CLBK (Cinta Lama Belum Kelar)

CLBK (Cinta Lama Belum Kelar)
Fathir Dan Joana


__ADS_3

🌷Saya Terima Nikah dan Kawinnya Joana Wilson Binti Ustadz Joey Wilson, dengan Mas Kawin Seperangkat Alat Shalat dan Perhiasan Emas, Dibayar Tunai....🌷


"Bagaimana para saksi? Sah..????"


"Saaaahhhh....!! Alhamdulillah."


Dengan satu kali tarikan nafas saja, Fathir mengucapkan ijab qabul dengan lantang.


Joana mencium punggung telapak tangan Fathir. Mereka pun melakukan sungkem pada Mama Fitri dan Ayah Fahmi.


Juga pada Ustadz Joey, Mama Diandra dan Mommy Emily. Mama Tia dan Papa Lambok juga hadir disana.


Lita tak tertinggal. Dia yang mendandani wajah Joana yang sangat cantik dengan pulasan make up yang natural. Vita pun hadir disana. Dia yang memasangkan hijab pada Joana.


Fathir dan Joana terlihat sangat bahagia. Fathir memang sangat mencintai Joana. Dia tak mempermasalahkan masa lalu Joana. Bagi Fathir, Joana sudah berubah menjadi wanita solehah.


Awal nya niat Fathir ditentang oleh Mama Fitri. Karena masa lalu Joana dan Usia Joana yang terpaut 4 tahun lebih tua dari Fathir.


Tapi Fathir dapat meyakinkan Mama nya kalau Joana sebenarnya wanita baik-baik. Ayah nya, Fahmi, juga ikut meyakinkan Fitri agar jangan terlalu menilai orang karena masa lalu nya yang suram.


Atala tersenyum melihat kebahagiaan Fathir. Atala sedang menggendong Puterinya. Friska tak terlihat disana.


Friska memang sudah sembuh dari penyakitnya. Tapi Dia masih amnesia. Setiap hari Dia sangat kesal melihat Atala yang selalu berada di rumah Papa nya. Dia tak suka pada Atala.


Friska belum bisa menerima kehadiran Atala. Atala sebenarnya juga bersyukur kalau Friska tak mau Dia ada disana.


Atala pulang karena rasa rindunya pada Puterinya. Walaupun bukan darah dagingnya. Friska juga tak menyusui Puterinya karena dari awal tak mendapat ASI. ASI Friska juga jadi kering karena pasca melahirkan Dia harus berobat.


Atala belum bisa menceraikan Friska karena Friska masih lupa ingatan.


"Tambah tampan ya Vita...." Goda Lita yang mendapati Vita sedang memandang Atala dari kejauhan.


Vita tersipu malu. "Apaan sih Kamu... Kak Atala sudah punya istri dan anak. Apa lagi yang Aku harapkan?" Vita terlihat sedih.


Mereka memang belum tahu perihal tentang Atala-Friska-Gery.


Sedangkan Gery sedang mengurus proyek baru di luar Kota. Pasca selesai merawat Friska, Gery memang kembali bekerja, karena Perusahaan Gery yang lama menginginkan Gery kembali.


Persiapan pernikahannya dengan Friska tertunda. Sampai Friska ingatannya kembali.


Atala dari tadi mencari sosok Vita tapi tak melihatnya. Vita memang menghindari bertemu Atala.


Vita berpesan pada Lita untuk tidak memberitahu keberadaannya pada Atala.


__________________________


"Kepala ku sakit....!! Mama...!!" Teriak Friska.


"Ya Sayang... Ada apa?" Tanya Siska panik.


Sedangkan Puteri nya Friska sedang di rumah Mama Diandra. Karena Friska sedang tak enak badan dari kemarin.


"Kepalaku sakit sekali." Keluh Friska.

__ADS_1


Siska membawa tubuh Friska ke ranjangnya. Dan merebahkan Friska disana. "Apa Kamu mau minum obat?" Tanya Siska.


Friska menggeleng. "Aku gak boleh minum obat, Ma." Begitu pesan Tabib.


"Ya sudah... Kamu istirahat saja." Pinta Siska.


"Ya Ma....Terima kasih." Kata Friska. Dia mengambil ponselnya dan mendial nomor Gery.


"Assalamu alaikum... Sayang..." Sapa Gery.


"Wa alaiakumussalaam... Kamu kapan pulang? Aku kangen..." Friska mengerucutkan bibirnya.


"Sabar ya Sayang... Aku sedang berusaha demi masa depan Kita. Kamu juga berusaha menjaga kesehatanmu." Pinta Gery lembut.


"Kepalaku sakit sekali..." Rengek Friska.


"Kamu sudah minum ramuan dari tabib?" Tanya Gery.


Friska menggeleng. "Belum..."


"Kenapa tak Kamu minum? Minum ya Sayang... Kamu inginkan Kita cepat-cepat menikah?" Tanya Gery lembut.


"Ya Sayang... Tapi kapan?" Friska mengrucutkan bibirnya.


