CLBK (Cinta Lama Belum Kelar)

CLBK (Cinta Lama Belum Kelar)
Ulang Tahun Vita-Lita


__ADS_3

"Lebih baik jangan terlalu banyak orang di dalam kamar Vita, Kak." Pinta Nindi.


"Vita gak apa-apa Kak, semalam Dia sudah Aku kasih vitamin." Kata Marcel.


Tia dan Lambok mengangguk. Mereka kembali ke acara pernikahan, begitu juga dengan Lita, Fathir, Fitri dan yang lainnya.


Nindi menutup pintu kamar. "Auntie.... Istriku gak apa-apa kan?" Tanya Atala khawatir.


Nindi tersenyum. "Uncle mu sedang memeriksanya. Mungkin Vita shock mendengar suara Kamu mengucapkan ijab Qabul...." Nindi terkekeh.


Atala langsung duduk di sebelah tubuh Vita yang berbaring. Tak sengaja Atala menyentuh pinggang Vita, sontak saja Vita menjerit kaget karena geli.


"Aaauuuwww!!!" Teriak Vita.


"Sayang...??!! Kamu gak kenapa-napa?" Atala langsung memeluk Vita.


"Hhmmmm... Auntie tahu..." Nindi bersedekap. "Kamu sengaja mengerjai kami ya..." Nindi langsung menggelitiki pinggang Vita.


"Aauuu... Auntie ampun... ampuuunn... Kak Atala.. tolongin Aku... Geliiii...." Vita masih teriak.


Marcel hanya geleng-geleng kepala. "Vita.... Vita.... Ini kan hari pernikahan Kamu, masih saja Kamu usil ya...." Marcel merapihkan alat medis nya.


"Biar Uncle... abis Kak Atala jahat... Dia menjodohkan Aku sama Mas Gery... tapi ternyata malah Dia yang mengucap ijab Qabul..." Vita mengrucutkan bibirnya.


"Jadi Kamu gak suka kalau Kak Atala yang menikahimu...." Goda Atala.


Vita tersipu malu... "Kak Atala jahat...." Vita memukul dada Atala.


Atala langsung memeluk tubuh Vita. Atala mencium kening Vita. "Aku sangat sedih saat Kamu menghindariku, Sayaaang... Aku pikir Kamu membenciku... Aku putus asa... Padahal baru saja Aku berbahagia karena Friska tersadar dan mau menceraikan Aku...." Atala mengusap punggung Vita.


Vita melerai pelukannnya. "Jadi semua rencana Kak Atala?" Tanya Vita.


"Dibantu sama Mama dan Papa, Mas Gery dan Friska." Jelas Atala.


"Auntie dan Uncle gak tahu?" Tanya Vita.


"Auntie dan Uncle kan jauh Sayaaang... Kami baru tahu semalam setelah memberimu obat. Auntie awalnya juga kaget kalau Kamu akan menikah dengan Gery... Auntie semalam marah sama Mama dan Papa mu... Karena Auntie tahu Kamu sangat mencintai Atala. Tapi Akhirnya Mama dan Papa mu menceritakan pada Kami." Jelas Auntie.


Vita kembali mengrucutkan bibirnya. "Makanya Aku balas ulah Kalian. Aku kaget saat Kak Atala mengucapkan ijab Qabul. Aku langsung paham dan mendengarkan ijab Qabul dengan seksama. Saat Pak Kyai membacakan Doa, Aku langsung pura-pura pingsan... Hehehehe..."


"Hhhmmmm... Kamu bikin Aku panik Sayang.... Ya Allah... Alhamdulillaah... Akhir Engkau menjodohkan Aku dengan Vita.... Kata Atala masih memeluk tubuh Vita." Vita membalas pelukan Atala.


"Aduuuhhhh... Auntie dan Uncle jadi obat nyamuk... Kamu ini keterlaluan Vita.... Diluar tamu masih menunggu Kalian....Tapi Kalian disini malah asik-asikan bermesraan..." Nindi berpura-pura marah.


"Hahahaha... Maaf Auntie... Uncle..." Vita menangkupkan kedua telapak tangannya.

__ADS_1


"Ayooo... Kalian keluar... Masih pagi... Walau Kalian sudah sah jadi suami istri, tapi Kalian harus berbagi kebahagiaan dengan para Undangan." Kata Uncle.


Vita dan Atala mengangguk. Atala merapihkan dandanan Vita yang acak-acakan karena tadi pura-pura pingsan.


Nindi dan Marcel langsung keluar kamar. Mereka langsung mempersiapkan sesuatu. "Ayooo... cepat-cepat... Vita dan Atala segera keluar...." Kata Nindi.


"Apa Vita baik-baik saja?" Tia terlihat cemas.


"Dia mengerjai Kita Kak... Sekarang balik Kita yang mengerjai Dia..." Kata Nindi.


"Hhhmmmm..." Lambok bersedekap.


Vita dan Atala keluar dari kamar. Mereka menuruni tangga. Atala menggandeng tangan Vita lembut. Vita tak lepas dengan senyumannya.


Gery dengan wajah kesal menarik tangan Vita. "Kamu harusnya menikah denganku..." Kata Gery yang menarik kasar tangan Vita.


