CLBK (Cinta Lama Belum Kelar)

CLBK (Cinta Lama Belum Kelar)
Friska Mencintai Atala


__ADS_3

Lambok, Tia dan Diandra sangat bahagia mendengar berita baik ini. Mereka akan segera melangsungkan pernikahan Vita dan Atala setelah Vita sudah menerima Ijasah SMA nya.


Sebelum Vita berangkat ke Mesir, Vita dan Atala sudah menikah dan Atala akan menyusul Vita setelah Dia mendapat gelar insyinyur.


"Gak.... Atala gak boleh menikah dengan Vita... Aku sangat mencintai Atala...." Friska nampak frustasi. Dia sudah mendengar berita pernikahan Atala dan Vita.


Friska sangat terpukul dengan berita yang Dia dapat dari Atala.


FLASH BACK ON


"Kamu kenapa sih? Kelihatan bahagia banget?" Tanya Friska yang senang melihat Atala yang sumringah.


Mereka baru saja selesai mempresentasikan skripsi nya di ruang Sidang Ujian Negara.


"Ya iyalah Atala senang. Dia akan segera menikah dengan pujaan hatinya." Cibir Fathir pada Friska.


Friska terlihat bingung. "Sama siapa? Vita? Tapi Vita kan masih kecil?!" Friska tak percaya.


"Ya iyalah sama Vita, masa sama Kamu?!" Ketus Fathir.


"Dan jangan bilang adikku masih kecil. Dia sudah cukup dewasa untuk menikah. Dia lebih dewasa daripada Kamu!" Cela Fathir.


Atala menepuk bahu Fathir. "Fathir... Jangan kaya gitu." Kata Atala lembut. Dia tersenyum pada Friska.


"Ya Friska Aku akan menikah dengan Vita. Aku sangat berterima kasih pada Kamu, selama ini sudah membantuku." Kata Atala.


"Bantu apa? Orang modus kok biar dekat sama Kamu." Cibir Fathir. Fathir memang tahu kalau Friska menyukai Atala tapi Atala gak pernah percaya dengan omongan Fathir.


Mata Friska mulai berkaca-kaca. Dia tak dapat lagi menahan perasaannya yang hancur.


"Nah kan.... Jadi mewek...." Goda Fathir.


"Fathiirr...." Tegur Atala. Atala merangkul bahu Friska. "Kamu kenapa?" Atala seakan benar-benar tak mendengar perkataan Fathir.


"Kamu benar-benar gak peka ya Atala? Dah jelas-jelas Dia suka sama Kamu, masih aja nanya." Ketus Fathir.


Atala tersenyum. Dia menghadapkan Friska pada dirinya. "Aku menyanyangimu sebatas sahabat. Aku juga menganggapmu sudah seperti Kakakku sendiri." Kata Atala yang mengusap lembut airmata Friska yang sudah jatuh ke pipi.


"Dari awal persahabatan Kita, Aku sudah bilang, kalau dihatiku hanya ada satu nama, yaitu Vita." Jelas Atala.


Friska tersenyum. Dia mencoba tegar dan menyembunyikan perasaannya. "Iisshh... Kamu Ge er banget sih?! Aku nangis karena bahagia akhirnya Kamu mendapatkan Vita. Aku hanya terkejut Kalian akan menikah karena Vita masih sangat muda." Kata Friska sedikit tenang.


Atala tersenyum. "Aku ingin menghalalkan hubunganku dengan Vita. Aku gak mau mendekati Zina. Aku dan Vita sudah sepakat. Setelah lulus Aku akan bekerja, Aku akan menemani Vita kuliah di Mesir. Aku gak mau Vita sendirian disana." Jelas Atala.


Friska mengangguk. "Aku senang mendengarnya."


"Nah gitu dong...! Masih banyak pria tampan diluar sana yang akan suka sama Kamu..." Hibur Fathir.


Friska menabok tangan Fathir dengan map nya. Fathir nyengir kesakitan karena ulah Friska.


"Galak banget nih cewek, gimana cowok mau dekat sama Kamu?!" Ketus Fathir.


Atala mengedipkan mata pada Fathir. "Kita ke kantin yuk." Ajak Atala.

__ADS_1


"Gak... Aku mau merayakan ini semua di cafe." Kata Friska.


"Oke.... Aku yang traktir..." Kata Atala.


FLASH BACK OFF


"Atala... kenapa sih Kamu gak bisa melihatku sedikit saja. Aku akan membahagiakanmu dengan cintaku...." Friska menangis. Dia menyusuri lorong kampusnya yang sudah sepi tak ada Mahasiswa yang lalu lalang.


Hanya ada satu dua terlihat yang mengambil kuliah malam.


Jam menunjukkan 18.30. Friska mengusap airmatanya. Beberapa kali Dia mengirimkan pesan pada Atala tapi Atala tak mau menemuinya.


Friska juga mengirim pesan pada Atala kalau Dia sangat mencintai Atala, tapi Atala tak membacanya.


Atala sedang libur setelah Ujian Negara. Tinggal menunggu pengumuman kelulusan dan wisuda. Dia menghabiskan liburannya dengan berkumpul dengan Keluarga Lambok.


Setelah shalat isya berjamaah Atala pamit pulang, karena Mama Diandra sedang berada di Jakarta.


"Kakak hati-hati ya dijalan." Kata Vita memberi perhatian.


"Deeehhhh segitu perhatiannya yang sama calon suami..." Goda Lita.


Vita mencibirkan bibirnya. "Biarin... Kamu iri? Kalau iri, carilah calon untukmu juga..." Canda Vita.


