
Di harapkan untuk pembaca di bawah umur agar bijak dalam menyikapinya. Bagi yang merasa kurang nyaman, mohon maaf yang sebesar-besarnya atas bahasa yang di gunakan. Selamat membaca semoga Kita semua tidak tertular pikiran mesum dari duo R2R.
Dan satu lagi, mohon dukungannya juga untuk Rai, dia merasa semua readers lebih sayang kepada Ruby.
" Kenapa semua readers lebih sayang pada Ruby, padahal aku jelas lebih suci dari dia, dia sudah menodai aku "
💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐
Ruby berbaring di atas ranjang, dia merasa bosan. Sejak Rai tau bahwa di dalam perutnya akan ada seorang bayi, dia melarang Ruby melakukan apapun, bahkan turun dari tempat tidur saja tidak boleh.
Ruby menoleh ke arah Rai yang sedang mengerjakan sesuatu di laptopnya. Dia terlihat sangat serius dan tampan.
Cih baru beberapa saat yang lalu dia menjadi manusia purba, tapi lihat sekarang, sudah seperti bill gates saja yang akan menciptakan program penting.
Ruby mencibir.
" Rai " Ruby memanggil lemas.
" Hemm " Rai menjawab, tanpa menoleh sedikitpun.
" Aku bosan " Ruby mengeluarkan jurus imutnya.
" Main ponsel saja, download permainan apapun yang kau mau, kalau bisa game tetris saja, bisa meningkatkan kecerdasan otakmu " Rai menjawab serius tapi tetap fokus pada laptopnya.
" Lihatlah, aku di nasehati manusia purba " Ruby bergumam lirih. Tiba-tiba muncul ide briliannya.
" Rai aku rasa junior mengatakan sesuatu " Ruby mengerjai Rai.
" Apa ? Benarkah ? " Rai terkejut dan meletakkan laptopnya asal, berjalan cepat menghampiri Ruby.
" Umm... dia bilang bosan di sini, dia ingin pergi keluar " Ruby beralasan.
" Katakan padanya tidak boleh, ini sudah malam, aku akan jadi ayah yang baik yang melarangnya keluar malam hari, jadi lupakan saja dan tidur, aku harus bekerja " Rai kembali ke sofa nya.
" Cih tidak berhasil " Ruby mencibir. Dia bangun dan turun dari atas kasur, menuju ke arah Rai, duduk di sebelahnya. Mengambil remote dan menyalakan tv, memindah asal semua chanel. Dia mencari perhatian Rai.
Aku harus melakukan apa ya agar bisa keluar dari sini. Tunggu, kalau disini saja sudah seperti penjara, jangan-jangan dia akan mengurungku lagi saat keluar dari sini.
Ruby menoleh Rai dengan hati-hati, seakan Rai bisa membaca pikirannya.
" Iya aku memang tampan, dan aku akan jadi ayah yang hot " Rai menjawab tatapan Ruby, dia tetap fokus pada laptopnya.
Syukurlah ternyata dia belum sesakti itu untuk membaca pikiranku, kau masih aman Ruby, setidaknya dalam pikiranmu.
" Rai aku benar-benar bosan disini, bisakah kita pergi ? " Suara Ruby lesu.
" Lihat saja drama mu, bukankah kau suka drama " Rai tidak peduli.
__ADS_1
" Cih lihat saja, jangan panggil aku Ruby kalau tidak bisa mengalihkan perhatianmu " Ruby bergumam lirih. Dia memindah chanel tv dan mencari drama malam harinya.
" Omo... mereka sangat tampan, aku berharap semoga Junior lahir dengan wajah tampan mereka “ Suara Ruby meninggi, terdengar antusias.
“ Apa kau bilang ?! “ Nada suara Rai meninggi, dia menengok TV dengan cepat.
“ siapa nama artis itu ? Dari agensi mana ? “ Tanya Rai memencet tombol remote mencari siaran drama tadi.
“ Kenapa ? Apa kau akan membuatku bertemu dengannya dan dia akan mengelus perutku ? Kyaaa aku sangat malu membayangkannya, mungkin ini yang dinamakan ngidam “ Ruby memukul gemas lengan Rai.
“ tidak, lakukan itu di mimpi mu, ah tidak bahkan jangan berharap itu di mimpi mu, aku akan mencari artis itu dan menghancurkan karirnya sampai dia tidak punya apa-apa lagi “ Rai mengancam serius.
“ Hei kau kekanak-kanakan sekali “ suara Ruby ketus.
“ Berani-berani nya kau berharap Junior lahir dan mirip dengan orang lain ?!? Aku ayahnya dan dia hanya boleh mirip denganku “ Teriaknya.
“ Baiklah baiklah, mengidam saja tidak boleh “ Ruby menutup telinganya mendengar teriakan Rai.
" Kalau begitu jangan acuhkan aku, aku bosan disini " Ruby menjawab ketus.
" Aku sedang mengerjakan pekerjaan penting, sebentar lagi club akan mengadakan ulang tahun perusahaan, dan acara lomba tahunan. Jadi harus di persiapkan sebaik mungkin " Rai menjelaskan.
" Sungguh ? Tahun ini hadiahnya apa ? " Tanya Ruby antusias.
" Liburan di pulau Lorie dengan kapal pesiar mewah selama 3 hari untuk divisi yang berhasil " Rai menjawab santai.
" Tidak boleh, itu namanya curang. Lagi pula kalau kau ingin liburan mewah, kita tinggal berangkat saja, kenapa harus menunggu menang lomba " Rai kembali fokus pada laptopnya.
" Aku ingin liburan bersama teman-teman ku, pasti seru dan menyenangkan " Ruby masih berusaha merayu.
