Cinta Big Bos

Cinta Big Bos
Cleaning Service


__ADS_3


Ketukan dipintu membangunkan Rai, dia melirik jam kecil di meja nakasnya, ternyata sore hari. Mereka tertidur, ini pertama kalinya Rai melakukan itu tanpa ada penolakan dari Ruby, mereka menikmati bersama bukan hanya Rai.


Rai bangun dan mengambil kimono tidurnya. Membuka pintu dan menemui pak Handoko yang memberitahukan sudah hampir waktunya makan malam, dia menanyakan apakah nyonya akan memasak sendiri atau tidak.


“ Nyonya sedang tidak enak badan, sepertinya dia kelelahan setelah olahraga berat, bawakan makan malamnya ke kamar saja “ perintah Rai.


“ baik tuan “ pak Handoko menundukkan kepala dan pergi berlalu.


Rai kembali ke kamarnya, dilihatnya Ruby masih tertidur lelap berbalut selimut.


Rai mendekatinya, di membelai rambut Ruby yang berantakan, mengamati wajah mungil istrinya.


“ kenapa aku bisa jadi sangat menyukaimu ? Awalnya ku kira aku akan sangat keras berusaha menjadikanmu seperti ibu, tapi nyatanya aku menyukaimu yang seperti ini, seperti apa adanya dirimu. Tapi aku tidak akan mengakuinya sebelum kau juga merasakan hal yang sama dengan ku, akan ku buat kau menyukai ku juga “ gumam Rai lirih.


Kemudian dia mencium bibir Ruby lembut, semakin dalam, dia tidak bisa mengendalikan dirinya lagi. Dia seperti ingin memakan istrinya yang lucu itu.


Ruby menggeliat, Rai menghentikan ciumannya, Ruby menaikkan tangannya ke atas, menarik tubuhnya meluruskan tulang-tulangnya yang terasa pegal. Dia membuka matanya perlahan, dilihatnya Rai duduk disampingnya sedang menatapnya dengan tersenyum. Buru-buru Ruby memasukkan tangannya dan menarik selimutnya sampai menutupi leher.


“ Memangnya kau mau menutupi itu dari siapa ? Aku sudah hafal setiap jengkal tubuhmu “ godanya menyeringai.


“ Cih “ Ruby membuang wajahnya.


Rai menarik dagu Ruby menghadap wajahnya.


“ Sepertinya aku kurang bahagia dengan rayuanmu “ ucap Rai.


“ Kalau kau melakukannya sekali lagi, akan aku pertimbangkan izinmu “ Rai berpura-pura serius.


“ Apa ?!? “ Ruby terkejut dan duduk, membuat selimut yang menutupi tubuhnya jatuh, memperlihatkan pundak dan sebagian dadanya. Tak terhitung berapa bekas merah yang ditinggalkan Rai.


“ Aku tidak mau, kau membodohi ku, kau bilang tidak bahagia ? Hei jangan main-main denganku, aku mendengarnya kau mendesah dan mengatakan kau sangat bahagia hari ini “ Ruby menyangkal.


Sial rupanya dia tetap berkonsentrasi meskipun sedang melakukan itu, aku terhanyut terbawa nafsu sampai tidak bisa mengontrol apa yang aku ucapkan. Rai sudah tidak bisa berkilah.


“ sebaiknya kau tepati janjimu atau aku sendiri yang akan kabur “ ancam Ruby.


“ Baiklah, baiklah “ Rai menarik tangannya agar Ruby kembali tidur, memeluknya erat dari samping.


“ Apa yang kau inginkan ? “ Tanya Rai, mengambil tangan Ruby dan bermain dengan jari-jarinya yang kecil.


“ aku ingin besok aku bisa kembali bekerja diluar “ jawab Ruby yakin.

__ADS_1


“ Tidak bisa besok, perusahaan sedang tidak ada lowongan “ Rai berusaha mengulur waktu.


“ Kau ingin melakukan itu sekali lagi ? “ Ruby mengedipkan matanya.


“ Boleh “ Jawab Rai bersemangat.


“ Kalau begitu aku ingin bekerja besok, maka aku akan melakukannya sekali lagi “ Ruby memberikan penawaran.


“ Tidak masalah, Ken akan mengurusnya “ Rai menjawab santai.


“ Hei dasar mesum, kau kira aku sebodoh itu, lihat begitu aku bilang akan melakukan sekali lagi kau langsung membuka lowongan pekerjaan “ Ruby memaki Rai, menarik tangannya yang di genggam Rai dengan kasar, mengambil bantal dan memukulnya.


“ Baiklah, baiklah hentikan, kau ingin bekerja apa ? “ Rai melindungi dirinya dari pukulan Ruby.


“ entahlah, kembali ke club mencuci piring ? Atau naik pangkat jadi chef disana ? “ Ruby menjawab asal.


“ Aku tidak mengizinkanmu memasak untuk orang lain “ Rai menjawab santai.


“ Jangan beralasan, kau hanya sedang berputar-putar agar aku tetap terkurung disini “ suara Ruby ketus.


