Cinta Big Bos

Cinta Big Bos
Lucas


__ADS_3

Ruby sudah tiba dirumah sakit, dia naik taksi online yang dipesannya melalui aplikasi di ponselnya, zaman berubah begitu cepat, sehingga semua bisa dipesan melalui perangkat pintar itu.


Melewati meja resepsionis dan mengatakan akan menjenguk pasien bernama Hadi Kertia membuatnya di antar secara khusus oleh pegawai rumah sakit. Ruby benci sekali rumah sakit, tapi kenapa dirinya merasa familiar dengan rumah sakit ini dan tidak terlalu membencinya. Perasaan aneh muncul, dia merasa menyukai tempat ini.


Setelah sampai di lantai khusus VVIP pegawai rumah sakit memberitahukan kepada dokter jaga tentang kehadiran Ruby, dokter pun terkejut dan bergegas menemui Ruby.


“ selamat siang nyonya, maaf saya tidak mengenali anda “ sapanya menundukkan kepala kepada Ruby.


Ruby membalas sapaannya dengan sopan. Kemudian dia mengantar Ruby keruangan ayahnya.


Ruby mengedarkan pandang ke ruangan tersebut, benar-benar ruangan yang mewah, dan peralatan kesehatan yang lengkap.


Dokter menginformasikan keadaan ayah Ruby, bahwa perkembangannya baik namun beliau masih saja koma, dokter juga menjelaskan bahwa pasien koma tidak bisa di pastikan kapan akan sadar, bahkan ada pasien yang sampai bertahun-tahun tidak sadarkan diri.


Hati Ruby sedih mendengar penjelasan dokter namun dokter memastikan bahwa Rumah sakit mereka memiliki alat yang terlengkap dan terbaik yang akan menjaga ayahnya.


Setelah penjelasan yang panjang, dokter berpamitan dan meninggalkan Ruby di ruangan itu bersama ayahnya.


“ Ayah, maaf aku baru bisa melihatmu, aku baik-baik saja dan bahagia, jangan pikirkan apapun dan sembuhlah, setelah itu kita bisa bersama lagi, hiks, hiks, hiks “ tangisnya pecah tak tertahankan.


" Aku sekarang sudah menikah, dia orang yang baik meskipun terkadang seperti seorang anak kecil. Tapi dia memperlakukanku dengan baik dan membantu pengobatan ayah. Ayah hanya perlu sembuh, dan itu yang paling penting untukku " Ruby menggenggam tangan ayahnya.


Setelah puas melepas rindunya kepada ayahnya, Ruby pergi, berpamitan kepada dokter jaga dan juga para perawat, dokter jaga mengatakan agar Ruby tak perlu cemas, mereka semua akan menjaganya. Mereka akan mengantar Ruby keluar namun Ruby menolaknya, dia tidak suka jadi pusat perhatian.


Ruby telah keluar dari lobi rumah sakit, dia mengambil ponselnya dan akan memesan taksi online, saat tiba-tiba suara mengagetkannya.


“ Nyonya Ruby “ sapa suara itu.


Ruby menoleh memastikan siapa yang memanggilnya. Ternyata Lucas.


“ Ah Hallo tuan Lucas “ sapa Ruby sambil menundukkan kepala.


“ Apa yang anda lakukan disini ? “ tanya Lucas heran.


“ Ayahku dirawat disini, jadi... “ jawab Ruby menjelaskan.


“ Anda sendiri sedang apa disini ? “ tanyanya balik.


“ Aku baru saja selesai menjenguk kenalan ku “ jelas Lucas.


“ Apa anda sudah selesai ? “ Lanjutnya.


“ Iya saya baru saja akan pulang dan memesan taksi online, tapi sayang titik penjemputan tidak boleh di area rumah sakit, jadi saya harus berjalan lebih jauh lagi rupanya “ Ruby menjelaskan.


“ Bagaimana kalau saya mengantar anda saja ? “ Lucas menawarkan diri.

__ADS_1


“ Tidak perlu, itu akan sangat merepotkan anda “ Ruby menolak dengan sopan.


“ Tentu tidak, anda adalah bos saya, bagaimana mungkin saya meninggalkan bos saya seperti ini “ Jawab Lucas.


“ Baiklah terima kasih “ ucap Ruby menundukkan kepalanya.


Lucas mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang, mereka mengobrol banyak dan tertawa bersama. Lucas orang yang humoris, dia selalu punya cerita – cerita lucu yang bisa membuat Ruby tertawa.


“ Anda masih bersikap formal padaku “ Ruby mengingatkan.


“ Maaf aku hanya belum terbiasa, lain kali akan aku ingat baik-baik hehehe.... Apakah tidak masalah mengantarmu begini, aku takut Tuan Rai marah “ Lucas bertanya.


“ Tidak mungkin dia marah “ jawab Ruby cepat.


“ Aku cuma seorang babysitternya “ guman Ruby lirih.


“ Apa kau bilang ? “ tanya Lucas mendekatkan telinganya agar bisa mendengar gumaman Ruby.


“ Apa ? Ah tidak, aku tidak bilang apa-apa “ Ruby memberikan alasan.


