Cinta Big Bos

Cinta Big Bos
Reuni


__ADS_3

“ Grup chat langsung ramai begitu Rai mengirimkan pesan undangan untuk reuni “ cerita Lucas tentang kejadian hari ini.


“ Hei apa teman-temanmu itu tidak bekerja ? Mendapat undangan mendadak dan semua bisa hadir ? Sangat tidak masuk akal “ cibir Ruby mendengar penjelasan Lucas.


“ Ei kau tau sendiri bagaimana pengaruh suami mu itu, undangan Rai bahkan lebih penting dari pekerjaan mereka “


“ Dasar kalian orang kaya manja, hanya tau bersenang-senang “ Ruby membuang wajahnya, tapi didalam hati dia membenarkan ucapan Lucas, bagaimana pun orang yang menjadi suaminya itu adalah pria di luar manusia normal.


“ Sampai jam berapa acara ini ? Aku tidak mengenal satupun dari mereka “


“ Kau tidak tau ? Suami mu mengundang kami menginap 3 hari “ jelasnya heran melihat Ruby yang tidak tau apa-apa.


“ Dia mengundang teman-temannya menginap 3 hari ? Aku kehabisan kata-kata untuk nya “ ucap Ruby tidak percaya dan malas.


“ Iya memang sulit dipercaya, ini pertama kalinya dia mau berkumpul dengan kami, atau mungkin dia merindukan cinta pertamanya ? “


“ Apa ?!? Cinta pertama ?!? Waaah dia benar-benar sesuatu “ Ruby sedikit kesal dengan informasi Lucas.


Hah berani-berani nya dia mengajakku kesini, apa dia ingin memamerkan cinta pertama nya ? Baiklah lakukan sesukamu, awas kalau kau menyentuhku lagi.


Ruby menghela nafas kesal dan membuang wajah.


“ Kau cemburu ? “ Tanya Lucas.


“ Cemburu ? Tentu saja tidak, dengan senang hati aku akan melepaskan dia untuk cinta pertamanya itu “ Jawab Ruby dengan yakin dan penuh emosi.


“ Baiklah kalau begitu “ Lucas menganggukkan kepalanya, melihat sepertinya suasana hati Ruby sedang buruk.


💔💔💔💔💔


Vivianne menjadi pembawa acara malam itu, penampilannya sangat anggun dan mempesona.


Rai duduk di kursi utama dengan Ruby disampingnya, membuatnya tidak nyaman karena pandangan mata para wanita yang bertanya-tanya siapa dirinya, kenapa bisa ada di samping Rai.


Ruby benci jadi pusat perhatian, dan seakan semua mata sekarang siaga untuk menangkap kesalahan sekecil apapun darinya. Dia teringat pesan Rai, jangan sampai membuat malu dirinya atau Ruby akan menerima akibatnya.


Setelah melihat Rai dalam mode marah dan memaksa nya melakukan itu, dia tidak ingin lagi membuat masalah.


Suara tepuk tangan para tamu menyadarkan Ruby, dia memandang Penyihir didepannya yang seperti punya rencana jahat padanya, dan benar saja firasat Ruby.


“ Baiklah sebagai acara pembuka, salah satu anggota keluarga Klan Loyard akan mempersembahkan sebuah permainan piano yang indah, kepada Nona Ruby J Loyard silahkan maju kedepan, kami sangat mengharapkan permainan piano anda “

__ADS_1


Ruby terkejut dengan pernyataan Vivianne, dia yakin penyihir sialan itu merencanakan ini untuk mempermalukannya. Ruby melirik sekilas kepada Rai, tapi dia tidak bergeming.


Cih apakah kalian bersekongkol untuk mempermalukan ku ? Yah kalian memang pasangan psikopat gila.


Maki Ruby dalam hati.


Ruby terdiam lama memandang Vivianne, dia menimbang apakah akan menerima permainannya lalu membuat Rai malu dan kemudian mendapat hukuman, atau mengabaikannya.


Tapi kemudian terdengar tepukan tangan penonton dan sorakan mereka menyebut namanya.


“ Ruby, Ruby, Ruby... “


Ok baiklah sudah tidak bisa mundur lagi.


Ruby meyakinkan dirinya berdiri, dan melangkah maju ke sudut ruangan dimana letak piano itu berada.


Dadanya berdegub kencang. Dia menghela nafas panjang dan mulai menekan tuts piano itu dengan mantap.


Sebuah lagu dengan sempurna dimainkannya dari awal sampai akhir, lagu yang amat sangat di kuasainya sehingga dia yakin tidak akan melakukan kesalahan.


Suasana hening saat Ruby menyelesaikan lagu nya.


Mari kita lihat kekuatan nama dari Klan Loyard, apakah mereka akan menghina ku atau...


" Sungguh permainan piano yang diluar bayangan kita bukan, kita tidak pernah menyangka Nona Ruby akan memainkan lagu doraemon, atau mungkin hanya lagu itu yang bisa di mainkan ? " Ucapnya mengambil alih acara setelah tepuk tangan penonton reda.