" Jangan kau sebut teman-teman mu itu, kalau tidak mereka akan aku pecat " Rai mengancam, masih marah mengingat kejadian Ruby yang berpura-pura sakit.
" Kalau kau memecat mereka aku juga akan keluar dari sana " Ruby balik mengancam.
" Itu malah lebih baik, jadi aku tidak perlu memaksa mu untuk tinggal di rumah, saat kau kehilangan pekerjaan, otomatis kau jadi pengangguran dan akan diam dirumah saja " Rai mengangguk-angguk dengan jawaban Ruby.
" Aish aku tidak bisa menang melawannya " Ruby bergumam kesal.
" Tok tok tok " Suara ketukan pintu. Ruby menoleh ke arah Rai tapi dia tetap tidak peduli.
Dengan malas Ruby membuka pintu, Ken berdiri dengan senyum lebarnya dan membawa sekeranjang buah.
" Wah wah wah lihat siapa yang datang, aku sangat merindukanmu adik ipar " Ruby menekankan setiap kalimatnya, menahan geram.
Kesalnya kembali muncul karena melihat Ken, dia lah yang telah meracuni otak Rai sehingga jadi mesum seperti sekarang.
" Aku senang sekali kau merindukan ku kakak ipar " Ken masuk dan meletakkan buah di atas meja sofa. Merebahkan dirinya di sofa tunggal.
__ADS_1
Ruby menutup pintu dengan keras, membuat Ken terlonjak. Firasatnya tidak enak. Ruby berjalan dengan menatap tajam ke arah Ken. Dia duduk di sebelah Rai yang masih sibuk dengan laptopnya.
" Kenapa kau meracuni otaknya hingga dia jadi mesum seperti sekarang ini ? " Tany Ruby tanpa basa basi lagi.
" Hehehe... kau sudah tau rupanya. Aku melakukan itu untuk menyelamatkan kalian berdua, percaya lah kalau aku tidak melakukannya, sampai sekarang kalian hanya seorang babysitter dan bayi besarnya " Ken membela diri.
" Tapi bagaimana bisa kau memberikan edukasi yang hanya setengah-setengah, dia bahkan tidak tau dokter kandungan bertugas memeriksa apa ? " Ruby menyangkal kesal.
" Sungguh ? " Ken tertawa terbahak-bahak.
" Aku tidak berfikir ke arah sana karena ku pikir itu tidak berguna " Ken menjelaskan.
" Dia hamil " Rai tiba-tiba memberitahu Ken, dia tetap fokus pada laptopnya.
" Apa ? Sungguh ? Wah aku akan jadi paman, kakak kau sungguh luar biasa, padahal aku memperlihatkan video yang para pemainnya membuang diluar, tapi kau tidak melakukannya dan malah membuat kakak ipar hamil, kau sungguh brilian, sangat cerdas " Puji Ken kepada Rai.
Rai yang mendengar pujian itu heran, meletakkan laptopnya dan menatap Ken serius. Ken yang mendapat tatapan aneh itu salah tingkah.
" Memang bisa di buang di luar ? " Rai bertanya polos.
Ken terkejut mendengar jawaban Rai, dia tidak menyangka ternyata kakaknya sepolos itu untuk urusan seperti ini.
" Jadi maksud mu ? " Ken mencoba menebak alur pikiran kakaknya.
" Itu keluar begitu saja, tidak dapat di tahan. Jadi aku tidak tau kalau begitu bisa membuat dia hamil " Rai menjawab serius.
Wajah Ruby merona merah mendengar percakapan mesum dari dua bersaudara ini. Ken hanya tertawa terbahak-bahak karena salah dugaan.
" Aku kira kau sengaja membuatnya hamil untuk mengikatnya, agar dia tidak melarikan diri, ternyata itu sebuah kecelakaan hahaha " Ken masih tertawa terbahak-bahak.
Ruby sudah kehabisan kesabaran mendengar Rai yang terlihat sangat bodoh, dia mengambil bantal sofa dan memukulkannya kepada Ken dan Rai secara bergantian.
" Kalian mesum, mesum, mesum " Ruby berulang-ulang memaki mereka.
" Kau tau kakak ku begitu suci, hidupnya hanya di habiskan untuk memandang foto ibu, dia bertekad mencari seseorang yang mirip ibu dan kemudian menikah dengannya. Saat ku tanya apa arti pernikahan, dia hanya menjawab hidup bersama seperti ayah dan ibu. Kau tau wajah polosnya saat aku memperlihatkan video itu padanya ? Hahaha " Ken tidak meneruskan kalimatnya, dia sudah tertawa terbahak-bahak.
" Hei aku tidak sepolos itu, aku melakukan sisanya tanpa bantuan mu " Rai membela diri.
" Sudah hentikan kalian berdua, dan kau " Ruby menunjuk Rai.
" Bagaimana jadi nya bila bukan aku istri mu ? Apa kau akan menghamili setiap perempuan di luar sana hanya karena tidak bisa menahannya keluar di dalam ? " Ruby bertanya ketus.
" Kau bicara apa, kalau bukan kau istri ku aku tidak akan menikah, aku hanya mencintaimu, sejak pertama bertemu sampai sekarang, kalau aku tidak bertemu dengan mu aku tidak keberatan hanya menjadi bos Klan saja " Rai menjawab ketus.
Mendengar jawaban Rai wajah Ruby merona, dia tidak mengira ternyata semua pikiran dan hati Rai di penuhi dirinya. Membuatnya merasa spesial.
Di luar kamar Ignes geram menahan marah, tangannya mengepal sampai ruas jarinya memutih.
__ADS_1
" Lihat saja apa yang akan ku lakukan untuk menghancurkan mu Ruby " Ignes mengancam. Dia pergi meninggalkan Rumah sakit dengan marah.