
Ruby tersenyum licik membayangkan sebentar lagi foto Ken akan viral, mengingat dia cukup terkenal juga di kalangan wanita pasti itu pukulan telak untuknya.
Aish aku masih sangat kesal sekali, bagaimana bisa dia menghitung langsung 3 dan kabur begitu saja meninggalkanku.
Ruby mengingat kembali memorinya.
" Kakak ipar " Sapa suara lembut di depannya, membuat Ruby terlonjak dan segera memasang ekspresi kesal di wajahnya.
" Kau bertanggung jawab juga rupanya untuk menengok ku " Sindir Ruby.
" Ei jangan marah, aku hanya gugup kemarin. Kau tau aku laki-laki sejati, tapi aku tidak mungkin melawan kakak ku sendiri " Ken memberikan alasan.
" Ya ya kau cukup sejati untuk meninggalkan ku disana bersama kakakmu yang sedang menggila, apa dulu di sekolah mu di ajari cara berhitung di mulai dari angka 3 " Ruby terus menyindir Ken, mengingatkannya pada insiden kaburnya semalam.
" Hehehe...Maafkan aku ya " Ucapnya seraya mengangkat kedua tangannya, melengkungkannya di atas kepala membuat tanda hati besar.
" Aku mencintai mu " Godanya sambil mengedip-ngedipkan matanya.
Ruby menahan bibirnya yang sudah akan tersenyum melihat tingkah sok imut Ken, dan melihat caranya meminta maaf.
" Entahlah, aku belum memutuskan " Ruby berpura-pura ketus. Tapi tak urung tawanya lepas juga melihat Ken yang terus menggodanya dengan mengedip-ngedipkan matanya, meniru ekspresi Ruby saat merayu Rai.
" Baiklah baiklah " Ruby menyerah pada akhirnya. Dia sangat bahagia memiliki Ken dan juga Rai, belum pernah dia mendapatkan begitu banyak perhatian dari seseorang sejak ibunya meninggal. Selama ini justru dia lah yang memberi perhatian kepada ayahnya yang sedang sakit. Mungkin itulah yang mendasari sifat keibuannya.
" Aku akan mengambil sarapan " Ruby berdiri, dia akan pergi menuju sisi lain dari restoran itu untuk mengambil makanan yang sudah berderet rapi tersusun di atas meja besar prasmanan.
Ruby mengedarkan pandangannya menyapu seluruh isi restoran. Entah hanya perasaannya atau memang nyata, sekarang semua mata seperti tertuju padanya, sedang mengawasinya, menilainya dari atas sampai bawah dan kemudian berbisik-bisik sambil menunjuknya dengan wajah mereka.
" Apa ada yang aneh dengan ku ? " Ruby berusaha menilai sendiri penampilannya, bajunya memang tidak ganti dari semalam karena dia tidak membawa baju ganti.
Dia bergerak menuju ujung meja untuk mengambil piring, berjalan menyusuri deretan makanan, menilainya sebelum memutuskan ingin makan apa.
" Yah gadis kampungan seperti itu memang mana mungkin bisa masuk hotel bintang 4 seperti ini tanpa menggaet laki-laki kaya " Suara sinis seorang wanita yang ada di sampingnya.
Ruby yang terkejut menoleh padanya, penampilannya bak artis papan atas, memakai dress dan dandanan full make up yang membuat wajahnya terlihat sangat cantik.
__ADS_1
" Kau memang benar, hotel ini serasa turun kelas karena membiarkan wanita seperti itu masuk kedalamnya " Seru wanita lain yang juga tak kalah mewah dandanannya.
Ruby mengabaikan mereka, tanpa dia tau gosip tentang Rai yang menginap di hotel ini sudah tersebar, dan fotonya yang merangkul Ruby menjadi headline viral di berita-berita online.
Dia terlalu lapar setelah menyelesaikan pertandingan gulatnya di pagi hari. Dan makanan di depannya terlalu menggodanya saat ini. Dia bergegas mengambil cap cay makanan khas china, mengambilnya dalam porsi banyak karena dia sangat menyukai sayuran. Apalagi saat ini dirinya sedang hamil dan dokter menyarankan dia lebih banyak lagi makan sayuran.
Dia meletakkan kembali sendok besar yang di gunakan untuk mengambil sayuran kedalam wadah alumunium prasmanan. Lalu berjalan menyamping untuk mengambil makanan di deretan sebelahnya. Tiba-tiba wanita yang ada disebelahnya menabraknya dengan keras, membuatnya menumpahkan makanan yang ada di piringnya, mengotori dress berwarna pink milik wanita tersebut.
" Hei !!! " Dia menjerit melengking, menunduk menatap kotoran di dressnya yang berbentuk seperti sebuah pulau.
" Ah maafkan aku " Ruby panik, dia mengambil tissu yang ada di meja itu untuk membantunya membersihkan kotorannya. Semua mata sekarang menatap mereka karena teriakan wanita tersebut.
" Kau tidak punya mata ya ? " Maki wanita itu keras kepada Ruby.
" Maafkan aku, aku tidak sengaja " Ruby masih berusaha membersihkan noda kotor itu. Wanita itu menepis tangan Ruby.
" Dasar wanita rendahan, berani-berani nya kau mengotori dress ku yang mahal ini " Makinya semakin marah kepada Ruby. Sekarang dua wanita lain yang bersamanya sudah berbaris maju seolah ingin ikut andil dalam insiden ini.
" Hei melihat dandanan mu yang kampungan seperti ini, aku yakin kau kesini dengan laki-laki kaya, kalau tidak mana mungkin kau mampu menginap di hotel mewah ini " Saut wanita lain tak kalah bengisnya.