"Makanya Kamu rajin minum ramuannya dong... Kalau keluar darah lagi, jangan panik, justru itu akan lebih baik. Kamu ingatkan pesan Tabib?" Gery mencoba memberi pengertian pada Friska.


"Ya... Aku minum sekarang. Nanti Kamu telpon Aku ya." Pinta Friska.


"Baiklah Sayang... Aku selesaikan dulu pekerjaanku. Baru Aku akan menghubungimu." Kata Gery.


"Kok gak jadi tidur?" Tanya Siska bingung.


"Aku akan menyeduh ramuan dari tabib, Ma... Gery memintaku..." Friska mengrucutkan bibirnya.


"Ya Allah... Benarkah Puteriku mencintai Gery? Bukankah Dia tergila-gila pada Atala? Tapi kalau memang Friska dan Gery bisa bersatu, Aku akan sangat bersyukur, Ya Allah... Setidaknya bisa memperbaiki hubunganku dengan sahabatku, Tia." Batin Siska.


"Ma...."Panggil Friska.


"Oh ya Sayang...." Kata Siska tersadar dari lamunannya.


"Air panasnya masih panas gak?" Tanya Friska.


"Masih panas, Sayang... Baru saja Mama cabut." Kata Siska.


"Terima kasih Ma..." Friska mengambil cangkir dan menuang satu sendok ramuan dari Tabib. Kemudian Dia meyeduhnya dengan air panas.


"Kamu sudah makan, Friska?" Tanya Siska.


Friska menggeleng. "Belum Ma... Aku malas."


"Friska... Kamu itu sudah dewasa, tapi masih saja Mama ingatkan untuk makan. Bagaimana Kamu gak sakit? Bagaimana kalau Mama gak ada lagi di dunia ini...." Kata Siska.


"Iihhh Mama... Kok ngomongnya begitu... Iya ini Friska makan, sambil nunggu ramuannya hangat." Friska mengrucutkan bibirnya.

__ADS_1


"Dulu Aku begitu memanjakannya berlebihan, hingga kini Friska tak mau mandiri... Bagaimana Dia akan benar-benar menjalani rumah tangga dengan Gery?" Siska menghela nafas.


___________________________


Resepsi pernikahan Fathir dan Joana digelar dengan Mewah.


Emily, mantan istri Ustadz Joey sudah bisa menerima semua nya. Emily sadar bahwa selama ini Dia banyak salah pada mantan suaminya dan anak-anaknya.


Fathir dan Joana terlihat sangat bahagia. Joana tak lepas dari tadi menggandeng lengan Fathir.


"Apa Kamu lelah, Sayang?" Tanya Fathir perhatian.


Joana mengangguk. "Aku juga lapar." Kata Joana.


"Baiklah... Aku juga lapar. Aku akan mengambilkan makan untukmu." Kata Fathir.


"Gak perlu Bang... Ini Aku bawakan untuk Kalian." Tiba-tiba Lita sudah berada di pelaminan.


"Terima kasih cantik..." Puji Joana.


"Sama-sama Kakak ipar." Canda Lita.


"Kamu harus coba ini, Sayang. Ini rendang special buatan Nenek." Kata Fathir.


"Apa Nenek masih kuat untuk masak?" Tanya Joana.


"Mama yang membantu Nenek. Bumbunya Nenek yang meraciknya." Kata Fathir.


Fathir memang ingin menu makanan selain dari catring, Dia ingin rendang yang special dibuat oleh Sang Nenek. Fathir selalu merindukan masakan Nenek.


"Hhhmmm... Ini enak sekali. Spicy... Bumbu rempahnya menyerap sempurna kedalam daging. Aku akan belajar membuat ini dari Nenek atau dari Mama..." Kata Joana.


"Benarkah?" Kata Fathir senang mendengar penuturan Joana.


Joana mengangguk. "Aku sangat senang memasak." Kata Joana.


"Oh ya... Aku lupa... Dulu Kamu pernah jadi kepala chef di sebuah hotel berbintang." Kata Fathir.


Joana tersenyum. Fathir mengecup kening Joana. "Aku bahagia memilikimu, Sayang." Kata Fathir.


"Aku yang lebih bahagia.... Ternyata Kamu benar-benar mencintaiku dan mau menungguku..." Kata Joana.


"Aku sudah jatuh cinta saat pertama kali melihatmu." Goda Fathir.


"Ya... Tapi Kamu malah menjauhiku...." Joana tersipu malu kala mengingat kelakuannya dulu yang sangat memalukan.


"Kali ini Aku gak akan menjauhimu. Apa pun yang akan Kamu lakukan padaku, Aku akan pasrah saja." Goda Fathir.


"Hhhmmmm... Kamu apaan sih Sayang..." Joana makin menunduk.


"Aku kan belum pengalaman, Sayang.... Jadi Kamu boleh mengajariku..." Canda Fathir.


Joana makin menunduk. Dia sangat malu akan sikap Fathir yang berlebihan.

__ADS_1


Fathir tersenyum melihat Joana yang lebih lembut sekarang. Dan punya rasa malu yang sangat.


__ADS_2