CLBK (Cinta Lama Belum Kelar)

CLBK (Cinta Lama Belum Kelar)
Kedatangan Fathir


__ADS_3

"Jangan Nak.... Kasihan Eyang. Mereka menunggumu." Kata Fitri pada Fathir.


"Ya kalau Fathir sih dimana saja gak masalah Ma. Di rumah Mama Tia juga boleh. Tapi Kalau Mama dan Ayah gak mengijinkan Fathir tinggal di rumah Mama Andra, Fathir juga gak apa." Kata Fathir.


Fitri menghela nafas. "Lagi pula gak enak sama Ayahmu Nak. Masa Kamu punya Eyang di Jakarta malah tinggal sama Mama Andra. Kalau Kamu sekedar berkunjung kesana gak apa, Sayang." Kata Fitri lagi.


"Ya Ma... Fathir cuma minta ijin saja. Kalau gak dibolehkan gak apa." Kata Fathir yang sedang berkemas.


Rencananya Dia besok akan berangkat ke Jakarta. Atala sudah diberi kabar. Besok di Bandara Suta, Atala akan menjemput Fathir.


"Assalamu alaikum." Salam Fahmi yang baru saja tiba di rumah, pulang dari kantor.


"Wa alaikumussalaam...." Jawab Fitri dan Fathir.


Nindi dan Marcel tinggal di rumah Tia yang baru. Karena Lambok yang memintanya, daripada kosong. Ibu ikut dengan Nindi.


Fitri mencium punggung telapak tangan Fahmi. Fahmi mengecup kening Fitri.


"Kok sepi, Sayang?" Tanya Fahmi.


"Fathir dan Fahri ada di kamar. Farah tadi dibawa Nindi ke rumahnya." Kata Fitri.


Fahmi mengangguk. Dia ke kamar Fathir. "Sudah berkemas, Nak?" Tanya Fahmi.


"Sudah Yah. Nih baru selesai." Kata Fathir.


Fahmi tersenyum. "Kamu hati-hati disana. Jangan kebanyakan main." Pesan Fahmi.


"Ya Ayah. Paling Aku main sama Atala saja." Kata Fathir.


"Fathir tadi minta ijin mau tinggal sama Kak Diandra." Kata Fitri.


Fahmi mengerutkan keningnya. "Kapan Kak Diandra telpon?" Tanya Fahmi.


"Waktu Aku sedang di sekolah, Ayah. Mama Andra bertanya Aku kuliah dimana. Terus Mama Andra bilang, kalau Aku diterima, disuruh tinggal bersama Mama Andra." Jelas Fathir.


"Gak usah ya Nak, nanti merepotkan. Lagi pula Eyang Kamu sudah nanyain Kamu terus, kapan Kamu datang." Kata Fahmi.


"Iya Ayah." Fathir menurut.


"Tapi kalau Kamu sekedar mengunjungi Mama Andra, Ayah gak masalah. Kamu ajak Atala kesana." Kata Fahmi lembut.


"Iya Ayah. Tadi Mama juga sudah bilang kaya gitu." Kata Fathir.


Fahmi mengusap kepala Fathir. "Anak yang baik. Ayah mau mandi dulu. Nanti Kita bicara lagi." Kata Fahmi.


Fathir mengangguk dan menggeser kopernya ke sudut ruangan.


_________________


Pesawat yang ditumpangi Fathir telah landing. Atala sudah berada di Bandara Suta sejak setengah jam yang lalu. Dia tak ingin Fathir menunggu.


Fathir terlihat celingukan mencari Atala. Tak lama...


"Fathiiirr...." Panggil Atala.


Fathir menoleh dan tersenyum manakala menemukan saudaranya. "Atala, Kamu sama siapa?" Tanya Fathir.


"Aku sendiri. Twins kan sekolah." Kata Atala yang mengajak Fathir bergegas masuk ke mobil.


"Kita ke rumah dulu ya. Tadi Mama bilang begitu. Nanti sorean baru Aku antar ke rumah Eyang." Kata Atala.


"Siiip... terserah Kamu saja. Aku juga kangen sama Twins." Kata Fathir.

__ADS_1


Atala tersenyum mengingat Vita yang menggemaskan.


"Heeyyy... kenapa Kamu senyum-senyum sendiri?" Tanya Fathir.


"Aku ingat adikku, Vita. Dia sangat menggemaskan." Kata Atala jujur.


"Jangan bilang Kamu menyukainya?" Kata Fathir.


Atala menghela nafas. "Entahlah....Aku gak tahu... Perasaan ini datang begitu saja. Kadang Aku menepisnya. Bagaimanapun Dia adik kandungku." Kata Atala namun terlihat murung.


"Kamu harus menepisnya Atala. Aku saja yang sepupu kalian, gak boleh." Kata Fathir.


"Oh ya? Kata siapa?" Tanya Atala.


"Nenek. Waktu itu Nenek bercerita. Mamaku dan Mama Kamu, adik kakak, jadi gak boleh. Tapi kalau ke anak om Feri atau Om Tiar, boleh." Kata Fathir.


"Ooohh... gitu yah." Atala mengangguk.


"Aku saja kalau tak ingat Lita, sepupuku.... Huuuuhhh... Sudah ku utarakan isi hatiku." Kata Fathir yang menggaruk tengkuknya yang tak gatal.


