
Dokter Emily sangat kesal karena mantan Suami nya menggugatnya ke pengadilan karena memberitakan dirinya telah tiada dan menjauhkan dari anak-anaknya.
Anak-anak Emily yang sudah cukup dewasa sangat kesal pada Emily yang selama ini menyembunyikan keberadaan Sang Daddy dan membuat Mereka jadi anak Yatim.
Kini Mereka sudah berusia 24 tahun. Dan Mereka bebas memilih ingin tinggal dengan Daddy nya atau dengan Mommy nya.
Awalnya anak-anak Emily tidak percaya kalau Daddy nya masih hidup. Karena selama ini, Mommy nya bilang Daddy Mereka telah tiada, tapi Emily tak pernah mengijinkan Mereka untuk pergi ke pemakaman sekedar membersihkannya.
Waktu itu usia Mereka beranjak 19 tahun saat Ustadz Joey tiba-tiba datang dengan membawa seorang Pengacara handal Rekomendasi dari Lambok dan mengaku sebagai Ayah Mereka.
Emily menampik kalau Ustadz Joey adalah Ayah Mereka. Namun Ustadz Joey akhirnya menantang Emily untuk test DNA.
Tentu saja Emily tak dapat lagi mengelak. Tapi Ustadz Joey tetap melakukan Test DNA sebagai bukti di pengadilan. Dan beberapa saksi yang mengatakan kalau Emily menyebar berita kalau mantan suaminya sudah tiada.
Anak-anak Emily sangat marah pada Emily karena selama belasan tahun, Mommy nya membohongi Mereka.
Sebenarnya sejak lama Ustadz Joey ingin menggugat Emily, namun dia sedang fokus mendalami agamanya.
Ustadz Joey juga mengalami Amnesia untuk waktu yang cukup lama, karena kecelakaan yang menimpa dirinya saat anak-anaknya baru berusia masih 1 tahun.
Hingga akhirnya Dia bertemu seorang Dokter Muslim yang dengan sabar mengobatinya, membawa ke rumahnya hingga Ustadz Joey mengingat semua.
Ustadz Joey sangat khawatir, karena selama ini Emily mendidiknya dengan sangat fanatik. Alhasil tak satu orang anak Mereka yang mau mengikuti ajaran Daddy Mereka.
Ustadz Joey hanya berdoa pada Allah, karena Allah yang senantiasa memiliki hati manusia dan dapat membolak-balikannya.
____________________
Hari ini adalah pernikahan Ustadz Yoey dengan Diandra. Akad Nikah yang diadakan di sebuah Masjid terbesar di Jakarta. Dengan Resepsi pernikahan yang sangat megah.
Para Kolega bisnis Ustadz Joey datang dari berbagai Negara. Putera-puteri Ustadz Joey juga menghadiri pernikahan Daddy Mereka.
Awalnya Emily melarang Mereka untuk berangkat ke Indonesia, tapi Brian yang lebih dulu terlahir menampik larangan Emily. Walau kini Ayah Mereka beda kepercayaan dengan Mereka, tapi Mereka bisa melihat ketulusan hati Sang Ayah.
Diandra terlihat sangat bahagia. Atala terharu melihat kebahagiaan Sang Mama.
Tia merangkul bahu Atala. "Ternyata Aku jadi bersaudara dengan kembar tiga itu Ma." Kata Atala.
"Tia tersenyum. Bagus dong Sayang... Kamu jadi banyak Saudara." Hibur Tia.
"Iya sih Ma, tapi sikap Mereka dulu sangat kasar pada Atala." Atala menceritakan bagaimana dulu Mereka selalu menjaili Atala waktu di Negara A.
"Sekarang Mereka sudah dewasa, Sayang. Mereka gak akan seperti itu lagi." Kata Tia.
"Entahlah Ma. Aku tetap berharap Mama tak mengajakku pindah ke Negara A. Kalau perlu Daddy saja yang pindah kesini." Kata Atala.
Tia hanya tersenyum. Tia mengusap bahu Atala lembut.
Berita tentang Diandra yang menikah dengan Pria Kaya Raya dari Negara A, terdengar oleh Teguh.
Dia tak percaya Diandra bisa bangkit dari keterpurukannya.
Diandra meminta pada Joey untuk tidak mengexpos pernikahan Mereka diawak Media. Namun, Para paparazi sangat jeli, Apalagi yang menikah salah satu Pengusaha sukses di Negara A yang berita Muallaf nya pun tersebar.
Namun begitu para Kolega tak ada yang mempermasalahkan, karena bekerjasama dengan Perusahaan Global, sangat menguntungkan bagi Mereka.
"Hai Atala. Apa kabar?" Sapa Joana, Puteri bungsu dari Ustadz Joey.
__ADS_1
"Alhamdulillah Aku baik." Kata Atala ramah.
"Akhirnya Kita jadi saudara juga." Kata Joana.
Atala tersenyum. "Aku harap sifat jahil kalian sudah menguap dengan bertambahnya umur Kalian." Canda Atala.
"Hahaha... Kamu ada-ada saja. Waktu itu kita masih kecil." Kata Joana.