Ruby melirik Vivianne, senyumnya sinis dan seakan puas dengan hal yang terjadi barusan.


Acara dilanjutkan dengan hidangan makan malam, tapi bukan Rai jika tidak menjadi pusat perhatian.


Semua wanita berebut mengambilkan makanan untuk menarik simpatinya. Dalam sekejap Rai sudah dikelilingi wanita dengan pandangan menggoda dan sikap manjanya. Ruby melihat Vivianne yang tersingkir dari sisi Rai, dalam hatinya tertawa bahagia.


Hahaha... sepertinya karma sedang memainkan perannya.


Ruby melihat Vivianne dan tersenyum mengejek padanya, Vivianne yang menyaksikan itu semakin membenci Ruby.


Ruby melangkah pergi kembali ketempatnya bersantai tadi, menghirup udara sejuk yang membuatnya tenang.


“ Lagu yang indah “ suara wanita menyapanya.


“ Ignes Crabay “ dia memperkenalkan diri.

__ADS_1


Ruby menilainya, wanita yang sempurna, wajah cantik, rambut indah, dan tubuh yang maaf seperti gitar spanyol.


Ruby duduk di kursi santai di sampingnya.


“ Ruby “ balasnya memperkenalkan diri.


“ Mari berteman dengan baik “ Ignes memulai percakapan.


“ Kau tau kakakmu sangat mempesona, tapi aku tidak ingin bersaing dengan wanita-wanita di dalam sana “ Suara angkuhnya membuat hati Ruby mencelos.


Ruby mengira dia seseorang yang berbeda tapi ternyata sama saja, tuan putri angkuh yang menganggap dirinya lah pusat tata surya. Ruby menghela nafas panjang.


“ Aku belum pernah melihatmu selama ini ? Apa kau sekolah di luar negeri ? “ Tanyanya dengan memandang laut tidak melihat Ruby.


“ Maaf ? “ Ruby terheran dengan maksud pertanyaannya.


“ Bukankah kalian bersaudara ? Aku melihat garis kemiripan di wajah kalian, mungkin orang lain tidak menyadarinya tapi terkadang kalian mirip dalam salah satu sudut “ jelasnya panjang lebar.


Aah mungkin karena aku mirip dengan nyonya Lorie jadi secara sekilas aku juga mirip dengan Rai.


Ruby mengangguk-angguk membenarkan pendapatnya sendiri.


“ Aku sangat benci dengan perempuan jalang itu, tidak kah menurutmu dia menyebalkan ? Berlagak dialah yang paling mengerti Rai, dan menguasainya “ Celoteh Ignes, dia gadis yang terlalu banyak bicara, sifatnya blak-blakan dan seenaknya sendiri.


“ Maaf saya tidak mengerti maksud anda “ jawab Ruby sopan masih tidak paham kemana arah tujuan nona muda ini.


“ Vivianne... Cih berlagak seperti kekasih Rai, tapi sebenarnya dia cuma pelayan rendahan “ Makinya. Ruby heran bagaimana dia bisa seberani itu memaki penyihir Vi.


“ Hei kurasa kau juga tidak menyukainya, aku melihatmu memandangnya dengan pandangan tidak suka sejak tadi “ Dia menyimpulkan sendiri.


“ Maaf saya-saya benar tidak mengerti maksud anda “ Ruby menyerah dengan pembicaraan ini, dia benar-benar tidak tau apa-apa.


“ Baiklah, akan aku jelaskan. Kami semua berada di sini karena undangan pribadi dari Rai, dia mengajak kami untuk reuni, yaah memang hal yang mengejutkan bagi kami dia memulai suatu acara yang melibatkan teman-teman masa lalunya, kau tau sendiri kakakmu seperti apa. Tapi bagiku itu bukan hal yang mengejutkan, aku yakin Rai melakukan itu karena dia merindukanku, hanya dia terlalu gengsi mengakuinya “ Jelas Ignes dengan percaya dirinya.


“ Merindukan anda ? “ Tanya Ruby heran.


“ Yah karena aku adalah cinta pertama Rai, kami berhubungan selama 3 tahun, apa kakakmu tidak pernah cerita ? “


“ Apa ? “ Ruby terkejut dengan penjelasan Ignes.


Ya Tuhan aku sedang terlibat dengan drama apa, kenapa di kelilingi orang-orang aneh. Dan dia cinta pertama Rai ? Hah bertambah lagi satu orang menyebalkan. Ah kepala ku tiba-tiba pusing. Ruby memijat pangkal hidungnya.

__ADS_1


“ Maaf nona saya ingin kembali ke kamar dulu “ Pamit Ruby, dia merasa semakin sesak berada di disini.


“ Baiklah sampai ketemu lagi adik ipar, sampaikan salam ku untuk kakak mu “ Balasnya ringan.


__ADS_2