
Regis yang mendapat kabar dari pak Handoko bahwa Ruby akan segera melahirkan pun langsung bergegas menuju rumah sakit. Dia ingin menjadi orang pertama yang melihat Junior.
Dan saat Regis telah hampir sampai di ruang bersalin, dia melihat perawat keluar dengan membawa sebuah ember berisi air yang tadi di gunakan untuk membersihkan Ruby selepas melahirkan.
" Apa Junior sudah lahir ? " Tanya Regis buru-buru.
" Sudah Tuan, baru saja kami menyerahkannya pada ibu nya " Perawat itu menjawab sopan dan menundukkan kepalanya.
Regis segera bergegas menuju ruang bersalin.
Brakkk !!! Dia membuka pintu dengan keras, melihat Ken yang hampir menyentuhkan tangannya ke arah Junior membuat Regis reflek berteriak.
" Jangan ada yang berani menyentuhnya. Kau akan menularkan penyakit konyolmu kalau menyentuhkan tangan mu kepada Junior " Regis memerintah tegas, membuat Ken diam membeku dengan tangan terulur menggantung di udara.
" Apa ? " Ken tidak percaya apa yang di katakan ayahnya. Tapi tak urung dia menarik tangannya kembali.
" Kau sudah cuci tangan ? " Regis bertanya tajam ke arah Ken tajam.
" Ayah aku bukan penyakit menular, lagipula aku yang menemani kakak ipar melahirkan, kau lihat " Ken dengan sombong memperlihatkan luka bekas cakaran Ruby di kedua lengannya.
" Benarkah ? " Tanya Regis tidak percaya.
" Tentu saja, aku sangat berani menemani mereka berdua, dan sangat tenang menghadapi situasi tadi " Ken memuji dirinya sendiri.
" Kau memang luar biasa, ayah bangga pada mu " Regis menepuk pundak Ken dengan bangga.
" Cih " Rai mencibir melihat kebohongan Ken kali ini, tapi dia diam saja. Karena bagaimana pun juga Ken telah membantunya melewati masa-masa menegangkan beberapa saat yang lalu.
" Junior kakek akan mewariskan semua harta Klan Loyard kepada mu " Regis berjanji di depan Junior yang sedang di gendong Ruby.
" Ayah kau bercanda bukan ? " Tanya Rai dengan kaku, dia tidak menyangka ayahnya akan memutuskan hal sebesar itu tanpa berunding dulu dengannya atau pun Ken.
" Tidak aku serius " Regis menjawab yakin.
" Kemari kan Junior, aku ingin menggendongnya " Regis mengulurkan tangan meminta Junior.
Ruby menyerahkan Junior dengan perlahan. Regis terlihat sangat bahagia, matanya berbinar cerah menatap manik kecil milik Junior.
" Aku namakan dia Raline J Loyard, dia lah yang akan memimpin Klan Loyard berikut nya " Ucap Regis tegas kepada semua anggota keluarganya.
Ketiga anggota keluarga yang tersisa lainnya hanya bisa mengangguk patuh dengan keputusan yang di buat Regis.
🍁🍁🍁🍁🍁
Beberapa hari berlalu, berita tentang kelahiran Raline dengan cepat menyebar di media, para wartawan sudah berkumpul mengerumuni sekitar rumah sakit. Mereka ingin jadi yang pertama mendapatkan foto baby Raline atau baby R begitu mereka menjulukinya. Sehari setelah kelahiran Raline, Regis telah mengadakan konferensi pers dan mengabarkan berita bahagia tersebut, tapi mereka tetap menyembunyikan wajah Raline demi keamanan Raline.
" Wuah lihat lah itu Junior, kau sangat terkenal. Bahkan lebih terkenal daripada ayahmu sendiri " Ken menggoda Raline yang sedang tertidur di boks bayi nya.
" Cih " Rai yang mendengarkan ejekan Ken hanya memandangnya sinis.
" Pikirkan saja masa depan mu, dia bahkan lebih berkuasa dari mu " Rai balas mengejek Ken.
" Oh Raline yang cantik, pastikan di hati dan kepala mu hanya ada paman ya, ingat cuma paman " Ken tidak memperdulikan ejekan Rai.
__ADS_1
Ruby hanya memperhatikan tingkah konyol mereka berdua dari atas ranjang tempat tidurnya. Sebenarnya kondisi Ruby sudah pulih total pasca melahirkan, tapi Regis dan juga Rai tetap melarangnya untuk terlalu banyak bergerak.
Tok, tok, tok !! terdengar ketukan pintu. Mereka semua segera menoleh ke arah asal suara.
" Masuk " Perintah Rai.
" Nyonyaaaa " Seru Tina melengking begitu dirinya memasuki ruangan VVIP tersebut.