Ruby meminta Lucas menurunkannya di depan gerbang saja. Dia tidak ingin para pelayan berfikir dia main serong di belakang Tuannya yang akan membuat namanya buruk.


Bagaimanapun para pelayan tidak tau kalau Ruby hanya seorang babysitter dan pernikahan mereka palsu.


Ruby terkejut melihat mobil Rai sudah ada dirumah, dia melihat jam tangannya, masih belum waktunya makan siang, tapi kenapa dia sudah pulang.


Ruby bergegas masuk kamarnya, dilihatnya Rai duduk di sofa masih dengan pakaian kerjanya.


“ Tuan kenapa anda duduk disitu ? “ tanya Ruby heran.


“ Apalagi, aku menunggumu mengganti baju ku “ jawabnya dingin dan berjalan menuju ruang ganti.


Astaga bahkan ganti baju saja harus menunggu ku pulang, manja sekali , cibir Ruby mengikuti Rai ke ruang ganti.


“ Kenapa kau lama sekali di sana, memangnya kau melakukan apa ? “ Tanya Rai ketus.


“ Saya tidak melakukan apa-apa, hanya melihat perkembangan ayah saya saja “ Jawab Ruby sopan.


“ Kau tidak perlu cemas, itu rumah sakit terbaik dinegara ini, jadi biarkan perawat saja yang mengurus ayahmu “ perintah Rai.


“ Baiklah “ Ruby menghela nafas, tidak akan ada gunanya berdebat dengan Rai.


Mereka turun menuju ruang makan bersama, Ruby menarik kursi agar Rai duduk, dan Ruby meminta izin pergi memasak.


Koki sudah menyiapkan semua bahan, Ruby hanya tinggal memasaknya. Keringat membasahi dahi Ruby karena uap panas dari kompor. Saat Ruby berbalik akan mengambil tissu, dia kaget melihat Rai yang sudah berdiri dibelakangnya dan memandangnya. Rai berjalan mendekat. Mengambil tissu dan menghapus keringat di dahi Ruby, membuatnya wajahnya merona malu. Dia selalu tidak terbiasa dengan sikap Rai yang diluar wajar.

__ADS_1


“ Aku melihat ayah melakukan ini saat ibu berkeringat “ ucapnya menjelaskan.


Ruby mengangukkan kepala seperti paham dengan maksud Tuannya. Dia berbalik dan melanjutkan memasaknya lagi. Tiba-tiba Rai melingkarkan tangannya, memeluk pinggang kecil Ruby dari belakang. Jantung Ruby berdesir, dia bisa merasakan tubuhnya merinding.


Tuan jangan seperti ini, hatiku bisa jatuh cinta. Tunggu, cinta ? Hei hati bodoh, tidakkah kau paham juga, semua yang dilakukannya adalah referensi dari ayahnya, bukan atas kemauannya sendiri, ingat itu baik-baik atau kau akan terluka. Pikir Ruby yang bergulat dengan hatinya.


“ Apa tuan juga melihat Tuan Regis memeluk nyonya Lorie saat sedang memasak ? “ Tanya Ruby asal.


“ Tidak aku hanya ingin melakukannya “ Jawab Rai santai. Ruby terkejut dengan jawaban Rai kali ini, dia bergerak perlahan agar Rai melepaskan pelukannya, tapi Rai malah makin erat memelukknya dan menyandarkan dagunya di pundak Ruby.


" Jangan banyak bergerak " Perintah Rai dingin.


" Baiklah " Ruby menyerah dan membiarkan bayi besarnya itu bertindak sesukanya.


Setelah makan siang Rai pergi ke tempat gym pribadi yang ada di mansion itu, mansion itu punya semua hal yang di butuhkan, bahkan bioskop pribadi di dalamnya.


Ruby dikamar tidak ikut dengan Rai karena dia harus belajar menjahit, menurut Vivianne seorang Nyonya Loyard harus bisa menjahit karena dia harus berhubungan dengan para desainer, jadi agar nyonya bisa melihat hasil karya desainer baik atau buruk menurut penilaian pribadi mereka. Alasan yang terlalu di buat-buat menurut Ruby.


Ponsel Ruby berdering, dia melirik sekilas, sebuah pesan masuk, ternyata Lucas, mereka bertukar no ponsel tadi.


Apa kau sampai rumah dengan selamat


Isi pesan itu. Ruby tersenyum.


Ya tentu saja berkatmu ☺️


balasnya.


Terima kasih


ketiknya lagi lalu mengirimnya.


Selanjutnya mereka terlibat obrolan via chat melanjutkan pembicaraan di mobil yang terputus tadi.


Dia orang yang lucu dan juga perhatian, batin Ruby.


Baiklah selamat istirahat, semoga hari mu indah


Isi pesan terakhir dari Lucas.


Terima kasih, semoga kau juga


Balas Ruby.


Dia merasa bahagia setidaknya dia memiliki teman di dalam penjara ini.

__ADS_1


Boleh kan begini ? Tuan Rai bahkan hanya menganggapku babysitternya, jadi tidak masalah kan kalau aku punya teman yang lain ? Hati Ruby meyakinkannya.


__ADS_2