
Seseorang yang tinggi dan tampan sedang berdiri di ambang pintu. Kakinya yang jenjang terbalut celana gantung di atas mata kaki, mengenakan sepatu semi formil membuat tampilan bagian bawahnya begitu pas. Dia mengenakan kaos berlengan panjang yang di tarik sampai ke siku, terkesan tidak rapi tapi justru semakin menambah daya tarik gaya kasualnya. Wajahnya tersenyum ramah, sinar matanya hangat membuat semua yang hadir di pesta perayaan ulang tahun pak Hong ternganga.
" Selamat malam semuanya " Sapanya membuat semua orang tersadar dari bengongnya dan meyakini ini bukan mimpi.
" Selamat malam " Jawab semuanya kompak, mereka semua gugup dan segera membuat barisan seperti apel pagi yang biasa mereka lakukan. Meninggalkan Ken, Ruby, dan Daniel.
" Rhoma ?! " Ruby terkejut dan julukan yang dia berikan untuk Rai meluncur begitu saja saat melihat Rai datang.
Ken yang menyaksikan seluruh kejadian itu tertawa terbahak-bahak. Bagaimana mungkin kakaknya, seseorang yang menurutnya paling polos juga paling mesum, menjadi sosok yang menyeramkan bagi seluruh karyawannya, dan lagi Ruby yang menjulukinya Rhoma, membuat Ken membayangkan wajah asli dari Rhoma sang raja dangdut.
" Ruby " Semua teman-temannya kompak menegur Ruby. Mereka tidak ingin membuat pesta ini menjadi kacau. Dan mereka kemudian beralih menatap Ken tajam. Seseorang yang tak di undang dan berani-beraninya mentertawakan Big Bos.
Ruby yang berdiri agak jauh dari meja makan besar di ruangan itu berjalan mendekati Rai. Dia ingin memastikan apakah itu halusinasinya atau nyata.
" Apa ini halusinasiku ? " Ruby bertanya lirih.
" Apa aku sudah terlalu mencintaimu ya sampai-sampai membayangkan melihatmu di mana pun " Ruby mengoceh sendiri.
Dia kemudian menyentuh pipi Rai dengan jari telunjuknya.
" Hah " Ruby terkejut dan menutup mulutnya.
" Itu kulit asli " Ruby melihat tangannya sendiri, tiba-tiba dia merasa merinding.
Dia kemudian berbalik dan berjalan menuju Ken.
" Apa dia kakakmu atau hanya mataku yang melihatnya sebagai kakak mu ? " Ruby bertanya lirih tidak percaya.
" Bukan dia Rhoma hahaha " Ken menjawab dengan tertawa terbahak-bahak.
Semua orang menatap Ken dengan pandangan tidak suka, dia sangat ceroboh dan tidak punya sopan santun terhadap tuan rumah pesta.
Rai berjalan mendekati Ken, dia bertanya pada Ken dengan berbisik.
" Cari tau laki-laki mana lagi Rhoma itu, aku benar-benar ingin mematahkan kaki seseorang saat ini " Raut wajahnya kesal menahan marah, membuat aura yang tadi hangat menjadi dingin seketika.
Pegawai yang lain yang melihat kejadian itu berasumsi bahwa Rai mengancam Ken, karena terlihat dari raut wajahnya yang mendadak berubah serius.
" Kau jangan macam-macam, ini bukan pestamu, jangan rusak kebahagiaan Ruby " Ken berusaha menenangkan Rai.
Rai kemudian pergi menemui pak Hong yang sudah berbaris bersama pegawai lainnya.
" Pak Hong selamat ulang tahun, ini hadiahmu " Rai kemudian memanggil pelayan yang datang dengan membawa nampan berisi box jam tangan yang terbuka, sebuah jam tangan mewah terpajang cantik di dalamnya.
" Whoaaahh " Semua takjub melihat hadiah yang di berikan oleh Rai.
" Terima kasih Tuan, saya akan menggunakannya selalu baik suka maupun duka, panas maupun dingin, tidur maupun bangun " Ucap pak Hong lantang ala militer dengan sikap siap siaga.
" Baiklah mari mulai pestanya " Rai memecah suasana, berusaha mencairkan situasi yang tegang.
