Cinta Big Bos

Cinta Big Bos
Orang Baru


__ADS_3


Ruby sudah berada di kelasnya untuk pelatihan. Kali ini dia tidak mau berlatih mengikat dasi lagi yang akan membuatnya menerima banyak pukulan, dia akan berlatih sendiri dengan manekin yang ada di lemarinya.


Terdengar suara pintu di buka, Vivianne berjalan masuk di ikuti dengan seorang laki-laki di belakangnya.


“ Kau tau klan Loyard sering menghadiri acara dengan petinggi negara baik dalam maupun luar negeri. Terkadang mereka memberikan persembahan. Maka dari itu hari ini kau akan belajar bermain piano, yah meskipun aku tau kemampuanmu “ ejeknya menilai Ruby dari ujung rambut sampai ujung kaki.


“ Tapi karena kau istri dari pemimpin Klan tidak mungkin orang lain menghina mu meski kau hanya bisa memainkan lagu bintang kecil “ Lanjutnya sinis.


“ Dia yang akan mengajarimu bermain piano “ menunjuk laki-laki yang dari tadi berdiri disampingnya.


“ Baiklah aku pergi dulu, urus dia dengan baik “ ucapnya pada laki-laki itu.


“ Hallo selamat pagi, nama saya Lucas, mohon kerja samanya “ Ucapnya memperkenalkan diri, dia orang yang ceria dan selalu tersenyum.


“ Hallo nama saya Ruby Kertia, panggil saja Ruby “ balas Ruby tersenyum, ini lah pertama kalinya dia tidak harus berurusan dengan wajah-wajah menyeramkan itu.


Ruby lega karena artinya dia akan terbebas dari penyihir Vi hari ini, dia tidak akan menjadi sasaran amukan dan pukulan lagi.


Ruby akan berlatih piano seminggu 3 kali karena dia adalah pemula. Lucas orang yang ramah, dia selalu tersenyum dan baik pada Ruby.


“ Apa anda pernah bermain piano sebelumnya ? “ tanya Lucas menimbang dia akan memulai dari mana. Ruby menggeleng.


“ Maafkan saya Tuan saya belum pernah belajar atau memainkan piano sebelumnya “ Ruby menjawab sopan.


“ Tolong jangan panggil saya Tuan, kedudukan nona lebih tinggi dari saya “ Lucas menjawab dengan menundukkan kepala.


“ Baiklah aku tidak akan memanggilmu tuan lagi, tapi berjanjilah kau juga tidak akan memanggilku nona dan mari kita bicara santai, terlalu formal membuat lidahku hampir keseleo “ Ruby berceloteh panjang lebar.


Lucas yang terkejut dengan sifat asli Ruby hanya bisa tertegun. Ruby jauh dari bayangannya, seorang istri dari pemimpin mafia, dia mengira istrinya akan sama dinginnya dan kejam seperti Rai.


“ Baiklah kalau itu perintah anda “ Lucas tetap menjawab sopan.


“ Aish jangan begitu lagi, ok ? “ Ruby membentuk lingkaran dengan jari telunjuk dan jempolnya.


“ Baiklah, baik, lantas aku harus memanggilmu apa ? “ Lucas mulai bersikap santai.


“ panggil namaku saja, Ruby “

__ADS_1


“ kalau begitu panggil aku Lucas saja, atau teman-temanku biasa memanggil ku Lu “


“ Baiklah mari berteman dengan baik di tempat yang wow ini “ Ruby menjawab dengan helaan nafas dan memutar bola matanya. Seakan ingin memberitahukan Lucas bahwa inilah nerakanya dunia.


“ Apa ? “ Tanya Lucas bingung dengan maksud Ruby.


“ Tidak apa-apa, mari mulai latihannya “


“ Ah ya “ Lucas pun mulai mengajari Ruby dasar dari permainan piano, di selingi candaan dan tawa mereka.


Pak Handoko datang mengingatkan pada nyonya Ruby bahwa sebentar lagi waktunya makan siang, dan Rai pulang untuk makan siang.


Lucas pun mengakhiri kelasnya dan berpamitan pulang.


Ruby dan pak Handoko berjalan menuju dapur dan akan menyiapkan makan siang, Ruby heran kenapa hari ini tidak ada telur lagi.


Cih rupanya dia sudah bosan, benar juga makan itu setiap hari dan lihat tubuhmu pasti keluar banyak bisul, pikirnya.


“ Baiklah kita akan memasak apa hari ini ? “ tanya Ruby bersemangat.


