
“ Ah jadi begitu, maafkan aku membuatmu repot “ ucap Ruby setelah mendengar cerita dari Ken.
Alasan kenapa dia bisa tertidur di sofa tadi. Ken menceritakan setelah Ruby terkejut dengan apa yang terjadi, hidungnya mengeluarkan darah, melihat darah membuat Ruby mual dan pusing hingga akhirnya dia pingsan. Dan Ken menidurkannya di sofa.
“ Aku belum pernah mimisan sebelumnya, dan aku takut sekali dengan darah, mungkin itu sebabnya aku pingsan “ jelas Ruby pada Ken, dan menimbang apa itu karena dia terlalu stres seharian ini.
“ Aku yang takut sekali, kupikir kau akan mati, maka aku akan jadi tersangka pembunuhan hahaha “ jawab Ken dengan tertawa.
Ken orang yang sangat ceria dan hangat, berbeda dengan Rai.
“ Umm maaf kalau aku... “ Ucap Ruby ragu-ragu, dia ingin mengatakan kalau ingin meminjam uang kepada Ken untuk deposit rumah sakit.
Tapi pembicaraan itu terputus oleh dering ponsel Ken lagi, sekilas dia meliriknya, rupanya orang yang sama dengan yang tadi menelfonnya. Mau tidak mau dia harus mengangkatnya atau si penelfon akan marah.
“ Aku kesana “ ucap Ken sesaat setelah mengangkat telfonnya, dia sangat paham dengan tujuan si penelfon.
“ Baiklah mari kita pergi dari sini, aku sedang ada urusan “ ajak Ken seraya berdiri dari duduknya.
“ Eh apa ? Urusan ? Baiklah “ Ruby pun mengikuti Ken. Karena dia sekarang adalah bos baru nya maka Ruby merasa harus ikut dengannya.
Beginikan tugas sekertaris seharusnya? Mengikuti kemanapun tuannya pergi, aku pernah melihatnya di drama pagi hari. Pikir Ruby.
🍁🍁🍁🍁🍁
Ruby terkejut karena dia kembali ke lantai 5, tapi bagaimanapun dia harus ikut kemana bosnya pergi. Hatinya berdegub kencang karena mereka berhenti tepat di ruangan 999.
“ Umm tuan...sebaiknya aku menunggu diluar saja “ ucap Ruby setengah berbisik, tubuhnya masih merinding teringat kejadian beberapa saat yang lalu.
Ken yang paham dengan kondisi Ruby menganguk tanda setuju dengannya.
“ Hei apa yang kubilang tentang peraturan kerja denganku ? “ tanyanya dengan santai.
“ Ah maaf, aku hanya belum terbiasa, lantas aku harus memanggilmu apa? “ Tanya Ruby.
“ Hmmm... “ Ken berfikir sambil menjentikkan jari telunjuk di bibirnya, ekspresinya sangat manis.
“ Bagaimana kalau oppa ? Aku melihatnya di drama setiap hari, seorang gadis sering memanggil laki-laki dengan sebutan itu, terdengar lucu dan membuat lebih akrab “ katanya memutuskan, senyumnya lebar.
__ADS_1
“ Apa? Oppa? Sepertinya tidak buruk, baiklah “ angguk Ruby tanda setuju.
“ Baik, tunggulah sebentar disini “ lanjut Ken.
“ Siap oppa “ jawab Ruby dengan tangan membuat sikap hormat ala prajurit.
Lalu mereka berdua pun saling tertawa.
Ken mengetuk pintu dan membukanya, dia memasuki ruangan Rai, disana masih ada Anne dan sekarang ada sekertaris Yuri juga.
Ken masih tersenyum lebar mengingat kelucuan Ruby tadi, Rai memandangnya dengan pandangan tajam dan tidak suka. Dia cemburu dengan Ken.
Ya, Rai cemburu. Dulu dia cemburu ibunya selalu memuji Ken, dan sekarang dia pun cemburu melihat seseorang yang mirip ibunya juga dekat dengan Ken.
“ Ada apa kak ? “ Tanya Ken membuka pembicaraan.
“ Apa kau serius menjadikan dia bawahanmu ? “ tanya Rai.
“ Hemm...dia bahkan sudah menerima nya, dan sekarang sedang menunggu diluar, dia menjadi sekertaris pribadi ku “ jawab Ken menjelaskan.
“ Yuri, bawa dia masuk “ perintah Rai kepada sekertaris Yuri.
“ Baik Tuan muda “ jawab Sekertaris Yuri dengan menundukkan kepala kemudian berlalu pergi.
