Cinta Big Bos

Cinta Big Bos
Sedikit Tentang Ignes


__ADS_3

Seorang wanita duduk di sofa sudut club, dengan kacau sedang minum-minuman keras. Pikirannya melayang tentang masa lalunya.


[ Flashback On ]


“ Ayah aku ingin masuk sekolah khusus milik Klan Loyard “ rengek seorang gadis belia kepada ayahnya.


“ Baiklah “ jawab ayahnya lembut.


“ Yeay... Terima kasih ayah “ gadis itu mencium pipi ayahnya dan berlari ke kamarnya.


Dia telah merencanakan masuk sekolah itu cukup lama, gadis cantik dan manja anak kesayangan orang tuanya tentu saja dengan mudah mendapatkan keinginannya, ayahnya memiliki sebuah perusahaan dan juga pejabat pemerintahan mana mungkin dia tidak akan di terima di sekolah khusus itu.


Hari pertama masuk sekolah dia melihat pusat perhatian dari sekolah itu, anak laki-laki tampan yang paling berkuasa di sekolah itu, siapa lagi kalau bukan Rai. Selama ini beredar kabar kalau Rai menjalani home schooling tapi pada tahun ajaran kali ini dia memilih mengikuti sekolah normal. Dan tentu saja tahun ajaran ini adalah yang paling banyak pendaftaran muridnya.


Seorang anak laki-laki yang dingin dan acuh dengan keadaan sekitarnya, dan jangan lupakan soal kejamnya juga, berjalan menuju ruang kelas. Membuatnya tampak seperti makanan mahal yang ada di restoran, semua gadis menginginkannya, kekuasaannya, kekayaannya dan juga tentu saja wajah tampannya. Tapi disekitarnya selalu ada gadis yang menempel tidak tau malu seperti permen karet.


Beberapa bulan menjalani sekolah, upacara perayaan hari jadi sekolah sedang berlangsung, akan ada panggung untuk tampilan kesenian dari masing-masing kelas. Semua murid sangat antusias.


" Aku akan menyatakan cinta ku pada Rai hari ini " Lila berbicara antusias kepada Ignes. Mereka teman satu kelas dan lumayan dekat.


" Benarkah ? Apa kau tidak takut di tolak ? " Ignes bertanya penasaran.


" Ku beritahu kau, selama liburan 1 bulan kemarin aku sengaja pergi keluar negeri untuk operasi plastik, lihat aku membuat diriku semakin cantik dan menarik bukan, aku yakin aku sudah cukup baik untuk menjadi kekasihnya " Lila menjawab yakin.


" Operasi plastik ? Sampai segitunya kau ingin jadi kekasihnya ? " Ignes mencibir.


" Tentu saja, siap yang tidak ingin " Lila mengelak.


" Doa kan aku agar dia mau menerima ku " Lila menggenggam tangan Ignes.


" Tentu " Ignes tersenyum terpaksa.


Lihat saja aku akan membuat wajahmu itu kembali ke bentuk aslinya, kau tidak akan bisa mendapatkan Rai ku hanya dengan wajah buatanmu itu.


Ignes tersenyum licik.


Acara puncak pun di mulai, Ignes dan Lila akan mempersembahkan tampilan fashion show dress rancangan mereka masing-masing.


Lila yang baru saja operasi plastik menjadi semakin cantik dan bersinar, membuat Ignes semakin membencinya.


" Lihat lah penampilan dua murid dari kelas 10, wow mereka sangat cantik, seperti bidadari " Pembawa acara memuji Lila dan Ignes yang berjalan melenggak lenggok memeragakan busana mereka.


" Kemari sebentar para bidadari, aku ingin mewawancarai kalian berdua " Pembawa acara memanggil Ignes dan Lila mendekat.


" Bagaimana bisa kalian secantik ini ? " Puji pembawa acara.


