
Ruby dan Ken sedang makan malam di bawah, sedangkan Rai sedang tidur. Saat Ruby pulang kerja, dia melihat Rai sedang tidur, mengingat kejadian tadi Ruby berpikir bahwa mungkin Rai memang membutuhkan waktu sendiri. Dia tidak akan bertanya apa pun sampai Rai sendiri yang akan menjelaskannya.
Ruby dan Ken sudah duduk di bangku taman favoritnya, menatap air mancur yang memantulkan sinar lampu warna warni dari lampu hias di sekitar kolam.
“ Aku melihat Rai menangis “ Ruby memulai pembicaraan, lirih.
Ken hanya diam saja, dia melihat Rai menangis jika hanya menyangkut tentang ibu nya.
“ Aku tidak tau salahku dimana, aku tertangkap seperti sedang selingkuh, lalu aku merayunya mengajak dia berkencan, menawarkan berbagai pilihan tempat untuk kencan, sekedar ingin meredakan marahnya, dia selalu menolak lalu saat aku mengajaknya ke taman bermain dia malah bereaksi seperti itu, meracau dan keringat dingin, lalu menangis “ Ruby bercerita panjang lebar.
Ken yang hanya mendengarkan lalu menghela nafas, mengerti akar dari permasalahannya.
“ Kakak ku trauma dengan taman bermain. Aku sudah pernah bilang padamu dia lahir dengan kelainan jantung, selama masa kecil dia habiskan hanya di rumah atau rumah sakit. Saat itu cuaca cerah, dia meminta ibu membawanya ke pembukaan taman bermain setelah dia melihatnya di tv. Tentu saja ibu menolak, tapi karena dia terus meminta akhirnya ibu menyerah, saat itu ayah memerintahkan untuk membawa pengawal tapi ibu menolak, dia ingin kakak benar-benar merasakan pengalaman pertamanya pergi ke luar rumah. Taman bermain saat itu sangat penuh orang. Kami hanya bertiga. Ibu ingin menaiki roaler coaster, tapi aku terlalu takut jadi aku tidak ikut naik, sedangkan kakak dia punya penyakit jantung, jadi dia tidak di perbolehkan naik. Saat itu kami sudah melarang ibu, tapi ibu bilang dia rindu naik wahana itu. Dan akhirnya terjadilah kecelakaan, lintasan roaler coaster yang baru dibangun itu tidak memenuhi standart layak beroperasi. Saat kecelakaan terjadi, bisa kau bayangkan sendiri, seorang anak laki-laki yang tidak pernah keluar rumah seumur hidupnya, dan untuk pertama kalinya dia keluar tapi harus menghadapi musibah yang begitu besar. Kami tidak bisa menghubungi siapa pun, kami terbiasa di layani dan di siapkan segala sesuatunya, lalu tiba-tiba di paksa harus mandiri di saat puluhan orang juga mengalami luka-luka. Kakak ku meminta petugas penyelamat membawa ibu ke rumah sakit lord, ibu mengalami luka yang cukup parah karena posisi duduknya di depan. Dia mengalami koma hampir 2 minggu sebelum akhirnya sadar. Tapi ternyata sadarnya itu adalah untuk berpamitan, dan ibu meminta agar jantungnya di berikan kepada kakak. Ayah tidak memberitahu kakak siapa pendonornya, dan saat kakak siuman dari operasinya, kami semua menyelengarakan pemakaman untuk ibu. Kau tau sejak saat itu kakak ku berubah jadi orang yang dingin, dia bahkan tidak menangis saat pemakaman ibu, membuat ayah sangat khawatir. Benar saja setelah itu dia berubah menjadi sangat emosional dan meledak-ledak. Dia terus saja menyalahkan dirinya sendiri karena tidak mampu mencegah ibu untuk naik wahana itu, dan juga karena penyakit jantungnya yang membuatnya tidak bisa menemani ibu untuk naik wahana itu “ Ken bercerita dengan suara bergetar, matanya berkaca-kaca.
Ruby yang mendengar itu hanya bisa diam dan mencoba memahami.
Maafkan aku Rai, aku tidak tau.
Tiba-tiba Ken sudah menangis sesegukan di sampingnya, Ruby terkejut melihatnya.
“ Meskipun aku hanya anak angkat, tapi aku sangat menyayangi ibu dan kakak ku “ Ken terbata-bata di sela tangisannya.
Ruby yang melihat kejadian itu merasa kasihan dan memeluknya. Membiarkan Ken menangis di bahunya, menepuk-nepuk pelan pundaknya.
🍁🍁🍁🍁🍁
Rai yang terbangun karena lapar keluar menuju ruang makan, di lihatnya pelayan sedang membereskan sisa makan malam. Dia bertanya kepada Pak Handoko dimana Ruby, pak Handoko memberi tahu bahwa Ruby dan Ken pergi berjalan-jalan di taman.