"Hahahaha...." Mereka pun tertawa bersama.


"Kaya gak ada perempuan lain saja yah.... Hahahaha..." Kata Mereka lagi berbarengan.


2 Jam Kemudian.


Mobil yang dikendarai Atala sudah tiba di pekarangan rumah Papanya.


"Assalamu alaikum." Salam Atala dan Fathir yang masuk kedalam rumah.


"Wa alaikumussalaam..." Sahut Tia yang berada di dapur.


Fathir segera mencium punggung telapak tangan Tia.


"Alhamdulillaah Ma... Fathir sehat.... Seperti yang Mama lihat." Kata Fathir.


Tia tersenyum. "Ya sudah....Kamu istirahat sana di kamar Atala. Nanti Mama kabari Mamamu kalau Kamu sudah sampai dengan selamat." Pinta Tia.


"Ya Ma... Terima kasih." Kata Fathir.


"Ayo Fathir..." Ajak Atala yang sudah membawakan koper Fathir.


"Sebentar..." Pinta Fathir.


"Dus yang ini buat Mama Tia." Kata Fathir yang memisahkan barang bawaannya.


"Apa ini Fathir?" Tanya Tia.


"Sedikit oleh-oleh Ma... Dari Mama dan Nenek. Auntie dan Uncle juga titip salam." Kata Fathir.


"Wa alaikumussalam. Terima kasih." Kata Tia yang membawa dus nya ke dalam dapur.


Atala dan Fathir bergegas ke kamar.


Tia mengambil ponselnya yang dia letakan diatas meja makan. Tia mendial nomor Fitri.


"Assalamu alaikum Kak Tia." Sapa Fitri.


"Wa alaikumussalam..." Sahut Tia.


"Apa anakku sudah sampai?" Tanya Fitri.


"Sudah. Baru saja. Sekarang dia lagi istirahat di kamar Atala." Kata Tia.

__ADS_1


"Syukur Alhamdulillaah..." Jawa Fitri.


Mereka pun berbincang menanyakan kabar masing-masing dan topik yang lainnya.


_________________


Jam sudah menunjukan jam 12 siang. Mobil Lambok terdengar memasuki pekarangan rumah Mereka.


"Assalamu alaikum." Salam Lambok.


"Wa alaikumussalaam..." Tia menyambut kedatangan suaminya. Dia mencium punggung telapak tangan Lambok.


"Fathir sudah datang, Sayang?" Tanya Lambok.


"Sudah Yang. Lagi istirahat di kamar Atala. Mungkin sebentar lagi turun. Mereka belum dzuhur. Katanya mau bareng sama Papa." Jelas Tia.


Lambok tersenyum. "Aku ke kamar dulu ya. Mau bersih-bersih dulu." Kata Lambok yang mengecup bibir Tia dan mengecup pipi Tristan.


Atala dan Fathir keluar dari kamar. "Papa...!" Panggil mereka yang melihat Lambok baru akan masuk kamar.


Lambok tersenyum. Atala dan Fathir mencium punggung telapak tangan Lambok. "Papa mau mandi dulu. Nanti kita shalat berjamaah." Kata Lambok.


"Ya Pa... Aku mau sekalian bawa Tristan turun." Kata Atala.


"Adikmu sama Mama." Kata Lambok.


"Oohh..." Kata Atala sambil mengangguk. Mereka pun segera turun.


Atala mendapati Tia sedang menyuapi Tristan sambil menunggu suaminya turun.


"Ma... Aku saja yang suapi Adik." Kata Atala.


Tia tersenyum sambil menyerahkan mangkuk makan Tristan.


"Ya sudah Mama ke atas dulu. Papa baju kokonya belum Mama siapin." Kata Tia.


"Ya Ma.... Adik ganteng sama Kakak, ya..." Kata Atala sambil tersenyum.


"Fathir... Nanti abis makan siang, Kita jemput Twins ke sekolah. Kamu mau ikut kan?" Tanya Atala.


"Mau lah... Masa Aku sendirian di rumah." Kata Fathir.


"Siplah kalau gitu. Aku kan jadi ada temannya." Canda Atala.


"Memang Kamu sudah punya SIM?" Tanya Fathir.


"Sudah dong. Kalau belum mana boleh sama Papa, Aku bawa mobil jemput Kamu." Atala terkekeh.


"Iya juga ya." Fathir menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


Lambok dan Tia sudah turun dan bergegas ke musholah. Mereka pun melaksanakan shalat dzuhur berjamaah.


Setelahnya mereka makan siang bersama. "Nanti Kita jemput Twins." Kata Papa.


"Loh bukannya Aku saja, Pa?" Tanya Atala.


"Papa mau ajak Fathir jalan-jalan. Nanti kalau sudah di rumah Eyang, Dia gak bisa jalan-jalan lagi." Canda Lambok.


"Papa bisa saja. Nanti kan kalau Aku sudah mulai masuk kuliah bisa main kesini, Pa." Kata Fathir.


Lambok tersenyum. "Nah makanya mumpung Kamu disini, Papa ajak jalan-jalan. Nunggu masuk kuliah masih lama...." Canda Lambok.


"Iya ya... Papa bener juga... Hehehehe..." Kata Fathir sambil terkekeh.

__ADS_1


__ADS_2