“ Ada apa ini kak? “ tanya Ken heran dengan sikap kakaknya. Tapi Rai diam tak menjawab.
Sesaat kemudian sekertaris Yuri sudah masuk dengan Ruby mengekor dibelakangnya, dia segera berjalan menghampiri Ken, dan Sekertaris Yuri kembali berdiri disamping Rai.
“ Bekerjalah untukku “ Perintah Rai tiba-tiba kepada Ruby.
“ Apa ? “ saut Ruby dan Ken bersamaan dan serempak menengok ke arah Rai.
Aku tau kau cemburu. Kata Ken dalam hati.
“ Aku akan menanggung seluruh biaya pengobatan ayahmu, dan aku juga akan memasukkannya kedalam daftar tunggu pasien penerima transplantasi jantung, akan kubuat dia berada dalam urutan no 1 dalam daftar tersebut. Selama masa tunggu dia akan dipindahkan ke rumah sakit Lord dan akan menempati kamar VVIP, dijaga dokter khusus dan perawat dalam 24 jam “ Terang Rai tanpa basa basi.
Di meja di hadapannya telah terdapat map dengan setumpuk kertas berisikan biodata tentang kehidupan Ruby. Mudah saja untuk mendapatkan setiap detail informasi dari Ruby mengingat siapa Rai.
__ADS_1
Ruby terkejut tapi tidak dengan Ken, dia semakin yakin kakaknya cemburu dia dekat dengan “ibu” untuk ke dua kalinya. Ken paham akan situasi tersebut.
“ Terima lah, itu penawaran terbaik yang pernah ada “ ucap Ken kepada Ruby.
Ruby ragu apakah dia akan menerimanya atau tidak, tapi ini adalah kesempatan emas yang hanya datang sekali dalam hidupnya. Seluruh biaya pengobatan ayahnya akan di tanggung, dan di janjikan akan mendapatkan donor jantung, itu seperti memberi sebuah kehidupan pada tahanan dengan vonis hukuman mati. Bagaimana mungkin dia sanggup menolaknya.
Dia menatap sekilas kepada Ken seakan meminta persetujuan, dan mendapati Ken menganguk tanda setuju.
“ Baiklah saya menerima nya “ jawab Ruby dengan yakin.
Kemudian sekertaris Yuri mengeluarkan secarik kertas, surat perjanjian. Dia meminta Ruby untuk menanda tanganinya sebagai kontrak pekerjaan yang dia terima.
Ruby melihat kertas itu kosong dan heran, bertanya kepada sekertaris Yuri.
“ Maaf tuan, kenapa kertas ini kosong ? “ tanya Ruby lirih, suasana disana benar-benar mencekam. Tatapan tajam Rai dan manager Vi sangat membuat tidak nyaman.
“ Karena memang tidak ada peraturan pekerjaan, anda hanya perlu menuruti tuan muda saja “ jelas Sekertaris Yuri singkat.
Baiklah aku hanya perlu menurutinya saja kan, sepertinya tidak susah, aku rasa akan sama seperti bekerja dengan adiknya. Pikir Ruby.
Ruby masih menganggap kalau Rai adalah sekertaris Yuri.
Dengan cepat dia menanda tangani kertas kosong itu dan akan menyerahkannya kembali kepada sekertaris Yuri. Tapi terdengar ketukan di pintu, sekertaris Yuri berdiri beranjak membukakan pintu, dan masuklah seorang perempuan muda cantik dengan pakaian sedikit terbuka dan dandanan bak seorang artis.
Ruby menajamkan pandangannya, seperti menilai gadis itu, dia merasa pernah melihatnya tapi tidak ingat dimana.
Ruby masih mencari-cari memori itu, dan akhirnya menemukannya, dia adalah gadis sombong yang dia temui di lift yang akan pergi berkencan dengan Big bos. Ya Ruby yakin sekali dengan itu.
Tapi disini hanya ada sekertaris Yuri, Manager Vi, dan Oppa. Lalu dia akan berkencan dengan siapa ? Pikir Ruby.
“ Tuan muda ini nona yang akan menemani anda malam ini “ ucap Sekertaris Yuri.
Ruby melihat penyihir Vi menatapnya dengan penuh kebencian, seperti dia akan mengubur hidup-hidup wanita itu.
“ Pergilah, aku akan pulang ke rumah utama malam ini “ Jawab Rai tanpa melihat wanita itu, pandangannya hanya tertuju pada Ruby, Ken yang melihat itu hanya tersenyum getir.
Kalau dia yang dipanggil Tuan muda, dan dia yang mematuhi perintah, itu artinya... Logika otak Ruby mencoba menghubungkan.
__ADS_1