CLBK (Cinta Lama Belum Kelar)

CLBK (Cinta Lama Belum Kelar)
Sebenarnya masih ragu


__ADS_3

Author pov.


Sore hari seperti yang di katakan Nadin akan pulang dengan Satria. selesai makan Nadin langsug pulang dan menghubungi Salman untuk pulang sendiri.


Di perjalanan tak ada pembicaraan apapun mereka berdua sibuk dengan pikiran masing-masing.sesekali saling bertukar pandang..


Hari menjelang maghrib mereka masih terjebak macet di tol arah pulang.


"bang nanti kalo ada restarea kita mampir sholat ya sudah mau maghrib " Nadin memulai pembicaraan


"Ok nona muda" gurau Satria..


"bang aku boleh nanya gak?"


"boleh tapi jangan yang susah-susah ya" Satria mencoba bercanda..


"orang tua abang di surabaya? trus abang di sini sama siapa? tinggal di mana? masa aku mau di lamar tapi gak tau yang mau ngelamar tinggal dimana " ujar Nadin tersenyum memamerkan deretan putih giginya ..


"Baik abang jawab ya, abang tinggal di apartemen sendirian,kan rumah lama abang udah di jual,saat ini abang sendirian tapi bentar lagi bakal ada yang nemenin abang" melirik ke arah Nadin.


yang di lirik hanya tersipu malu.


"trus bang,kenapa abang memilih menjadi dokter di sini? "


"alasan utama abang ya kamu, abang nyariin kamu" ujarnya mantap sembari fokus menatap ke depan


"kenapa aku? " menunjuk diri sendiri


"abang kan sudah bilang,abang gak bisa move on dari kamu,beberapa kali abang mencoba menjalin hubungan dengan wanita lain tapi hati dan perasaan abang hanya tertuju di kamu" menghela nafas menjeda ucapanya


"abang juga gak tau dengan perasaan ini sejak abang melihat mu di sekolah hanya kamu yang selalu ada di hati abang" tutur satria


"abang ihh ngegombalnya bikin aku salting" memukul pelan lengan Satria.


"jangan pukul-pukul ntar abang bisa khilaf " seringai mengejek..


"ehh maaf bang maaf " menangkupkan kedua tangannya..


Mobil yang di kendarai tiba di restarea.mereka turun dan melaksanakan sholat maghrib


selesai sholat mereka melanjutkan perjalanan pulang.


pukul 21.00 mobil yang di kendarai Satria tiba di depan rumah Nadin..tak ada yang berubah dari rumah nadin hanya sepertinya ada penambahan bangunan ke atas..


" bang makasih ya, maaf gak bisa nyuruh singgah udah malam, gak enak sama tetangga hehe" tersenyum ke arah Satria


"iya gakpapa kok, salam buat bu Dewi ya, sabtu abang ke sini sama mama dan papa"

__ADS_1


"iya bang nanti nadin sampaikan ke mama" membuka pintu mobil


"Assalamualaikum bang "berlalu masuk kedalam rumah. sementara itu memastikan Nadin masuk Satria memacu kendaraannya menuju kediamannya..


ketika masuk kerumah ternyata mama dan Rasya sudah menunggu Nadin di ruang tengah


"Assalamualaikum mah,kok belum tidur"menyalami tangan mama


"mba gak pulang sama Salman ya? tadi mama telepon Salman katanya mba pulang sama dokter Satria" mama mulai mengintrogasi..


"ngapain mama telepon Salman?" tanya Nadin


"Besok-besok punya hape itu di nyalain mba" samber Rasya tengah fokus menatap ponselnya,apalagi yang di lakukan anak itu kalo bukan main game..


" Maaf mah hape mba lowbath"


"mba kamu serius sama dokter Satria? "tanya mama


" Seriusan mba Nadin sama dokter Satria mba" Rasya terperanjat di letakkan ponselnya dan duduk mendekat mama dan Nadin.


"kok bisa dokter Satria mau sama mba,kenal di mana?" tak mau kalah Rasya mulai bertanya..