" Aku berdandan khusus hari ini untuk menunjukkan pada seseorang bahwa aku sangat menyukai nya, dan aku berharap dia juga menyukai ku " Lila menjawab malu-malu.


" Wah wah wah aku rasa akan ada yang menembak hari ini, siapkan tameng kalian teman-teman semua, ini akan jadi hujan peluru cinta " Pembawa acara memprovokasi keadaan, di sambut dengan teriakan dan tepuk tangan dari para murid yang jadi penontonnya.


" Siapa dia ? Siapa laki-laki yang beruntung mendapatkan cinta bidadari sepertimu ? " Dia bertanya.


" Rai " Lila menjawab singkat dan kemudian menutup wajahnya karena malu.


Semua penonton acara terkejut dengan keberanian Lila yang menembak Rai dengan cara yang tidak biasa.


Mereka semua memandang berkeliling mencari sang target cinta, namun Rai tidak terlihat dimana pun.


" Sepertinya dia tidak ada disini " Pembawa acara memecah konsentrasi penonton yang mencari keberadaan Rai.


" Tidak masalah, yang terpenting semua orang tau aku menyukainya, dan aku akan menembaknya lagi nanti secara pribadi " Lila menjawab yakin.


" Semangat yang bagus sekali nona, aku yakin Rai akan menerima gadis secantik dirimu " Pembawa acara memberi dukungan.


Ignes yang sedari tadi di acuhkan hanya bisa menahan kesal dan marahnya.


Kau tidak akan pernah bisa mengungkapkan perasaanmu pada Rai, karena aku akan membungkam mulutmu itu.


Ignes mengepalkan tangannya.


" Lila Rai mencari mu, dia menunggumu di atap " Ignes menghampiri Lila setelah perayaan sekolah.


" Benarkah ? " Lila bertanya antusias.


" Ya tentu saja, cepatlah " Ignes meyakinkan.


Lila yang merasa punya kesempatan untuk menjadi kekasih Rai segera berlari menemuinya di atap. Tempat dimana Rai biasanya berada karena membolos tidak pernah mengikuti pelajaran.


Di atap sekolah terdapat taman kecil dan satu pohon agak besar dan beberapa tanaman bunga lainnya. Ada kursi panjang di bawah pohon yang selalu digunakan Rai untuk tidur, menghindari keramaian di sekolahnya.

__ADS_1


Lila sampai di atap, matanya langsung tertuju pada Rai yang sedang tertidur di kursi. Dia mendekatinya perlahan, jantungnya berdetak kencang. Antara nyata dan mimpi Rai ingin bertemu dengannya.


" Rai kau ingin bicara pada ku ? " Lila bertanya saat sudah berada di sebelah Rai.


Merasa ada suara yang mengganggunya, dia membuka matanya, dia melihat perempuan yang tidak di kenalnya sedang tersenyum padanya.


" Siapa kau ? " Rai bertanya heran.


" Apa ? Kau bilang ingin bertemu dengan ku ? " Lila menjawab heran.


" Memangnya kenapa aku mencarimu ? " Rai bangun dan duduk. Suaranya tajam.


" Sudahlah, aku mengampunimu kali ini, suasana hatiku sedang baik, aku tiba-tiba memimpikan istri masa kecilku " Rai menjawab santai. Dia berdiri dan akan beranjak pergi.


" Tunggu Rai, aku ingin bicara denganmu, aku sudah lama menyukai mu, aku tau mungkin aku sedikit agresif, tapi aku sangat menyukaimu, mau kah kau jadi pacarku ? " Lila memberanikan diri mengutarakan perasaannya.


" Cih " Rai mencibir dan memalingkan wajahnya, pergi meninggalkan Lila tanpa memperdulikan perasaannya.


Melihat Rai yang menolaknya, Lila menangis. Hatinya sangat sakit mendapat penolakan dari Rai. Ignes yang mengamatinya dari jauh tersenyum puas. Rai sudah pergi dari atap sekolah. Ignes berpura-pura berlari menyusul Lila.


