Cinta Big Bos

Cinta Big Bos
Manusia Purba


__ADS_3

Rai yang sedang mengelus elus perut Ruby bergidik, merasakan hawa dingin di sekitarnya.


" Aneh kenapa disini jadi dingin sekali, apa ac nya terlalu kencang ? " Rai bergumam sendiri.


" Duduklah di sofa " Ruby memerintah dingin.


Rai menoleh ke wajah Ruby, di lihatnya wajah istrinya sangat menyeramkan. Ekspresi yang selama ini tidak pernah dia lihat. Rai menuruti kata-kata Ruby, dia beranjak pergi menuju sofa. Ruby bangun dan turun dari kasur.


Dia berjalan mondar mandir di depan Rai layaknya seorang polisi menginterogasi seorang penjahat. Rai yang melihatnya bingung.


" Hei kenapa mondar mandir begitu, duduklah " Rai tersenyum polos, dan menepuk sofa di sebelahnya.


Ruby meliriknya tajam membuat Rai terdiam. Istrinya benar-benar sangat menakutkan saat ini. Ruby menghela nafas.


" Katakan padaku apa yang kau tau dari hubungan suami istri ? " Ruby bertanya, nada suaranya tajam.


" Menikah dan hidup bersama " Rai menjawab polos.


" Apa alasan mu untuk sikap mu yang memalukan tadi ? " Ruby masih menggunakan nada interogasinya.


" Dulu waktu kecil aku sangat membenci dokter, dia selalu mengatakan hal-hal buruk, seperti umurmu tidak lama lagi, kau sakit parah, aku sangat benci dokter " Rai mulai menjelaskan.


" Lalu kenapa kau terkejut saat dokter yang harus memeriksa ku adalah dokter kandungan ? Apa kau tidak tau aku hamil ? " Ruby menahan geram dalam pertanyaannya.


" Aku tidak tau, dulu yang aku tau kalau dokter umum yang memeriksamu itu artinya hanya luka kecil, tapi kalau dokter spesialis yang memeriksamu itu artinya sakitmu parah " Rai menjawab polos.


" Jadi kau menenangkan ku tadi hanya karena berfikir sakitku mungkin parah ? Tidak berfikir aku akan hamil ? " Ruby semakin geram.


" Tidak " Jawab Rai masih dengan polosnya.


" Kalau kau tidak tau masalah kehamilan seorang perempuan lalu darimana kau tau masalah hubungan itu ?!?! " Ruby kehabisan kesabaran melihat Rai yang polos tapi mesum.


" Ken yang mengajari ku " Rai menjawab santai.

__ADS_1


" Apa ?!? Ken ?!? " Ruby setengah berteriak. Matanya tiba-tiba berkunang-kunang.


" Iya Ken yang mengajariku. Dia yang merencanakan semuanya, dia bilang akan membantu ku membuatmu jatuh cinta padaku " Rai menjelaskan awalnya.


" Aku selalu cerita padanya, lalu dia bilang tenang saja aku akan membantu mu " Rai mengingat-ingat.


" Bagaimana mungkin, ide bodoh itu aku sendiri yang memutuskan untuk menurutinya " Ruby bergumam sendiri, memainkan logikanya. Dia terkejut setelah berhasil merangkai satu per satu kejadian secara berurutan.


Awal mula Ken menceritakan masa lalu Rai, lalu dia memberi ide bodoh untuk bersikap imut padanya, membuat Rai melakukan itu. Ruby mengepalkan tangannya menahan kesal.


" Ceritakan dari awal " Ruby terhuyung dan duduk di sebelah Rai. Dia syok dengan kenyataan yang di ucapkan Rai.


" Saat aku memutuskan menikahi mu Ken mendatangi ku, dia tanya apa aku tau yang sedang aku lakukan, aku menjawab tentu saja menjadikan mu istri ku dan hidup bahagia seperti ayah dan ibu. Lalu dia mengajari semua hal menjadi suami istri. Begitu lah singkatnya " Rai mengangguk-angguk sambil menjelaskan.


" Jadi semua ide bodohmu itu darinya ? " Tanya Ruby kesal.


" Tidak Ken hanya berusaha membuatmu mendekat padaku, lalu sisanya aku sendiri yang mengatasinya " Ucap Rai bangga.


" Aku melihat video bersama Ken, dan aku paham ternyata menjadi suami istri itu lebih rumit dari hanya sekedar berpelukan dan mencium bibir, dulu yang kulihat dari ayah dan ibu hanya saling ciuman dan berpelukan " Rai mengingat-ingat.


" Hei tentu saja yang kau lihat hanya sebatas itu, kalau lebih dari itu namanya bahaya " Ruby menjawab ketus.


" Itu lah yang aku maksud, yang penting ini semua Ken yang mengajariku di awal, dan sisa nya aku sendiri yang melakukannya sebagai suami mu. Bagaimana kau bangga padaku sekarang ? " Rai tersenyum menyenggol pundak Ruby. Dia melirik Rai sinis, tidak percaya apa yang di dengarnya.