“ cih kenapa mulutmu ini pedas sekali, kau selalu saja membantahku saat aku bicara, kau tau tidak ada wanita yang pernah bersikap seperti ini padaku sebelumnya, mereka semua akan dengan sukarela menyerahkan apapun yang mereka miliki untuk bisa bersama ku “ celoteh Rai panjang lebar.


Ucapan Rai membuat Ruby mengingat kembali kenangan bulan madu mereka, Rai yang dikelilingi wanita-wanita, para wanita yang rela menjadi kedua, ketiga, asal bisa bersamanya, dan tentu saja Ignes yang sesuka hati menciumnya.


“ kau cemburu ? Saat kau cemburu kau bisa melampiaskannya dengan melakukan itu “ Rai menggodanya, menyusuri leher Ruby dengan jarinya.


“ setelah melakukannya kau akan merasa lebih lega, bagaimana ? “ Rai mulai menciumi pipi dan leher Ruby.


“ Tidak terima kasih “ Ruby meronta melepaskan diri.


“ Aku lapar sekali, apa kau tidak lapar ? “ Ruby berusaha mengalihkan pembicaraan, Rai tidak akan pernah selesai mengotak atik tubuh Ruby kalau ini tidak di akhiri.


“ Tunggulah sebentar lagi, aku sudah bilang pada Handoko agar membawa makan malam kita kesini, aku sudah cukup kenyang “ Jawab Rai santai.


“ memangnya kau sudah makan ? “ Tanya Ruby heran.


“ Belum “


“ lalu kau kenyang makan apa ? “


“ memakan mu “ Jawab Rai kemudian mer*mas dada Ruby, membuatnya melotot terkejut.


“ Heiiii !!! “ suara Ruby melengking.

__ADS_1


💖💖💖💖💖


“ Apa ini ? “ Tanya Ruby saat Rai menyodorkan secarik kertas berisi point-point peraturan.


“ Itu adalah aturan yang harus kau patuhi selama bekerja di luar “ Jawab Rai santai.


Rai dan Ruby sekarang sudah duduk di sofa. Rai melingkarkan lengannya ke leher Ruby, menjaganya agar dia tetap berada di pelukannya.


“ kenapa banyak sekali, hei ini sama saja kau memindahkan penjara ku “ Protes Ruby karena salah satu pointnya adalah tidak boleh berteman dengan siapapun.


“ Baiklah kau boleh berteman tapi jangan melirik laki-laki lain “ Rai mengubah point seenaknya.


“ Kau kenapa ? Apa otakmu ada yang salah ? Kenapa kau membeda-bedakan gender, apa kau tidak pernah mendengar Hak Asasi Manusia ? “ Ruby tak habis pikir dengan peraturan yang dibuat Rai.


“ Baiklah aku akan memperbolehkan kau berteman dengan siapapun, tapi aku akan mengadakan konferensi pers dan mengumumkan pernikahan kita, dan lihat siapa yang akan mau berteman denganmu “ Rai mengancam.


Tentu saja setelah pernikahan mereka terbongkar, tidak akan ada yang berani mendekatinya, dia akan di kelilingi pengawal, dan mendapat tatapan sinis dari para wanita penggila Rai. Ruby menghela nafas panjang.


Kenapa tidak sekalian kau bunuh aku saja. Ruby berusaha menyingkirkan lengan Rai dari lehernya.


“ Baiklah aku pilih yang kedua saja, aku tidak akan menjalin hubungan dengan laki-laki “ balas Ruby menyerah.


“ apa ? Menjalin hubungan ? Hei aku melarangmu melirik laki-laki lain dan kau berfikir akan menjalin hubungan dengan laki-laki lain ? Wah memang dasar kau “ Rai mulai kehilangan kesabaran.


“ Kenapa tidak sekalian kau membungkusku agar tidak ada yang melihatku “ Ruby asal menjawab, dia kehabisan kesabaran.


“ itu bisa jadi ide yang bagus “ Rai mengangguk menyetujuinya.


Ruby menggenggam tangannya, menahan kesal, dia benar-benar tidak mengerti jalan pikiran laki-laki antik yang ada disebelahnya.


“ baiklah, baiklah aku akan menuruti semua keinginanmu, lantas aku harus bekerja sebagai apa ? Ku dengar kau sedang mencari manager pengganti Vivianne, apakah itu aku ? “ Ruby mencoba merayu Rai, mengedipkan matanya, dia jadi ahli merayu sekarang.


“ Hahaha...dasar otak udang, meskipun kau istriku, bisnis tetap bisnis. Klan punya standart dalam menerima anggotanya. Gadis bodoh sepertimu tidak akan bisa menangani club sebesar itu “ Rai mendorong kening Ruby.


“ cih “ Ruby mencibir.


“ Lalu aku akan bekerja sebagai apa ? “ Ruby bertanya penasaran.


“ Cleaning service “ jawab Rai sambil kembali melingkarkan lengannya di lengan Ruby.


“ apa ?!? Wah kau bukan hanya pimpinan yang kejam, bahkan kau sekarang berperan sebagai suami yang kejam “ Maki Ruby.


“ kalau kau tidak ingin lupakan saja “ jawab Rai santai.

__ADS_1


“ Baiklah baiklah “ Ruby menyerah, menjadi cleaning service diluar sana masih lebih baik daripada menjadi ratu di dalam sini.


__ADS_2