
Ruby dan Tina segera bergegas meninggalkan ruang perawatan. Waktu jam istirahat sebentar lagi berakhir, jadi sudah mulai banyak orang berdatangan. Dia tidak ingin ketahuan dan di laporkan kepada Rai.
" Tina aku ke toilet dulu, kau langsung saja ke ruangan cleaning service nanti aku akan langsung ke ruangan Rai " Ruby memberitahu Tina.
" Kau yakin tidak ingin aku tunggu ? Bukankah kau tau Ignes sudah merencanakan sesuatu " Tina menawarkan.
" Kau tau sendiri rencananya di mulai sore nanti, dan ini masih jam istirahat. Jadi aku rasa dia juga sedang makan siang sekarang. Setelah dari toilet aku akan menempel seperti lem kepada Rai, jadi Ignes tidak akan bisa menyentuhku " Ruby meyakinkan Tina.
" Baiklah aku pergi dulu " Tina melambaikan tangan dan mereka berpisah.
Seseorang yang sudah mempersiapkan rencananya segera menghubungi majikannya untuk melaporkan perkembangan keadaan.
" Ini kesempatan yang bagus, dia sedang sendirian di toilet wanita " Lapornya kepada majikannya di telfon.
" Baiklah, mobilnya sudah siap di pintu belakang, lakukan sekarang " Perintahnya dan kemudian menutup sambungan telfonnya.
Seseorang itu berjalan mendekati toilet dan mengunci pintunya dengan sapu, dan menempelkan tulisan " Toilet sedang dalam perbaikan ". Toilet wanita memang ada dua dan berdampingan. Di saat istirahat seperti ini toilet biasanya sepi.
Ruby sedang berada di toilet untuk buang air kecil, akhir-akhir ini dia semakin sering ingin buang air kecil, bahkan sangat sulit untuk menahannya.
" Ah aku lupa mengembalikan jaket Tina, nanti aku akan menemuinya dulu di ruang cleaning service baru ke ruangan Rai " Ruby mengoceh sendiri.
Ruby keluar dari bilik toilet setelah menyelesaikan buang air kecilnya, dia menuju wastafel untuk mencuci tangan.
Triiiiiiiiiiiinnggg !!!!! Suara alarm penanda kebakaran berbunyi di seantero club. Ruby yang mendengarnya juga ikut panik. Dia segera berlari menuju pintu dan membukanya tapi terkunci.
" Tolong !!! " Ruby berteriak meminta tolong. Tapi tidak ada yang mendengarnya.
Suara alarm membuat semua orang yang baru saja kembali dari makan siangnya segera menghambur keluar, membuat keadaan kacau.
Rai sendiri yang mendengar alarm itu segera berlari keluar dan mencari Ruby. Dia menghubungi Ruby tapi tidak di angkat. Sedangkan Ruby sendiri di toilet terlalu panik karena terkunci. Pintu toilet itu memiliki 2 daun pintu bermodel kupu-kupu yang terbuka kedalam. Tapi seseorang menahan handle pintu dengan sapu membuat Ruby tidak bisa menariknya agar terbuka.
" Tolong !!!! " Ruby berteriak sekuat tenaga dan nihil.
Rai yang sudah sampai di loby club segera mencari Ruby ke ruang cleaning service tapi ruangan itu sudah kosong. Dia terus mencoba menelfon Ruby.
__ADS_1
Seseorang mendengar teriakan Ruby dan membuka pintunya.
" Ruby ? " Pekiknya terkejut.
" Mey, syukurlah kau mendengarku, aku terkunci... " Ruby berusaha menjelaskan.
" Sudah ayo cepat, keadaan sedang kacau karena alarm itu, jadi kita lewat pintu belakang saja, pintu depan sangat penuh sesak oleh orang-orang yang berebut keluar " Mey kemudian menarik tangan Ruby agar mengikutinya.
Mereka keluar lewat pintu belakang yang langsung menembus area parkir. Tiba-tiba mereka di hadang segerombolan laki-laki berpostur tubuh besar dan berpakaian serba hitam. Mereka memaksa Ruby agar masuk kedalam mobil. Dia meronta sekuat tenaga tapi tidak berhasil melepaskan diri. Salah satu dari mereka menodongkan pistol ke pelipis Ruby.
" Kami harap kau bekerja sama dan naik mobil dengan tenang, sekali kau membuka mulut untuk berteriak maka peluru ini akan bersarang di kepala mu " Ancam lelaki bertubuh besar itu.
Di ancam dengan pistol membuat nyali Ruby untuk melarikan diri menjadi ciut. Dia kemudian menuruti perintah mereka untuk masuk kedalam mobil.
" Tidak boleh ada saksi mata " Perintah seseorang yang sepertinya merupakan ketua.