"sebenarnya mba masih ragu, tapi bang satria bilang kita sudah sama-sama dewasa jadi gak perlu kayak anak baru gede pake acara pacar-pacaran."


"itu baru namanya laki-laki sejati mba, dia langsung minta ijin ke mama untuk mendekati mba" mama menasehati


"tapi mah kita udah hampir duabelas tahun gak ketemu mah, wajar dong mba ragu sama dia mah"


"bener mba jadi mba ada yang jagain dari godaan pria pria model Salman haha"Rasya tertawa


"kamu ihh dek kan ada kamu yang jaga mba" mencibikkan bibirnya.


" adek mau pensiun jagain kakak dari pria-pria aneh "menjulurkan lidahnya meledek..


"Sudah-sudah kalian ini ya, jadi mba sabtu ini ya papa mama dokter Satria mau kesini"


Nadin mengangguk..


" ya sudah mama tidur dulu, kamu istirahat ya mba, adek bobo jangan ngegame mulu"mama berlalu masuk ke kamar..


"mba ke kamar ya dek" berlalu meninggalkan Rasya di ruang tengah..


_______________________________________________


Sesampai di apartemen Satria langsung membersihkan diri, sholat isya dan merebahkan dirinya di tempat tidur sambil berbalas pesan dengan mama.


Saat makan siang tadi Satria diam-diam memoto Nadin dan dia kirimkan ke mamanya

__ADS_1


mama :abang cantik ya , anaknya bu dewi yang dulu mama sering pesen kue bukan sich


Satria : iya mah Nadin adek kelas Satria dulu yang pas smp Satria minta pindah ke sekolah nadin hehehe


mama : ya Allah abang,beneran itu cinta monyet kamu, ok lah sabtu mama sama papa kesana ya


Satria : ok mah abang tunggu ya..


Setelah berbalas pesan dengan mama Satria mengirim pesan untuk Nadin


Satria : selamat malam nad, mimpiin abang ya 😊


tak lama terkirim pesan balasan dari Nadin masuk


Nadnad: haha gak mau ah mimpiin abang kalo nyatanya masih bisa ketemu 😁


Satria tersenyum membaca pesan balasan Nadin.


Satria : ya sudah gak usah di mimpiin besok jam makan siang kita ketemu ya?


Nadnad : insyaAllah bang kalo gak kecabang


Satria : ok abang istirahat dulu ya besok pagi ada jadwal operasi


Nadnad : ok bang selamat beristirahat ya..semangat abang..😊


membaca pesan terakhir Nadin ,Satria tersenyum perasaanya kini sangat bahagia, Nadin mau mencoba menjalani hubungan ini..dan semoga saja tidak ada penghalang hubungan keduanya..


_____________________________________________


Di sebuah club malam


" hai bro tumben lu kesini" sapa seorang teman Salman


" gue lagi stress bro" meneguk minuman yang di pesannya..


"stress kenapa bro? "


"pusing gue, sudahlah gue mau happy -happy di sini bro " kembali meneguk minumannya..


Setelah kembali dari bekasi dan pulang ke rumah rentetan pertanyaan dari kedua orangtuanya membuat kepala Salman ingin meledak.


apalagi jika bukan pertanyaan sejauh mana rencana untuk mengambil alih usaha milik keluarga Nadin.


Sejauh ini Salman berusaha untuk mengambil alih toko kue terbesar di kota ini dan memiliki banyak cabang di luar kota lewat anak pemilik toko tapi usahanya selalu gagal.dan sepertinya kehadiran dokter Satria ancaman untuknya..


Almarhum papa Nadin dan ayah Salman mereka bersahabat sejak dulu. usaha mama dan papa Nadin berkembang pesat dan merajai usaha kuliner di kota mereka.sedangkan usaha ayah salman hanya mentok di situ-situ saja.karena ego dan ambisi orang tua salman menghalakan cara untuk menguasai usaha keluarga Nadin walau harus dengan membuat Nadin dan Rasya kehilangan papanya.

__ADS_1


🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸


kakak jangan lupa di like dan vote yahh


__ADS_2