
Cerita Ruby dan Rai musim ke 2 akan sudah di mulai, bagaimana suka dukanya menjadi orang tua, menjadi istri, menjadi suami serta kehidupan keluarga klan Loyard nanti akan di ceritakan secara detail di buku ini.
Semua akan di jadikan satu, mulai dari kisah R&R, K&K, Dylan juga Blair.
Kalau teman-teman semua masih bingung siapa itu Blair, baca dulu kisah Ken dan Kiran di " Cinta Big Boss ( Buku Ken ) " Karena kalau langsung baca ini nanti bisa g nyambung.
Ada beberapa bagian di buku ini yang masa lalunya di buka di buku Ken, jadi mereka semua saling berhubungan satu sama lain.
Terima kasih buat teman-teman semua yang sudah sabar menunggu author yang musiman ini, kadang rajin banget up nya sehari beberapa episode, kadang malah mogok sampe berhari-hari, maafkanlah author yang sampai hari ini masih jadi manusia biasa, belum jadi super saiya 😅😅
Untuk kedepannya author usahain rajin up minimal sehari satu episode jika tidak ada aral melintang. Terkadang author idenya macet juga, maklum isi kepalanya banyak.
Buat teman-teman semua juga mari kita bersama-sama berdoa agar pandemi yang melanda negeri kita, juga seluruh dunia ini bisa cepat berlalu. Sebagai bentuk dukungan kita terhadap pemerintah untuk tetap di rumah aja, maka teman-teman bisa mengisi waktu dengan baca noveltoon, buat menghibur diri juga. Dan buat yang terpaksa harus mencari nafkah keluar rumah, author doakan semoga selamat dan di lancarkan rezekinya dimasa darurat ini.
Semoga semua ujian, cobaan dan musibah yang kita alami bisa meningkatkan derajat kita dan menjadi sarana penghapusan dosa kita.
Selamat menikmati 💐💐💐
🌷🌷🌷🌷🌷
.
.
.
.
.
CINTA BIG BOSS MUSIM KE 2
.
.
Terkadang memang hidup tidak berjalan dengan sesuai rencana, seperti ujarnya pepatah " Kita yang merencanakan, namun Tuhan yang menentukan ".
Sekeras apapun rencana kita tentang hidup hasil akhirnya tetap tidak berada di tangan kita.
Ini lah hidup, tempat dimana bahagia dan kesedihan selalu berjalan beriringan, dan sudah menjadi sifat dasar manusia, mereka semua menerima kebahagiaan dengan senyuman dan kesedihan dengan air mata.
Setelah kehidupan sempurna yang di miliki Ruby versi sebagian wanita, menikah dengan orang no 2 di klan Loyard, menjadi nyonya besar, hidup bergelimangan harta dan kekuasaan, namun tidak pernah ada yang tau seperti apa sebenarnya hidupnya.
" Raline sudah tidur ? " Tanya Regis kepada Rai di ruang pribadinya. Mereka duduk berhadapan disofa yang ada ditengah-tengah ruangan.
__ADS_1
" Ya baru saja, tapi entahlah, dia tidak pernah tidur dengan tenang lebih dari 2 jam " Rai mengusap wajahnya dengan kedua telapak tangannya mengusir rasa suntuk setelah berjuang keras bersama Ruby menenangkan Raline.
" Kau harus selalu bersikap baik kepada Ruby, perjuangannya menjadi istri mu sangat berat " Nasehat Regis kepada Rai.
" Aku selalu baik padanya " Sanggah Rai tidak terima.
" Lebih baik lagi, kau tidak akan menemukan wanita seperti Ruby di luar sana, yang sanggup menerima sifatmu yang berubah-ubah " Jelas Regis lagi.
" Kenapa ayah memanggilku ? " Tanya Rai mengabaikan ayahnya.
" Ini tentang ayah Ruby " Jawabnya lirih. Rai menegakkan punggungnya, serius menyimak ayahnya.
" Sebenarnya ayah mendatangkan dokter dari luar negeri untuk membicarakan masalah kesehatannya, tapi menurutnya kondisi ayah Ruby sudah mati otak " Jelas Regis singkat.
" Sudah ku duga " Jawab Rai sedih.
" Saat aku menemukan donor jantung untuk ayah mertua ku lalu berkonsultasi dengan dokter, dia bilang kemungkinan untuk tubuhnya menerima jantung barunya adalah 30 persen, selebihnya tidak akan berhasil " Lanjutnya lagi.
" Lalu harus bagaimana sekarang ? Semua alat di tubuhnya hanya membuat jantungnya terlihat berdenyut dan seakan-akan masih hidup " Tanya Regis.
" Aku akan memberitahukannya, tapi tidak sekarang. Melihatnya sangat kepayahan menjaga Raline aku benar-benar kasihan " Rai menghempaskan tubuhnya ke sandaran sofa, mendongakkan kepalanya dan memejamkan matanya.
" Raline benar-benar seorang Loyard, dia bahkan sudah mampu menyiksa orang lain saat dirinya masih bayi " Rai tersenyum ironis.
" Jangan salahkan anak mu, kau tau dulu kau juga begitu, bahkan ibumu kehilangan berat badannya hampir 10 kilo saat merawatmu yang masih bayi " Sunggut Regis lalu tersenyum mengingat kembali bayangan Lorie, almarhumah istri yang sangat dia cintai. Rai mendongak untuk mengamati ekspresi ayahnya.
