CLBK (Cinta Lama Belum Kelar)

CLBK (Cinta Lama Belum Kelar)
Syarat


__ADS_3

Bella menatap tajam kearah Lita. Lita menanggapi biasa saja. Bella sedang menunggu keputusan Lita setelah Bella memberi waktu tiga hari pada Lita karena Lita memintanya.


Lita menghela nafas. "Baiklah.... Aku akan mengabulkan permintaan mu."


Bella terlihat sangat puas, matanya berbinar.


"Tapi dengan syarat....." Kata Lita membuat raut wajah Bella seketika berubah.


"Apapun akan Aku kabulkan asal Leo kembali padaku..." Kata Bella kemudian.


"Aku hanya minta diantar ke Surabaya." Kata Lita singkat.


"Oh itu gampang. Sekarang juga Aku akan menyuruh pengawalku mengantarmu kesana." Kata Bella senang.


"Jangan pernah mengusik kehidupan ku lagi juga keluarga Ku. Usahakan sendiri Leo berpaling pada mu. Kalau Leo menolak mu berarti Dia bukan jodoh mu." Nasehat Lita.


"Ya... ya... ya... Tapi Aku yakin Leo akan kembali pada Ku." Bella penuh percaya diri.


"Boleh kah Aku meminta satu hal?" Tanya Lita.


"Apa lagi?!" Ketus Bella.


"Ijinkan Aku menelpon Adikku. Aku hanya ingin mengatakan supaya Keluarga Ku tidak khawatir." Pinta Lita.


"Kamu pikir Aku bodoh, haaahh!!??" Bella geram. "Kau menelpon Adik mu dan Polisi akan melacak keberadaan mu disini! Kau ingin menjebak ku!?" Bella sangat kesal.


"Tidak... Aku gak bermaksud seperti itu. Aku hanya mengkhawatirkan kedua orangtua Ku." Lita mencoba memberi pengertian pada Bella.


"Baik, tapi nanti setelah Kau berada di Su... Apa tadi? Ah sudahlah. Kalau sudah tiba disana Kau boleh menelpon Mereka." Kata Bella.


"Tidak... Aku ingin secepatnya." Lita berkeras.


"Lily...!! Rose...!!" Teriak Bella.


"Ya Nyonya..!!" Sahut Lily dan Rose tergopoh-gopoh karena teriakan Bos nya.


"Bereskan barang-barang Nona Lita, siapkan segala kebutuhannya. Jangan sampai Dia kelaparan." Bella memerintahkan.


"Ya Nyonya..." Jawab Mereka.


Bella menelpon pengawal nya untuk mempersiapkan keberangkatan Lita menggunakan pesawat Pribadi Sang Suami.


Kebetulan Sang Suami sedang berlibur ke Yunani dengan Putera Puteri dari Istri pertama nya. Bella memang menolak ikut dengan alasan ingin merawat Sang Papa yang dalam masa pemulihan.


Dua Jam Kemudian


"Ini ponsel dan Simcard nya sudah di dalam. Kamu boleh menelpon Adik mu setelah jauh dari sini." Bella menyerahkan ponsel tersebut pada Lita.


Lita mengangguk. "Terima kasih."


"Oh ya... Aku penasaran, kenapa Kamu mau pergi ke Su... Ahhh apalah itu... Kenapa?" Tanya Bella.

__ADS_1


"Tidak apa. Kau memintaku untuk menjauhi Dokter Leo, bukan? Dokter Leo belum pernah kesana dan tidak akan berfikir kesana." Lita menjawab dengan tenang.


"Ok...." Bella melenggang pergi.


Para pengawalnya membawa Lita pergi menuju Bandara.


Setengah jalan Lita membuka ponsel nya. "Apa Aku sudah boleh menelpon Adikku?" Tanya Lita.


"Silahkan Nona." Kata salah seorang pengawal.


Lita menekan nomor ponsel Tristan dan tersambung.


Di lain tempat.


Ponsel Tristan berdering. Dia mengerutkan keningnya. Kebetulan sekali Tristan sedang berada di sebuah Mall seorang diri karena Dia disuruh Sang Mama membeli sesuatu.


"Aku angkat atau tidak? Tapi ini nomor siapa?" Tristan ragu. Ponselnya berhenti berdering.


"Tristaaaan... Dek Tolong angkat..." Sebuah pesan masuk ke ponsel nya.


Tak lama ponsel Tristan berdering. Tristan langsung mengangkatnya.


"Assalamu alaikum Dek..." Sapa Lita.


"Wa alaikumussalaam....Kakak?!" Teriak Tristan dengan wajah senang.


"Ya Dek ini Kakak. Kamu dimana? Sama siapa?" Tanya Lita.


"Aku di Mall Kak. Sendirian. Kakak dimana? Kakak baik-baik saja kan?" Tanya Tristan.