Rai segera menyusul mereka dan mendengarkan semua percakapan mereka dari awal sampai akhir. Rai menghampiri mereka.
“ kakak ? “ Ken terkejut.
“ Disini kau rupanya, aku belum makan malam dan kau malah asik berduaan dengannya, untung saja kau adik ku kalau tidak aku pasti sudah menghajarmu “ Suara Rai ketus.
Sepertinya pikirannya sudah normal lagi, terlihat darinya yang marah bahkan saat aku menyentuh adiknya sendiri. Ruby melirik Rai sinis.
“ Baiklah, aku akan meminta pak Handoko menyiapkan makan malam untuk mu “ Ruby bangkit berdiri.
“ Tidak perlu, katamu kau ingin mentraktirku makan, kalau begitu sekarang saja “ Rai menggandeng tangan Ruby. Ruby berpamitan kepada Ken dan di balas dengan anggukan.
“ Hei aku kan bilang kalau aku sudah gajian, sekarang aku belum gajian, aku tidak punya uang “ Ruby menepis tangan Rai.
“ Apa kau bilang ? Kau tidak punya uang ? Hei jangan membuatku malu, kalau pelayan mendengar itu dari mulutmu, seperti aku ini suami yang tidak pernah memberikanmu uang saja “ Rai berkata ketus.
“ memang kau tidak pernah “ balas Ruby ketus.
“ Kau jaga mulutmu “ Rai menatap Ruby tajam. Dia mengingat-ingat ternyata dia memang tidak pernah memberikan Ruby uang ataupun kartu kredit, tapi kenapa Ruby hanya diam dan tidak memintanya.
“ Hei kalau kau tau aku tidak pernah memberikanmu uang, kenapa kau tidak memintanya ? Kau membuatku malu saja “ Rai berkata ketus.
“ Kau kira aku sebegitu tidak punya harga diri ? Bagaimana aku bisa meminta uang darimu sedangkan biaya rumah sakit ayahku saja kau sudah menanggungnya “ Suara Ruby lirih.
“ Cih “ Rai mencibir.
Aku memang menikah dengan wanita yang tepat, dia tidak hanya perhatian padaku, dia bahkan tidak mengharapkan harta ku sedikitpun. Rai tersenyum mengetahui Ruby yang ternyata punya kepribadian yang baik.
“ Baiklah kalau begitu hari ini club akan gajian, akan ku hubungi bagian keuangan untuk mentransfer gajimu saat ini juga “ Rai memutuskan.
__ADS_1
“jadi sekarang traktir aku “ Rai menggandeng lagi tangan Ruby.
“ Baiklah, tapi aku yang menentukan tempat untuk makan malam kita “ Ruby memberikan syarat.
“ Tentu saja “ Rai menyetujuinya dan tersenyum lebar.
Rai menelfon sopir agar menyiapkan mobil. Mereka menunggu di depan pintu utama. Sopir datang dan turun untuk membukakan pintu untuk Rai. Tapi Ruby menahannya.
“ Aku ingin kau yang menyetir sendiri kali ini “ Perintah Ruby kepada Rai.
“ tidak masalah, aku lebih senang menghabiskan waktu berduaan saja denganmu “ Rai menyetujuinya lagi.
Mereka naik mobil hanya berdua saja, Rai menyetir dengan sangat hati-hati.
“ Kau ingin makan malam apa ? “ Tanya Rai penuh semangat.
“ Entahlah aku sudah makan malam, bagaimana kalau kita pergi ke alun-alun kota “ Ruby menjawab asal.
“ Baiklah kita akan kesana “ Rai melajukan mobilnya menuju ke alun-alun kota.
Mereka tiba di alun-alun kota setelah beberapa saat. Melihat keadaan yang sangat ramai Rai sepertinya enggan untuk turun. Ruby yang melihat ekspresi enggan Rai, tiba-tiba timbul niat untuk mengerjainya habis-habisan, membalas panggilan istri mesum ku.
“ kenapa disini ramai sekali ? “ Tanya Rai menahan marah.
“ Tentu saja ini kan alun-alun kota, kalau ingin tempat yang sepi aku bisa menunjukkannya “ Ruby menjawab malas.
“ dimana ? “ Tanya Rai antusias, dia tidak nyaman berada di keramaian.
“ Kuburan “ jawab Ruby lalu membuka pintu mobil dan turun.
“ Hei !! “ Rai berteriak marah karena Ruby mengerjainya.
“ kenapa harus ke tempat ramai ini ? “ Tanya Rai ketus.
“ Aku ingin ke restoran bintang lima untuk makan malam kita “ Rai menarik tangan Ruby yang tidak ingin berhenti dan mendengarkannya.
“ Aku mana ada uang untuk pergi ke restoran bintang lima, sudahlah kita disini saja, lagi pula aku yang mentraktir jadi aku bosnya sekarang “ Ruby membuat alasan.
“ kau... “ Rai menahan marah, menarik nafas panjang dan mengikuti keinginan Ruby.
