
Ruby bangun karena suara alarm, dia melirik ke sampingnya, Rai sedang tidur nyenyak dengan menggenggam tangannya. Ruby berusaha melepaskan tangannya, tapi itu malah membuat Rai terbangun.
“ Kau mau kemana ? “ Rai menarik tangan Ruby, dia jatuh ke atas dada Rai.
“ Tentu saja aku akan bersiap-siap dan memasak “ Ruby menjawab malas.
“ Biarkan koki saja yang memasak “ Rai melingkarkan tangannya di leher Ruby.
“ Temani aku saja disini “ Rai mencium pipi Ruby.
“ Tidak mau “ Jawab Ruby sinis, dia merasa masih kesal dengan telfon Rai semalam.
“ Kau lupa point perjanjian mu ? “ Rai mengacuhkan sikap sinis Ruby.
" Kau benar-benar ular berbisa " Gumam Ruby lirih. Tapi Rai mendengarnya.
" Apa kau bilang ? " Rai bertanya ketus.
" Aku bilang kau ular berbisa, kenapa kau memanggil seseorang sayang di hadapanku ? Apa kau sudah gila ? " Ruby kesal.
" Memangnya kenapa ? " Rai menggoda Ruby, dia senang sepertinya Ruby cemburu.
" Hei bagaimana pun aku ini istri mu, kenapa kau sama sekali tidak punya perasaan " Ruby memaki Rai.
" Yang tidak punya perasaan itu kau, apa kau menganggap aku suami mu ? " Rai bertanya ketus.
" Tentu saja, selama ini aku menganggapmu suami ku, suami yang kejam " Balas Ruby tak kalah ketus.
" Apa ? " Rai sudah kehabisan kesabaran.
" Tinggal lagi dirumah, kau tidak usah bekerja " Rai mengancam.
Apa ? Yang dia lakukan hanya mengancam. Tenang Ruby, tenang, bersabarlah. Ruby menghela nafas.
“ Sayangku, cintaku, manisku, buah hatiku, seluruh hidupku, aku ingin mandi dan bersiap-siap untuk bekerja “ Ruby merayunya dengan suara terpaksa.
“ Baiklah “ Rai melepaskan pelukannya dan mencium bibir Ruby.
“ Hei !! “ Ruby setengah berteriak. Tapi Rai sudah turun dan menuju kamar mandi.
Kenapa perasaanku aneh sekali, aku marah mendengarnya memanggil sayang kepada orang lain, tapi juga marah saat dia menciumku, dan saat dia tidak ada disampingku aku akan merindukannya. Apa ini efek dari terlalu mencintai pekerjaanku sebagai babysitter ? Aku pasti sudah gila. Ruby menggeleng-gelengkan kepalanya, menyangkal pendapatnya sendiri. Mengambil segelas air di nakas untuk menghilangkan hausnya.
“ Sayang kau tidak akan membantu bayi besarmu ini untuk keramas ? “ Suara teriakan Rai dari kamar mandi, dia membuat nadanya seperti saat menelfon kemarin.
Ruby tersedak dan batuk mendengar kata-kata yang di ucapkan Rai. Rai menggodanya karena dia tau Ruby merasa cemburu melihatnya memanggil seseorang sayang di telfon semalam.
Rai terus tersenyum melihat wajah cemberut Ruby yang sedang memakaikan dasinya. Rai melingkarkan tangannya di pinggang kecil Ruby.
“ Haah kau sudah punya SAYANG tapi masih memintaku untuk melakukan ini, tidak kah menurutmu itu kejam ? “ Ruby mencibir Rai sambil terus mengikat dasinya.
__ADS_1
“ Kenapa ? Kau cemburu ? Kalau kau cemburu aku juga bisa memberikanmu panggilan mesra, kau ingin aku memanggilmu apa ? “ Rai tersenyum bahagia.
“ Tidak terima kasih “ Ruby menjawab sinis.
“ Baiklah kalau kau tidak mau. Cuaca yang indah, lihatlah langitnya begitu cerah “ Rai menghela nafas memandang keluar jendela.
“ hari secerah ini aku jadi ingin kencan makan siang dengan sayangku itu “ Rai terus menggoda Ruby.
Mendengar kata kencan membuat Ruby marah dan kesal, dia menarik dasi Rai sangat kencang dan membuatnya tercekik.
“ Uhuk uhuk uhuk, Hei apa yang kau lakukan ? “ Suara Rai meninggi, dia melonggarkan ikatan dasinya, dan memijit lehernya yang sakit.
“ Ups maaf “ Senyum Ruby puas karena telah berhasil balas dendam. Dia meninggalkan Rai sendirian di ruang ganti, terdengar suara Rai berteriak memanggilnya kembali, tapi Ruby tidak peduli.
Ruby sudah duduk di meja makan, dia melihat Ken sudah lebih dulu memulai sarapan.
“ mana kakak ? “ Tanya Ken karena melihat Ruby turun sendirian.
“ ke laut “ jawab Ruby malas. Ken hanya memandangnya heran melihat Ruby yang cemberut.
Tak lama rai turun dengan wajah yang kesal juga. Pak Handoko menarik kursi untuknya dan menghidangkan makanan kemudian pergi menuju dapur.
“ semalam ayah menelefon ku, dia bertanya apa kau baik-baik saja ? “ Ken menjelaskan.
