Cinta Big Bos

Cinta Big Bos
Pertengkaran dan Pengakuan


__ADS_3

Ruby memasuki pintu utama, hari ini hari yang berat untuknya. Ignes yang bertekad mencari tau tentangnya, dan Rai yang mengaku sudah punya istri juga Danny yang semakin sering menunjukkan perhatian kepadanya, membuatnya lelah.


Dia bergegas menuju kamarnya, ingin segera mandi dan tidur. Dia membuka pintu kamarnya, di lihatnya sekeliling Rai tidak ada, dia mencarinya di ruang ganti, kosong. Dia mengetuk pintu kamar mandi yang tertutup, lama tidak ada jawaban. Ruby memutuskan untuk membukanya. Tidak terkunci.


" Aaahhh " Ruby berteriak melihat ternyata Rai di dalam sedang mandi. Dia menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya.


" Hei hei hei, berisik sekali, kenapa berteriak, seperti belum pernah melihatku seperti ini saja " Rai tidak menghiraukan Ruby.


Ruby mengintip dari balik jari-jarinya. Melihat Rai yang seperti itu memang bukan pertama kali untuknya, tapi entah kenapa dia seperti tidak pernah bisa terbiasa. Apalagi setelah pengakuan cintanya yang secara tidak langsung, melihatnya seperti ini membuat jantung Ruby seakan melompat ke tenggorokan.


" Kenapa diam saja saat aku mengetuk pintu ? " Suara Ruby ketus.


" Sudahlah, ada apa ? " Rai bertanya, dia sedang mandi di bawah shower.


Melihat tubuh Rai yang atletis di bawah guyuran air membuat Ruby yang mengintip dari sela-sela jarinya menelan ludah. Rai yang melihat itu tersenyum.


" Apa pikiran mesum mu sekarang sedang mengambil alih dirimu ? " Rai menggodanya.


Ruby tersadar oleh kata-kata Rai, dia segera membalikkan badannya.


" Cepatlah kalau mandi, aku juga ingin segera mandi " Ruby menjawab ketus, dia melangkah akan pergi keluar kamar mandi, tapi kemudian baju belakangnya di tarik oleh Rai.


" Bukankah lebih menghemat waktu dan listrik kalau kita mandi bersama, juga sekaligus mewujudkan pikiran mesum mu itu " Rai sudah melingkarkan lengannya di leher Ruby.


" Hei !!! " Ruby meronta.


Mereka keluar kamar mandi bersama, mengenakan jubah handuk dan rambut yang di bungkus handuk. Ruby terlihat kesal sedangkan Rai terlihat bahagia.


Siapa yang mesum ? Aku hanya mesum di pikiran dan kau langsung bertindak. Ruby melirik sinis Rai yang sekarang duduk di sofa.


" Aku ingin bicara denganmu serius " Ruby duduk di sebelah Rai.


" Kenapa ? " Jawab Rai santai sambil mengeringkan rambutnya dengan handuk.


" Apa maksudmu membuka rahasia pernikahan kita di depan Ignes ? " Suara Ruby ketus.


" Tidak ada, aku hanya mengatakannya saja " Rai melempar handuknya kepada Ruby, dia menyodorkan kepalanya ke arah Ruby, menyuruhnya mengeringkan rambutnya.


Ruby menghela nafas, dia berdiri menghadap Rai dan mulai mengeringkan rambut Rai dengan handuk.


" Bukankah kau sudah berjanji akan merahasiakan pernikahan kita " Suara Ruby ketus.

__ADS_1


" Hei kenapa kau selalu bilang rahasia, rahasia, rahasia saja " Rai setengah berteriak.


" Kenapa apa kau malu punya suami seperti ku ? Atau kau berencana selingkuh dibelakangku ? " Rai menepis tangan Ruby.


" Apa ? Selingkuh ? Hei sudah selesai dengan pikiran burukmu itu ? Aku tidak menyangka kata-kata seperti itu bisa keluar dari mulutmu. Disini yang punya potensi untuk selingkuh itu kau, melihat rekam jejak mu yang playboy dan kejam itu tentu sangat mungkin suatu saat kau bosan padaku dan kemudian menendang ku dari sini " Ruby mencaci maki Rai.


" Apa ? Potensi ? Rekam jejak ? Kau jangan asal bicara " Balas Rai ketus.


" Aku bukan ingin mengungkit-ungkit ini, tapi kalau semua air mata mantan wanita mu itu di kumpulkan bisa membentuk sebuah sungai. Dan kalau barisan para wanita mu itu di kumpulkan dalam satu tempat, mereka bisa jadi suporter bola di dalam stadion " Balas Ruby tak kalah sengit.


" Apa ? " Rai terkejut dengan kata-kata Ruby. Dia tidak mengira Ruby punya pemikiran seperti itu tentang dirinya.


" Hei aku memang brengsek, lalu kenapa ? Apa kau malu punya suami seperti ku sampai-sampai tidak ingin pernikahan kita terbongkar ? " Rai kehilangan kesabaran.


" Malu ? Sudah terlambat kau bilang untuk malu, aku menerima semua sikap dan sifat anehmu dengan maklum, aku mencoba memahaminya, tapi kenapa sekarang kau tidak mencoba melakukan hal yang sama terhadapku " Ruby mulai emosi.


