
Lucas membawa Ruby masuk ke rumah dengan kasar, dan kemudian memerintahkan para pelayan agar mempersiapkan kepergian mereka. Para pelayan tergopoh-gopoh melaksanakan perintah Lucas, mereka mengambil sebuah tas punggung berwarna biru navy. Lucas mengambilnya dengan kasar dan kemudian menarik Ruby kembali keluar menuju mobil.
" Lucas tunggu dulu, aku mohon dengarkan aku dulu " Ruby berusaha mengulur waktu, akan sulit baginya untuk pulang kalau mereka pergi ke luar negeri.
" Diam dan masuk ke mobil !! " Teriak Lucas.
" Lucas ak... " Ruby masih berusaha meyakinkannya.
Lucas kehabisan kesabaran, dia mengeluarkan pistol dari balik blazer nya dan menodongkannya ke arah perut Ruby.
" Jangan membuatku memilih Ruby, pergi atau anak mu ? " Lucas mengancam.
Ruby memandangnya putus asa, matanya berkaca-kaca. Dia menuruti perintah Lucas dengan berat hati.
Ruby lebih dulu masuk kedalam mobil, dan di ikuti Lucas kemudian. Sopir langsung mengunci pintu mobil begitu mereka masuk, mencegah Ruby melarikan diri. Ruby membuang wajahnya menghadap jendela, meratapi nasibnya.
*Rai apa kita tidak akan bertemu lagi ? Aku mohon cepatlah datang Rai, aku mohon.
🍁🍁🍁🍁🍁*
Sementara itu Regis dan semua orang sedang berkumpul di rumah untuk membahas rencana mereka lebih lanjut. Sopir dan penjaga yang mereka kirim telah memberikan aba-aba bahwa mereka akan pergi untuk menjemput Lucas dan Ruby dan kemudian pergi menuju bandara.
" Kalian semua segera bersiap, target kita telah bergerak " Regis mengakhiri rapat mereka.
Sebenarnya tempat penyergapan mereka adalah bandara pribadi milik klan Loyard, maka dari itu bandara itu tidak terdaftar di penerbangan mana pun. Regis memerintahkan anak buahnya menyamar sebagai penumpang dan sebagian yang lain menjadi petugas bandara. Dan dia juga melibatkan kepala bandara besar dan kepala polisi untuk menjadi saksi penangkapan penculik itu, juga ada beberapa tim medis yang siap siaga apa bila terjadi korban dalam insiden ini. Regis menyiapkan semuanya dengan matang.
Dan sekarang mereka semua akan segera bergerak menuju bandara pribadi itu.
Regis dan Rai juga Ken berada dalam mobil yang sama. Terlihat Regis yang sangat santai, dan Rai yang sangat gelisah.
" Kau benar-benar membuktikan bahwa memang benar, seorang anak akan terus selamanya menjadi anak-anak di depan orang tuanya " Regis memulai pembicaraan kepada Rai.
" Apa maksudnya ? " Tanya Rai tidak paham, dia terus saja mengetuk-ngetukkan kakinya menghilangkan gelisah.
" Kau akan jadi seorang ayah tapi lihatlah tingkahmu saat ini, seperti anak kecil yang tidak sabar dan terlalu buru-buru " Regis mencibir tingkah Rai.
" Jagalah emosi mu maka kau akan bisa berfikir jernih, jangan biarkan emosi mu menguasai mu " Regis menasehati.
" Apa ayah bisa tenang kalau melihat ibu di culik ? " Rai membalas ketus.
__ADS_1
" Aku memang tidak pernah melihat ibu mu di culik, tapi aku melihat pemakaman ibu mu " Suara Regis berubah sedih.
Ken yang duduk di kursi penumpang depan menatap ayahnya dari kaca spion, Rai yang duduk di sampingnya hanya mampu diam membeku.
Benar. Selama ini aku tidak pernah tau bagaimana hati ayah sejak kepergian ibu. Bodohnya aku hanya egois memikirkan diri sendiri.
Rai menunduk dalam.
" Sudahlah, aku baik-baik saja " Suara ayahnya kembali normal. Tapi mereka berdua tau kemampuan ayahnya menyembunyikan emosinya melebihi batas manusia normal, dan mereka tau ayahnya tidak baik-baik saja. Itu lah alasan ayahnya selalu tinggal di luar negeri, tinggal di mansion itu akan membuat nya tersiksa dengan semua kenangan tentang Lorie, ibu mereka.
" Kalian berhati-hati lah, sebisa mungkin hindari pertumpahan darah, tidak baik untuk membuat Ruby yang sedang hamil menyaksikan hal itu, akan meninggalkan trauma " Regis memberikan nasehatnya lagi.
" Baiklah ayah " Rai menjawab lirih dan tetap menundukkan kepalanya.
" Tenang saja ayah aku akan bersembunyi di belakang mu " Ken juga ikut menimpali.
" Hm ? " Ayahnya mengerutkan kening tidak paham dengan maksud anak bungsunya.
" Aku sangat takut dengan perkelahian atau baku tembak semacam ini, jadi aku hanya akan bersembunyi di belakangmu, pasti sangat aman disana hehehe " Ken terkekeh menjelaskan rencananya.