Pak Hong menarik kursi di ujung meja untuk Rai. Dia meminta pelayan untuk menambahkan menu spesial dan paling mahal yang ada di restoran ini yang akan di hidangkan khusus untuk Rai.
__ADS_1
Ruby mengambil tempat di sebelah Rai, dia tersenyum sinis memandangi wajah suaminya yang begitu tampan malam ini.
Kau pasti memanggil penata style untuk mempersiapkan semua ini, lihat saja menyuruhku berdandan jelek tapi kau sendiri seperti seorang artis.
Ruby menghela nafas.
" Kenapa kau melihatku seperti itu nona muda ? " Suara Rai memecah keheningan di meja makan berukuran jumbo itu.
" Cih " Ruby memutar bola matanya, mengalihkan pandangannya.
" Kenapa apa ada banyak permata di matamu sampai kau tidak kuat menahan kilaunya ? " Rai menyombongkan diri.
Ruby mengedarkan pandangan kepada teman-teman wanitanya, mereka semua mengangguk takjub membenarkan ucapan Rai.
Pelayan sudah menghidangkan makanan untuk Rai, pak Hong berinisiatif mengambilkan makanan untuknya. Tapi tertahan karena gerakan tangan Rai.
" Kau ambilkan makanan untuk ku " Rai menunjuk Ruby dengan wajahnya.
Ruby yang memang terbiasa melakukan ini segera mengambilkan apa yang disukai Rai dan apa yang tidak di sukainya.
Semua heran menatap Ruby yang seperti tidak terintimidasi dengan aura kuat di sekitar Rai.
" Ruby kenapa kau tidak mengambilkan salad saus kacang untuk tuan Rai, itu menu andalan di restoran ini " Pak Hong bertanya pada Ruby.
" Pecel ini maksud anda ? Dia alergi kacang, jadi dia tidak bisa memakan ini " Ruby menjawab santai.
Pak Hong dan yang lainnya terkejut mendengar jawaban Ruby, bagaimana dia bisa tau sejauh itu tentang Rai bahkan sampai ke alerginya.
" Bagaimana kau bisa tau ? " Pak Hong bertanya.
" Apa ?! " Semua terkejut mendengar pernyataan Ruby.
Rai yang sedari tadi hanya diam tersenyum lebar.
Sepandai-pandainya tupai melompat pasti akan jatuh juga, dan kau Ruby sepandai-pandainya mulutmu itu berdebat, pasti kelepasan juga hahaha.
Rai tertawa puas dalam hati. Dia tidak perlu bersusah payah membongkar rahasia pernikahannya, Ruby sendiri lah yang mengakuinya.
Ruby membelalakkan mata menyadari dia telah kelepasan bicara. Dia menatap semua wajah teman-temannya dan tersenyum kaku. Otaknya berusaha keras memikirkan alasan apalagi yang harus dia berikan untuk menutupinya kali ini.
" Kenapa kalian tiba-tiba diam ? Apa aku mengucapkan hal yang aneh ? " Ruby pura-pura polos.
" Ruby jaga bicara mu, kau akan merusak pesta ku " Pak Hong memarahi Ruby.
Rai yang tidak terima melihat istrinya di marahi akan memarahi balik pak Hong, tapi kemudian tangan Ruby menggenggam tangan Rai dari bawah meja. Dia menatap Rai dan memberikan isyarat agar Rai membiarkan saja hal itu.
" Maafkan dia tuan, dia sangat kurang ajar sekali. Mana mungkin orang seperti tuan punya istri seorang cleaning service sepertinya " Pak Hong meminta maaf sambil menundukkan kepalanya.
" Benar, Ruby kau jangan berkhayal terlalu tinggi, jadi istri tuan Rai, kau beruntung tuan Muda tidak memecatmu karena bicara mu yang sembarangan " Bu Made menimpali.
" Tentu saja, Istri tuan Muda haruslah seorang putri kerajaan atau putri konglomerat yang anggun dan lemah lembut baru sepadan dengannya bukan gadis serampangan sepertimu " Pak Hong menambahkan.
__ADS_1
" Benar, benar, benar " yang lain hanya berani bergumam menambahi.
