
Hari ini hari yang sangat sibuk untuk Satria dan Nadin.
pagi-pagi sekali mereka telah sampe di rumah sakit dan meceritakan semua yang Salman ceritakan semalam.
Satria meminta kepada pihak rumah sakit untuk menutup data mama dan melarang siapapun untuk menemui mama. dan hari ini Satria mengambil jatah cutinya..
Setelah dari rumah sakit Nadin dan Satria saat ini sedang di KUA untuk mengurus berkas pernikahan mereka secepet mungkin, selesai dari KUA mereka harus ke bandara untuk menjemput kedua orangtua Satria. ya mama dan papa Satria mempercepat kedatangannya setelah kemarin mereka hanya bisa menyaksikan pernikahan anak lelaki satu-satunya via panggilan vidio.
Mama yang tak sabar bertemu dengan menantunya saat itu juga meminta memajukan jadwal keberangkatanya.
Di dalam mobil menuju bandara Nadin tengah tertawa sendiri membaca obrolan group teman- temanya
**Ciwi ciwi mandiri
Nasya** : Nadin congrats ya sayang sudah resmi jadi istri Dokter Satria aku happy dengernya
Shasha : what ??dokter Satria siapa Nadin lu kok gak cerita π‘
Tiwi: Dokter satria itu, kakak kelas kita dulu bukan sich yang temenan sama mas vino kan Nasya ?
Nasya : yoi anak basket yang pas dia lulus jadi hari patah hati nasional π€£π€£
Anggun : woii apaan sich berisik baytheway selamat ya Nad, langsung di halalin gak kayak Tiwi noh 5 tahun bertahan tak ada kepastian π€£π€£π€£
Tiwi : lah kok gue awas lu ya nggun, tapi masih mending gue dari pada lu jomblo ππ
Shasha : Nadin lu kemana nad ? lu harus jelasin woii,bukannya yang mau nikah Nasya kenapa jadi lu duluan..
Nadin : apaan sich kalian ganggu aja π€£π€£π€£π€£
Nasya : berapa rounde semalam baru muncul haha πππ
Nadin : Rahasia..haha besok jam makan siang gue tunggu lu semua di toko ya..byee..byee gue mau jemput mertua..
"kamu kenapa ketawa sendiri Nad " Satria yang penasaran sejak tadi apa yang membuat istrinya tertawa bahagia..
"ini bang temen-temen, si Nasya resek dia langsung bilang kalo kita udah nikah " ujarnya
"oh Nasya, tunangannya Vino kan." tanya satria pandangannya tengah fokus kedepan
"iya katanya, aku gak pernah pacaran tautaunya langsung nikah " ujar nadin tersenyum
tangan kiri Satria meraih tangan Nadin dan menggengamnya
__ADS_1
"makasih ya selama ini kamu menjaga hatimu untuk aku " menaik turunkan alis menggoda Nadin
"kepedan kamu bang, aku gak boleh pacaran dari dulu sama Almarhum papa kata papa haram nanti timbul fitnah " Cibirnya
Satria tertawa lepas " tapi secara gak langsung kamu menjaga hatimu untuk abang "
"abang sendiri ada berapa mantan pacar abang? " pertanyaan menohok dari Nadin langsung membuat Satria terdiam
"katanya Nadin cinta lama abang yang belum kelar nyatanya ada cinta lain juga" melepas genggaman tangannya dari tangan Satria
" ehh kok gitu ya emang mantan aku ada tapi kan aku gak serius sama mereka Nad, aku seriusnya sama kamu " mencolek dagu Nadin
Nadin mencibikkan bibirnya.. Satria melirik sekilas dan merasa gemas pada istrinya..
"jangan menggoda kamu, nanti mobil ini beloknya ke hotel loh bukan ke bandara " ujar Satria
"Ngapain ke hotel emamg mama sama papa udah sampe di hotel ? trus ngapain kita ke bandara ? " tanya Nadin polos
Satria hanya terkekeh ternyata istrinya cukup polos tak paham soal kode-kodean..
mobil yang di kendarai Satria kini telah terparkir di parkiran bandara..mereka melangkah bergandengan menuju terminal kedatangan..
