CLBK (Cinta Lama Belum Kelar)

CLBK (Cinta Lama Belum Kelar)
Pengalaman Pertama


__ADS_3

"Lita....." Panggil Atala.


Lita menoleh. "Ya Kak... Kak Atala tambah tampan saja." Goda Lita. "Dan ini... Puteri cantik Kakak...." Lita mengambil dari gendongan Atala. Lita mencium pipinya gemas.


"Siapa Kak namanya?" Tanya Lita.


"Gifany Puteri." Kata Atala. "Dimana Vita? Dari tadi Kakak gak melihatnya." Kata Atala yang celingak celinguk. "Apa Vita tak datang ke pernikahan Fathir?" Tanya Atala.


"Aku gak tahu Kak.... Dia ada kok tadi." Lita tak enak berbohong pada Kakak kesayangannya.


Atala menghela nafas. "Apa Dia menghindariku?" Tanya Atala lagi.


Lita mengangkat bahunya. "Kak... Dimana istri Kakak? Kok Aku gak melihatnya?" Tanya Lita mengalihkan pembicaraan.


"Dia sedang tak enak badan." Kata Atala yang tak mau bercerita panjang lebar.


"Apa Kakak berencana nambah lagi?" Goda Lita melirik ke arah Gifany.


Atala terlihat murung. Lita jadi tak enak. Apalagi Lita ingat kalau Vita mulai melupakan Atala. "Maaf Kak...." Kata Lita.


"Gak apa...." Atala menunduk.


"Kak... Aku ke Bang Fathir dulu ya, Dia memanggilku..." Lita berpamitan sambil menyerahkan Gifany.


______________________________


"Apa Kamu letih? ?" Tanya Fathir pada Istrinya.


Joana mengangguk.


"Ya sudah Kita bebersih dulu, abis itu Kita shalat isya berjamaah... Dan istirahat." Kata Fathir yang tak mau meminta jatahnya kalau istrinya belum siap.


Joana tersenyum. Dia malu-malu membuka hijabnya. Fathir menghampirinya. "Biar Aku saja." Pinta Fathir.


Fathir membuka hijab Joana perlahan. Dengan posisi Fathir berhadapan dengan Joana. Joana tersipu malu. Fathir tersenyum. Dia ingin menjahili Joana. Fathir berfikir.


"Yang... Ada apa nih diatas hijab Kamu." Kata Fathir.


Joana mendongak dan CUP..... Fathir mengecup bibir Joana.


Joana terperanjat. Pipinya tambah bersemu merah. "Sayaaaang...." Joana menunduk kembali.


Fathir juga membantu membuka resleting gaun Joana. Masih berhadapan. Posisinya seperti sedang berpelukan.


"Yang... Kalau Kamu menginginkannya, Aku ikhlas." Kata Joana lirih.


Fathir tersipu malu. Sebenarnya Fathir grogi. Karena ini adalah pengalaman pertama baginya.


Punya nya sudah menegang dari tadi. Joana merasakannya saat Fathir membuka resliting gaunnya.


"Kita mandi dulu ya. Badanku gak enak seharian jadi pajangan." Canda Fathir.


Joana hanya tinggal memakai pakaian dalam saja. Fathir langsung menggendong tubuh Joana ke kamar mandi. Joana mengalungkan tangannya ke leher Fathir.

__ADS_1


Mereka pun melaksanakan mandi bersama tanpa melakukan apa-apa. Joana tersenyum geli melihat punya Fathir yang terus menegang.


"Kamu keluar dulu. Kalau seperti ini Aku gak bisa berwudhu." Pinta Fathir.


Joana mengangguk. Dia juga menginginkannya. Tapi Mereka harus mendahulukan shalat. Joana segera mengelap tubuhnya dan memakai mukena. Dia menyiapkan sarung dan baju koko untuk suaminya.


Tak lama Fathir keluar dari kamar mandi. Dia tersenyum melihat Joana sudah bersiap dan sudah menggelar sajadah.


Mereka pun melaksanakan shalat isya berjamaah.


Joana mencium punggung telapak tangan Fathir. Fathir mengecup keningnya. Dan memeluknya. Fathir merasakan dada Joana yang tak terbungkus. Tangan Fathir menelisik kedalam mukena Joana.


"Aaahhh... Kenapa Kamu menggodaku?" Fathir menunjukan pada miliknya yang kembali menegang.


"Aku menginginkannya." Joana berkata lirih sambil menunduk.


Fathir langsung berdiri. Joana melipat sajadahnya. Demikian dengan Fathir.


Fathir menggendong tubuh Joana yang masih terbalut mukena. Dia mendudukan tubuh Joana dipinggir ranjang. Fathir membuka mukena Joana dan mendapati dadanya sudah menegang dan menantangnya untuk menjamahnya.


"Aaaahhhh.... Kamu mempermudah semuanya." Fathir mulai bergairah. Joana membuka kancing baju koko Fathir perlahan sambil menikmati sentuhan Fathir.


Joana mendesah dengan kelembutan Fathir. Joana juga mencumbu Fathir. Mereka saling mencumbu dan itu membuat Fathir melayang keenakan.


"Joana... Apa senikmat ini?" Fathir mulai bergetar.


Setelah dirasa Fathir sudah tak sanggup lagi menahan hasratnya. Joana membiarkan punya Fathir masuk kedalam punya nya yang juga sudah menegang dari tadi.