" Bagaimana ? Aku berpapasan dengannya di tangga saat dia turun ke bawah " Ignes berpura-pura.


" Raut wajahnya menyeramkan sekali, dan dia mengatakan kau bahkan tidak pantas walau hanya menjadi pelayannya. Sebenarnya dia ingin menguji perasaanmu " Ignes menghasut Lila.


" Apa ? " Lila bertanya heran.


" Yah kau tau dia memang misterius, anak dari pemimpin klan, maka aku rasa calon kekasihnya juga harus seseorang yang pemberani juga, agar bisa mengimbangi posisinya " Ignes berbohong.


" Lalu aku harus berbuat apa ? " Lila bertanya antusias.


" Kenapa kau tidak loncat saja dari sini, kalau kau menjadi kekasihnya kelak, maka kau juga harus siap berhadapan dengan maut setiap waktu bukan, perkelahian, kalau wanitanya selemah itu aku rasa Rai tidak akan tertarik, karena dia tidak akan bisa mengimbangi Rai " Ignes beralasan.


" Tapi mana mungkin aku loncat dari atap, aku bisa mati " Lila menjawab panik.


" Ini hanya lantai 2, kau tidak akan mati, kalau kau mendarat dengan tepat kau akan baik-baik saja " Ignes membujuk Lila.


Dia kemudian menyeret Lila mendekat ke tepi atap.


" Ayo buktikan perasaan mu dan keberanianmu, aku akan jadi saksinya " Ignes terus membohongi Lila.


" Tidak aku tidak mau " Lila menolak, dia bergerak menjauh dari tepi atap.


Rai yang kembali untuk mengambil MP3 playernya mendengar semua percakapan Ignes dan Lila, dia bersembunyi di balik pohon. Mengamati kejadian itu. Dia terkejut melihat Ignes mendorong Lila jatuh.


Setelah Ignes mendorong Lila jatuh dia kembali turun dari atap tanpa wajah bersalah.


Besoknya tersebar gosip bahwa Lila mencoba bunuh diri karena cintanya di tolak oleh Rai. Beberapa waktu berlalu, semua orang hampir melupakan kejadian tentang Lila. Banyak sekali gadis yang menyatakan cinta pada Rai, dan semua nya berakhir menyakitkan. Ignes adalah gadis tercerdas di kelasnya, dan dia seorang ketua kelas. Dia telah lama mengamati Rai dan para gadis yang menyatakan cinta padanya, semua memiliki pola yang sama, mengatakan mencintainya dan Rai selalu menolak dengan cara yang sama juga. Maka dia pun menyusun rencana mendekati Rai dengan cara yang berbeda.


“ Rai aku ingin bicara denganmu “ Ignes memulai pembicaraan dengan Rai yang duduk tertidur dengan kaki di angkat ke atas meja. Tubuhnya gemetar karena dia tau Rai tidak suka seseorang mengganggu tidurnya.


Rai hanya membuka satu matanya melihat Ignes, pandangan matanya menyeramkan. Melihat Ignes yang ada di depannya dia memejamkan matanya kembali.


“ Aku beri kau waktu satu menit untuk memberikan alasanmu mengganggu tidur siangku “ Suara Rai tajam dan dingin.


“ Aku ingin mengajukan kesepakatan dengan mu “ suara Ignes lantang.


“ Kau ? Ingin membuat kesepakatan dengan ku ? Memangnya kenapa aku harus membuat kesepakatan denganmu ? “ Rai bangun dari tidurnya dan menatap tajam ke arah Ignes.


Ignes gemetaran seluruh tubuhnya. Jika cara ini tidak berhasil maka tamat riwayatnya karena sudah berani mengganggu Rai.


“ aku akan membantu mu menjauhkan gadis-gadis yang selalu mengganggumu, tapi kau juga harus membantuku “ Ignes memberanikan diri memberikan tawaran.