Semua mata sedang menyaksikan pertengkaran ke empat wanita itu, Ken yang sibuk bermain mobile legend di ponselnya tidak menyadari bahwa yang bertengkar adalah Ruby.
" Jangan memasang wajah polos dan sok suci itu, kau pikir sudah merasa menang bisa menginap dengan Tuan Rai " Wanita lainnya menyahut kesal.
" Ah jadi permasalahannya karena aku menginap dengan Rai " Ruby mengangguk paham sekarang kenapa para wanita itu sangat meledak-ledak.
" Aisshh ini lah yang paling ku benci kalau pernikahan kami terbongkar, Ignes-Ignes yang lain " Ruby bergumam sendiri.
" Berani-beraninya wanita rendahan seperti mu menyebut namanya dengan tidak hormat " Pekik wanita berdress kotor.
" Nona-nona muda, aku tidak harus menjelaskan apapun tentang keadaan ku sekarang, aku minta maaf sudah mengotori dress mu, itu sebuah kecelakaan, dan aku sangat benci menjadi pusat perhatian, jadi bisakah kita berdamai saja ? " Ruby mencoba mengalah.
" Kau sombong sekali, apa menjadi p*lacur semalam dari Tuan Rai sudah membuatmu merasa di atas awan ? Hah ? " Hardik wanita ke dua.
" P*lacur ?!? " Ruby menahan geram mendengar dirinya di sebut pelacur.
__ADS_1
" Tarik kembali ucapanmu itu nona, wajah cantikmu itu akan ternodai dengan kata-kata mu yang buruk " Ruby mengepalkan tangannya, tidak ingin membuat keributan semakin besar.
Plaakkk !!! Sebuah tamparan mendarat di pipi Ruby yang lengah karena berusaha mengendalikan amarahnya.
Membuat semua orang memekik terkejut melihatnya.
Rasa panas menjalari pipi Ruby, kesabarannya sudah habis. Dia melirik tajam kearah tiga wanita yang mengeroyoknya yang sedang terkekeh merasa menang.
" Aku sudah memperingatkan, ini demi kebaikan kalian, kalau Rai sampai tau hal ini aku tidak bisa menjamin keselamatan kalian, aku sudah cukup lelah merayunya, dan aku tidak ingin menambah lagi dosis rayuanku padanya " Ruby mengoceh memperingatkan.
Namun bukannya mereda kemarahan ketiga wanita itu malah semakin memuncak mendengar kata-kata Ruby.
Wanita pertama kembali mengangkat tangannya untuk menampar Ruby yang kedua kalinya. Tapi Ruby dengan sigap menangkap tangannya, memelintir ke belakang tubuh wanita itu dan mencengkeramnya erat membuat wanita itu berteriak kesakitan. Tidak cukup sampai di situ Ruby menendang bagian belakang lututnya dengan keras sehingga membuat wanita itu jatuh berlutut membelakangi Ruby. Kali ini Ruby menjambak rambutnya dan membuat wajahnya mendongak menghadap teman-temannya yang bengong terkejut melihat sigapnya gerakan bela diri Ruby.
" Minta maaf sekarang !!! " Bentak Ruby.
" Aaarggghh " Teriakan wanita itu membahana seiring Ruby yang semakin keras menarik rambutnya.
Kedua wanita yang tersisa rupanya tidak tinggal diam, mereka berusaha mengeroyok Ruby. Maju bersamaan. Tapi Ruby dengan cepat sudah mengarahkan tendangan tingginya yang mengenai lengan atas wanita kedua, membuatnya jatuh tersungkur menabrak meja prasmanan yang berisi makanan, membuatnya tumpah dan memecahkan beberapa piring yang ada di atasnya. Dia masih memegangi wanita yang berlutut di depannya. Wanita ke tiga yang melihat ternyata Ruby bisa bela diri urung menyerangnya, dia hanya terkejut dengan mulut mengangga menatap kedua temannya di ringkus dan di tendang oleh Ruby. Suasana di restoran itu sudah semakin kacau, pegawai memanggil security. Ken yang bingung dengan keramaian itu menghentikan game yang dia mainkan. Menoleh ke asal keributan. Dia terkejut melihat Ruby yang sedang menawan seorang wanita dan meja makanan berantakan. Dia bangkit dan berlari menghampiri Ruby ingin melerai.
" Minta maaf sekarang !!! " Bentak Ruby lagi.
Wanita itu hanya menangis tersedu sedu merasakan sakit di kepala dan tangannya.
" Hei lepaskan dia, kalau tidak... " Ken berusaha membujuk Ruby.
" Tidak mau, dia seenaknya menghina ku sebagai p*lacur dan menampar ku " Ruby memotong kata-kata Ken, bersikeras tidak mau melepaskan wanita itu.
" Apa ? " Ken terkejut dengan kata-kata yang di ucapkan Ruby. Wajahnya pucat, kalau sampai kakaknya melihat ini semua maka yang akan di salahkan adalah dia karena tidak becus menjaga Ruby.
" Lepaskan dia dulu, kita bicarakan ini baik-baik " Ken membujuk Ruby.
Security hotel sudah berlarian menghampiri mereka.
" HEI LEPASKAN TANGANMU " teriak Rai keras memecah keributan.
__ADS_1
Semua orang menoleh padanya. Wajahnya sudah tak tergambarkan lagi, kemarahannya memuncak. Ruby dan Ken terkejut melihat kedatangan Rai. Wajah mereka semua pucat pasi, menyesal karena telah membuat keributan.