“ kapan dia menelefon ? “ Rai bertanya, dia tidak ingat ayahnya menelefon.
“ semalam ayah bilang menelefonmu dan dia mengatakan kau aneh karena memanggilnya sayang dan juga bilang merindukannya “ Ken menjawab santai.
Jadi semalam yang menelefon dan dia panggil sayang adalah tuan Regis, hahahaha... Rasakan kau sekarang, berani-beraninya menipuku.
Ruby tersenyum sinis ke arah Rai.
Sial aku lupa siapa yang menelefon karena terlalu fokus membuat Ruby cemburu.
Rai memaki dirinya sendiri.
“ ayah bilang dia sudah menemukan kualifikasi yang cocok untuk menggantikan Anne, dan dia akan bekerja mulai hari ini “ Ken menjelaskan.
“ baiklah, baiklah aku mengerti “ Rai mencoba mengalihkan pembicaraan. Dia merasa malu karena ketahuan menipu Ruby.
“ sayangku, cintaku, manisku, buah hatiku, seluruh duniaku, minumlah segelas susu ini agar otakmu menjadi sedikit pintar kalau ingin menipu seseorang “ Ruby menyodorkan segelas susu dengan senyum kemenangan.
“ Kau !! “ Rai menahan amarahnya.
“ Kalian berdua kenapa, tadi wajah kalian seperti sedang kesal dan sekarang kalian bahagia sekali, ada apa ? “ tanya Ken yang tidak mengerti dengan situasi.
“ ah ya terima kasih Ken berkatmu pagiku jadi indah, uuhh kau memang pelangi ku “ puji Ruby kepada Ken.
“ baiklah, aku sangat bersemangat hari ini, aku akan pergi kerja duluan ” Ruby beranjak pergi dengan tertawa keras.
__ADS_1
“ kenapa dia ? “ Tanya Ken heran.
“ tidak tau “ jawab Rai kesal dan juga pergi meninggalkan ruang makan.
🍁🍁🍁🍁🍁
Ruby berjalan santai menuju club setelah turun dari bus, di sampingnya sudah ada Danny.
Ah harusnya aku juga sadar itu, dengan sikap dan sifatnya yang seperti itu mana ada wanita yang mampu bertahan dengannya, semua wanita itu pasti kabur kalau tau sifatnya yang aneh. Hahaha... Kau harus belajar lebih lagi kalau ingin membohongi ku.
“ Kenapa kau terlihat senang sekali ? “ tanya Danny heran karena melihat Ruby yang tersenyum sendiri.
“ Ah tentu saja karena cuaca hari ini sangat cerah “ Ruby menjawab riang.
Mereka telah sampai di depan club dan berpisah karena menghindari gosip. Danny berjalan mendahului Ruby, melewati penjaga dan menjalani pemeriksaan rutin, setelah itu masuk.
Ruby menyerahkan kartu aksesnya kepada para penjaga, saat mendengar suara mobil berhenti tepat di belakangnya, dia menoleh untuk melihat. Rupanya mobil Rai. Dia menunggu Rai keluar dari mobil dan berniat akan menggodanya. Dia mengeluarkan ponselnya dan setelah Rai sampai di sebelahnya dia berpura-pura mengangkat telefon.
“ Hallo sayang ? “ Ruby mengeraskan suaranya agar Rai mendengarnya. Rai terkejut dan berhenti sejenak di sebelah Ruby.
“ ah ayah rupanya, maaf ayah ku kira sayangku yang menelefon “ Ruby melanjutkan pura-puranya.
Rai yang sadar telah di kerjai Ruby melangkah masuk dengan wajah merah menahan kesal dan malu. Ruby yang melihat itu tertawa terbahak-bahak.
“ Aku sangat merindukanmu sayang “ Ruby mengeraskan suaranya agar Rai mendengarnya meskipun telah berlalu.
“ Kau menelefon siapa ? “ Tanya Danny serius.
“ ayahku “ jawab Ruby asal. Sekarang dia menemukan cara untuk membalas Rai yang selalu menggodanya, baginya ini kartu as miliknya.
Indahnya balas dendam. Ruby tersenyum puas.
🍁🍁🍁🍁🍁🍁
Ruby melihat jam tangannya, waktunya makan siang. Dia berpamitan kepada teman-temannya yang akan pergi menuju kantin untuk makan siang, karena dia harus melaksanakan tugas membersihkan ruangan Big Bos pada saat makan siang.
Ruby keluar lift, dia menuju ruangan 999. Dia mengetuk pintu dan kemudian membukanya. Melihat Rai yang sudah cemberut duduk di sofa tunggal. Senyum Ruby mengembang.
“ Sayangku, kau sudah makan siang ? “ Tanya Ruby dengan nada menggoda mengingatkan Rai pada telefon palsunya.
“ diam “ Rai menjawab sinis.
“ Hahaha... Sayangku kenapa kau marah, apa kau tidak merindukan babysittermu ini ? “ goda Ruby semakin membuatnya kesal.
Berani - berani nya kau menggoda ku terus, akan aku balas semua ini, lihat saja. Rai menatap tajam Ruby.
Rai akan membalasnya tapi kemudian pintu ruangan di ketuk, Rai memberikan perintah untuk masuk kepada seseorang diluar sana.
“ sayangku “ Sapa suara riang itu begitu pintu di buka.
__ADS_1
" Hah ?!? "
Rai dan Ruby terkejut bersamaan.