" Aku tidak memahami mu ? Bagaian mana yang aku tidak berusaha memahami mu ? " Rai juga sudah emosi.


" Bukankah aku bilang padamu, aku ingin hidup tenang tanpa ada gosip atau perhatian dari pihak mana pun, aku tau aku menikah dengan siapa, jadi aku menghindari perhatian publik, aku ingin hubungan kita hanya kita yang tau, tidak perlu seluruh dunia tau " Ruby menjelaskan alasannya.


" Tapi aku ingin semua dunia tau kalau kau istri ku, jadi semua laki-laki akan menghindari mu dan berhati-hati padamu " Rai mengelak.


" Apa ? Hei apa kau tidak sadar, yang jadi pusat perhatian itu kau, apa kau ingin hubungan kita di campuri pihak lain, saat hubungan kita terbongkar akan ada banyak mata mengawasi, setiap kesalahan sekecil apapun pasti tidak luput dari komentar, entah itu mendukung atau malah menjatuhkan. Apa kau ingin aku menilai mu berdasarkan apa kata orang lain ? Apa kau ingin orang lain mempengaruhi penilaian ku tentang mu, aku hanya ingin mengenalmu dengan cara ku, dengan pendapatku sendiri " Ruby menjelaskan panjang lebar.


" Hei aku hanya ingin hidup tenang, tanpa ada berita, gosip atau campur tangan orang lain, kau tau Ignes bahkan berusaha mencari tau siapa istrimu, dan dia ingin memisahkan kita " jelas Ruby tidak sabar.


" Apa ? Ignes apa ? " Rai tidak paham.


" Ya Ignes bilang padaku dia ingin mencari tahu tentang ku, dan bilang akan memisahkan kita " Suara Ruby merendah. Dia duduk kembali di sebelah Rai.


" Dasar wanita itu !! Akan ku buat perhitungan dengannya " Rai geram.


" Sudahlah biarkan saja, selama aku bersembunyi dengan baik dia tidak akan menemukan ku " Ruby berusaha menenangkan Rai.


" Tidak aku akan membuatnya pergi dari sini " Rai mengancam.


" Hei apa menurutmu itu menyelesaikan masalah ? Kau dengarkan aku, aku baik-baik saja jadi istri mu yang di rahasiakan, aku hanya ingin hidup tenang tanpa permusuhan atau pun kebencian dengan siapa pun, cukup kita berdua saja " Ruby meyakinkan Rai.


" Tapi aku tidak ingin berpisah dengan mu, aku tidak mau kau meninggalkan ku " Suara Rai meninggi.


" Hei kau pikir aku mau pergi kemana, memangnya aku punya tempat tujuan lain selain disini " Ruby menjawab malas.

__ADS_1


" Sudahlah abaikan saja Ignes " Ruby melanjutkan.


" Apa aku cuma sebatas itu di mata mu ? " Suara Rai lirih dan tajam, terdengar bergetar.


" Apa maksud mu ? " Ruby bertanya heran.


" Apa kau hanya menganggapku sebagai satu-satunya tempat yang kau tuju ? " Ulang Rai, nadanya meninggi.


" Tentu saja, kau itu suami ku, mau kau pergi ke segitiga bermuda sekalipun aku pasti akan mengikuti mu " Ruby kehabisan kesabaran.


" Apa ? Maksudmu apa ? " Rai bertanya heran mendengar jawaban Ruby.


" Aku ini istri mu, sudah tugasku mengikutimu kemana pun kau pergi, masa seperti itu saja kau tidak tau " Ruby mencibir.


" Apa gunanya mengikuti ku kalau kau tidak menyukai ku " Rai berteriak.


" Hei pelankan suara mu, aku bisa tuli. Kau ini yang sebenarnya otak udang, kalau aku mengikutimu kemana pun kau pergi itu artinya aku menyukai mu " Ruby balas berteriak


" Apa ? Katakan sekali lagi " Rai berkata lirih, dia tidak percaya apa yang di dengarnya.


" Tidak mau " Ruby mencibir. Dia memutar duduknya membelakangi Rai.


" Hei katakan sekali lagi, aku tadi tidak mendengarnya dengan jelas " Rai menggoyang pundak Ruby.


" Salah sendiri tidak mendengarnya " Ruby menjawab sinis.


" Katakan sekali lagi atau aku akan melepas handukmu secara paksa " Rai mengancam.


" Aku menyukai mu, puas ? " Ruby mengulanginya. Rai tersenyum lebar.


" Lagi " Rai memerintah.


" Lihat kan, ini lah kenapa alasan ku tidak ingin mengakuinya, aku tau kau pasti akan menyuruhku mengulanginya sampai mulutku berbusa, seperti kau mengulang ulang lagu ini " Ruby menunjuk udara, terdengar alunan lagu persembahan Ruby untuk Rai.


" Tentu saja ini momen bersejarah dalam hidupku, akhirnya istri ku sendiri menyukai ku " Rai bersemangat.


" Jangan berlebihan " Ruby mencibir.


" Ayo lah ulang lagi, sekali lagi, aku akan merekamnya di ponselku dan menjadikannya nada dering, oke ? " Rai memohon.


" Tidak mau " Ruby mengelak.

__ADS_1


Mereka akhirnya saling mengakui perasaannya masing-masing.


__ADS_2