“ Sup yang anda buat tadi pagi “ jawab pak Handoko sopan.


Secepat itu dia mengubah kesukaannya, pikir Ruby.


Mobil Rai berhenti di depan pintu utama, pak Handoko dan Ruby sudah bersiap untuk menyambutnya. Rai turun setelah sopir membukakan pintu untuknya. Dia tersenyum menyapa pak Handoko, hal itu membuatnya terkejut mengingat selama ini Tuannya selalu dingin dan meledak-ledak.


“ Aku ingin ganti baju dulu “ ucapnya langsung bergegas masuk dan menuju kamarnya, Ruby mengikutinya di belakang.


“ Tuan ingin baju yang seperti apa ? “ tanya Ruby bingung karena melihat lemari Rai yang bahkan lebih besar dari rumah sewanya dulu.


Tiba-tiba sepasang tangan memeluknya dari belakang, jantung Ruby berdetak tak karuan, wajahnya memanas.


Astaga, apa dia juga belajar ini dari ayah dan ibu nya? Bagaimana ini ? Kalau aku menghindar tiba-tiba apa dia akan marah ? Pikir Ruby.


“ Ah Tuan bagaimana kalau baju ini ? “ Ruby mengambil baju secara asal agar bisa segera melepaskan pelukan tiba-tiba itu.


“ Terserah “ Jawab Rai asal, dia tidak memperdulikan apa yang di pilihkan Ruby untuknya, dan malah membenamkan wajahnya di pundak Ruby.


Ruby kemudian berbalik dan melepaskan tangan Rai yang memeluknya, dia membantu Rai melepaskan dan mengganti pakaiannya, tapi saat akan selesai melakukannya Rai memeluknya lagi, kali ini lebih erat, membuat wajah Ruby menempel di dadanya.

__ADS_1


“ Terima kasih untuk bekal yang tadi “ ucapnya pelan.


Ruby bisa mendengar detak jantungnya, tenang dan teratur. Berbeda dengan Ruby yang sudah gelisah karena detak jantungnya yang tidak terkontrol lagi.


“ Aku merasa seperti ibu ku ada disini “ lanjutnya.


Seketika wajah Ruby berubah, hatinya mencelos kecewa.


Hei hati kau bodoh sekali, kau pikir dia akan setulus itu kalau bukan karena aku “ibu” nya, yaah baginya aku hanya babysitter, jangan pernah lupa itu. Kata hati Ruby.


[ Flashback On ]


“ Pak Handoko bisa minta tolong siapkan bekal untuk Tuan Rai, bawakan telur gulung dan sup itu “ pinta Ruby kepada pak Handoko yang berada di dapur.


Wajahnya terkejut karena hal itu bukan sifat Tuannya. Tapi Ruby meyakinkan kalau dia akan memberikan atas namanya dan bertanggung jawab penuh apabila Rai marah.


Ruby kemudian mengambil kertas dan pena yang biasa di gunakan pak Handoko untuk mencatat menu.


Aku melihatmu lagi-lagi tidak menyentuh makanan mu, makanlah bekal ini sebagai sarapan agar kau tidak sakit perut.


Semoga harimu indah dan semua pekerjaanmu lancar,


Ruby


“ Tolong berikan langsung pada Supir “ Lanjutnya kemudian setelah selesai memasukkan bekal kedalam tas dan menyelipkan memo itu didalamnya, dia kembali ke meja makan.


Sesampainya di kantor sopir menyerahkan tas bergambar kelinci berwarna biru itu kepada Rai.


Melihat Rai hanya menatap heran dengan ekspresi tidak suka, sopir itu kemudian meminta izin keluar sebelum kemarahan Rai meledak.


“ Siapa yang berani berbuat hal memalukan seperti ini “ dia mendorong jauh tas bekal itu dengan raut wajah kesal dan jijik.


Setelah di amati dan di ingat-ingat, itu adalah tas bekalnya sewaktu masih sekolah dulu, ibunya yang membelikan tas bekal itu untuknya.


Rai kemudian mengambilnya dan membukanya. Dilihatnya kotak bekal itu berisi telur gulung dan sup yang dimasak Ruby tadi pagi. Dia juga melihat memo yang ditulis Ruby.


“ Cih memalukan, dia pikir aku anak kecil yang akan berangkat sekolah “ Jawab Rai dengan suara ketus, tapi dalam hatinya dia merasa senang dengan perhatian yang diberikan Ruby.


[ Flashback Off ]

__ADS_1


__ADS_2