CLBK (Cinta Lama Belum Kelar)

CLBK (Cinta Lama Belum Kelar)
Sama Saja


__ADS_3

"Aku punya sesuatu untuk Mu..." Krisna menyodorkan kotak bludru berwarna putih dengan ukuran 10x10x2cm. Besok adalah hari pernikahan Mereka.


Mereka sedang berbincang di balkon kamar hotel yang Mereka sewa. Sedangkan Tristan dan Caca sudah terlelap.


"Apa ini Kak?" Tanya Lita ragu menerima kotak bludru itu.


"Buka lah....Kamu pasti menyukai nya." Pinta Krisna.


Lita membuka nya perlahan. Alangkah terkejut nya Lita. "Kak... Ini kan?" Lita tak percaya. Sebuah kalung milik nya yang Lita berikan pada Krisna untuk dijual dan uang nya untuk biaya pengobatan Diri nya.


Krisna tersenyum. "Aku pakai kan lagi yah..." Krisna mengambil Kalung itu.


"Tapi Kak? Bukan kah kalung ini sudah Kita jual beberapa bulan yang lalu?" Lita masih bingung.


"Aku tidak menjualnya, Sayang. Aku hanya menggadaikan. Kebetulan toko emas itu milik teman Ku. Dia bilang tak akan ada yang sanggup membeli Kalung sebagus dan semahal ini. Aku berjanji akan secepatnya menebus nya." Jelas Krisna.


"Teman Kakak baik sekali. Terima kasih banyak Kak. Tapi Aku tidak membutuhkan Kalung ini lagi." Kata Lita menyembunyikan sesuatu.


"Terima lah... Aku memang berniat mengembalikannya. Semenjak ada Kamu disini, kehidupan Ku dan Caca jauh lebih baik. Apalagi setelah Kamu membantu Ku meracik obat-obatan herbal, Penghasilan Kita makin bertambah." Jelas Krisna.


"Anggap saja ini sebagai hadiah pernikahan dari Aku untuk Kamu." Kata Krisna lagi.


Lita hanya diam menurut saat Krisna mengenakan kalung tersebut ke leher nya yang tertutup hijab.


"Sudah larut, angin malam tidak bagus untuk kesehatan Mu.... Kamu istirahat yah?" Ajak Krisna.


Lita mengangguk dan beranjak dari kursi balkon. Krisna merangkul bahu Lita dan mengajak nya masuk kedalam.


Lita tersenyum melihat Caca yang tertidur diatas dada Tristan. Seharian ini Caca selalu ingin bersama Tristan.


"Biarkan saja, jangan diganggu." Bisik Krisna saat Lita ingin mengangkat tubuh Caca dari dada Tristan.


Lita tidur di ranjang sebelah Tristan. Sedangkan Krisna tidur di sofa dekat ranjang Lita.


_______________________________


"Saya terima Nikah dan Kawin nya Lalita Puteri Wijaya Binti Bapak Lambok Wijaya dengan Mas Kawin Seperangkat Alat Shalat dan Cincin Emas seberat 10 gram dibayar... TUNAI...!" Dengan satu kali tarikan nafas, Krisna dengan lancar melafalkan ijab Qabul di tempat tinggal Mereka.


"Bagaimana para Saksi??? sah???"


"SAAAHHHH...." Sahut dua orang Saksi dan beberapa orang dari KUA. Tristan sebagai Wali Nikah dari Kakak nya, Saksi untuk Lita, Tristan kebetulan memiliki Sahabat SMA nya yang tinggal di Kalimantan. Dia meminta Sahabat nya untuk menjadi Saksi pernikahan Lita.


"Alhamdulillaah..." Pak Penghulu membacakan Doa untuk kebahagian Mereka, mendoakan agar rumah tangga yang nanti nya akan Mereka bangun adalah Rumah Tangga SAMARA, Sakinah, Mawadah Wa Rahmah.


"Hentikaaaaannnn!!!!" Tiba-tiba seseorang mencoba menghalangi pernikahan yang telah terjadi.


Kedua Mempelai dan yang hadir disana menoleh ke arah suara.


Betapa terkejutnya Lita mendapati sosok Pria yang selama ini dekat di hati nya.

__ADS_1


"Kak Leo???" Lita dan Tristan berseru sangat terkejut.


"Dokter....!!!" tak kalah terkejutnya bagi Krisna mendapati teman sejawat nya berdiri disana.


"Sayang...?? Apa yang Kau lakukan? Mengapa Kau menghianati Ku?" Leo mendekat kearah Lita.


Lita menunduk dan sudah terisak.


"Berbulan-bulan Aku mencari Mu... Tapi kini, Kamu malah menikah dengan...." Leo menatap Krisna tajam. Dia mengingat sosok Krisna. "Kamu...??!! Bagaimana mungkin Kamu tega menghianati Ku, Krisna!!!" Leo sangat geram dan menarik kerah baju Krisna.


Tristan mencoba menghalangi Leo. Tapi Dia tak luput dari ocehan tajam dari Leo. "Dan Kamu, Tristan! Tega sekali Kamu merestui pernikahan Kakak Mu, jelas-jelas Dia itu tunangan Ku!"