Mendapat perintah seperti itu, anak buah lainnya membuka kaca jendela mobil dan menembak Mey tepat di perutnya, membuatnya terkapar bersimbah darah.
" Tidak, Mey !!!! " Ruby berteriak melihat mereka tega menembak seorang wanita.
" Kalau kau bersikap manis kami tidak akan menyentuhmu nyonya, kecuali kau sudah tidak sayang nyawa mu lagi " Ancam ketua para penculik yang duduk di kursi penumpang bagian depan.
Anak buahnya yang sudah menyiapkan kain hitam segera mengikatkan ke mata dan mulut Ruby, membuatnya tidak bisa melihat jalan dan berteriak. Dia merasakan seseorang mengambil ponselnya dari dalam saku celananya.
" Ini bos ponselnya " Seseorang memberikan ponsel Ruby padanya.
" Hancurkan " Perintahnya tegas.
Anak buah itu kemudian meleparkan ponselnya keluar jendela dan mobil mereka melaju melindas ponsel itu sampai hancur, meninggalkan area club.
Rai yang sudah berada di luar bersama orang-orang yang juga berlindung dari kebakaran segera mencari Ruby di tengah kerumanan orang-orang. Dia meneriakkan namanya tapi tidak ada sahutan.
Ignes yang melihat Rai panik segera menghampirinya.
" Ada apa ini Rai ? Kenapa tiba-tiba alarm kebakaran berbunyi ? " Ignes bertanya heran.
__ADS_1
" Entahlah aku juga tidak tau " Rai menjawab asal dan mencari Ruby lagi. Dia melihat Tina berdiri di dekat taman dan bergegas menghampirinya.
" Tina dimana Ruby ? " Tanya nya khawatir begitu berada di dekat Tina.
" Ruby ? Bukankah dia sudah kembali ke ruangan anda Tuan ? " Tina juga heran dengan pertanyaan Rai.
" Tidak dia belum kembali " Rai menjawab cepat dan dia segera berlari kembali ke dalam club untuk mencari Ruby.
Larinya terhenti oleh penjaga yang menjaga pintu.
" Tuan terlalu berbahaya di dalam, kami mohon anda tidak boleh masuk " Para penjaga itu mencegah Rai.
" Istri ku masih di dalam, aku harus menolongnya !!! " Rai berteriak tetap memaksa masuk kedalam club.
" Tidak bisa tuan, nyawa anda akan dalam bahaya, kami mohon tuan. 5 menit lagi petugas pemadam kebakaran akan sampai jadi kami mohon bersabarlah " Penjaga itu memegangi lengan Rai.
" Aisshhh !!!! " Rai mengamuk mendapat pencegahan dari para penjaga.
Tak berapa lama mobil pemadam kebakaran sudah sampai di depan club, Rai yang sangat khawatir segera mendekat ke arah mobil dan meminta kepala pemadam agar memperbolehkannya masuk.
" Maaf tuan kami tidak bisa, kami tidak mungkin mengajak warga sipil untu masuk kedalam sana " Tolak halus kepala petugas pemadam kebakaran.
" Baiklah aku tidak ikut, tapi aku mohon fokuskan pencarian hanya pada istriku, biarkan gedung ini terbakar asal istri ku selamat " Rai memohon kepada para petugas pemadam.
" Baiklah kami akan fokuskan pencarian kepada istri tuan " Kepala petugas mengangguk dan memerintahkan seluruh petugas untuk masuk dan mencari Ruby.
Rai hanya bisa menunggu dengan panik. Ignes berjalan mendekatinya.
" Aku percaya Ruby akan baik-baik saja " Inges menyentuh pundak Rai memberikannya semangat. Rai menepis tangan Ignes dari pundaknya.
" Sebaiknya kau tidak ada hubungannya dengan ini, atau aku akan menghancurkan mu sampai tidak bersisa bahkan sehelai rambut pun " Ancam Rai dingin kepada Ignes.
Tentu saja aku ada hubungannya dengan ini, tapi lihat sekarang aku berdiri disini untuk alibi ku, dan saat kau memeriksa cctv kau juga akan menemukan aku bersih tak ternoda. Aku tidak menyangka rencana psikopat gila itu di majukan, tapi baguslah aku jadi tidak terlibat di dalamnya. Selamat menikmati siksaan mu Ruby yang malang.
Ignes menyeringai jahat di balik keramaian orang-orang yang menyaksikan pemadam kebakaran memadamkan api.
__ADS_1
Gambaran tentang Ignes, jangan di bully kebangetan ya teman-teman, mungkin wajahnya kurang jahat atau kurang greget tapi di lihat sekilas aja udah kelihatan juteknya ya... 😂😂