CLBK (Cinta Lama Belum Kelar)

CLBK (Cinta Lama Belum Kelar)
Tak Mendapat Restu?


__ADS_3

4 Bulan kemudian Pernikahan Gery dan Friska digelar. Hanya kerabat terdekat saja yang diundang. Termasuk Tia dan Lambok.


Rafa mengirim undangan itu langsung ke Kairo melalui utusan dari Perusahaan Tia yang masih Dia pegang.


Kemudian Rafa melakukan panggilan video pada Tia dan Lambok melalui ponsel utusannya karena selama di Kairo kontak Lambok berganti. Hanya orang tertentu saja yang memiliki.


Awal nya Tia dan Lambok sangat kaget dengan undangan itu. Rafa meminta merahasiakan hal ini pada Vita karena permintaan Atala.


Akhir nya Lambok dan Tia memenuhi undangan Rafa. Mereka pulang ke Indonesia beberapa hari. Vita dan Tristan masih bersekolah di sana.


"Ma.... Atala mohon... Mama dan Papa bantu Atala untuk mendapatkan Vita kembali.... Atala gak bisa hidup tanpa Vita, Ma... Pa..." Atala sedang duduk bersimpuh di kaki Tia.


Tia menangis sambil mengusap kepala anak sulungnya. Lambok mengusap bahu Tia.


Acara pernikahan Friska dan Gery baru saja selesai.


Pintu kamar hotel Tia dan Lambok diketuk dari luar.


Atala beranjak berdiri dan membuka pintu setelah mendapat ijin dari Tia.


"Assalamu alaikum...." Salam Friska dan Gery.


"Wa alaikumussalaam..." Jawab Tia dan Lambok juga Atala.


Friska langsung berlari dan bersimpuh dihadapan Tia dan Lambok. Tia dan Lambok saling memandang.


"Om... Tante... Maafin Friska ya... Friska sudah merebut Atala dari Vita dan menghancurkan pernikahan Atala dan Vita..." Friska terisak.


"Sudahlah Nak... Tante dan Om sudah dengar semua dari Atala." Kata Lambok yang mengangkat tubuh Friska agar berdiri.


Tia memeluk tubuh Friska. Friska masih terisak. Tia mengelus punggung Friska lembut.


Gery menghampiri Tia dan Lambok. "Semua salah Gery, Tante... Om... Gery sangat pengecut gak berani bertanggung jawab. Gara-gara Gery, semua orang menderita."


"Sudah lah Mas... Yang terpenting sekarang Kalian sudah menikah dan memperbaiki semua." Kata Atala.


"Ya Sayang.... Kamu sehat-sehat selalu ya..." Tia melerai pelukan Friska dan mengecup kening Friska.


"Friska janji akan mengembalikan Cinta Vita pada Atala." Kata Friska.


"Bagaimana cara nya?" Tanya Lambok.


"Kapan Vita lulus kuliah, Pa?" Tanya Atala.


"Tahun ini Dia sedang mengurus skripsi. Tapi sepertinya Dia akan meneruskan S2 nya disana kalau Dia berhasil lulus menghadapi tes masuk." Kata Lambok.


Atala menghela nafas. "Gak apa Pa... Tapi Atala minta tolong, Papa dan Mama bawa pulang dulu Vita ke indonesia. Dan Kita akan melakukan lamaran, dan yang akan melamar Vita, Mas Gery. Atala mau tahu, Vita bisa menerima atau tidak." Jelas Atala.

__ADS_1


"Baiklah Sayang... Kamu gak usah khawatir. Nanti Mama dan Papa akan mengatur semuanya." Kata Tia.


Atala memeluk tubuh Mama nya kemudian Papa nya. Lambok tersenyum sambil mengusap punggung Atala.


Gery dan Friska tersenyum. "Mudah-mudahan semua berjalan dengan lancar ya Om dan Tante..." Kata Gery sambil merangkul Friska.


"Aamiin...." Jawab Tia dan Lambok juga Atala.


"Sudah... Kalian kembali ke kamar... Ini kan malam pengantin Kalian...." Canda Lambok.


Friska dan Gery tersipu malu. "Baiklah Om dan Tante.... Selamat beristirahat." Kata Gery.


Mereka pun meninggalkan kamar Tia dan Lambok. Atala pun berpamitan pada Tia dan Lambok untuk beristirahat juga.


_________________________


FLASHBACK OFF


"Begitu ceritanya.... Sayaaang...." Atala merangkul bahu Vita dan mengecup pucuk kepala Vita.


"Jahat iiihhh Kak Atala..." Vita mengrucutkan bibirnya. "Aku sampe sakit memikirkan semua sendiri..."


"Maafkan Aku ya Sayaaang.... Aku janji setelah ini tak akan ada lagi kesedihan untukmu..." Kata Atala.


"Duuuhhhh pengantin mesra banget siiihhh...." Goda Fathir.


Fathir mendekat dan Vita langsung memeluknya. "Kamu bahagia, Sayaaang?" Tanya Fathir yang mengecup kening Vita.


Vita mengangguk. "Aku bahagia Bang... Akhir nya Kak Atala menikah denganku..." Kata Vita terlihat bahagia.


"Atala... Tolong jaga adikku yang manis ini baik-baik...." Canda Fathir.