Joana mendesah saat inti Fathir menyentuh miliknya. Fathir pun terus memompa. Joana sudah mencapai klimaksnya satu kali. Fathir terus bersemangat memompanya. Joana berteriak sekali lagi karena kenikmatan tiada tara.


Joana mencapai kenikmatannya berkali-kali, begitu juga dengan Fathir, hingga punyanya tak terasa keras lagi.


Fathir pun terkulai lemas. Dia memeluk tubuh Joana yang polos.


"Aku sangat menikmatinya, Sayang." Kata Joana.


"Heeehhh... Aku juga... Tapi kenapa punyaku terasa perih sesudahnya?" Tanya Fathir.


"Sebentar saja Sayang... Nanti juga hilang.... Itu karena Kamu masih bujang." Kata Joana yang sedikit kecewa karena tak memberikan keperawanannya pada Suaminya.


"Heeeiii... Kenapa sedih..??" Tanya Fathir yang melihat airmata Joana sudah mengambang.


"Aku menyesal tak memberikan perawanku pada suamiku..." Joana mulai terisak.


"Ssstttt... Sayang.... Jangan dibahas lagi... Lagi pula kalau saat tadi Kamu masih perawan, Aku gak akan tega melukaimu.... Tadi saja Aku terasa susah untuk masuk. Masih terasa rapet." Canda Fathir. Dia tak ingin Joana sedih.


"Ya Sayaaang... Aku merawatnya untukmu. Aku menjaganya untukmu." Kata Joana.


Fathir memeluk tubuh Joana. "Aku sangat mencintaimu...."


"Aku juga...." Joana balas memeluk tubuh Fathir.


____________________________

__ADS_1


Adzan subuh berkumandang. Joana menciumi wajah Fathir. Fathir mengerjab. "Apa Kamu menginginkannya kembali?" Tanya Fathir yang kembali menegang daerah intinya.


Joana tersenyum... "Iisshhhh Sayaaaang... Kita melakukannya berulang kali semalam. Sudah Adzan... Aku membangunkanmu untuk mandi." Kata Joana.


Fathir langsung mengecup bibir Joana. "Abis enak Yang...." Goda Fathir. Fathir langsung bangun dan menggendong tubuh Joana yang polos ke kamar mandi. Mereka mandi bersama. Joana menyabuni tubuh Fathir dengan lembut. Demikian juga dengan Fathir.


"Kalau kaya gini... Aku nyesel Yang." Kata Fathir.


Joana tersentak. "Kamu nyesel? Nyesel kenapa?" Joana nampak kecewa.


"Aku nyesel nikah sama Kamu....." Fathir menggantung kalimatnya.


Joana mengrucutkan bibirnya. Airmatanya hampir saja tumpah saat Fathir mengulum bibir Joana yang menggoda.


Joana melerai ciuman Fathir. Dia merajuk...


"Aku menyesal nikah sama Kamu, kenapa gak dari dulu aja Kita nikah..." Goda Fathir.


Joana terperanjat. "Sayaaaang....." Joana merengek manja.


"Hahahaha.... Kamu sensi banget sih sekarang..." Goda Fathir.


"Itu karena Aku sangat mencintaimu. Aku gak mau kehilanganmu lagi." Joana terisak.


"Ssstttt.... Maafkan Aku ya, kalau candaanku keterlaluan." Fathir memeluk tubuh Joana.


"Jangan kayak gitu lagi. Aku serasa mau mati Kamu bilang menyesal menikah denganku." Joana mengrucutkan bibirnya.


Fathir mengusap airmata Joana. menciumi wajahnya. Fathir mengguyur air ketubuh mereka.


Tak lama Mereka keluar dari kamar mandi. Fathir menggendong tubuh Joana. Dan mengelap tubuhnya yang basah. "Kamu lanjutin yaaah... Aku berwudhu dulu."


Joana mengangguk. Dan segera memakai pakaian dalamnya dan gamisnya. Dia pun juga kemudian berwudhu setelah menyiapkan baju koko dan sarung yang baru untuk Fathir.


Mereka pun melaksanakan shalat subuh berjamaah dengan sangat khusyuk.


__________________________


"Pengantin baru.... Bangunnya pagi-pagi sekali....." Goda Mama Fitri.


"Mama...." Fathir dan Joana menghampiri Fitri.


"Mama masak apa? Joana bantu ya....?" Pinta Joana.


"Eeehhh... Jangan... Sudah sana di kamar saja. Nanti Mama antar makanannya ke kamar...." Kata Fitri.


"Gak Ma... Mama kan Mama Aku, bukan pelayan Aku...." Kata Joana lembut.


Fitri tersenyum. Fitri merasa bahagia ternyata Joana memang benar-benar sudah berubah dan menjadi wanita baik-baik.


"Ya sudah... Kamu tolong pindahkan ini ke piring. Dan menata di meja ya... Biar Mama selesaikan masakan Mama." Pinta Fitri.


"Ya Ma..." Joana terlihat senang. Dia sangat senang bisa membantu Mama Fitri. Apalagi sikap Fitri yang sangat bersahabat padanya.

__ADS_1


"Ya Allah... Terima kasih karena telah memberiku keluarga yang baik dan menyayangiku.." Batin Joana.


__ADS_2