" Kau dulu itu sangat gemuk, membuat ibumu kesulitan menggendongmu, kalau bukan karena bibi Na, mungkin ibu mu sudah stres berat menghadapi mu " Regis terkekeh kembali mengingat masa lalunya, dia menghela napas sejenak, mengambil jeda untuk melepaskan sesak yang tiba-tiba memenuhi rongga dadanya saat mengingat Lorie. Tatapan matanya nanar, Rai yang melihat gurat kesedihan diwajah ayahnya ikut menghela napas.
" Ayah menikah saja lah " Ucapnya kemudian. Sebenarnya dia sendiri berat untuk mengatakan hal itu, tapi demi kebahagiaan ayahnya Rai bersedia memiliki ibu tiri baru.
" Kau ini bicara apa ? " Saut Regis melirik Rai.
" Aku punya mainan baru, kenapa harus menikah lagi, membesarkan Raline saja akan sangat berat, belum lagi di tambah anak Ken nantinya, dan juga Dylan belum menikah, keluarga kita akan jadi keluarga yang sangat besar dan sangat sibuk, bagaimana aku bisa berpikir tentang menikah lagi " Celetuknya santai.
" Ya kalau ayah mau menikah lagi, aku tidak masalah, ku rasa Ken juga tidak masalah " Jawab Rai kikuk.
" Sudah sana pergi temani Ruby, mungkin saja dia membutuhkan mu " Usir Regis.
" Baiklah, jaga kesehatan ayah " Jawab Rai kemudian bangkit dan pergi dari ruangan itu meninggalkan Regis sendirian di kelilingi ribuan foto Lorie yang di ambil dari berbagai sudut.
Rai berjalan menaiki anak tangga menuju lantai atas tempat kamarnya berada, dia membuka pintunya perlahan-lahan tanpa menimbulkan suara lalu masuk ke dalamnya. Dilihatnya Raline sedang tertidur di boks tidurnya yang menjadi satu dengan ranjang berukuran king size miliknya, dan disampingnya Ruby juga sedang tertidur menghadap Raline. Dengan satu tangannya yang menyentuh kaki Raline.
Rai berjalan pelan-pelan menuju ruang ganti, setelah berganti piyama dia kemudian menyusul Ruby. Di tatapnya wajah istrinya yang terlihat kelelahan dalam tidurnya. Bagaimana tidak, dia menjadi ibu yang bekerja 24 jam tanpa bantuan babysitter, pasti sangat melelahkan.
Puluhan pelayan yang bekerja di mansion itu tidak ada satupun yang mampu menenangkan Raline jika sudah menangis.
__ADS_1
Dia mengusap lembut puncak kepala Ruby, menyingkirkan rambut-rambut halus yang menutupi wajahnya. Dengan lembut dia lalu mencium kening Ruby.
" Maafkan aku sudah membuatmu susah dengan adanya gen ku didalam diri Raline, pasti sangat berat untuk mu, maafkan aku " Gumamnya lirih sambil terus menatapi istrinya penuh cinta.
Ruby yang merasakan gerakan-gerakan lembut Rai menggeliat dan membuka matanya perlahan-lahan.
" Ssstt... " Rai menempelkan jari telunjuknya di bibir Ruby yang hendak terbuka.
" Jangan berisik, nanti dia bangun " Bisik Rai di telinga Ruby.
" Kau dari mana ? " Tanya Ruby balas berbisik.
" Dari ruangan ayah " Jawabnya lembut dan kemudian melingkarkan tangannya memeluk Ruby, membenamkan wajahnya ke dada Ruby menciumi bau tubuhnya.
" Bau Raline " Kekehnya sendiri.
Namun Ruby tau Rai seperti menyembunyikan sesuatu darinya. Di peluknya Rai dan di usapnya kepala Rai.
" Ada apa ? " Tanyanya seperti bisa menebak isi kepala Rai.
" Aku ingin malam pertama denganmu, bukankah kita juga pengantin baru ? " Goda Rai mengalihkan pembicaraan.
" Cih dasar " Cibir Ruby dan tersenyum.
" Ayo kita lakukan " Tangan Rai menyusup di balik baju tidur Ruby, dengan lembut mengusap-usap punggung Ruby dan menciumi dada Ruby dengan napas yang memburu. Dia mendongak untuk mendapatkan jawaban dari Ruby, dan begitu mendapat lampu hijau tanpa basa basi dia segera mencium bibir Ruby, dengan lembut dan semakin lama semakin intens.
Tangan Rai mulai bergerak melepas satu persatu kancing baju tidur Ruby dan mendaratkan bibirnya di ceruk leher Ruby.
" Howe....howe....howe... " Baru saja mereka akan melakukannya Raline sudah menangis tanpa aba-aba.
Rai menjatuhkan tubuhnya di samping Ruby dan memberengut kesal.
" Aku seperti maling yang coba mencuri istri ku sendiri " Ocehnya asal, Ruby tergelak dan kemudian membenahi pakaiannya lalu mengambil Raline dari tempat tidurnya. Dia menimangnya pelan-pelan agar Raline kembali tertidur.
Apa begini realita pernikahan ?
Rai menghela napas frustasi dan kemudian membalikkan badannya.
Ruby yang melihat itu mengernyitkan alisnya bingung.
" Kau mau apa ? " Tanyanya berbisik.
" Olahraga malam " Ocehnya asal lalu melakukan gerakan push up.
" Aarghh... " Erangnya di setiap gerakan naik turun.
__ADS_1
Bersambung....