
Sudah lewat beberapa hari Rai memindahkan kantornya ke club, dia meminta Ruby agar berangkat bekerja bersama-sama karena mereka satu arah, Ruby menolaknya dan menang setelah sebelumnya mereka melewati perdebatan panjang.
[ Flasback On ]
“ Mulai besok kita bisa berangkat bersama “ Rai memulai percakapan di meja makan saat makan malam setelah pulang kerja.
“ Aku tidak mau, aku tidak suka jadi pusat perhatian, lagipula kita harus merahasiakan pernikahan kita “ Ruby mengeluarkan jurusnya.
“ Kenapa kau selalu bilang rahasiakan, rahasiakan, rahasiakan, memangnya siapa yang menyuruhmu merahasiakannya ? “ Suara Rai yang meninggi.
“ Sayangku, cintaku, manisku, buah hatiku, seluruh hidupku, barangkali kau lupa bahwa sewaktu pernikahan dulu kau mengancam semua orang agar merahasiakan pernikahan ini. Kalau kau lupa dengan senang hati aku akan mengambilkan video pernikahan kita dan memutarkannya untukmu “ Sindir Ruby.
“ Cih “ Rai menyerah, dia kalah telak.
“ Sudahlah berhenti berusaha, aku baik-baik saja naik angkutan umum dan tidak melirik laki-laki lain, hanya kau seorang yang memenuhi mataku “ Ruby melanjutkan, merayu Rai dengan nada terpaksa dan malas. Karena ini bagian dari point perjanjian, Ruby harus terus merayunya setiap saat.
“ Kau selalu merayuku setiap ada kesempatan, kalau sudah begitu aku bisa apa “ Rai menyerah kecewa.
Apa ? Bukankah kau yang memaksaku merayumu dengan point perjanjian, sekarang menyalahkanku. Dasar !!
Ruby menghela nafas kasar.
[ Flashback Off ]
Ruby dan Danny selalu naik bus yang sama, dan mereka juga berjalan bersama tapi Ruby sudah mengantisipasi Danny agar mereka segera berpisah saat akan sampai di depan club.
“ memangnya ada apa ? “ tanyanya heran karena Ruby menyuruhnya berpisah.
“ Peraturan perusahaan mengatakan tidak boleh ada hubungan sesama pegawai, kalau ketahuan mereka akan di pecat, aku tidak mau orang salah menilai kita kalau setiap hari kita selalu berangkat bersama “ Ruby beralasan.
“ Really ? Aku memang tidak mengerti itu saat kepala pengawas menerangkannya “ Danny percaya dengan ucapan Ruby.
__ADS_1
“ Baiklah, karena kita sama-sama membutuhkan pekerjaan ini jadi jaga jarak aman kita selama diluar perusahaan, kita hanya bisa berkomunikasi kalau itu menyangkut pekerjaan, okay Danny ? “
“ Okay no problem, I agree with you “ Danny setuju.
Sebenarnya itu hanya alasan, dia tidak ingin Rai melihatnya dengan Danny yang akan berakibat terkurungnya lagi Ruby di mansion itu.
Dan benar saja saat Ruby tiba di depan pintu masuk club, mobil Rai juga telah tiba di sana. Sopir membukakan pintu untuk Rai, dia berjalan melewati Ruby seakan-akan tidak saling mengenal. Ruby terdiam melihat Rai yang sangat pintar sekali mengendalikan ekspresi wajahnya.
Lihatlah ekspresi itu, kau bahkan bisa jadi aktor yang hebat.
Ruby melirik Rai sinis.
“ Hei what are you doing, lets get in “ Danny mengejutkan Ruby, dia sudah lebih dulu masuk. Ruby menyerahkan kartu aksesnya dan kemudian masuk. Mereka menuju ruang loker untuk berganti seragam.
“ Kenapa tiba-tiba merubah seragamnya jadi seperti ini, ini sangat tidak modis “ suara Mey yang sedang berganti baju.
“ hei jaga mulutmu, aku dengar kabar ini keputusan langsung dari Big bos, jadi jangan bergosip di belakangnya “ Tina memperingatkan.
Ruby yang mendengar itu sedikit merasa tidak enak pada yang lain, ini semua karena dirinya.
Selesai berganti seragam dia menuju ruang divisi kebersihan untuk apel pagi. Kali ini kepala pengawas sendiri yang memimpin apel. Dia membagi tugas untuk 5 pegawai baru. Terkadang memang sistem senior dan junior masih berlaku di beberapa tempat, termasuk di club ini.
Tina dan Mey bertugas membersihkan ruangan lantai 1. Anton membersihkan ruangan HRD bersama salah satu senior. Ruby dan Danny membersihkan dan merawat taman.
Selesai apel pagi Ruby dan Danny pergi ke ruang perlengkapan untuk mengambil alat-alat kebersihan untuk membersihkan taman. Hari ini dia akan memotong cabang – cabang pohon.
