai tidak mengerti maksud pandangan Ken. Ruby yang merasa jadi obyek pandangan pun paham.


" Baiklah baiklah aku keluar " Ruby berdiri.


" Sayangku kau jangan nakal, jangan membohongi babysittermu lagi ya " Ruby menggoda Rai. Rai melotot ke arah Ruby, dan disambut Ruby dengan gelak tawa lagi.


" Sudah, sudah keluar " Rai mengusir Ruby malas dengan lambaian tangannya.


Ruby pergi meninggalkan ruangan.


" Kau sudah tau siapa kualifikasi yang ayah pilih ? " Tanya Ken serius.


" Entahlah, aku belum menghubungi ayah, dan kemarin aku tidak mendengar ayah bicara apa karena sedang tidak berkonsentrasi " Rai beralasan.


" Ayah bilang Ignes melamar pekerjaan ini langsung kepada ayah. Dan dia memenuhi syarat. Jadi ayah menerimanya. Lalu bagaimana dengan Ruby ? " Tanya Ken.


" Apanya yang bagaimana ? " Rai masih belum paham.


" Hubungan kalian di masa lalu " Ken memperjelas maksudnya.


" Kau tau sendiri kalau itu bukan suatu hubungan, itu hanya kesepakatan " Rai mengelak.

__ADS_1


" Justru itu, dia tidak menganggapnya begitu, jadi dia berfikir kau masih Rai seperti yang dia kenal " Ken menjelaskan.


" Lalu apa hubungannya ? Biarkan dia bertindak sesuka hatinya " Rai acuh.


" Bagaimana dengan Ruby, dia pasti terluka kalau melihat ternyata Ignes yang menggantikan Anne " Ken menjelaskan.


" kenapa dia harus terluka ? " Rai bertanya bingung.


" Kau ini sungguh... bukankah dia istri mu, mana ada istri yang tidak marah suaminya dekat dengan mantan kekasihnya meskipun itu hanya mantan dari sebuah kesepakatan " Suara Ken tidak sabar.


" Apa itu akan membuat Ruby marah ? Cemburu ? " Rai bertanya heran, senyumnya terkembang. Dia merencanakan akan membuat cemburu Ruby menggunakan Ignes.


" Kau jangan berfikir macam-macam, kalau kau salah langkah, kau bisa kehilangan Ruby dan malah berakhir dengan Ignes " Ken mengingatkan.


" Ah kau benar, Ruby tipe orang yang cuek, apalagi dia mengenal Ignes, jadi dia akan biasa saja melihat aku dengan Ignes " Rai memainkan logikanya.


" Itu maksudku " Ken menjawab cepat.


" sebaiknya kau gunakan cara lain untuk memikatnya, membuatmu jatuh cinta " Saran Ken.


" Tapi bagaimana ? Dia istri ku, kami sudah bersama sekarang, jadi bukankah itu sudah cukup ? " Rai ragu-ragu.


" Dia sering cerita padaku tentang sikapmu yang selalu jahat padanya, aku rasa dia ingin sedikit kebebasan dan kau tidak terlalu kaku dengannya " Ken memberi saran.


" Apa maksudmu ? " Rai masih belum paham.


" Kau selalu memaksanya, jahat padanya, membodohinya, apa menurutmu dia masih akan jatuh cinta padamu ? " Tanya Ken.


" Kau pernah dengar tarik ulur ? lakukan itu, terkadang kau perhatian padanya, terkadang kau cuek padanya, lebih baik lagi setelah dia melakukan apapun untukmu, perlakukan dia dengan baik. Aku rasa itu akan membuatnya jatuh cinta padamu, aku dengar kalian selalu saja bertengkar " Ken bertanya.


" Tidak, kami selalu bahagia dan mesra " Rai menyangkal.


" Siapa yang coba kau bodohi " Ken mencibir.


" Sudahlah, kau jangan terlalu keras padanya, beri dia kelonggaran sedikit, agar dia nyaman denganmu " Ken menyarankan.


" Aku takut dia kabur dan pergi meninggalkan ku " Rai berkata lirih.