Ken memutar bola matanya malas menatap siapa yang datang. Dia berusaha sekuat tenaga menghindari Tina, tapi sepertinya Tina memang ditakdirkan menjadi bagian cerita hidupnya.
" Jangan berisik, tidak kau lihat Raline sedang tertidur " Rai memberitahukan tegas tetapi setengah berisik.
" Maaf Tuan " Tina segera menutup mulutnya dan menundukkan kepala.
" Nyonya selamat atas kelahirannya, ini dari kami semua " Tina mendekati Ruby dan berbisik, seraya menyerahkan bingkisan dari rekan-rekan kerja Ruby dulu.
" Kalian tak perlu repot-repot " Jawab Ruby sungkan.
" Ei apanya yang repot, ini hanya hadiah kecil. Tolong jangan di lihat harga nya, tapi lihatlah ketulusan kita semua yang berbahagia menyambut datangnya baby R " Seru Tina antusias dengan suara lirih.
Teman-teman Ruby yang lain hanya mengangguk mengiyakan ucapan Tina. Mereka terlalu sibuk mengagumi ruangan yang di tempati Ruby saat ini.
" Terima kasih " Jawab Ruby tersenyum tulus.
" Dan ini sedikit makanan untuk Tuan Ken dari ku " Ucap Tina malu-malu seraya menyerahkan bingkisan tas berisi makanan.
" Terima kasih " Jawab Ken singkat dan tersenyum kaku. Mendapat senyuman dari Ken Tina melonjak girang dengan suara yang tertahan.
" Kakak aku ingin memperkenalkan seseorang pada kalian " Ucap Ken tiba-tiba, membuat Ruby dan Rai heran dengan sikapnya.
" Siapa ? " Tanya Rai curiga.
" Seseorang yang sedang dekat dengan ku " Ken menjawab malu-malu.
Tina yang tadi merasa girang karena pemberiannya di terima mendadak merubah raut wajahnya menjadi sedih dan cemberut. Dia mengepalkan tangannya.
" Aku rasa sebentar lagi dia datang " Ken melihat jam tangannya.
Tok, tok, tok !!! terdengar lagi ketukan di pintu. Ken segera melompat dari tempat duduknya.
" Itu pasti dia " Seru Ken senang dan segera berjalan menuju pintu.
Rai dan Ruby juga semua orang yang penasaran hanya bisa mengikuti punggung Ken yang sedang berjalan untuk membuka pintu.
" Kau " Pekik Ruby begitu melihat sesosok wanita yang di perkenalkan Ken sebagai orang terdekatnya saat ini.
🍁🍁🍁🍁🍁
EPILOGUE
Selama janur kuning belum melengkung, dia masih milik bersama.
Itulah semboyan Tina untuk tetap maju pantang mundur mendapatkan hati Ken dan bersaing dengan Kiran, teman Ruby.
__ADS_1
Membuat Ruby selalu salah tingkah untuk tetap bersikap netral, karena bagaimana pun baik Tina dan Kiran adalah temannya.
Ignes masih di rawat di rumah sakit jiwa, dia berada di tempat yang sama dengan Lila. Begitu Lila melihat Ignes ada di sana, perlahan ingatannya mulai kembali, dan dia tahu bahwa yang mendorongnya bukan Rai tapi Ignes. Tentu saja Lila tidak mensia-siakan kesempatan emas itu, di rumah sakit jiwa itu dia balas dendam kepada Ignes, membuat Ignes semakin tertekan dan sering kali masuk ruang isolasi karena terus menerus melukai dirinya sendiri.
Lucas, dia menjalani terapi konseling untuk masalah alter ego nya, perlahan-lahan dia mulai sadar dan menjadi normal kembali, tapi dokter tetap menyarankan agar Lucas terus menjalani sesi pengobatannya.
Regis memutuskan pensiun dan hanya fokus untuk menemani Raline, bayi kecil itu begitu di manjakan oleh kakeknya. Bahkan tak jarang melebihi batas. Tapi begitulah kakek, terkadang rasa sayangnya selalu melebihi rasa sayangnya kepada anaknya sendiri.
Ruby sangat menikmati perannya menjadi seorang ibu, bangun di tengah malam untuk menyusui atau sekedar menenangkan Raline yang menangis karena belum bisa menyesuaikan waktu tidurnya. Tapi itu semua dia lakukan dengan bahagia.
Rai yang terparah, dia mengalami baby blues yang bahkan tidak di alami oleh Ruby. Suara tangisan Raline di malam hari membuatnya tidak mendapatkan cukup tidur. Dia bahkan sering mengalami halusinasi, terbangun tergagap tengah malam hanya untuk memeriksa Raline apakah masih ada atau tidak.