"Aaauuu... Kak Atala....!" Vita teriak.


Atala hendak menarik tangan Vita tapi Friska langsung memeluk tubuh Atala. "Aku juga gak rela Kamu menikah dengan Vita.... Aku sangat mencintaimu... Aku gak mau pisah denganmu... Gifany selalu mencarimu..." Kata Friska.


Sesaat Vita dan Atala berpisah... "Kak Atala... Ini bukan mimpi kan?! Kok jadi kaya gini...??" Vita terlihat cemas.


"Ini bukan mimpi Vita tapi nyata..." Kata Friska ketus.


"Tapi kata Kak Atala barusan, Kak Friska sudah menceraikan Kak Atala... Kenapa sekarang Kak Friska malah gak ikhlas??" Vita terlihat kesal.


"Alhamdulillaaah.....!!!!" Sontak semua orang yang mendengar mengucap hamdalah... Mereka bertepuk tangan.


Vita tambah bingung dibuatnya.


"Happy birthday to you.... Happy birthday to you....." Nindi, Tia, Fitri dan Lita menyanyikan lagu ulang tahun sambil membawa kue ulang tahun yang ukurannya 1m x 1m dengan tinggi 1m juga dengan bentuk berundak seperti sebuah castle yang berada di tengah pulau.


Vita terperanjat. Gery melepas genggaman tangannya. Dia merangkul bahu Vita dan mengantarkan pada Atala.


Friska juga menggandengan tangan Atala dan mengantarkan pada Vita.


Kue ulang tahun telah diletakan diatas Meja. Lita dan Vita sudah berada dihadapan kue ulang tahun mereka.


Lita dan Vita mengangkat kedua tangan Mereka. Mereka berdoa... Kemudian Mereka berdua meniup kue ulang tahun Mereka secara bersamaan.


Tia dan Lambok mencium kedua Puterinya yang hari ini berulang tahun bertepatan dengan hari pernikahan Vita-Atala.


Tristan tak ketinggalan. Dia berdiri ditengah-tengah Vita dan Lita. Vita dan Lita mencium pipi Tristan.


Para Undangan juga sudah duduk sambil menikmati hidangan yang tersedia.

__ADS_1


Kedua mempelai kemudian dibawa untuk melakukan sungkeman kepada kedua orangtua.


Tia dan Lambok duduk bersebelahan. Diandra dan Ustadz Joey juga duduk berdampingan dan Teguh duduk di samping Mereka.


Akhirnya pesta pernikahan digelar. Mereka menyambut dengan sukacita. Fathir merangkul bahu Lita.... "Habis ini Kita akan menggelar pernikahan Kamu, Sayang...." Goda Fathir sambil mengecup pucuk kepala Lita.


Lita merangkul pinggang Fathir. "Bang Fathir bisa saja...." Lita menyenderkan kepalanya ke pundak Fathir.


Fathir melerai rangkulannya. "Loh iya dong... Kamu gak lihat itu...." Fathir menunjuk pada Vero yang sedang duduk dengan keluarganya.


Lita mengikuti arah telunjuk Fathir. "Vero dari tadi memandangmu terus. Dia sangat merindukanmu...." Goda Fathir.


"Iiihhh Bang Fathir..." Lita tersipu malu.


"Sudah sana samperin. Nanti Vero cemburu sama Abangmu yang ganteng ini..." Canda Fathir.


Lita tersenyum. Dia mencium pipi Fathir. Dan langsung berlari menghampiri Vero.


Vero langsung berdiri dari duduknya. Vero tersenyum melihat kedatangan Lita.


"Bang Vero sudah lama?" Tanya Lita.


"Lumayan...." Kata Vero.


Lita mencium punggung telapak tangan Mama Dita dan Papa Adrian. "Vera mana Ma?" Lita mencari adik Vero.


"Ada... Tadi diajak sama Tristan." Kata Mama Dita yang sedang menggendong Puteri kecil mereka.


"Hhhmmm...." Lita memikirkan sesuatu. "Apa adikku menyukai Vera?" Batin Lita.


"Kok melamun, sayaaang...?" Tanya Vero.


"Oohh gak apa kok, Bang. Mama dan Papa sudah ketemu Mama dan Papa ku?" Tanya Lita.


"Sudah... Mereka sedang sibuk, jadi Kami duduk disini." Kata Adrian. "Tadi Mama Fitri dan Auntie Nindi juga sudah berbincang dengan Kita." Kata Adrian lagi.


"Selamat ulang tahun ya Sayang...." Kata Dita sambil menyerahkan sebuah kado untuk Lita.


"Terima kasih Ma... Mama pake repot-repot segala." Kata Lita.


"Bukalah Nak..." Pinta Adrian.


Lita tersenyum. Dia membuka kado pemberian Dita. "Subhanallaaah... Indah sekali..."


Dita mengambilnya dan memakaikan pada Lita. Sebuah kalung emas putih dengan Liontin bertuliskan Vero&Lita.

__ADS_1


"Terima kasih Ma... Pa... Bang Vero..." Kata Lita.


Dita dan Adrian mengangguk. Vero tersenyum.


__ADS_2