“ ayo kita kesana “ Ruby mengajak Rai ke taman dengan banyak lampion.
Ruby dan Rai berjalan berkeliling mencari tempat duduk, dan akhirnya mereka mendapatkan bangku panjang. Tapi mereka tidak sendiri, ada pasangan yang sedang bermesraan disana, dan mereka harus berbagi tempat duduk. Tiba-tiba Rai dan Ruby merasa canggung.
“ kau lapar ? “ tanya Rai kaku berusaha memecah keheningan.
“ tidak “ Jawab Ruby singkat, entah kenapa melihat pasangan lain bermesraan membuatnya malu.
Aish kenapa suasana ini jadi canggung, padahal kami sudah menikah dan melakukan itu. Rai salah tingkah.
Seorang pengamen dengan membawa gitar datang ke tanah lapang di depan mereka, memainkan gitarnya dan menyanyikan lagu-lagu romantis untuk pasangan-pasangan yang ada disana.
Ruby menarik tangan Rai untuk melihat pertunjukan pengamen itu.
“ aku tidak mau “ Rai menepis tangan Ruby.
“ Ya sudah kau tunggu disini saja “ Ruby meninggalkan Rai dan menuju kerumunan orang-orang yang mengelilingi pengamen itu.
__ADS_1
“ Baiklah barangkali ada yang ingin request lagu untuk pasangan kalian malam ini “ pengamen itu bertanya pada semua orang. Tapi orang-orang hanya tersenyum dan menggeleng. Dia melihat hanya Ruby yang sedang berdiri sendiri tanpa pasangan.
“ Nona jomblo di sebelah sana “ Pengamen itu menunjuk Ruby. Semua mata menoleh ke arahnya. Rai yang melihat kejadian itu marah dan mendekati Ruby.
“ Barangkali kau ingin menyampaikan isi hati pada seseorang, kau bisa menyampaikannya lewat lagu “ pengamen itu menawarkan. Ruby menggelengkan kepalanya.
“ ayo, ayo, ayo ... “ kerumunan orang-orang menyoraki Ruby agar maju dan mempersembahkan sebuah lagu.
“ kau jangan membuatku malu “ Rai mengancam Ruby agar tidak maju kedepan.
Melihat ekspresi Rai yang kesal, dia benar-benar ingin mengerjainya. Dan membuatnya malu didepan orang banyak mungkin pilihan yang tepat.
Ruby berjalan ke depan, tidak memedulikan Rai yang memanggilnya menahan emosi.
“ Nona kau ingin mempersembahkan lagu atau bagaimana ? “ tanya pengamen itu.
Dia berbisik mendekat ke arah pengamen itu, membuat Rai yang melihatnya terkejut dan semakin marah.
“ Berani-beraninya dia dekat-dekat dengan laki-laki lain di depan mataku “ Rai akan menyeret Ruby dari sana, tapi Ruby sudah kembali menghadap kerumunan orang-orang. Membuat Rai menghentikan langkahnya.
“ Lagu ini aku persembahkan khusus untukmu suami ku “ Ruby menunjuk Rai, membuatnya malu dan menyembunyikan wajahnya dari pandangan mata orang-orang.
Lama sudah ku menanti
Banyak cinta datang dan pergi
Tapi tak pernah aku senyaman ini
Mungkin dirimulah cinta sejati
Tak akan ku ragu lagi
Ku jaga sampai ke ujung nadi
Tak kan ku sia-siakan lagi
Buat hidupku lebih berarti
Cintamu senyaman mentari pagi
Seperti pelangi, selalu ku nanti
Cintamu tak akan pernah terganti
Selamanya di hati
Aku bahagia, milikmu seutuhnya
Rai yang mendengar alunan lagu persembahan dari Ruby tanpa sadar berjalan mendekatinya dan menciumnya di depan kerumunan orang-orang. Dia mengabaikan semua pandangan mata orang-orang yang terkejut dengan aksinya. Baginya itu seperti ungkapan cinta dari Ruby.
“ Cieeee..... “ kerumunan orang-orang menyoraki mereka dan bertepuk tangan.
Ruby terkejut dengan Rai yang tiba-tiba menciumnya didepan orang banyak, tapi entah kenapa sepertinya hatinya juga senang dengan ciuman Rai, jadi dia memutuskan menerima serangan mendadak itu dan membalas ciuman mesra dari Rai.
“ Terima kasih “ Rai memeluknya.
Seperti melepaskan beban yang selama ini di simpan, Rai memeluknya erat.
__ADS_1
“ Perhatian kepada pengunjung alun-alun kota yang memiliki kendaraan dengan plat nomor 1241 harap menuju ruang informasi, karena mobil anda melanggar aturan lalu lintas dilarang parkir dan mobil anda akan di derek oleh pihak berwajib, sekian dan terima kasih “ suara informasi terdengar ke seluruh penjuru alun-alun kota.
Tidak !!! Itu mobil Rai. Ruby mendadak lemas.