Ayah Ruby, beliau masih dalam keadaan koma. Mendapatkan donor jantung memang tidak semudah membalikkan telapak tangan, sedih memang tapi Ruby bersyukur setidaknya dia masih memiliki harapan untuk ayahnya. Karena sampai saat ini, meskipun kondisinya koma tapi semua alat vitalnya bekerja dengan baik. Hanya menunggu waktu untuk sadar.
Ken, dia punya buku sendiri yang akan menjelaskan tentang bagaimana usahanya mendapatkan cinta Kiran, apakah akan terus bersikap konyol atau bisa membuatnya dewasa ? Baca saja di Cinta Big Boss ( Buku Ken ). Bagaimana pun Ken juga masih Big Boss dalam Klan Loyard bukan ?
Dan mereka semua tetap menjalani kehidupan mereka masing-masing dengan semua lika liku masalah yang datang. Akhir yang bahagia ? Semua tergantung dari sudut pandang masing-masing, karena bagaimanapun tidak ada hidup yang selalu berjalan mulus sesuai keinginan kita. Tapi berdamai dengan diri sendiri dan berusaha memaafkan juga menerima kenyataan meski sepahit empedu, akan membuat hidup kita lebih tenang. Bukan kah bahagia kita sendiri yang tentukan ?
🍁🍁🍁🍁🍁
" Kau sedang apa ? " Tanya Ken dengan kikuk melihat Rai dengan mata terpejam menuruni tangga dan menggendong guling Raline.
" Sstt... diam, kau akan membangunkannya, dia tidak tidur semalaman " Rai mengoceh dengan mata tertutup, dan bergoyang-goyang untuk menenangkan guling yang di anggap Raline.
" Sayang, tidur ya ? Cup cup cup " Rai menepuk-nepuk pelan guling tersebut.
Regis dan Ruby yang baru saja masuk setelah berjemur sinar matahari pagi bersama Raline hanya bisa diam dengan mulut menganga melihat tingkah Rai
" Hahahaha... " Tak urung tawa mereka semua pecah melihat Rai dengan sikap konyolnya.
🍁🍁🍁🍁🍁🍁
Akhirnya kisah Rai dan Ruby sesion 1 berakhir disini. Semoga bukan akhir yang mengecewakan untuk teman-teman semua ya...
Untuk teman-teman yang sudah mendukung cinta Rai dan Ruby, akikah ucapkan banyak-banyak terima kasih.
Terima kasih atas semua like, komen, dan love nya, juga vote nya tentu saja. Tanpa kalian semua akikah tiada artinya ( baca pake nada bang aji roma irama 😅😅 )
Terima kasih sebanyak-banyaknya akikah ucapkan kepada teman-teman semua yang tidak bisa di sebutkan satu persatu, tapi percayalah akikah merasa kita dekat meskipun hanya membaca komentar-komentar kalian di kolom komen, membuat akikah bahagia.
Karena kisah Rai dan Ruby berakhir dengan adanya Raline, maka kalau pun ada sesion 2 nya itu pasti masalah akan berputar pada mereka bertiga, atau malah Raline nya sendiri. Tapi akikah belum kepikiran untuk membuat ceritanya, karena masih harus fokus untuk cerita Ken yang sudah ngebet banget pengen punya jodoh.
Nanti kalau cerita Ken sudah selesai baru cerita cinta big boss sesion 2 tentang Rai dan Ruby atau Raline akan di buat.
Dan ceritanya tidak akan jauh-jauh dari tingkah konyol mereka. Karena bagaimana pun Raline membawa gen konyol yang diturunkan dari kakeknya kepada ayahnya, dan akhirnya kepadanya. Di tambah lagi penyakit menular konyol yang di infeksikan oleh Ken.
Akikah harap teman-teman semua puas dengan akhir ceritanya, dan bersabar menunggu kelanjutannya.
Dan jangan lupa baca juga cerita-cerita yang akikah buat lainnya, di antaranya...
My Werewolf Boy
Cerita nya ringan-ringan aja tentang fiksi punya pacar manusia serigala, hanya imajinasi di luar nalar. Bercerita tentang Ayumi dan juga Ryuga. Mau tau ceritanya ? Jangan lupa di baca.
__ADS_1
Kalau tentang Ken pastilah ya sudah tau semua, karena dia lah sumber virus penyakit menular konyol dari keluarga Klan Loyard. Bayangin wajahnya yang imut-imut mati-matian mengejar gadis impian. Pastilah banyak yang patah hati, termasuk akikah 😅😅. Penasaran sama kisah Ken ? Baca di judul yang lain ya. Cinta Big Boss ( Buku Ken )
Akhir kata terima kasih sekali lagi akikah ucapkan atas semua dukungannya, dan minta maaf apabila pernah ada komentar yang akikah balas berujung pada sakit hati atau membuat tersinggung. Akikah minta maaf yang sebesar-besarnya.