Meskipun sudah menghirup udara bebas tapi dia tetap merasa kosong, itu karena Rai ada disana untuk mengawasinya.
Ruby menghela nafas panjang melepaskan pikirannya.
“ Something’s wrong ? “ Tanya Danny membuyarkan lamunan Ruby.
__ADS_1
“ ah tidak semua baik-baik saja, aku hanya merasa... “ Belum selesai kalimatnya terdengar suara seorang laki-laki yang memanggil Ruby. Dia berbalik untuk melihat.
“ Hai Ruby, lama tidak bertemu “ sapa Lucas hangat. Ruby menghela nafas, dia tidak membenci Lucas hanya merasa marah, bagaimanapun dia pernah menjadi teman baiknya, dan pernah membantunya melewati hari-harinya yang penuh kesepian.
“ Aku ingin bicara denganmu “ Lanjutnya kemudian. Ruby berpamitan kepada Danny, dia dan Lucas menuju bangku yang ada di taman.
“ aku ingin minta maaf dan berpamitan padamu “ Lucas memulai percakapan. Ruby hanya diam mendengarnya.
“ Dulu aku punya seorang sahabat, namanya Lila dan aku menyukainya. Saat kami memutuskan masuk sekolah milik Klan Loyard, dia menyukai Rai. Kau tau itu sedikit menyakitkan, tapi aku ingin membuatnya bahagia jadi aku mendukungnya. Seperti yang terlihat, Rai orang yang sangat dingin. Tapi Lila tidak peduli, dia tetap berusaha mendekatinya. Saat itu upacara perayaan hari jadi sekolah, dia memutuskan akan menyatakan cinta pada Rai. Dia mempersiapkan semuanya dengan sempurna. Dan sampai saatnya tiba, dia menyatakan cinta di hadapan semua orang, di atas panggung. Kau tau apa yang Rai katakan ? Dia bilang Lila tidak pantas bersanding dengannya, bahkan untuk jadi pelayannya saja dia tidak cukup baik. Mendengar penolakan yang menyakitkan Lila menjadi depresi dan menyakiti dirinya sendiri, sampai sekarang Lila harus dirawat di pusat rehabilitasi karena depresinya yang berat. Dia terlalu mencintai Rai “ Lucas panjang lebar menjelaskan.
“ Dan suatu hari Vivianne menghubungi ku untuk menjadi guru piano mu, dan menawarkan perjanjian, jika aku bisa memisahkanmu dari Rai maka itu akan menyakiti Rai karena kau istrinya. Tapi belakangan aku menyadari aku jatuh cinta padamu, dan setelah tau bahwa pernikahanmu hanya sebuah kesepakatan, aku merasa masih punya kesempatan untuk memilikimu. Ruby meskipun aku tidak memiliki kekayaan dan kekuasaan seperti Rai, tapi aku masih bisa memberikan ayahmu perawatan rumah sakit, ku mohon pergilah bersama ku, kita bisa pergi keluar negeri, dan ayahmu akan ku pindahkan kerumah sakit terbaik disana. Kita bisa memulai hidup yang baru disana “ Lucas memohon.
Ruby menghela nafas panjang. Tidak tau harus berkata apa. Dia merasa Rai yang memang keterlaluan, tapi bukankah cinta juga tidak bisa dipaksakan.
“ Entahlah aku hanya merasa marah padamu, kau seenaknya sendiri memutuskan ingin membalas dendam dengan perantara aku. Tidak kah kau berfikir itu juga akan menyakitiku. Kenapa aku harus terlibat dalam dendammu yang bahkan aku sendiri tidak mengerti permasalahannya “ Ruby menjawab lirih.
“ aku mengakui salah, aku akan memperbaikinya “ Lucas menggenggam tangan Ruby.
“ Maafkan aku “ Ruby melepaskan tangannya dari genggaman Lucas. Dia merasa minta maaf akan lebih baik daripada penjelasan yang berputar-putar.
Ruby berdiri ingin meninggalkan Lucas, dia benar-benar semakin kecewa setelah mendengar penjelasan Lucas.
Tiba – tiba Lucas memeluknya, menahannya pergi. Ruby meronta tapi Lucas menahannya dengan kuat.
“ aku tidak ingin melewatkanmu, aku mohon terima lah aku “ Lucas belum menyerah.
“ Maafkan aku Lu “ Ruby menyerah dan membiarkan Lucas memeluknya.
“ ini terakhir kalinya aku melihatmu, kedepannya kumohon jangan menemui ku lagi “ Ruby melepaskan diri dari pelukan Lucas. Dan meninggalkannya.
Lucas tidak menyangka akan mendapat penolakan yang menyakitkan seperti itu.
__ADS_1
Di tempat terpisah Danny dan Rai melihat kejadian itu dari jauh.