
Mereka bertiga pergi bersama menuju lantai 5, Rai memimpin di depan. Berhenti di depan ruang 999 untuk membuka pintu.
Tina menggandeng lengan Ruby dengan kuat, berusaha mengumpulkan keberaniannya. Ruby menepuk pelan tangan Tina yang sekarang melingkar di lengkannya.
Mereka memasuki ruangan, Rai langsung merebahkan dirinya di sofa. Ken yang sudah menunggunya dari tadi heran melihat Rai dan Ruby juga seorang petugas cleaning service.
" Duduklah " Perintah Rai malas. Hari ini dia sangat tidak bersemangat karena perang dinginnya dengan Ruby.
Ruby duduk di sofa yang berbeda dengan Rai, Tina mengikutinya.
" Alasan aku memanggilmu kesini adalah untuk memerintahkanmu untuk menjadi pengawal Ruby, kau harus selalu berada di sisinya dan memastikan bule itu tidak bisa mendekatinya " Rai memerintah tanpa basa basi.
" Ada apa ini ? " Tanya Ken heran.
" Dia memergoki kami sedang berkencan, jadi aku sekalian memerintahkannya untuk menjadi pengawal pribadi Ruby selama disini " Rai menjelaskan singkat.
" Aku tidak butuh pengawal " Ruby menjawab sinis.
" Aku tidak meminta persetujuanmu, kau harus menurutinya atau kau bisa pulang dan terkurung lagi di rumah " Rai mengancam Ruby.
Tina yang hanya diam memperhatikan pertengkaran mereka berpikir bahwa Ruby bernasib sial karena harus terjebak dengan Rai yang kejam, dingin, dan playboy.
" Dan kau " Rai menunjuk Tina dengan wajahnya.
" Apa maksudmu Ruby bernasib sial ? " Rai bertanya dengan nada menyeramkan.
" Tidak Tuan, maafkan saya " Tina terisak.
" Jawab sekarang !! " Rai kehabisan kesabaran, dia menggebrak meja yang ada di depannya.
" Ruby yang malang, dia harus menjadi istri dari playboy seperti tuan " Tina menjawab takut, kata-kata itu meluncur begitu saja karena mendengar bentakan Rai.
" Jadi kau berfikir Ruby sungguh sial karena harus berakhir bersama ku begitu ? " Rai bertanya mengancam.
" Perlu kau tau, dia itu sungguh wanita yang sangat beruntung di dunia ini, dia mendapatkanku, seseorang yang dengan sepenuh hati menjaga kesuciannya untuk di serahkan hanya kepada istrinya, dimana lagi dia bisa mendapatkan laki-laki seperti aku ? " Rai membela diri dari tuduhan Tina.
" Cih " Ruby mencibir.
" Yah harus ku akui hal yang bisa kau banggakan hanya kesucian mu itu " Ruby menjawab sinis.
" Hei kau harusnya bahagia bukan, aku yang seorang perjaka menikahimu, dan kau seorang pencuri yang mencuri kesucianku " Rai menjawab santai kepada Ruby.
__ADS_1
" Apa ? Aku pencuri ? Hei memangnya siapa yang memaksa melakukan itu setiap hari, siapa yang mengatakan melakukannya membuat ketagihan ? Kau yang mencuri kesucianku lebih dulu " Ruby meluapkan emosinya yang sudah di tahan sejak semalam. Dia lupa bahwa di ruangan itu mereka tidak sendiri, ada Ken dan Tina yang sedang mengikuti jalannya pertandingan tentang perebutan kesucian.
" Apa kau bilang ? Aku memaksamu ? Hei siapa yang awalnya melemparkan dirinya padaku, kau selalu saja menggodaku, mengeluarkan ekspresi imut dan membuat aku tergoda. Kau tau aku sangat mencintaimu, dan hanya sekali kedipan matamu membuatku bernafsu " Rai membela diri
" Menggoda ? Aku mengedipkan mata karena memang itu hal alami tubuh manusia, kalau aku mengedipkan mata pada orang lain mereka tidak akan bernafsu seperti mu. Hanya kau dan pikiran mesum mu " Ruby menuduh Rai ketus.
" Semua orang berkedip normal 8-10 kali dalam satu menit, tapi setiap kau bersamaku kau berkedip lebih dari 8 kali dalam 30 detik, bukankah itu artinya kau menggoda ku " Rai mengutarakan pembelaan.
" Wuah aku tidak percaya kata-kata itu muncul dari mulut manusia purba seperti mu yang bahkan tidak tau dokter kandungan bertugas memeriksa apa ? " Ruby menjawab sarkas.
" Berkedip dan dokter kandungan tidak ada hubungannya, kenapa kau membuat masalah ini menjadi melebar " Rai berkata ketus.
" Kau yang memulainya lebih dulu, kau selalu menuduhku mesum, mesum, mesum, kau sendiri bagaimana ? Mencium orang seenaknya, memeluk orang tanpa permisi " Ruby membalas tak kalah ketus.