" Dasar kau !!! Bisa-bisa nya kau membuat ayah sebagai tameng untuk dirimu " Rai menahan geram mendengar jawaban Ken.
" Kau ingin menikah ? " Regis bertanya santai.
" Entahlah, kalau melihat kehidupan pernikahan kakak yang rumit aku sepertinya menjadi trauma " Ken mengangkat bahunya.
" Rumit ? " Rai tidak suka kata-kata Ken mendeskripsikan pernikahannya yang bahagia dan penuh cinta menurutnya.
" Hei pernikahan ku sangat bahagia, akan ada Junior di tengah-tengah kami. Aku sumpahi kau akan mendapatkan wanita yang bahkan lebih rumit dari Ruby " Rai membalas ketus.
" Ayah kau lihat sendiri kakak selalu membully ku, apa kau tidak merasa kasihan padaku ? " Suara Ken memelas di buat-buat.
" Sudah hentikan, kalian ini kalau bersama selalu saja bertengkar seperti anak kecil. Dan kau Ken, cepat carilah seorang istri, aku ingin kalian cepat-cepat punya anak dan aku segera pensiun. Aku akan menikmati masa tua ku di kelilingi cucu-cucu ku yang lucu dan menggemaskan " Regis tersenyum lebar.
" Baik ayah " Jawab mereka berbarengan dan sopan.
🍁🍁🍁🍁🍁
Mobil yang di tumpangi Lucas berhenti di dekat sebuah pom bensin. Ruby heran kenapa mereka berhenti di sana padahal tidak ingin mengisi bahan bakar.
__ADS_1
Lucas keluar dari mobil, dan sopir segera mengunci pintu otomatis begitu Lucas menutup pintunya dari luar. Dia melihat Lucas berjalan menghampiri sebuah mobil hitam dan masuk ke dalamnya. Tidak berapa lama dia keluar bersama beberapa orang dan juga Ignes. Ruby yang melihat Ignes ada dalam rombongan mereka membelalakkan mata tidak percaya. Kenapa Ignes mengikuti mereka, apa mereka akan keluar negeri bersama Ignes.
Rombongan yang di pimpin Lucas menuju mobil dan masuk kedalamnya. Mobil yang di tumpangi Ruby memang berjenis city car yang besar yang mampu menampung 7 orang di dalamnya, dan juga mobil yang sangat mewah, terbukti dari kursi yang diduduki Ruby sangat nyaman bahkan untuk menyelonjorkan kaki dengan santai.
Ruby memalingkan wajahnya begitu melihat Ignes memasuki mobil, dia tidak perlu berpura-pura bersikap manis lagi padanya.
" Halo adik ipar " Sapa Ruby dengan nada mengejek.
" Cih " Ruby mencibir.
" Aku tau kalau kau gila, tapi aku tidak tau kau sebodoh itu sampai tidak bisa membedakan adik ipar dan istri dari mantan kekasihmu " Sinis Ruby.
" Kau... " Ignes menggeram karena mendengar jawaban Ruby.
" Kau kira aku takut dengan geraman mu ? Silahkan berharap hal itu terjadi di dalam kepala mu " Ruby terus memprovokasi Ignes.
" Hei kau pikir aku takut dengan mu ?!? " Ignes yang duduk di kursi belakang kemudian menarik rambut Ruby, membuat kepala Ruby mendongak karena tertarik.
" Aarrrgghh " Ruby berteriak karena sakit.
" Lepaskan tangamu atau aku akan meledakkan kepala mu " Lucas mengacungkan pistolnya ke arah Ignes, membuat Ignes takut dan menuruti perintahnya.
" Kau baik-baik saja Ruby ? " Tanya Lucas khawatir dan mengelus kepala Ruby.
" Pastikan saja aku bisa membalas perbuatannya pada ku " Ruby menjawab asal.
" Sudah sebaiknya kita bergegas, waktu kita tidak banyak " Lucas memerintahkan kepada sopir.
Penjaga yang dikirim Regis diam-diam menggunakan microphone kecil yang tersembunyi di balik seragamnya dan terhubung dengan sambungan telefon ke anak buah Regis, membuat Regis dan Rai juga Ken bisa mendengar langsung perdebatan mereka semua di dalam mobil.
Kenapa Lucas seperti nya begitu khawatir dengan Ruby ? Dan dia juga menolong Ruby dari Ignes. Bukankah mereka bekerja sama untuk balas dendam padaku ? Ada apa ini ?
Rai mengernyitkan kening mendengar suara Lucas yang mencoba menolong Ruby.
" Ayah kita harus cepat, kau dengar tadi Ignes melukai Ruby " Rai lagi-lagi terburu-buru.
" Tenanglah nak, kalau kita lebih dulu sampai mereka akan curiga, tenang saja mereka tidak akan lari kemana-mana, tidak ada tempat untuk bersembunyi lagi bagi mereka, mereka tidak akan bisa lari dari kita " Regis menenangkan Rai yang sangat panik.
Rai hanya bisa cemberut melihat ayahnya yang selalu saja santai menghadapi situasi genting seperti ini. Dia memalingkan wajahnya dan lebih memilih melihat keluar jendela.
__ADS_1