Cinta Big Bos

Cinta Big Bos
Sedikit Salah Paham


__ADS_3

Ruby berjalan malas setelah turun dari halte, hari ini dia seperti tidak ingin bekerja. Semalaman Rai menggodanya terus, dan sekarang dia masih harus melihatnya lagi di tempat kerja.


[ Flashback On ]


Ruby dan Rai turun untuk makan malam bersama. Pak Handoko dan beberapa pelayan lainnya sedang menata makanan di meja. Melihat Rai turun dia menarikkan kursi untuknya.


“ Ah ya Pak Handoko, apa kau tau kalau nyonya itu ternyata wanita yang me... “ Rai menggoda Ruby.


Ruby yang mendengar itu menoleh ke arah Rai, dia melotot padanya. Melihat reaksi Ruby malah membuatnya tertawa terbahak-bahak.


“ Ternyata wanita yang menyeramkan “ Rai melanjutkan kalimatnya di iringi tawanya yang memenuhi ruang makan. Pak Handoko hanya bisa tersenyum melihat tuan dan nyonya nya saling berdebat lucu.


“ Hentikan “ Ruby menjawab sinis dan tegas. Dia memulai makan malamnya.


“ Dan satu lagi ternyata dia juga wanita yang me... “ Rai memulai lagi. Ruby yang mendengarnya tersedak. Dia segera mengambil gelas yang ada di sebelahnya. Setelah meredakan batuknya dia menatap Rai tajam.


“ Ternyata dia juga wanita yang menyukai kelembutan “ Rai meneruskan kalimatnya membuat Ruby semakin kesal karena di kerjai terus menerus.


Aku tidak tahan lagi, dia sangat kekanak-kanakan, bagaimana bisa dia seperti akan memberi tahu semua orang kalau aku punya pikiran mesum. Aku tidak tahan lagi. Ruby menghembuskan nafas kasar.


Pada saat sarapan pagi ini dia juga menggodanya lagi.


“ Ken kau tau kalau kakak ipar mu ini ternyata punya pikiran me... “ Rai memulai pembicaraan saat mereka sarapan.


“ Apa ? “ Tanya Ken penasaran.


Ruby menatap tajam Rai, tapi Rai hanya tertawa melihat Ruby yang kesal.


“ Dia punya pikiran yang menarik “ Rai melanjutkan.


“ Tentu saja “ Ken menjawab.


“ Ah dan satu lagi, kau tidak akan menyangka ini, ternyata dia juga... “ Rai masih melanjutkan godaannya.


Braakk !!! Ruby menggebrak meja, dia kehabisan kesabarannya. Berdiri dan menatap tajam ke arah Rai. Ken yang heran dengan reaksi Ruby hanya bisa diam saja.


“ Aku tiba-tiba kehilangan selera sarapan, aku mau berangkat kerja “ Ruby berpamitan.


“ Baiklah hati-hati di jalan istri ku yang me... “ Rai menggodanya sekali lagi. Ruby yang sudah agak jauh berhenti untuk menengok ke belakang.

__ADS_1


“ Istri ku yang menarik “ Rai meneruskan kalimatnya dan tertawa terbahak-bahak.


“ Ada apa sebenarnya ? Kenapa dia marah sekali “ Ken bertanya bingung.


“ Tidak, hanya sedang menikmati lezatnya balas dendam “ Rai melanjutkan sarapannya.


[ Flashback Off ]


“ Ruby, Ruby “ Danny menggoyangkan pundak Ruby, dia terlonjak sadar dari lamunannya.


“ Ah ya ada apa ? “ Tanya Ruby.


“ Tidak, kita sudah kelewatan club, aku hanya mengikutimu karena kau tidak menyaut saat ku panggil “ Danny menjelaskan.


Ruby melihat sekeliling, dan ternyata benar dia sudah melewati club. Mereka berjalan kembali ke arah club.


Ruby dan Danny memasuki club, menyerahkan kartu akses mereka dan masuk setelah melewati pemeriksaan.


Ruby sudah berganti seragam dan bersiap-siap akan melaksanakan apel. Dia berkumpul di ruang cleaning service. Semua orang juga telah berkumpul.


Pikiran Ruby sedang galau, dan dia banyak melamun. Dia terus terbayang-bayang wajah Rai yang menggodanya dengan menyebutnya istri mesumku, dia takut Rai akan benar-benar memberi tahu orang-orang tentang dirinya yang berpikiran mesum.


Danny berinisiatif mengikatkan tali sepatu Ruby, dia berjongkok di samping Ruby untuk mengikatkannya. Tiba-tiba suara teriakan datang.


“ RUBY !!!! “ Suara teriakan terdengar di seluruh ruangan.