“ Lalu ? “ Tanya Rai singkat tidak tertarik.


“ Ayahku menjodohkan ku dengan orang yang tidak ku sukai, dan aku bilang pada ayahku kalau aku sudah memiliki kekasih, tapi ayahku tetap memaksa ku untuk menerima perjodohan itu, jadi aku bilang padanya kalau kekasihku adalah kau, dengan begitu pasti ayahku tidak akan berani menyuruhku mengakhiri hubungan dengan mu. Sebagai gantinya aku akan membuat semua gadis-gadis itu menjauh darimu, akan aku pastikan mereka tidak akan mengganggumu lagi “ Ignes menjelaskan rencananya.


“ Terserah kau saja “ Rai bangkit dan pergi meninggalkan Ignes.


Ignes bahagia rencananya berhasil, meskipun harus berbohong tak masalah untuknya selama bisa mendapatkan Rai. Dia mulai menyebarkan berita bahwa dia dan Rai memiliki hubungan, awalnya semua gadis tidak percaya apa yang dikatakannya, namun saat melihat Ignes memberikan Rai sebotol minuman dan dia menerimanya cukup untuk meyakinkan semua murid bahwa memang benar yang dikatakannya. Meskipun tidak ada pernyataan dari Rai tapi mereka lebih memilih percaya dan tidak ingin membuat masalah dengan Rai.


Selama Ignes berpura-pura jadi kekasihnya, dia hanya mengikuti Rai kemana pun, tapi tidak pernah sekalipun mendapat perhatian dari Rai. Cintanya bertepuk sebelah tangan.


“ Rai sampai kapan kau akan dingin seperti ini ? “ Tanya Ignes saat istirahat dan suasana kelas sepi.


“ aku tidak akan menjawab pertanyaanmu, jadi jangan pernah menanyakannya lagi “ Rai menjawab dingin.


“ Baiklah aku tidak akan bertanya tapi bolehkah aku menyentuhmu, Anne saja boleh memelukmu kenapa aku kekasihmu tidak boleh ? “ Ignes mulai cemberut.


“ Lakukan sesukamu aku tidak peduli “ Rai meninggalkan Ignes.

__ADS_1


Ignes berfikir Rai tidak pernah menolaknya selama ini, dia hanya mengacuhkannya. Jadi dia merasa hubungan itu benar, mereka menjalani hubungannya selama masa sekolah tanpa ada pertengkaran dan perhatian dari Rai sedikitpun. Tapi Rai juga tidak mempermasalahkan Ignes yang selalu menggandeng lengannya saat di depan teman-temannya.


Masa sekolah berakhir, Ignes memutuskan kuliah di luar negeri dan mengurus bisnis ayahnya disana.


“ Rai aku akan keluar negeri untuk kuliah “ Ignes memberitahunya saat menghadiri acara perpisahan sekolah.


“ Terserah kau saja “ Rai tidak peduli.


“ Aku akan tetap mencintaimu, jadi kau tetap kekasihku “ Ignes memutuskan seenaknya.Namun Rai tidak peduli dia meninggalkan Ignes sendirian.


Ya bagaimanapun kami berhubungan, jadi aku masih kekasihnya, aku tidak akan pernah memutuskan hubungan ini.


[ Flashback Off ]


“ Rai kenapa kau begitu jahat padaku ? Apa yang kurang dari ku ? Aku kekasihmu selama 3 tahun tapi kau bahkan tidak pernah sekalipun mengajak ku bicara. Tapi dia, anak kecil itu, kau mati-matian membelanya dan tergila-gila padanya ? Cih dia hanya perempuan murahan yang menempel pada setiap laki-laki. Akan ku tunjukkan pada semua orang wajah aslinya, rubah licik yang mencuri Rai ku, hanya aku yang boleh memiliki Rai bagaimanapun caranya, walau harus berbohong sekalipun “ Ocehnya di tengah mabuk yang dia rasakan.