Lita mengrucutkan bibirnya. "Calon Aku kan gak boleh nikah sama Aku, Vit..." Canda Lita.


"Bang Fathir maksud Kamu?" Vita terperanjat.


"Hahahahaha... Siapa lagi? Yang sayang sama Aku kan cuma Bang Fathir." Canda Lita.


"Ya gak lah Kak, Aku kan cuma becanda. Aku belum mikirin buat menikah. Aku mau kuliah dulu yang bener, kerja baru menikah." Kata Lita.


"Tapi Aku akan menikah dan tetap kuliah." Kata Vita.


"Yaa....Kamu mah beda Vit, Kamu beruntung mendapat Kak Atala, Kakak Kita..." Lita menunduk.


Atala merangkul bahu Lita. "Kamu juga pasti akan mendapat laki-laki yang terbaik." Kata Atala.


Lita menatap wajah Atala. Lita tersenyum... "Terima kasih Kak. Aku doa kan Kak Atala dan Vita dilancarkan semua urusannya.... Aamiin.." Doa Lita.


"Aamiin..." Sahut Atala, Vita, Tia, Lambok dan Tristan.


"Sudaaaahhh.. Nanti Kak Atala kemaleman pulangnya." Kata Tia.


"Ya Ma... Atala pamit ya..." Dia mencium punggung telapak tangan Lambok dan Tia.


Atala mengusap kepala Vita. Dan mengusap pipi Lita dan mencium pipi Tristan.


"Assalamu alaikum...." Salam Atala.


"Wa alaikumussalaam...." Jawab Semua.


Mobil Atala telah berbaur dengan kemacetan Kota Jakarta. Ponselnya kembali berdering. Atala melihat siapa yang menelpon. "Friska...." Gumamnya

__ADS_1


Atala menepikan mobilnya. Dia menerima panggilan dari Friska.


"Atala... Aku mencintaimu....Hahaha.. hik... hik..." Friska terdengar sangat Frustasi.


"Friska..! Kamu dimana?" Tanya Atala. Atala segera melakukan panggilan video tapi tak dijawab oleh Friska.


"Friska....Kamu sedang ngapain? Kenapa berisik sekali?!" Atala masih terus bicara pada Friska.


"Aku sedang senang-senang....Hik... hik..." Friska terdengar cekukan dan nada suara nya seperti ngawur.


"Ya Allaah... Apa yang Friska lakukan?" Gumam Atala. Atala bingung mau cari Friska kemana. Walau bagaimanapun Friska adalah sahabatnya, Dia sudah seperti Kakaknya sendiri.


Atala memutuskan sambungan telpon. Tak lama ponselnya berdering. Atala kembali mengangkat panggilan video dari Friska.


Seseorang memperlihatkan Friska yang sedang mabuk berat. Botol-botol minuman yang entah apa namanya. Dan orang itu memperlihatkan nama club tempat Friska mabuk, kepada Atala. Tapi orang itu tak menampakkan diri.


"Club L? Dimana itu?" Atala segera mencari alamat Club L di gogle maps. "Daerah Jakarta Pusat." Gumam Atala.


Atala mencari joki untuk menemaninya ke Jalan Utama Jakarta, karena sistem 3 in 1 masih berlaku. Tak lama Atala mendapatkan dua orang Ibu yang menggendong anak kecil.


Atala melajukan mobilnya setelah Dia tahu harga yang harus Atala bayar untuk kedua jokinya.


"Ya Allaah... Macet sekali." Batin Atala.


Satu Jam kemudian setelah bergelut dengan kemacetan, Atala tiba di Club L. Atala membayar kedua Joki itu. Kedua joki itu terlihat sangat senang karena Atala membayarnya dua kali lipat.


"Terima kasih Tuan. Semoga rejeki Tuan dilimpahkan dan segala urusan Tuan dilancarkan...Aamiin..."


"Aamiin..." Sahut Atala. "Terima kasih ya Bu." Atala segera masuk ke pekarangan Club L dan memarkirkan mobilnya.


Dia bertanya pada seorang penjaga Club yang berwajah sangar. "Maaf....Saya mencari gadis ini." Kata Atala yang menunjukan foto Friska yang ada diponsel Atala lewat fitur status Friska.


"Sudah dibawa tadi sama Dua orang pria tampan. Katanya temannya." Kata penjaga itu.


"Kemana?!" Tanya Atala sedikit panik.


"Saya tidak tahu." Kata penjaga itu.


Ponsel Atala berdering. Dia segera melihatnya dan menggeser layarnya untuk menerima pesan itu.


Friska mengirimkan lokasi nya pada Atala. Atala segera berlari ke mobilnya dan mengikuti arah maps yang dikirim Friska. Atala benar-benar panik, Dia tak dapat berfikir jernih. Yang ada dalam fikirannya Dia menemukam Friska dan membawanya pulang.


_____________________


Atala telah tiba ditujuan. Gelap....Hanya ada pohon-pohon rindang. Seperti hutan kota. Seseorang mengetuk kaca mobil Atala.


Atala membuka kaca mobilnya.


"Apa Mas mencari gadis ini?" Tanya orang itu yang memperlihatkan ponselnya.


"Iya..! Dimana Dia?" Atala tak sadar dan segera membuka pintu mobilnya. Atala turun dari mobil.


Baru saja Atala hendak mengikuti orang itu yang wajahnya tertutup sebelah dengan rambutnya, Seseorang membekap mulut dan hidung Atala dari belakang.

__ADS_1


Atala segera meronta tapi bekapan itu sangat kuat. Tak lama tubuh Atala terkulai lemas tak sadarkan diri.


__ADS_2