Atala menonjok perut Fathir pelan. "Siap Abang Ipar..." Mereka pun tertawa.


Para undangan mulai meninggalkan pesta pernikahan Atala dan Vita.


Tia dan Lambok terlihat sedang berbicara dengan Adrian dan Dita. Ada Lita dan Vero disana.


"Maaf ya Bang... Kak Dita....Kami tadi sibuk dengan tamu yang lain." Kata Tia.


"Gak apa Sayang..." Kata Dita pada Tia.


Lita langsung memeluk Lambok dengan manja. Lambok mengusap rambut panjang Lita.


"Apa sekalian Kita bicarakan disini?" Adrian membuka pembicaraan.


"Tapi bagaimana dengan Bunda, Bang Adrian? Bunda kan sangat membenci keluarga Kami...." Kata Tia.

__ADS_1


Adrian menghela nafas. "Bunda memang keras kepala. Ayah sudah bicara dengan Bunda. Tapi Bunda masih saja berkeras. Tapi Aku mohon Tia dan Lambok. Ini semua amanah Adnan dan Gita sebelum Mereka menghembuskan nafasnya terakhir. Mereka ingin salah satu anaknya menikah dengan salah satu anak keluarga Kalian." Kata Adrian.


"Adnan ingin hubungan keluarga Kita kembali baik seperti dulu." Kata Adrian lagi.


Lambok menghela nafas. "Sayaaang... Masalah Bunda jangan terlalu Kamu pikirkan yah... Toh yang menikah Vero. Vero tak memerlukan Wali. Lagi pula Bang Adrian dan Kak Dita sudah menyetujui hubungan Vero dan Lita." Kata Lambok.


"Tapi Aku gak mau Bunda mencaci keluargaku lagi, Kak...." Kata Tia cemas.


Lambok tersenyum. "Sayang... Pernikahan Mereka baru akan tahun depan dilaksanakan. Masih ada waktu untuk Ayah Burhan membujuk Bunda Dinda." Kata Lambok pada istri nya.


"Bukan itu saja Kak... Ibu juga seperti nya gak mau berurusan dengan keluarga Ayah Burhan apalagi Bunda terlalu banyak menghina Ibu..." Kata Tia.


Adrian menghela nafas. "Maafkan Bunda ku ya Sayang.... Bunda memang keras kepala. Aku belum bertemu Bunda selama ini. Nanti Aku yang akan bicara pada Bunda." Kata Adrian menenangkan Tia.


Lambok memeluk tubuh Tia dan mengelus punggungnya lembut.


"Mama kenapa Kak?" Vita nampak cemas melihat dari pelaminan kepada Mama dan Papa nya yang sedang berbicara dengan Adrian dan Dita. Vita juga melihat wajah Lita dan Vero yang bersedih.


Atala melihat kearah yang Vita tunjuk. "Kita kesana yuk." Ajak Atala.


Vita mengangguk. Karena Mereka pikir para tamu juga sudah banyak yang meninggalkan resepsi.


"Ma... Pa... Lita gak mau kalau hubungan ini membuat Nenek sedih. Lita gak apa kalau pernikahan Lita dan Bang Vero tidak jadi." Lita nampak sedih.


"Lita...." Vero menghampiri Lita. "Apa Kamu tak mencintaiku? Aku sangat mencintaimu, Sayang. Aku menunggumu selama ini..." Vero memohon.


"Tapi Bang... Aku gak mau Nenekku jadi kepikiran. Aku gak mau Nenek sedih." Kata Lita.


Vero terlihat cemas. Vero sangat mencintai Lita. Selama ini Dia sudah menunggu kesiapan Lita. Tapi Nenek nya Vero menjadi penghalang bagi kebahagiaan Mereka.


Lambok melerai pelukan nya dari Tia. Lambok merangkul Vero. "Kamu yang sabar ya Nak.... Lita memang sangat menyayangi Nenek nya. Lita sangat dekat dengan Nenek nya." Kata Lambok.


"Tapi Pa... Vero juga sangat mencintai Lita..." Vero menunduk.


"Sayaaang... Apa Kamu tak mencintai Vero?" Tanya Tia pada Lita.


"Aku gak mau Nenek sedih, Ma..." Lita menunduk.


"Jawab pertanyaan Mama... Apa Kamu mencintai Vero?" Tanya Tia.


Lita mengangguk masih menunduk. Airmata nya sudah tak tertahan lagi.


Vita yang sudah tiba disana langsung merangkul Lita. Lita langsung memeluk tubuh Vita. Vita mengusap punggung Lita. "Kamu yang sabar Lita.... Masih ada waktu untuk menyelesaikan permasalahan keluarga Kita dengan Nenek nya Vero." Kata Vita lembut.


"Sayaaang...." Dita menghampiri Lita. "Kamu jangan sedih yah... Nanti Mama dan Papa akan bicara dengan Nenek nya Vero dan juga Nenek Kamu..." Dita mengusap rambut panjang Lita.


Atala mengusap bahu Vero. "Banyak-banyaklah berdoa, Vero. Serahkan semua pada Allah... Minta dibukakan pintu hati Nenek mu. Allah yang mempunyai hati Manusia. Allah yang Kuasa membolak balikan hati manusia." Atala mencoba meredam kesedihan keluarga nya.

__ADS_1


__ADS_2