Cinta Big Bos

Cinta Big Bos
Pengakuan Regis


__ADS_3

" Kau sakit apa ? " Tanya Ruby khawatir melihat Ken yang sudah menyandarkan kepalanya di sandaran sofa dan memejamkan matanya.


" Entahlah, mungkin aku mengalami serangan trauma karena aksi penyelamatan ku tadi " Ken menjawab lirih.


" Sudah jangan berbohong, katakan ada apa ? " Rai bertanya tanpa basa basi.


" Kau tau kita sedang dalam bahaya, dia mengincar kita " Ken berbicara dan sudah menegakkan tubuhnya.


" Dia siapa ? " Ruby juga ikut panik mendengar jawaban Ken. Dia masih belum bisa melupakan suasana tegang yang dia alami akhir-akhir ini.


" Siluman Raja Kerbau " Ken menjawab dramatis.


" Apa ?!? " Rai terlonjak berdiri.


" Kenapa dia mengincar kita ? Memangnya kita melakukan apa ? " Rai mencecar Ken dengan panik.


" Kau tau tempo hari dia bicara akan memberikan kita hukuman, ternyata itu bukan omong kosong belaka, dia tidak bercanda " Ken masih menjawab panik.


" Tapi bagaimana bisa dia memberikan kita hukuman ? " Rai bertanya heran sekaligus tidak percaya akan mendapat hukuman.


" Entahlah, kau tau sendiri kalau dia sudah berbicara maka tidak bisa di tarik " Ken menjawab putus asa.


" Hei kalian ini membicarakan siapa ? Siluman Raja Kerbau apa ? " Ruby bertanya bingung karena melihat kakak beradik yang sedang sibuk sendiri itu.


" Sudah lah kau tidak perlu tau, doakan saja aku selamat kali ini " Rai mengibaskan tangannya dan kembali duduk, lemas.


" Pikirkan cara bagaimana membuatnya membatalkan hukuman " Rai juga menyandarkan kepala nya di sandaran sofa.


" Aku sangat takut jadi tidak bisa berfikir jernih " Ken menjawab lemas dan kembali menyandarkan kepalanya.


" Baiklah hadapi ini dengan jantan, kita laki-laki " Rai membulatkan tekadnya.


" Sepertinya tidak ada pilihan lain " Balas Ken putus asa.


" Kalian ini membicarakan apa ? Mungkin aku bisa membantu " Ruby menawarkan bantuan, demi melihat dia sedang di apit oleh kedua manusia yang putus asa.


" Ah benar, kakak ipar kau pasti bisa membantu kami, saat ini hanya kau lah anak kesayangannya. Kakak kita akan selamat " Ken tiba-tiba mendapatkan sebuah ide.


" Benarkah ? Apa idenya ? " Rai terbangun dengan semangat.


" Kemarilah mendekat " Ken kemudian menceritakan tentang ide nya.


🍁🍁🍁🍁🍁


Hari telah beranjak sore dan matahari hampir terbenam.


Pak Handoko mengetuk pintu kamar Rai dan memberitahukan bahwa tuan Besar sedang menunggu mereka di ruang keluarga, dan tuan Ken juga sudah ada disana.

__ADS_1


Rai mengangguk dan akan bersiap-siap dulu. Dia kemudian menghampiri Ruby yang baru saja keluar dari ruang ganti.


" Ruby kau sudah siap dengan rencana kita ? " Rai bertanya pada Ruby.


" Aku tidak akan melakukannya, kalian gila. Bagaimana kalian bisa memanggil ayah kalian dengan sebutan Siluman Raja Kerbau, kalian anak durhaka " Ruby menjawab sinis.


" Kau akan tau alasan kami menjulukinya seperti itu, dia bukan orang biasa, percayalah padaku " Rai memohon.


" Aku tidak akan melakukannya " Ruby pergi keluar kamar dan meninggalkan Rai sendirian.


" Hei sayang... Ani... Marimar.... Aiishhh" Rai mencoba membujuk Ruby, tapi tidak berhasil.


Dia kemudian mengambil ponselnya dan mengirim pesan kepada Ken.


Misi gagal, selamatkan dirimu sendiri, aku juga akan menyelamatkan diri sendiri.


Pesan terkirim.


Rai menghela nafas putus asa. Dari dulu ayahnya memang sangat menyeramkan, bahkan setelah dewasa dan akan menjadi seorang ayah juga, Rai masih sangat takut pada ayahnya.


Sepertinya memang benar ucapan ayah, aku akan selamanya menjadi anak-anak di matanya.


Rai kembali menuju kasur dan berpura-pura tidur.


Ruby sedang berjalan menuruni tangga. Dia mencari berkeliling dan menanyakan kepada pelayan dimana Tuan besar sedang berada, pelayan itu mengatakan beliau sedang ada di ruang keluarga. Ruby mengucapkan terima kasih dan kemudian beranjak pergi menuju ruang keluarga.


Tapi setelah tadi siang Ken menceritakan tentang ayah mertuanya Ruby menjadi sedikit takut. Mungkin dia sudah bisa mengatasi sikap Rai yang dingin dan kejam karena telah melihat sosok lain dalam dirinya, sosok yang kekanak-kanakan dan terkadang konyol. Tapi untuk Regis, dia tidak tau bagaimana kepribadiannya. Dan Ken bilang bahwa dia sejuta kali lebih kejam dari Rai.