Tak lama menunggu nampak sepasang paruh baya tengah berjalan ke arah mereka
mama membuka kedua tangannya memeluk anak bungsunya..dan beralih ke Nadin
"ini mantu mama MasyaAllah cantik banget kamu nak" ujar mama memeluk Nadin.Nadin membalas pelukan mama dan tersenyum kikuk.
setelah mama melepas pelukan Nadin menyalami papa mertuanya yang masih kelihat gagah di usianya sekarang garis wajahnya mirip Satria, mungkin jika tua nanti Satria akan mirip dengan papanya.
Mama sangat bahagia sepanjang perjalanan dia tak henti-hentinya bercerita..
papa hanya diam saja memandangi keakraban istri dan menantunya..
"mah,pah kita makan dulu ya baru pulang ke Aprtemen" ujar Satria memutus obrolan seru mama dan Nadin
"gak habis makan kita ke rumah sakit,mama mau ketemu jeng Dewi " jawab mama
" ok siap kanjeng mami " jawab satria terkekeh dan langsung dapat cubitan dari sang mama
tak akan ada yang bisa membantah titah mama jadi Satria nurut aja..
___________________________________________
__ADS_1
pak Rahman dan istri saat ini tengah di depan Nicu bersama dengan seorang ustad
istri pak Rahman mulai gelisah pasalnya ponsel Salman tidak Aktif
"pak ini harus nunggu berapa lama lagi saya ada urusan " pak ustad sudah mulai kesal pasalnya dari tadi hanya di suruh menunggu..
"mah coba kamu ijin sama perawat dulu, papa akan cari Nadin dan Rasya " titah pak Rahman
istrinya melangkah menuju NICU tak lama kemudian dia keluar setengah berlari
"pah, Dewi gak ada di Nicu perawatnya bilang kemarin sore di pindahkan oleh kelurganya, coba kamu hub Nadin pah" pinta sang istri
"brengse***** , no nya gak ada yang Aktif
Sial kemana mereka apa Salman bisa di hubungi" tanya Rahangnya mulai mengeras
Ustad yang tadinya mau pamitan, mengurungkan niat, diam-diam dia melangkah pergi tanpa pamitan dengan kedua pasangan suami istri yang tengah di liputi amarah..
" kamu ke bagian informasi cari tau kemana Dewi di pindahkan,kurang aja sekali mereka main-main dengan ku " tatap matanya merah seolah-olah ingin memakan siapa saja yang ada di depannya.
istrinya berjalan menuju ruang informasi dan nihil tidak ada data kepindahan mama Nadin
segera dia menemui suaminya dan mengatakan fakta bahwa tidak ada informasi tentang keberadaan mama Nadin..
masih dengan amarahnya pak Rahman dan istri meninggalkan rumah sakit dan kembali ke rumah, untuk menyusun rencana baru.
"Kami hubungi Salman sekarang suruh dia pulang " Titahnya
"dari tadi di hubungi gak bisa pah no nya di luar jangkauan " ujar istrinya melihatkan ponselnya
" kemana Anak sialan itu " masih dengan emosi di gebraknya meja di depannya..
"mama gak tau, semalam dia tidak pulang pah" ujarnya ragu-ragu
pagi tadi Salman dan Sari memilih untuk pergi ke kota tempat tinggal sari sementara sembari mereka mengurus dokumen, visa untuk pindah ke negara A.
Salman ingin hidup mandiri dan damai bersama orang yang dia cintai, dan berjanji akan mengganti semua uang yang sudah di pakai oleh kelurga Pak Rahman untuk membantunya..
Salman mendapatkan tawaran kerja di negara A awalnya dia menolak tapi saat Sari hamil dan Sari juga setuju untuk ikut dengan salman kemanapun. tawaran tersebut akhirnya Salman terima demi hidup baru bersama Istri dan calon anaknya.ya Salman sudah menikah secara siri dengan Sari.
**πΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈ
dukungan semua adalah semangat untuk emak πππ₯° di vote ya kakak**.
__ADS_1