Semua orang yang ada di ruangan itu kaget, termasuk juga Ruby. Dia menoleh ke arah Rai, wajahnya sudah merah menahan marah. Ruby gugup dan melihat sekitar, Danny yang sedang berjongkok di depannya juga segera berdiri melihat siapa yang berteriak.


Rai berjalan mendekat, otot-otot wajahnya menegang, tangannya terkepal. Dia berdiri di hadapan semua pegawai yang sudah berbaris. Wajah Ruby pucat, dia tau Rai salah paham, tapi kenapa Danny tadi berjongkok di depannya, dia tidak mengerti.


“ Semua cepat kerjakan pekerjaan masing-masing, dan khusus untukmu Ruby bersihkan ruanganku sekarang “ Rai memerintah. Suaranya lirih tapi mengandung ancaman yang mengerikan. Semua pegawai menahan nafas melihat wajah marah Rai.


Rai pergi meninggalkan ruangan dengan membanting pintu saat meninggalkannya. Semua kembali bernafas lega seperti baru saja menghadapi angin topan.


“ Aku belum pernah melihatnya seperti itu, sangat mengerikan “ Kepala Hong memulai pembicaraan.


Semua mulai ribut dan bergumam. Hanya Ruby yang masih belum paham apa yang terjadi. Kenapa sampai Rai berteriak seperti itu.


Dia menengok ke arah Danny dan bertanya ada apa. Danny memberitahunya bahwa tadi dia berjongkok mengikat tali sepatu Ruby jadi dia juga tidak tau apa masalahnya. Yang dia tau Rai tiba-tiba berteriak memanggil nama Ruby.

__ADS_1


Tentu saja karena itu, karena dia melihat Danny melakukan itu. Kali ini aku akan dihukum apa lagi ? Ruby menghela nafas panjang.


Semua pegawai segera pergi untuk melakukan tugasnya masing-masing, dan Ruby segera pergi menemui Rai.


“ Apapun yang terjadi jangan berinisiatif atau menawarkan apapun, kalau kau tidak ingin ini semakin panjang “ Ruby berbicara kepada dirinya sendiri.


Dia sampai di depan ruangan Rai, berhenti di sana untuk menyiapkan alasan dan kemungkinan terburuk yang akan dia hadapi.


“ Oke tenang Ruby, mari kita pikirkan dengan tenang. Pertama dia salah paham, aku harus menjelaskan kesalahpahaman ini, kedua merayu nya agar marahnya segera reda, ketiga menerima hukuman dengan senang hati. Senang hati ? Kau bodoh atau apa, kau akan di hukum tapi akan menerimanya dengan senang hati ? Kau sungguh luar biasa Ruby “ Dia mondar mandir di depan pintu.


" Saat aku masuk maka dia akan mulai mencecarku dengan pertanyaan-pertanyaan anehnya, kalau aku tidak merayu nya dia akan marah, kalau aku merayu nya maka aku akan jadi istri yang mesum, lalu dia akan menggoda ku terus menerus " Ruby masih saja bergelut dengan pikirannya.


" Ah benar, saat aku masuk dan dia mulai menatap tajam aku akan segera pura-pura pingsan karena radiasi tatapan matanya, ya benar, cuma ini jalan terbaik, pura-pura pingsan. Ah Ruby kau sungguh cerdas " Ruby membuat gerakan seperti memeluk dirinya sendiri.


Sekali lagi dia menarik nafas dan membuangnya lewat mulut untuk menenangkannya. Dia sudah bersiap-siap memegang handle pintu dan akan membukanya. Tiba-tiba ponselnya berbunyi.


" Aaahh " Ruby terlonjak kaget sendiri.


" Aish bikin kaget saja, kenapa di saat seperti ini " Dia merogoh sakunya mengeluarkan ponselnya.


" Big Baby " begitu tertulis di layar panggilannya. Ruby kembali gelisah. Keberanian yang semula sudah dia kumpulkan sekarang mendadak menguap lewat bunyi panggilan di ponselnya.


" Aish aku tau, aku tau " Dia menimbang akan mengangkat telfonnya atau tidak. Mondar mandir lagi di depan pintu.


" Baiklah hadapi saja, kemungkinan terburuk adalah aku kembali ke mansion, nanti aku akan merayunya lagi agar bisa keluar dari sana " Ruby menenangkan hatinya sendiri.


" Halo " Suara Ruby di buat selembut mungkin.


" Kenapa kau belum datang istri ku yang mesum ? " Suara Rai lirih dan terdengar menyeramkan.


" Aku sudah di depan pintu, sedang bersiap-siap " Ruby menjawab cepat.


" Aku akan segera masuk " Ruby menutup panggilannya.


Dia memegang handle pintu dan mendorongnya. Terlihat Rai sudah duduk di sofa dengan ekspresi wajah yang sulit di tebak.


Aku harus berbuat apa sekarang, seseorang tolong aku.


Ruby menghela nafas pasrah.

__ADS_1


__ADS_2