Bayangan Rai yang dulu sangat jahat dan dingin pun kembali terlintas di pikiran Ruby, saat awal-awal mereka kenal dan belum saling jatuh cinta.


Ternyata jatuh cinta mengubah banyak hal.


Ruby menghela nafas dan berjalan menuju sofa besar yang ada di ruangan itu.


Dia melihat Ken yang duduk dengan sangat elegan dan sopan, berbeda dengan biasanya yang selalu saja santai.


" Duduklah putri ku " Sapa Regis hangat begitu melihat Ruby mendekat.


" Terima kasih Tuan " Jawab Ruby terbata-bata karena gugup.


" Kenapa masih memanggilku tuan, aku ayahmu " Regis menjawab dan tersenyum lebar.


" Maafkan saya ayah " Ruby meralat sopan. Dia kemudian duduk perlahan di hadapan Regis dan di sebelah Ken.


Mungkin mereka salah tangkap, bagaimana seseorang yang tersenyum sangat hangat khas orang tua ini di bilang Siluman Raja Kerbau. Dasar mereka anak-anak durhaka.


Ruby mengamati lekat Regis yang sedang menyeruput kopi di hadapannya.

__ADS_1


" Bagaimana keadaan mu ? " Tanya Regis santai sambil meletakkan kembali gelasnya.


" Baik tuan ah maksud saya ayah " Ruby menjawab terbata-bata.


" Aku sangat menyesalkan tindakan ceroboh Rai, dia sangat tidak kompeten menjaga mu. Maafkan aku " Regis memulai basa basi nya.


" Ini bukan salahnya, saya yang terlalu keras kepala tidak ingin menerima seorang pengawal " Ruby mencoba menjelaskan kesalahpahaman agar Rai dan Ken terhindar dari hukuman seperti yang di ceritakan Ken.


" Tidak ini bukan salahmu, aku yang tidak bisa mendidik anak-anak ku, maafkan aku " Suara Regis tiba-tiba berubah sedih.


" Anak-anak ku harus tumbuh dewasa tanpa ibu, dan aku hanya seorang laki-laki pengecut yang melarikan diri dari tanggung jawab sebagai orang tua " Suara Regis berubah serak, matanya berkaca-kaca.


" Tidak ayah, ini bukan kesalahan anda " Ruby merasa tidak enak.


" Seperti yang kau lihat, aku selalu tinggal di luar negeri hanya karena ingin melarikan diri dari kenangan tentang Lorie di rumah ini. Aku sangat mencintainya, kepergiannya benar-benar membuatku hancur, dan aku lebih memilih kabur untuk menjaga pikiranku tetap waras alih-alih menjaga anak-anak ku " Regis tertunduk mengakui kesalahannya.


" Ayah.. " Suara Ken juga berubah sedih, dia tidak menyangka perasaan ayahnya selama ini seperti itu.


" Maafkan aku karena telah menjadi ayah yang buruk, yang tidak ada di sampingmu saat kau sedang sedih atau bahagia, aku terlalu sibuk mengobati hati ku sendiri sampai sampai tidak sadar telah menelantarkan kalian " Air mata Regis jatuh perlahan.


Ken yang mendengar curahan hati ayahnya berdiri dan berpindah tempat duduk di samping ayahnya. Dia juga ikut menangis.


" Kau dan Rai pasti mengalami hari-hari yang berat, maafkan aku " Regis sekali lagi meminta maaf.


" Tidak ayah, aku yang harusnya berterima kasih. Kau mengangkat ku sebagai anak, seorang yatim piatu yang tidak jelas asal usulnya, kau memperlakukan ku sama seperti anak kandungmu sendiri, aku tidak akan bisa membalasmu ayah, sampai kapan pun " Ken juga mencurahkan perasaannya.


Keadaan haru tidak dapat di hindari, Ruby yang melihat kejadian itu juga ikut menangis. Dia juga sangat merindukan ayahnya yang sedang berjuang dari koma nya.


" Ayah maafkan aku, aku selama ini selalu menjadi anak yang nakal di mata mu, tidak bisa membuatmu bangga " Ken melanjutkan.


" Kau bicara apa, kau tidak pernah mengecewakan ku, kau selalu membuatku bangga, kau dan Rai, kalian lah harta ku yang paling berharga di dunia ini " Regis memeluk Ken.


" Dan sekarang bertambah juga kau putri ku " Regis menunjuk Ruby dengan wajahnya dan melepaskan pelukannya.


Yang disambut Ruby dengan anggukan dan senyuman di dalam tangisan bahagia.


" Kita harus hidup bahagia untuk kedepannya " Regis melanjutkan.


" Iya " Jawab Ken dan Ruby berbarengan.


" Dimana Rai, kenapa dia lama sekali ? " Regis bertanya kemudian.


" Aku rasa dia sedang bersiap-siap, aku akan memanggilnya " Ruby berdiri dan permisi untuk memanggil Rai.


Ayah aku sangat menyayangi mu. Di suasana yang haru ini bagaimana mungkin kau akan menghukum kami. Maafkan aku telah menjuluki mu Siluman Raja Kerbau. Aku bersalah, aku berdosa. Maafkan aku ayah.


Ken menatap Regis dengan perasaan bersalah.

__ADS_1


__ADS_2