CLBK (Cinta Lama Belum Kelar)

CLBK (Cinta Lama Belum Kelar)
Akad Nikah


__ADS_3

Sebulan Kemudian.


Acara Akad Nikah Atala dan Vita telah tiba waktunya. Lambok telah mengurus ke kantor KUA kalau yang akan menikah bukan Vita tapi Friska.


Itu membuat orang Kantor Urusan Agama sedikit bingung. Tapi Lambok memberi jawaban yang masuk akal sehingga tak ada lagi yang bertanya-tanya.


Atala sudah dibebaskan tapi Atala tidak pulang ke rumah Tia atau pun Diandra. Dia pulang ke Rumah Sakit untuk menyadarkan Friska dan mengatakan kalau Atala mencintai Friska.


Walau itu terasa berat, tapi dilakukan juga oleh Atala.


Vita mempercepat keberangkatannya ke Mesir. Dia tak ingin menghadiri acara pernikahan Atala. Susah payah Vita menahan gejolak perasaannya yang sangat sakit karena terluka.


Tia dan Lambok pun akan segera menyusul setelah acara akad Nikah Atala-Friska. Karena Atala yang memohon untuk menghadirinya. Walau bagaimana pun Tia dan Lambok adalah orangtua Utamanya meskipun kini Atala sudah mengetahui siapa orang kandungnya.


Diandra juga memohon pada Tia dan Lambok untuk tidak meninggalkan Atala. Tapi Tia dan Lambok tak ingin membiarkan Vita sendiri hidup di Negeri orang dengan membawa sejuta luka.


Tristan juga sudah diurus kepindahan sekolahnya ke Mesir.


Sedangkan Lita, Dia memang mengikuti masuk Universitas, Di Jakarta dan di Jogjakarta. Tapi Akhirnya Lita memilih untuk tinggal bersama Mama Fitri, karena Bang Fathir akan selalu menjaganya.


Lambok dan Tia juga meminta Fahmi dan Fitri untuk menempati rumah Mereka yang akan Mereka tinggalkan melihat kondisi rumah orangtua Fahmi yang sudah banyak dihuni.


Karena adiknya Fahmi kini pindah kesana juga. Akhirnya Fahmi dan Fitri menyetujui.


Farah dan Fahri juga sudah pindah sekolah ke Jakarta setelah sekian lama berpisah dari orangtua mereka. Tapi walau begitu Mereka tak kurang kasih sayang dari Nenek dan Auntie Nindi dan Uncle Marcel.


Nindi juga sempat shock mendengar berita tentang Atala dan kegagalan pernikahan Atala dan Vita.


Tapi Nindi juga tak dapat berbuat apa-apa. Dia hanya mendoakan untuk kebahagiaan Atala. Nindi memutuskan membatalkan keberangkatannya ke Jakarta setelah tahu Atala tak jadi menikah dengan Vita.


Nindi gak akan sanggup melihat kesedihan Atala dan Vita. Nindi juga mendengar berita kalau Kakak nya akan tinggal di Mesir menemani Vita yang akan kuliah disana.


_______________________


"Saya Terima Nikah dan Kawinnya Lovita....." Atala salah mengucap ijab kabul.


"Nak... Nama calon istrimu Friska, bukan Lovita." Kata Pak Penghulu.


Atala mengangguk. Keringat dingin sudah bercucuran di kening dan lehernya.


Diandra mengusap keringat Atala. Di dampingi oleh Ustadz Joey. Sedangkan Teguh berada di samping kanan belakang Atala.


"Saya Terima Nikah dan Kawinnya Friska Binti Lambok Sastra....." Kembali Atala salah menyebut nama orangtua dari Friska.


"Aku mau ke toilet dulu." Kata Atala yang berpamitan pada penghulu, saksi dan Para Tamu.


Bisik-bisik para tamu pun sudah terdengar. "Ya Saya juga bingung... diundangan nama mempelai wanitanya Lovita kenapa nikahnya sama Friska?" Kata salah seorang tamu.


"Sssstttt.... Pelan-pelan nanti terdengar yang lain gak enak." Kata Tamu yang satunya lagi.


Tia sudah berlinangan airmata. Dia sudah gak sanggup duduk disana. Ingin rasanya Dia berlari sekencang mungkin menutupi rasa malunya.


Lambok mengusap bahu Tia dan menyuruhnya bersabar. Lita dan Tristan juga menghibur Mama Mereka.

__ADS_1


Vero sangat terkejut dengan apa yang Dia lihat. Mempelai pengantin wanita bukan Vita tapi wanita lain. Adrian dan Dita pun juga terheran. Dia mencari keberadaan Tia dan Lambok.


"Aku sudah gak kuat. Kita pergi sekarang." Pinta Tia yang segera berdiri meninggalkan acara akad nikah Atala.


Mau tak mau Lambok, Lita dan Tristan mengikuti Tia. Mereka tak mau terjadi sesuatu dengan Tia.


"Tia.....!" Panggil seseorang. Tapi Tia malah mempercepat langkahnya menuju mobil.


Lambok menoleh ke arah suara yang memanggil Istrinya. "Bang Adrian....Kak Dita...? Kalian ada disini juga?" Tanya Lambok bingung.


Dita tersenyum. "Kami ternyata tetangga mu hanya beda RT." Kata Dita.


"Oohh Kalau gitu, mari main ke rumah. Tia sedang tak enak badan. Atau Kalian masih mau disini?" Tanya Lambok.


"Tidak Om....Kami hadir karena undangan Vita. Tapi ternyata bukan Vita yang menikah, berarti Kita tak berhak hadir disini." Kata Vero.


Lambok tersenyum. "Baiklah kalau begitu. Mariiii..." Ajak Lambok.