"Kak.... Sabar Kak. Aku bisa jelaskan semua." Tristan mencoba menjelaskan duduk persoalannya. Namun Lita melarangnya.


Leo menatap wajah Lita dengan tajam. Tak menyangka Lita akan tega menghianati nya.


"Ternyata Wanita dibelahan Dunia mana pun sama saja!! Penghianat!!!" Leo mendorong tubuh Krisna dan segera berlaku meninggalkan kediaman Krisna dan Lita.


Krisna yang hampir tersungkur, dengan sigap Tristan menangkapnya.


Krisna langsung berdiri dan hendak mengejar Leo. Namun sekali lagi Lita melarang nya. "Biarkan saja Kak... Suatu hari nanti Dia akan mengerti." Pinta Lita.


Pernikahan yang dihadiri beberapa orang saja, kembali berjalan. Mereka disuguhkan dengan berbagai macam penganan.


Lita juga sudah mempersiapkan bingkisan untuk Penghulu dan petugas KUA.


FLASH BACK ON


Leo sedang ada seminar di Kalimantan selama tujuh hari. Hari ini Dia sedang berkeliling sekedar cuci mata. Namun tatapannya tertuju pada sebuah toko Emas.


Leo mendekat untuk memastikan. Kalung yang beberapa bulan yang lalu Dia hadiahkan untuk Lita sebagai hadiah pertunangan Mereka. Dan Leo sengaja memesan langsung kalung itu dari Negara D. Kalung itu terpajang pada sebuah patung setengah badan pada Etalase.


"Ada yang bisa Saya bantu?" Tanya pemilik Toko.


"Aku ingin kalung ini." Kata Leo tanpa berkedip. Dia yakin kalung itu adalah kalung Lita.


"Maaf Tuan, kalung ini tidak dijual. Pemilik nya akan segera menebus nya." Kata Pemilik Toko.


"Siapa pemilik nya?" Tanya Leo.


"Sahabat Saya, Krisna. Sebentar lagi juga Dia datang." Kata Pemilik Toko Emas.


"Boleh Saya menunggu nya?" Tanya Leo.


"Oohhh... Silahkan... Seperti nya Anda tertarik sekali dengan Kalung ini." Kata Pemilik Toko. "Silahkan duduk." Kata nya lagi.


Ponsel Leo berdering. "Sebentar...." Leo mengangkat nya dan berlalu dari sana. Leo keluar dari toko Emas dan berbincang sangat serius.


"Edward...." Sapa seseorang.

__ADS_1


"Hai Krisna..." Jawabnya.


"Aku ingin menebus kalung nya." Kata Krisna.


"Baik, Aku siapkan yah...." Kata Edward pemilik toko emas.


"Minta tolong ditaro di kotak, Aku ingin memberi kejutan pada calon Istri Ku." Pinta Krisna.


"Oohh baiklah. Aku akan membuatnya terlihat cantik." Bergegas Edward menyiapkan segalanya. Dia lupa dengan custemer yang sangat berminat dengan kalung Krisna.


Krisna menyerahkan amplop. Edward membukanya dan memghitungnya. "Pas yah...." Kata Edward.


"Terima kasih banyak.....Kamu sudah membantu Ku... Kalau ada waktu, datanglah ke pernikahan Ku besok." Pinta Krisna.


"Baiklah... Aku akan hadir..." Kata Edward.


"Baik kalau begitu. Mohon maaf, Aku buru-buru, karena masih banyak yang harus Aku selesaikan." Kata Krisna.


Krisna meninggalkan toko perhiasan. Leo masuk kedalam toko.


"Loh... kalung nya mana?" Tanya Leo.


Edward langsung menepuk jidadnya. "Maaf... Saya lupa. Tapi Krisna belum jauh, Itu dia, sedang naik ojek." Tunjuk Edward.


"Oohhh baik....terima kasih." Leo bergegas meninggalkan toko dan langsung naik ojek yang sedang mangkal. "Tolong kejar motor itu!" Pinta Leo pada tukang ojek.


Di lampu merah, Motor yang ditumpangi Leo terhambat. Motor Krisna sudah jalan duluan. Leo nampak cemas.


"Tenang Tuan, Saya tahu tujuan Mereka." Kata tukang ojek.


"Oohhh baik..." Leo menghela nafas lega.


Sampai di dermaga, Leo kembali tertinggal kapal penyebrangan.


"Berapa lama lagi kapal berikutnya?" Tanya Leo.


"Maaf Tuan, itu kapal terakhir. Dan baru akan ada lagi besok pagi." Kata tukang ojek.


Leo mendengus kesal. "Astaghfirullaah..."


"Baiklah... Antar kan Saya ke hotel Saya, besok tolong antarkan Saya kesini lagi." Pinta Leo.


"Baik Tuan." Tukang Ojek meninggalkan dermaga.


Esok hari nya, Leo baru bisa diantar jam 11 siang karena Dia baru saja selesai seminar.


Hingga akhirnya Leo tiba di rumah Krisna dan mendapati acara pernikahan disana.


FLASHBACK OFF

__ADS_1


__ADS_2