Cinta Big Bos

Cinta Big Bos
Rencana Ignes


__ADS_3

Suara nyanyian di ponsel Ruby membuatnya terbangun dari tidurnya. Dia menoleh ke samping, di lihatnya Rai yang masih tertidur pulas. Dia kemudian bangun dan mencari suara ponselnya, rupanya ada di sofa. Tina.


Pagi-pagi kenapa dia sudah menelfon?


Ruby mengernyitkan dahi nya.


" Apa ? " Tanya Ruby begitu dia mengangkat telfonnya, suaranya yang serak membuatnya haus. Dia pergi kesamping tempat tidur dan mengambil sebotol air mineral. Membukanya dengan satu tangan dan meminumnya.


" Heeiiii !!! Kau tau berita pagi ini ? Pernikahan kalian terbongkar, aku melihat siarannya di tv saat ini " Pekik Tina berisik.


" Hmmm.. aku sudah tau, aku dan Rai memutuskan untuk mengumumkannya, kau tau tidak mungkin aku menyembunyikan kehamilan ku " Ruby menjawab santai.


" Eh dan apa kau tau adik tuan Rai ternyata masuk berita, tapi... " Tina bertanya ragu-ragu, tentu saja meskipun dia teman dari Ruby, dia tidak akan segila itu untuk melampaui batas dan kebenaran bahwa suami temannya bukan orang sembarangan.


" Ya aku tau, abaikan saja beritanya, dia bukan orang gila, dia waras, seribu persen waras " Ruby meyakinkan, dia kembali meminum airnya.


" Haaah syukurlah kalau begitu, aku kira dia gila, ah tapi apa kau tau kalau sebagian besar netizen sudah membuat akun haters untukmu ? " Tanya Tina dengan ringan.


Ruby yang sedang minum menjadi terbatuk mendengar kabar Tina. Dia tidak menyangka reaksi publik akan secepat itu. Dan lagi sampai membuat akun haters, apa itu tidak terlalu berlebihan.


" Benarkah ? Haaah rupanya kehidupan yang baru sudah di mulai bahkan sebelum aku bersiap-siap " Ruby menjawab malas dan putus asa.


" Tina bisa kau sembunyikan hal ini dari Rai, aku tidak ingin ini jadi masalah " Ruby meminta tolong padanya.


" Baiklah asal kau jodohkan aku dengan adik iparmu, tidak masalah meski dia tidak waras sekalipun, aku akan tetap menerimanya dengan penuh rasa syukur " Tina membuat penawaran.


" Kau harus berusaha sendiri, aku hanya akan mengenalkan Ken padamu, selanjutnya tergantung usaha mu sendiri, ok ? " Ruby menyetujuinya.


" Baiklah, aku yakin dengan pesona ku, aku bisa membuatnya menyukai ku. Ah ya, apa kau akan bekerja hari ini ? Daniel mencarimu terus " Tina memberikan informasi.


" Nanti aku usahakan, kalau Rai mengizinkan " Ucap Ruby dan kemudian memilih mengakhiri percakapan paginya dengan Tina.


" Siapa yang menelfon mu sepagi ini ? " Tanya Rai dengan mata setengah terpejam.


" Hanya Tina, dia bertanya apa aku akan bekerja atau tidak " Ruby menjawab santai, sekaligus ingin meminta izinnya.


" Tidak boleh, bagaimana mungkin aku membiarkan mu bekerja sebagai cleaning service saat aku adalah suami mu " Jawab Rai ketus kemudian berbalik memunggungi Ruby.


" Cih " Ruby memalingkan wajahnya kesal, ini lah yang dia takutkan, Rai akan mengurungnya lagi di rumah. Benar-benar buah simalakama, pergi bekerja dan mendapat tatapan aneh bahkan kebencian dari para penggemar Rai, atau mati bosan di mansion sebesar itu sendirian.


" Kalau kau ingin pergi kesana dan menemui teman mu, kita bisa berangkat bersama, tapi ingat jaga jarakmu dengan bule itu, sebentar lagi dia akan di deportasi, aku sudah mengurus semuanya " Ucap Rai tegas di balik selimut.

__ADS_1


Seketika wajah Ruby berubah bahagia, ternyata Rai masih memperbolehkannya keluar untuk bertemu teman-temannya.


" Ah sayangku ternyata kau baik sekali " Puji Ruby menghambur Rai dan memeluknya dari arab belakang.


" Kalau begitu mana imbalan untuk ku ? " Balas Rai membalikkan badan.


" Dasar lintah darat " Ruby mencibir.


Melihat Ruby mengerucutkan bibirnya kesal Rai pun menciumnya, tidak membiarkannya lepas meskipun Ruby meronta-ronta.


Sebagaian orang melalui paginya dengan bahagia dan penuh cinta, tapi tidak bagi sebagian yang lain.


" Harusnya aku tidak bekerja sama dengan idiot seperti mu !!! " Bentak Ignes di ponselnya kepada seseorang yang menelfonnya.


" Kau tau aku sudah bersabar selama ini, aku bahkan berusaha bersikap manis di depannya hanya karena perintah mu, kau bilang akan segera melenyapkannya ? Tapi apa yang ku lihat sekarang, mereka mengumumkan pernikahan mereka, kalau seperti ini akan semakin sulit melenyapkannya karena akan ada banyak saksi mata " Ignes memberondong si penelfon dengan kemarahannya.


" Baiklah kali ini aku percaya padamu, tapi cepat lenyapkan dia, bibirku gatal harus bermulut manis padanya " Suara Ignes merendah, dia langsung menutup sambungan telfonnya.