" Baiklah, baiklah aku hanya bercanda tadi soal menjadi istrinya, itu karena suasana pestanya sangat kaku. Bagaimana pun pak Hong adalah tuan rumahnya, tapi kenapa semua lebih perhatian pada tamu tak di undang ini " Ruby menujuk Rai dengan wajahnya.
Dia melihat Rai yang hanya diam saja dan pandangan matanya kosong. Wajahnya berubah sedih. Ruby mengeratkan genggaman tangannya pada tangan Rai yang ada dibawah meja, menyembunyikannya dari pandangan mata teman-temannya.
Ken yang menyaksikan jalannya pesta hanya bisa menghela nafas, dia melihat banyak sekali kenyataan malam ini. Ken terbiasa dengan gosip, tapi dia tau Rai tidak.
" Baiklah semuanya ayo mulai pestanya " Ken memecah keheningan dan mulai memakan hidangan pestanya.
" Kau ingin keluar ? " Ruby menawarkan lirih pada Rai yang disambut anggukan.
Dia berdiri dan meninggalkan meja makan tanpa bicara apapun. Ruby juga berdiri akan menyusulnya dan membuatkan alasan kalau Rai akan pergi ke kamar kecil dan dia akan menunjukkan padanya. Mereka semua mengangguk dan melanjutkan pestanya.
Rai sudah berjalan menuju taman yang ada di restoran itu, Ruby menyusul di sampingnya. Melingkarkan lengannya ke lengan Rai.
" Ayo pacaran " Ruby menarik tangan Rai menuju taman, mempercepat langkah mereka.
Mereka duduk di bangku kayu yang ada di taman restoran, hari ini tidak ada pengunjung karena pak Hong membooking restoran ini untuk semalam.
" Kenapa ? Apa kau tidak suka pestanya ? " Ruby bertanya lirih, tersenyum hangat.
Dia menatap Rai dalam, melihat mata Rai yang sudah berkaca-kaca.
" Maafkan aku " Rai menjawab lirih.
Ruby menghela nafas panjang dan memasang senyum lembutnya.
" Kenapa minta maaf ? Memangnya kau salah apa ? " Ruby bertanya lirih.
" Aku tidak memikirkan perasaan mu selama ini, aku hanya berusaha membongkar rahasia pernikahan kita tanpa memikirkan apa akibatnya untukmu " Rai menjawab sedih.
" Sudahlah lupakan kata-kata mereka, mereka hanya mengutarakan pendapat mereka saja, itu karena mereka sangat mengagumi mu, jadi mereka berharap kau akan mendapatkan pasangan yang sepadan denganmu, bukan berarti mereka membenci ku " Ruby menjelaskan.
" Tapi apa masalahnya kalau kau yang jadi istriku, apa itu merugikan mereka ? " Rai tidak terima.
" Tentu saja tidak, tapi memang sudah sifat dasar manusia, mereka berpendapat sesuatu yang indah harus dibungkus dengan hal indah juga, dan sesuatu seperti sampah hanya cukup dibungkus dengan koran atau plastik " Ruby menjawab santai.
" Bagiku yang terpenting sekarang kau tau aku merahasiakan ini juga demi menjaga perasaanmu, kalau kau selalu mendengar komentar-komentar buruk tentang ku, maka kau akan menghabiskan tenaga mu dengan sia-sia untuk meributkan hal sepele " Ruby mengenggam tangan Rai.
" Kau benar-benar wanita luar biasa, andai mereka tau betapa istimewanya dirimu " Rai memuji tulus.
" Kalau mereka tau aku se istimewa ini, tentu saja itu akan merepotkanmu, kau akan punya banyak saingan " Ruby menggoda Rai, berusaha membuatnya tersenyum kembali.
" Aku sangat sangat sangat mencintai mu istri rahasia ku " Rai memeluk Ruby dengan erat.
" Aku juga " Ruby juga mengeratkan pelukannya.
💐💐💐💐💐
Percayalah tidak semua orang bisa menerima komentar buruk tentangnya dan menganggapnya angin lalu, beberapa orang memiliki hati yang sensitif dan perasa.
__ADS_1
Berbahagialah kalian yang bisa menganggap komentar buruk dari orang lain hanya sebatas tong kosong nyaring bunyinya yang artinya dompet kosong jangan di buka.
Selamat Hari Selasa semuanya...