CLBK (Cinta Lama Belum Kelar)

CLBK (Cinta Lama Belum Kelar)
Kembali Ke Kampus


__ADS_3

Hingga Leo akan kembali ke Negara J, Dia belum juga mendapat penjelasan dari Lisa, sang Mama.


Sedangkan kedua Eyang nya pun seakan menutup diri untuk berbicara pada Leo. Beberapa kali Eyang Kakung nya memerintahkan Leo untuk melaksanakan shalat lima waktu, namun Leo tak menggubris, dan pada akhir nya pertengkaran yang akan terjadi.


Setelahnya Lisa lah yang akan disalahkan oleh Eyang Kakung dan Eyang Puteri karena tak pernah mengajari Sang Anak tentang Ajaran Mereka.


Dengan berat hati Leo kembali ke Negara J tanpa diantar oleh kedua Eyang nya. Hanya sang Mama yang dengan kasih sayang melepasnya di ambang pintu rumah Eyang.


Leo menghela nafas beberapa kali. Mengingat penderitaan sang Mama dalam diam. Dan kekerasan kedua sang Eyang pada dirinya.


"Mama bahagia tinggal sama Eyang mu." Demikian perkataan Lisa yang terus terngiang di telinga nya.


"Lita..... Aku sangat merindukanmu... Kamu pengobat sakit hatiku....." Gumam Leo.


Pesawat yang ditumpangi Leo sudah landing beberapa jam yang lalu. Dia berusaha memejamkan mata, namun bayang-bayang Lita seakan menari di kepala nya, juga bayangan Lisa yang selalu terlihat murung.


____________________________________


Di waktu yang sama di bandara Negara Singapura.


"Kamu hati-hati ya Sayang.... Liburan yang akan datang Aku ingin Kita melangsungkan pernikahan." Kata Arham pada Astrid.


Astrid mengangguk. Lita berhasil menasehati Astrid agar tidak menunda sesuatu hal yang baik. Pernikahan adalah niat yang baik. Daripada Mereka terus-terusan zina hati lebih baik dihalalkan saja.


"Kamu, Dek.... Jangan tidak hadir ya... Kakak menunggu mu disini.... Dan.... hhhmmm... hhmm... hhhmmm... Dia pasti akan sangat merindukanmu..." Goda Arham pada Lita sambil melirik Arby.


Lita menunduk malu. "Aku akan berusaha melupakan masa lalu ku Kak... Aku juga sudah janji akan berusaha menerima cinta nya Kak Arby." Kata Lita.


"Terima kasih ya Sayang... Apa Kamu juga mau langsung dihalalkan?" Canda Arby.


Lita menatap Arby. "Kak....Please... Kasih Aku waktu..." Lita memohon.


Arby mengangguk. "Aku bercanda Sayaaang... Serius juga Aku siap. Hahahahaha....!" Arby terus saja menggoda Lita.


"Atau Kita bareng saja Nikah nya." Canda Astrid.


Lita langsung memukul lengan Astrid. "Kamu lagi... Jangaaaaannn....."


"Sudaaah... Sudaaahh.... Tuh panggilan terakhir. Nanti Kalian telat." Kata Arham memotong.


Astrid berpamitan pada Arham dan Arby. "Kak Arby titip Kak Arham ya... Jangan sampai Dia melirik wanita lain." Canda Astrid.

__ADS_1


Arham langsung memeluk tubuh Astrid. "Jangan bicara seperti itu. Fokus ya belajar nya. Jangan lupa bulan depan." Bisik Arham.


Astrid mengangguk. Arby tersenyum mendapat kerlingan dari Astrid.


Lita tak menyadari kode-kode dari ketiga orang itu. Lita juga berpamitan pada Arham dan Arby. "Terima kasih sudah menerima ku liburan disini. Aku sangat senang."


"Apalagi pulang bawa hati ya...." Canda Arby.


Lita mendelik. "Kak....Kalau bercanda terus Aku dan Astrid gak berangkat-berangkat."


Arby terkekeh. "Jaga diri ya... Nanti Aku akan sering-sering menghubungimu... Jangan melirik laki-laki lain ya..." Arby mencubit pipi Lita dengan lembut.


Lita menunduk tersipu malu. Namun tak juga ada getaran atau debaran dalam hati nya.


___________________________________


Hari ini Leo sangat bersemangat sekali pergi ke kampus. Padahal Dia tak ada jadwal untuk menggantikan Dokter David. Tujuan nya adalah Lita. Dia begitu merindukan Lita. Dua minggu tak melihat Lita, rasa hambar hidup nya.


Dia lupakan persyaratan dari Fathir. Leo sangat percaya Diri, Lita pasti akan menyukai nya dan mau menerima nya tanpa harus mengikuti kepercayaannya.


Wanita-wanita di Kampus berbisik heboh melihat ketampanan Leo.