" Tenanglah kak, aku yakin itu tidak akan terjadi " Ken meyakinkan.


🍁🍁🍁🍁🍁


Ruby akan kembali ke ruang kebersihan, dia akan makan siang karena tidak jadi makan siang dengan Rai.


" Adik ipar " Suara Ignes menggema di loby.


Tanpa menoleh Ruby sudah bisa menebak siapa pemilik suara itu. Ignes berlari menghampiri Ruby.


" Kakak ? " Ruby pura-pura terkejut.


" Kau sedang... kenapa kau memakai baju seperti ini ? " Tanya Ignes heran melihat Ruby memakai seragam cleaning service.

__ADS_1


" Ssstt... pelankan suaramu, ayo kita bicara di luar " Ruby menyeret Ignes ke taman.


mereka duduk di bangku panjang dibawah pohon besar.


" Aku bahagia sekali, aku baru saja sampai dari luar negeri dan langsung kesini " Ignes bercerita antusias.


" Ada perlu apa kau kesini " Ruby bertanya malas, dia yakin alasannya adalah karena Rai.


" Coba tebak ? Aku akan menggantikan Anne menjadi manager utama di tempat ini " Ignes setengah berteriak dengan suara riang.


" Apa ?!? " Ruby terkejut.


Kenapa ? Ada apa ? Apa Rai yang memintanya menggantikan Anne ? Dasar dia ular berbisa. Ruby memaki Rai dalam hati.


" Iya aku akan bekerja disini, aku sangat senang. Akhirnya aku bisa mendekati Rai lagi dan tanpa ada gangguan dari siapapun karena Anne tidak ada lagi disini " Ignes antusias.


Kenapa hidupku di kelilingi mereka semua, membuatku kesal saja. Atau jangan-jangan kemarin memang Rai menelfonnya ? Ah tidak tidak Ken tidak mungkin berbohong, Ken bilang itu tuan Regis, jadi pasti benar.


Ruby menggelengkan kepalanya meyakinkan diri.


" Aku merasa kali ini aku akan berhasil mendekati Rai lagi, sudah tidak ada lagi Anne yang suka mempengaruhinya untuk menghindari ku " Ignes masih tetap bersemangat.


Ruby terlalu sibuk dengan pendapat-pendapatnya, hatinya berdenyut nyeri lagi. Dia menyentuh dadanya, sakit.


" Kau dengar apa kataku ? " Ignes menggoyangkan pundak Ruby.


" Apa ? " Tanya Ruby sadar dari lamunannya.


" Kau melamun apa ? " Tanya Ignes heran.


" Tidak hanya sedang memikirkan sesuatu " Ruby senyum terpaksa, menyangkal.


" Aku minta tolong padamu, bantu aku, dekatkan aku dengan kakakmu, bantu hubungan kami baik kembali seperti dulu lagi " Ignes mengulangi ucapannya.


" Apa ?!? " Ruby terkejut untuk kedua kalinya.


" Tenang saja, kau minta apapun akan ku berikan, dan kita akan jadi saudara ipar yang rukun, bagaimana ? " Ignes menawarkan.


Ruby menghela nafas, dia merasa tidak rela Rai dan Ignes dekat. Tapi dia sendiri juga tidak tau bagaimana perasaan Rai padanya.


Aku tidak rela dia dekat wanita manapun, tapi aku juga selalu bertengkar dengannya, sebenarnya hubungan kita seperti apa ? Apa benar kau hanya butuh bersama denganku meskipun tanpa cinta.


Ruby mengingat kata-kata Rai dulu saat memutuskan menikahinya.


Ruby menghela nafas, dia tidak punya alasan menolak Ignes.


" Kau diam saja aku anggap kau setuju untuk membantu ku " Ignes memutuskan sendiri.


" Entahlah, aku ragu " Ucap Ruby lirih.


" Ruby... " Suara di kejauhan memanggilnya, tersenyum hangat kepadanya.

__ADS_1


Mereka berdua menoleh asal suara.


__ADS_2