Dia mengambil ponselnya, mencari nomor kontak seseorang dan menghubunginya.


" Apa kau masih ingin melihat Rai dan Ruby berpisah ? Aku punya penawaran bagus untukmu " Ignes berbicara di telfon.


" Aku sudah merencanakannya dan kau hanya perlu menjalankannya" Ignes memberikan intruksi.


Aku akan mendapatkan mu lagi Rai, bagaimanapun caranya walau harus berbohong sekali lagi.


🍁🍁🍁🍁🍁


Di kamar Rai dan Ruby sedang bermain kartu. Mereka sudah berbaikan dan sedang bahagia.


“ Kau kalah lagi “ Rai berteriak menunjuk Ruby.


Ruby kesal karena dia sama sekali tidak mengerti permainan ini yang harus membuatnya selalu kalah.


“ Aku tidak ingin bermain lagi, kepala ku sakit “ Ruby membuang kartu-kartu itu.


“ Aku tidak menyentilmu dengan keras “ Rai beralasan.


“ Kau bilang ini tidak keras, lihatlah keningku hampir berlubang karena sentilan mu “ Ruby menunjukkan keningnya kepada Rai.


“ Kenapa kau suka sekali membantahku, kalau saja kau bukan wanita yang paling aku cinta, sudah pasti aku akan *** mulut pedasmu itu “ Rai kesal di tuduh.


“ Apa ? *** ? Hei kau jahat sekali padaku, memangnya cuma kau saja yang bisa jahat, aku juga bisa jahat padamu “ suara Ruby meninggi.


“ Kau jahat ? Cih “ Rai mencibir.


“ lihat saja akan aku tunjukkan betapa jahatnya aku, dan kau pasti akan meminta ampun untuk itu “ Ruby menantang.


“ Aku takut sekali “ Rai mengejek Ruby.


Lihat saja akan ku buat kau bertekuk lutut minta ampun malam ini.


Ruby melirik Rai sinis. Dia sedang membereskan kartu-kartu permainan.


“ Sayangku, cintaku, manisku, seluruh duniaku, bisa kah kau tolong aku membuka resleting baju ku ini, tanganku tidak sampai “ Suara Ruby menggoda dan menunjukkan punggungnya pada Rai.


Rai yang mendengar rayuan Ruby terkejut dan tersedak. Dia tidak menyangka jahat yang dimaksud Ruby adalah jahat seperti ini. Menggunakan kelemahannya sekarang untuk menyiksanya. Dia teringat pesan dokter kandungan agar sementara waktu tidak melakukan itu karena kehamilan Ruby masih dalam masa rawan.


“ Kau mau mati ? “ Suara Rai dingin dan tajam.


“ kenapa ? “ Tanya Ruby dengan wajah imut dan mengedipkan mata.


“ aku katakan padamu aku bukan orang baik, aku tidak mengenal belas kasihan” Rai mengancam.


“ Aku menantikannya “ Ruby balas mengejek, semakin mendekati Rai yang sudah beringsut mundur menghindar.


“ Kau !!! “ Rai berteriak kesal dengan godaan Ruby, dia kemudian melakukan push up.


“ Kenapa tiba-tiba berolah raga ? “ Tanya Ruby heran.


“ ini untuk mengalihkan pikiran ku, aku akan olahraga hingga lelah dan kemudian tidur dengan nyenyak “ Rai menjawab dengan terengah-engah karena mengatur nafas.


“ Hahaha... Kalau begitu aku akan membantumu “ Ruby kemudian duduk di atas punggung Rai yang sedang push up dan menambah berat latihannya.


“ Hei kau berat sekali “ Rai berusaha tetap melakukan push up nya.


Tiba-tiba Ruby mencium bibir Rai dari arah belakang.


“ Semoga itu menambah semangatmu dalam berolah raga hahaha “ Ruby menggoda Rai sekali lagi.


“ Heiii !!! “ teriak Rai.

__ADS_1


__ADS_2