"Siapa itu? Apa dia mahasiswa baru? Atau Dosen?" Bisik-bisik para wanita Kampus.


Astrid dan Lita baru saja tiba di Kampus. Lita dan Astrid bingung melihat Mahasiswi yang bergerombol dan bergosip.


"Ada apa ya Strid? Kok rame banget?" Tanya Lita.


Astrid menaikan bahu nya. "Mana Aku tahu. Kita kan baru sampe."


Lita menghampiri Para Mahasiswa itu. Dia penasaran. Sedikit Lita mendengarkan percakapan Mereka. Mahasiswi tak ada yang menyadari kehadiran Lita dan Astrid yang sering jadi perhatian Mereka karena kecantikan Lita dan keanggunan Astrid. Karena Lita dan Astrid yang berhijab, Mereka tak memperhatikannya.


"Oohhh gitu...." Kata Lita.


"Apa?" Tanya Astrid.


"Lagi gosip Dosen baru. Katanya ganteng banget. Aku kira ada apa sampai heboh gitu." Kata Lita.


"Kamu kayak gak tahu aja. Disini kan gak boleh lihat yang bagus-bagus, langsung ngerubung. Hahahaha..." Astrid tertawa dengan menutup mulutnya.


"Mereka gak ngeh ada Kita." Kata Lita tersenyum.

__ADS_1


"Lebih baik seperti itu kan?" Pernyataan Astrid.


Lita mengangguk. Lita menggandeng tangan Astrid. Mereka pun segera masuk ruang kelas.


Mata Leo sejak tadi mencari. "Kemana Dia? Kenapa hari ini tak nampak?" Batin Leo sambil celingak celinguk.


Padahal tadi yang dicari lewat persis di depan mata nya. Namun seperti nya tak digubris nya.


"Aaacchhhh.... Litaaaa... Kamu dimana? Kenapa gak datang hari ini?" Gumam Leo.


"Pak...! Bapak Dosen baru yah? Mata kuliah apa?" Tanya seorang Mahasiswi yang sudah gatel dari tadi ingin berdekatan dengan Leo.


"Apa Kamu tidak mengenal Saya?" Tanya Leo dengan kesal.


"OMG... Ya ampun... Ini Pak Leo... OMG.... Guess.... Ini Pak Leo. Ya ampun Pak... Sumpah... Ganteng banget!! Kenapa Bapak menutupi kegantengan Bapak dengan bulu-bulu lebat diwajah..???" Goda mahasiswi itu.


Leo menatap tajam Mahasiswi itu. "Kamu mau tahu?!" Hardik Leo.


Yang dihardik malah makin kepincut seakan nyanyian merdu ditelinganya.


"Ya ampun Pak... Kalau kayak gini Aku bakalan betah belajar di kelas Bapak. Seumur hidup Aku juga mau...!" Kata Mahasiswi yang lain.


"Lebih baik wajahku tertutup kembali dengan bulu-bulu agar terhindar dari tatapan mata jelalatan Kalian!" Ketus Leo sambil berlalu.


"Paaaakk... OMG... Jangan tinggalin Aku... Aku cinta Bapak...!!!" Teriak beberapa Mahasiswi yang masih histeris dengan ketampanan Leo.


Leo tak menggubris. Mencari Lita diurungkannya. Dia kesal dengan tatapan lapar para wanita. "Dasar... Wanita tak punya harga diri...." Rutuk Leo sambil masuk kedalam ruangannya.


Para Dosen yang berada di dalam ruangan juga sempat terheran karena ada mahluk asing masuk ke ruang Dosen.


"Anda siapa? Ini ruang Dosen. Itu meja Pak Leo." Tegur salah seorang Dosen baru.


"Waaahhh.... Dokter Leo sudah kembali...." Tiba-tiba Dokter David menegur dan menghampirinya.


Sontak saja, Dokter Dosen yang belum pernah melihat wajah Leo tanpa bulu terkejut. "Dokter Leo?! Benarkah?!" Tanya Mereka tak percaya.


Dokter David tersenyum. "Beliau Dokter Leo, Asisten Saya. Ganteng ya?! Kayaknya ini Kampus akan menjadi heboh." Canda Dokter David yang memang tahu asal mulanya Leo menumbuhkan bulu-bulu di wajah.


"Sudah Dokter David. Malah tadi ada yang berteriak: Aku mencintai mu....!" Kata Leo mempraktekan tingkah Mahasiswi tadi.


"Hahahaha.....!" Tawa para Dokter Dosen di ruangan itu.

__ADS_1


"Yaaahhh jangan salahkan Mereka juga, Dokter Leo. Mereka melihat malaikat tampan turun dari langit... Hahahaha...." Canda salah seorang Dokter.


Leo menghela nafas. Niat nya ingin menjerat Lita malah kini Dia yang terperangkap oleh gadis-gadis yang siap mengejarnya.


__ADS_2