" Kau benar-benar berbahaya " Ruby menjawab tajam.


" Kau tau aku terkurung dirumah sampai umurku 15 tahun, hanya dirumah tidak pernah bertemu siapapun, home schooling dan ibu sendiri yang jadi gurunya, jadi ibu tidak mengajari ku masalah itu. Masuk sekolah menengah atas aku mulai keluar rumah, tapi tidak pernah mengikuti pelajaran, aku sekolah hanya untuk melupakan ibu. Jadi aku tidak belajar pelajaran sama sekali. Saat dewasa aku berganti wanita setiap malam hanya untuk melihat sisi bagian mana yang mirip dengan ibu ku, apakah tangannya, wajahnya, senyumnya, tapi semua tidak ada yang sama. Belakangan aku baru tau kalau aku mengidap mother compleks sampai aku bertemu dengan mu" Rai menjelaskan detail.


" Ya itu masuk akal karena kau hanya bertemu ibu mu setiap hari, jadi pikiranmu selalu tertuju padanya, tapi bagaimana bisa kau tidak tau masalah hubungan suami istri ? " Ruby bertanya heran.


" Hei mana aku tau, ibu tidak mengajarinya, dan aku marah kalau wanita yang menemaniku selalu menggodaku, aku jijik, itu tidak seperti ibu, ibu ku selalu sopan dan lemah lembut " Rai menjawab ketus.


" Lalu saat Ken mengajari mu melihat video, apa kau tidak berfikir kalau itu bisa menyebabkan kehamilan ? " Ruby bertanya.

__ADS_1


" Tidak, di video tidak di jelaskan " Rai menjawab polos.


" Lalu apa yang kau habiskan dengan masa muda mu sampai kau tidak tau masalah itu ? " Ruby bertanya putus asa.


" Aku orang yang tertutup, beda dengan Ken yang playboy memiliki banyak kekasih, yang aku tau aku hanya olahraga, berkelahi, dan memimpin perusahaan dengan baik, aku sama sekali tidak ingin mencari tau masalah itu sampai Ken yang memberitahu ku " Rai ketus merasa di tuduh.


" Aku heran masih ada manusia purba seperti mu " Ruby menggeleng tidak percaya.


" Mungkin aku memang kejam dan dingin, tapi aku berani bersumpah aku orang yang suci, aku tidak pernah sekali pun melihat video seperti itu sampai Ken menunjukkannya padaku, sejak saat itu aku ternoda oleh mu " Rai menjawab ketus.


" Apa ?!?! Kau ternoda oleh ku ?!? Hei yang harusnya bilang begitu itu aku, aku yang telah ternoda oleh mu " Ruby setengah berteriak.


" Yah pokoknya seperti itu, sejak aku melihat video itu, dan aku melakukan itu denganmu, aku merasa berbeda jadi aku melakukannya terus " Rai tersipu malu.


" Berbeda ?! Apa maksudmu berbeda ? Dan kenapa kau tersipu malu ? " Ruby bertanya ketus.


" Kau tau melihat video dan merasakannya sendiri rasanya berbeda " Rai masih tersipu menjelaskan.


" Membuat ketagihan " Rai berbisik dan mendesah di telinga Ruby.


Wajah Ruby memerah melihat tingkah Rai. Dia benar-benar pusing sekarang. Semakin lama berbicara dengan Rai akan semakin membuatnya tidak waras.


" Lalu apa kau tau bagaimana orang hamil itu ? " Tanya Ruby menyentuh pangkal hidungnya, memijitnya untuk meredakan pusing.


" Ya aku tau, akan ada bayi di dalam perutmu, dulu ibu sering mengelus perut orang hamil di rumah sakit ini, aku bertanya kenapa perutnya bisa besar, dan ibu menjawab karena ada bayi di dalamnya " Rai menjawab polos.


" Tapi kenapa di monitor tadi tidak ada bayi nya, hanya lingkaran kecil " Rai bertanya heran.


" Daebak !! Aku tidak percaya aku menjadi istrimu " Ruby menggelengkan kepalanya.


" Hei kalau kau tanya masalah senjata, teknik mengunci, memukuli seseorang, mengancam seseorang atau bahkan membunuhnya, kau bisa tanya aku, kalau untuk masalah seperti itu mana aku tau, ibu selalu bilang itu masalah wanita, laki-laki tidak boleh tau, jadi aku tidak pernah mencari tau " Rai menjelaskan ketus.


Ya ibu mu lah sumber masalahnya, dia menguncimu dari dunia luar, dan hanya menunjukkan masalah Klan padamu, tak heran kau tumbuh jadi manusia purba seperti sekarang, tidak heran dia mengerok punggung ku dengan tutup botol spr*te untuk mengobati masuk angin. Ruby menghela nafas melihat Rai yang lagi-lagi antusias dengan perut Ruby.

__ADS_1


__ADS_2