" Cih, harusnya aku melakukan ini dengan tangan ku sendiri, harusnya aku menyewa profesional dan melenyapkannya dengan tangan ku sendiri. Awas kau Ruby, akan ku buat hidupmu menderita " Ignes mencengkeram ponsel yang ada di tangannya.


🍁🍁🍁🍁🍁


Mobil Rai berhenti tepat di depan loby club. Ruby mendekatkan wajahnya ke jendela mobil, melihat berkeliling, suasana sepi dan normal seperti biasanya. Dia menghembuskan nafas lega. Rai yang melihat itu juga ikut mendekatkan wajahnya di samping Ruby.


" Kaget aku " Ruby terlonjak karena melihat Rai yang sudah sangat dekat dengannya.


" Aiishh kau ini, aku hanya memeriksa keadaan sekitar, kalau aman aku akan turun " Ruby memberi tahu.


" Tentu saja tempat ini aman, aku memasang penjaga di setiap sudutnya, di lengkapi juga dengan cctv, mana mungkin tempat ini tidak aman " Rai menjawab sombong.


" Bukan itu maksud ku, kau tau para wanita penggila mu, aku takut tiba-tiba mereka menyerangku " Ruby menjawab ketus.


" Mana mungkin mereka berani menyerangmu, aku tidak akan diam saja, akan ku buat mereka bernasib sama seperti Cecil " Jawab Rai dingin dan tajam.


" Baiklah, baiklah aku percaya. Aku turun duluan lalu kau menyusul 5 menit kemudian. Ok ? " Ucap Ruby melingkarkan jari telunjuk dan jempolnya.


" Tidak mau, untuk apa aku mengumumkan pernikahan kita kalau aku masih harus sembunyi-sembunyi saat bersama denganmu " Balas Rai ketus. Dia kemudian membuka pintu mobil dan berjalan memutari mobilnya untuk membukakan pintu Ruby.


" Ayo sayangku " Rai tersenyum menggoda dan bersandar dengan gaya sok keren di samping pintu.


Ruby tersenyum kaku melihat Rai bersikap seperti itu. Dia melirik sekitarnya, beruntung tidak ada orang. Dia melangkahkan kaki nya keluar dengan perlahan-lahan.

__ADS_1


Baru saja berdiri dan menutup pintu mobilnya teman-teman Ruby dari divisi cleaning service sudah berlarian menyambutnya.


" Selamat pagi nyonya " Sapa pak Hong tegas ala militer. Mereka semua sudah berbaris berjejer menyambut Ruby, membawakan spanduk bertuliskan " Selamat datang Nyonya Ruby " dan sebuket rangkaian bunga.


Ruby merona malu mendapat sambutan seperti itu, tapi tidak dengan Rai, dia sangat menikmati setiap momennya. Dia malah merangkulkan lengannya ke pundak Ruby, membuat semua orang yang ada ber-oooohh ria.


" Ah kalian sungguh pasangan yang serasi, pasangan yang romantis " Tina mengungkapkan kekagumannya, yang di sepakati dengan anggukan dari teman-teman yang lain.


" Hello my sun shine " Sapa Daniel dari balik kerumunan orang-orang.


Mereka semua terkejut mendengar Daniel masih memperlakukan Ruby seperti biasanya meskipun sudah tau status barunya. Wajah Ruby memucat seiring dengan longgarnya rangkulan Rai di pundaknya.


" Tarik kata-kata mu bule tengik, aku tidak akan menjamin kau bisa pulang ke negara mu dengan selamat " Ucap Rai geram kepada Daniel.


" Kenapa ? Apa kau tidak yakin dengan hubungan kalian ? Atau kau tidak yakin dengan perasaan Ruby kepada mu ? " Seringai Daniel mengejek.


" Aku tidak akan melepaskan mu kali " Rai menghambur menuju Daniel dan melayangkan tinju nya.


" Haaaaaahh " Semua orang berteriak melihat pertengkaran itu.


Bagus, dengan begitu akan semakin mudah memisahkan kalian dan melenyapkanmu Ruby.


Ignes tersenyum penuh kemenangan melihat pertunjukan baku hantam itu dari jauh.


πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’


Selamat membaca untuk teman-teman semua...


Maafkan kalau novel ini tidak sesuai ekspektasi kalian, atau sedikit membuat kalian tersiksa karena membacanya.


Ini adalah novel pertama yang saya tulis, saya masih baru dalam hal penulisan, jadi saya sangat maklum kalau teman-teman semua menemukan banyak sekali keanehan atau ketidak masuk akalan di novel ini.


Terima kasih juga atas dukungan kalian, semua komentar dan jempolnya, itu semua membuat saya bahagia.


Mungkin ada beberapa hal dalam cerita ini yang tidak sesuai harapan kalian, entah terlalu membosankan atau terlalu bertele-tele, tapi mohon di maafkan yaa, karena ini murni isi pemikiran saya yang ingin saya bagi bersama kalian semua.


Jadi sekali lagi saya mohon maaf yang sebesar-besarnya atas ketidak nyamanan kalian dalam membacanya, mungkin banyak typo atau kata-kata yang tidak nyambung, atau alur yang terlalu cepat atau sebaliknya.


Sekali lagi saya mohon maaf, kedepannya saya akan berusaha memperbaikinya.


Terima kasih...

__ADS_1


ps : Saiyah orangnya waferan... apalagi kalau wafernya wafer rhoma, pasti enak di makan sore hari sambil ngeteh ☺️☺️


__ADS_2