Adrian, Dita, Vero dan Vera masuk kedalam mobil Mereka dan mengikuti mobil Lambok. Akad Nikah memang diadakan di Masjid didalam komplek Rumah Mereka.


Lima Menit Kemudian.


"Ma... Ada orangtuanya Kak Vero." Kata Lita.


Tia mengusap airmatanya. Dia mencoba menutupi kesedihannya.


"Assalamu alaikum..." Salam Dita, Adrian, Vero dan Vera.


"Wa alaikumussalaam..." Jawab Tia, Lita dan Tristan juga Lambok yang masuk belakangan.


"Kamu yang sabar Dek..." Kata Dita sambil mengusap punggung Tia.


"Kok Kakak bisa ada disini?" Tanya Tia yang melerai pelukannya.


"Kamu kenal Vero?" Tanya Dita.


Tia melihat Vero. "Vero yang waktu itu nganter Vita?" Tanya Tia.


"Ya Tante..." Kata Vero.


"Jadi Vero anak kalian? Bukankah..." Tia mencoba mengingat. Waktu pernikahan Nindi, Vero memang bermain dengan anak-anaknya.


"Ya Tia....Vero dan Vera anak Adnan dan Gita." Kata Adrian tiba-tiba.


"Lalu dimana Bang Adnan dan Kak Gita?" Tanya Tia heran.


"Mereka sudah meninggal dunia beberapa tahun yang lalu." Kata Dita.


"Innalillaahi.. Wainna ilaihi rajiuun...." Sahut Tia, Lambok, Lita dan Tristan.


"Maaf... Kami tidak tahu, Kak... Bang..." Kata Tia.


"Ya gak apa...Kami memang tak mengabari Keluarga Ibu di Kampung. Karena Kami juga saat itu sedang sangat berduka jadi tak ingat dengan Kalian." Kata Adrian.

__ADS_1


"Semoga Amal baik Bang Adnan dan Kak Gita diterima Allah SWT... Aamiin..." Kata Tia.


"Aamiin...." Sahut semua orang yang mendengar.


"Duduk Kak... Bang... Jadi lupa mempersilahkan duduk." Kata Tia.


Lita sudah membawa nampan berisi kopi dan teh. Juga beberapa cemilan. "Om... Tante... Bang Vero, Vera... silahkan diminum." Kata Lita lemah lembut.


"Terima kasih Cantik." Kata Dita.


"Dimana Vita, Tante?" Tanya Vero.


"Vita sudah berangkat duluan ke Mesir." Kata Tia.


Vero menghela nafas. "Tahu gitu bareng sama Aku, Tante." Canda Vero.


Tia tersenyum. "Hari ini Kami akan menyusul Vita kesana." Kata Tia.


"Memangnya apa yang terjadi, Tia? Mengapa Vita tak jadi menikah?" Tanya Dita.


Tia dan Lambok menghela nafas dan saling pandang. "Ceritanya panjang. Kami tak bisa memberitahukan pada Kalian. Maaf... Saya gak mau istri Saya akan merasa sangat sedih." Kata Lambok.


"Maafkan Kami... Kami akan selalu mendoakan demi kebahagiaan Kalian dimana pun Kalian berada." Kata Adrian.


"Terima Kasih Bang..." Kata Tia. Tia melihat Adrian yang makin Tua. Adrian terlihat agak sungkan bertemu Tia karena merasa malu, hingga saat ini Mereka belum juga dikaruniai seorang anak pun.


Lambok mengusap bahu Adrian. Dia seperti mengerti dengan kegelisahan Adrian. "Abang yang sabar... Kalau sudah rejeki gak akan kemana...." Kata Lambok bijak.


Adrian mengangguk. Dita juga terlihat tersenyum sambil merangkul bahu Tia.


"Kak... Bang... Coba Kalian berobat ke Negara T, disana ada Tabib yang Insya Allah bisa membantu Kalian." Tia mengambil ponselnya. Dia menghubungi Papa Carlos.


Terdengar jawaban dari sana penuh suka cita. Tia pun menjelaskan maksud dirinya menelpon dan Papa Carlos menyuruh Adrian dan Dita berangkat ke Negara T.


"Gimana Kak... Bang..?" Tanya Tia.


"Tapi...." Adrian nampak ragu.


"Abang tenang saja. Nanti Lambok booking kan Tiket kesana pulang pergi dan juga pengurusan Passport." Kata Lambok.


"Kalau Passport, Aku dan Dita sudah ada, Vero juga ada. Vera yang belum punya." Kata Adrian.


"Kalau begitu Kalian akan berangkat sekeluarga... Hitung-hitung jalan-jalan... Vero juga belum mulai masuk kuliah kan?" Tanya Lambok.


"Iya Om....Jadwal ku memang lebih lama dari Vita, karena Aku sudah tingkat 2." Jelas Vero.


"Tapi Lambok... Kami tidak bisa menerima kebaikan Kalian...." Kata Adrian.


"Gak Apa Bang... Abang kan juga masih ada Famili dengan Tia. Orang lain saja, Aku bantu, masa Abang sendiri gak dibantu..." Canda Lambok.


"Subhanallaah... Tia... Kamu memang pantas bersanding dengan Lambok. Tia baik mendapatkan Lambok yang juga sangat baik." Kata Adrian lagi.


"Jangan begitu, Bang. Abang dan Kak Dita juga orang baik." Kata Tia.

__ADS_1


Mereka pun akhirnya berbincang ngalor ngidul hingga akhirnya Tia, Lambok dan Tristan berpamitan akan berangkat ke Bandara. Karena Fitri dan Fahmi serta anak-anaknya sudah menjemput Mereka.


"Kami juga akan mengantar Kalian." Kata Adrian.


__ADS_2