"Tapi Kak... Mama sangat mengkhawatirkan Kakak." Kata Tristan terdengar cemas.


Lita menghela nafas. "Kamu bilang sama Mama dan Papa kalau Kakak baik-baik saja. Tapi jangan di depan Dokter Leo." Pinta Lita.


"Tapi kenapa Kak?" Tanya Tristan heran.


"Karena Kakak sudah berjanji tidak akan menemui Dokter Leo lagi. Ini demi keselamatan Mama dan Papa, Dek." Jelas Lita.


"Lalu bagaimana dengan perasaan Kakak?" Tristan sangat cemas.


"Kakak tidak apa yang penting Mama dan Papa baik-baik saja." Kata Lita.


"Sekarang Kakak dimana?" Tanya Tristan.


Tut... tut.... tut.... Sambungan terputus.


"Astaghfirullaah..." Lita terlihat kecewa.


"Ponsel nya memang sengaja disetel lima menit, Nona." Kata Pengawal itu.


"Tapi kenapa?" Tanya Lita.

__ADS_1


"Nyonya Bella tak ingin terlacak." Kata Pengawal itu.


"Tapi Kita sudah jauh dari Villa. Dan lagi Adik Ku tak mungkin melacak keberadaan ku." Lita sangat sedih.


Para Pengawal hanya menaikan bahu Mereka.


Airmata Lita menetes. Baru saja Dia akan mengatakan kalau Dirinya akan ke Surabaya.


Tristan nampak kecewa, Dia berulang kali mendial nomor yang tadi Kakak nya gunakan untuk menelponnya tapi tidak tersambung.


"Ya Allah... Lindungi Kak Lita. Kasihan Kak Lita, Dia tak bisa apa-apa dengan kondisi nya saat ini." Tristan menengadah. Airmatanya hampir saja menetes. Buru-buru Dia mengusapnya.


___________________________


Pesawat yang ditumpangi Lita dan beberapa awak dari pengawal Bella, telah take off.


GPS pesawat menunjukkan waktu perjalanan Mereka menuju Negara Indonesia, tepatnya ke Surabaya adalah 14 jam.


"Sebaiknya Nona istirahat. Perjalanan Kita sangat panjang." Kata Salah seorang pramugari yang berada di Pesawat itu.


"Baik, terima kasih." Kata Lita.


Pramugari itu membantu tubuh Lita agar berbaring. Dan menyelimuti tubuhnya sampai ke dada.


Lita membaca Doa. Lita mengingat wajah kedua orangtua nya. "Mama.... Papa... Maafkan Lita. Mungkin ini yang terbaik untuk Kita." Gumam Lita.


Lita memejamkan mata. Batinnya terus mengucap kalam Ilahi. Tak lama Lita terlelap.


Beberapa Saat Kemudian


Entah sudah berapa lama Lita terlelap. Sayup-sayup Lita mendengar kegaduhan di dalam pesawat yang Dia tumpangi.


Lita mengerjapkan matanya. Memasang telinga nya, mendengarkan kegaduhan itu.


"Berapa jarak badai pting beliung itu?!" Teriak salah seorang kopilot.


"Tidak jauh lagi...!! Kita tidak bisa mengelak!!" Teriak nya terdengar panik.


"Tidak! Kita masih bisa mengelak walau sedikit!" Kata Seorang pilot.


Awak kapal terlihat panik. Beberapa orang langsung duduk dan memasak belt pada kursi nya masing-masing.


"Ya Allah...! Apa yang terjadi? Lindungi Hamba-MU ini, Ya Allah...." Gumam Lita.


Lita meraba brankar nya. Tubuh nya terikat belt pada brankar. Lita kembali bermunajad. Membaca Ayat-ayat Allah. Bencana tak dapat terelakan. Lita hanya bisa pasrah. Mengharap pertolongan Sang Khaliq.


Tak berapa lama, pesawat mengalami goncangan yang sangat hebat. Pesawat memang berhasil menyingkir dari terjangan langsung pting beliung, namun dampak dari angin yang sangat kencang dan sisi-sisi dari hisapan pting beliun itu menggapai badan pesawat.


"Aaaccchhhh.....!!" Terdengar teriakan dari dalam pesawat.


Sebuah benda entah apa, menghantam kuat kaca depan pesawat dan menimpa Pilot dan Kopilot yang berada di depan. Seketika Pilot dan Kopilot tak sadarkan diri.

__ADS_1


Pesawat oleng karena tekanan udara yang tidak dapat lagi bisa ditahan. Pesawat berputar mengikuti arus pting beliung.


Lita terus bermunajad tak henti. Mata nya terpejam. Lita tak berani membuka matanya. Dia merasakan sekelilingnya berputar kencang seraya sedang naik Roll Coster dengan kecepatan tak terhingga.


__ADS_2