" Orang ? Kau bukan orang, kau itu istri ku " Rai mulai kehabisan kesabaran.
" Aku bukan istrimu, aku buronan mu " Ruby menjawab sengit.
" Hei kalian pasangan mesum " Ken mencoba menengahi.
" Diam, ini semua karena kau " Rai dan Ruby kompak memarahi Ken.
" Begitu lah kondisi mereka setiap hari, percayalah " Ken mengedipkan mata kepada Tina yang sedari tadi hanya melihat pertengakaran Ruby dan Rai.
Ruby segera tersadar ada Tina di sebelahnya.
" Tina lupakan pertengkaran kami, abaikan dia " Ruby membujuk Tina.
" Tidak kau tetap harus menempel seperti permen karet di sebelahnya, memastikan bule itu tidak akan berani mendekatinya " Rai memerintah tegas.
" Aku tidak akan bisa bicara dengan manusia purba seperti mu. Aku akan pergi, tugas cleaning service sangat banyak sekali asal kau tau " Ruby menyindir Rai. Dia menggandeng tangan Tina dan menyeretnya keluar ruangan.
Hari ini hari jumat, club selalu mengadakan jumat sehat. Semua pegawai berkumpul di taman samping club untuk senam bersama. Petugas cleaning service yang bertugas mengatur sound system untuk acara rutin mingguan ini.
Kali ini Tina dan Daniel yang bertugas menjaga ruang sound system di lantai pertama. Diruangan kedap udara itu mereka memainkan lagu senam dan mengontrol jalannya acara.
Semua orang sedang berbaris rapi untuk memulai senam. Instruktur sudah memerintahkan melakukan pemanasan.
" Ngiiiingg " Suara mic berdenging.
" Ada apa denganmu Tina, kenapa kau di panggil keruangan Big Bos ? " Suara Daniel menggema di seluruh penjuru club.
__ADS_1
Daniel dan Tina yang sedang mengontrol musik diruang kontrol sound system tanpa sengaja menekan tombol " AIR " dengan menindihnya dengan tumpukan kaset cd lagu senam sehat, sehingga membuat percakapan mereka terdengar keluar ruangan.
" Yaah kau tau masalah pribadi, aku memergoki Ruby semalam " Tina menjawab malas.
Ruby yang namanya disebut terkejut dan segera berlari melintasi lapangan menuju ruang kontrol.
" Ruby ? Aku tadi juga melihat Ruby dan Big Bos bertengkar, dia mengatakan Ruby adalah buronan dan dia menangkap basah Ruby dengan hasil curiannya. Memangnya apa yang di curi Ruby ? " Daniel bertanya heran.
" Dia mencuri sesuatu yang sangat penting milik Big Bos " Tina menjawab singkat.
" Kau tidak akan percaya ini, Ruby itu ternyata sangat agresif dan berani sekali. Aku rasa hanya dia satu-satunya wanita yang berani melawan Big Bos seperti itu, dia sungguh keren " Tina menceritakan antusias.
Rai dan Ken yang ada di ruangannya terkejut dan hanya bisa tertawa membayangkan wajah Ruby yang panik karena rahasianya segera terbongkar.
" Sesuatu apa itu ? Apa yang begitu penting sampai membuatnya memanggil Ruby pencuri dan buronan " Daniel bertanya penasaran.
" Kau tidak akan menyangka nya, kalau ku beritahu rahasia ini, dunia persilatan akan gempar " Tina menjawab antusias.
" Apa uang ? " Daniel mencoba mencari tahu.
" Lebih dari uang, dia mencuri kesu... " Tina menjelaskan perlahan dan mendramatisir keadaan, tapi kemudian ucapannya terhenti karena gedoran kasar di pintu ruang kontrol.
" Tina, hentikan, keluar kau sekarang " Ruby berteriak dan memukul pintu dengan keras.
Ruby dan Daniel terkejut mendengar suara Ruby.
" Astaga, bukankah itu suara Ruby ? Kenapa dia bisa mendengar gosip kita ? Matilah aku dia pasti marah besar " Tina berkata panik.
Daniel yang tidak mengerti apa-apa hanya bisa melihat Tina heran sekaligus bingung.
" Akan ku hitung satu sampai tiga, kalau kau tidak keluar akan ku dobrak pintu ini " Ruby berteriak memperingatkan.
" Danny bagaimana ini ? " Tina bingung.
" Baiklah kau sudah ku peringatkan, aku tidak akan menahan diri " Ruby kemudian berancang-ancang menendang pintunya.
" Jangan remehkan kekuatan ku, aku pemegang sabuk hitam taekwondo yang bisa membelah dua balok kayu " Ruby bergumam sendiri.
" Hiaaaattt " Ruby menendang pintu itu.
Dasar kau mulut ember.
__ADS_1