Brian dan Jimmy melihat saudara kembar mereka sedang berbincang dengan Atala. Mereka menghampiri Joana dan Atala.
"Hai Atala...!" Brian dan Jimmy menyalami Atala.
Atala menyambut hangat uluran tangan Mereka.
"Kamu terlihat sangat tampan." Puji Jimmy.
"Terima kasih, Kak. Kata Atala yang usia mereka bertaut 5 tahun."
"Apa Kamu akan ikut pindah ke Negara A nanti?" Tanya Brian.
Atala menggeleng. "Aku belum tahu. karena Aku masih kuliah disini."
Brian, Jimmy dan Joana sudah tahu kalau Atala bukan Putera Lambok, tapi Putera Ibu Tiri Mereka, Diandra. Tapi Mereka tak mempermasalahkan, Diandra dan Lambok juga saudara sepupu.
Joana menarik tangan Atala. "Kamu mau kemana Joan?" Tanya Brian.
"Aku ada perlu dengan Atala. Kalian jangan mengikutiku." Pinta Joan.
Brian menghela nafas. "Dasar Perempuan." Selalu itu yang diucap oleh Brian melihat tingkah Joan.
"Ada apa?" Tanya Atala.
"Yang mana?" Tanya atala bingung.
"Sebelah Twins." Kata Joan.
Atala tersenyum. "Itu Fathir, My cousin." Kata Atala.
"Oohh... Kenalkan Aku dong." Pinta Joan.
Atala mengerutkan keningnya. "Serius?" Tanya Atala. Atala melihat raut wajah Joan yang tersipu malu.
"Dari pertama Aku melihatnya, Aku sudah menyukainya." Kata Joan jujur.
Atala terperanjat. "Tapi Fathir seusia denganku. Kamu lebih pantas menjadi Kakaknya." Kata Atala.
"Apa ada larangan kalau wanita lebih tua menyukai pria yang lebih muda?" Joan mengrucutkan bibirnya.
Atala terkekeh. Atala menggaruk tengkuknya yang tak gatal. "Baiklah... Ayo..." Ajak Atala.
"Tapi Kamu harus sabar." Kata Atala lagi.
"Apa?" Tanya Joan.
"Bahasa Inggris Fathir tak sefasih bahasaku." Kata Atala.
"Kamu jadi translate ku, please..." Joan memohon.
__ADS_1
"Baiklah. Tapi ada syaratnya." Kata Atala.
"What??? Sejak kapan Kamu mulai pamrih??" Tanya Joan tak percaya. Joan sangat mengenal Atala yang selalu tulus.
"Sejak Aku jadi saudara Kalian." Canda Atala.
"Baiklah. Apa?" Tanya Joan.
"Kamu harus menolongku kalau Saudara-saudaramu menjahiliku lagi." Kata Atala.
Joan tertawa.... "Mereka sudah dewasa Atala. Mereka sudah berubah, apalagi setelah tinggal sama Daddy." Kata Joan.
"Syukurlah. Tapi tetap itu yang Aku pinta." Kata Atala.
"Baiklah adikku tersayang." Kata Joan yang mengelus pipi Atala.
"Fathir....!" Panggil Atala yang menghampiri Fathir dan Twins.
Fathir melihat kearah Atala. Fathir melihat gadis yang berjalan disebelah Atala.
"Cantik." Batin Atala.
"Ada apa?" Tanya Fathir.
"Hai Kak Joan..." Sapa Twins.
"Hai Twins. Kalian sudah besar sekarang, tambah cantik. Apalagi Kamu Vita, Kulitmu sangat eksotik." Puji Joan.
Vita tersipu malu. "Kamu bisa saja, Kak, Lita sangat cantik."
"Fathir, kenalkan ini Joan. Dia Putri dari Daddy ku." Kata Atala memperkenalkan Fathir dan Joan.
Twins menstranslate perkataan Atala pada Joan.
"Hai Joan. Nice to meet you." Kata Fathir yang menjabat tangan Joan.
"Joan menyukaimu." Bisik Atala.
"Haaaahhh...." Fathir terlonjak. "Aaahh ini pasti akal-akalan Kamu saja kan mau menjailiku." Kata Fathir.
"Serius! Makanya Dia kubawa kesini karena Dia yang meminta." Kata Atala.
Twins tertawa mendengar perkataan Fathir dan Atala.
Joan mengerutkan keningnya. "Ada apa?"
"Apa Aku kasih tahu kepadanya?" Tanya Lita.
"Jangaaannn...." Kata Atala dan Fathir berbarengan.
Lita terkekeh. Joan makin bingung.
"Kata Fathir, Joan cantik." Vita asal bicara. Dan itu membuat Joan tersipu malu.
"Vita... Kok Kamu ngomong gitu sih?" Fathir kaget yang memang mengerti dengan ucapan Vita.
Vita terkekeh dan langsung berdiri dibelakang tubuh Lita.
__ADS_1
"Thank you Fathir. Kamu juga sangat tampan." Puji Joan.
Fathir menggaruk tengkuknya yang tak gatal.