
Mama masih di ruangan NICU dan belum juga sadarkan diri seperti saran dokter untuk terus mengajak mama berkomunikasi. Rasya menggenggam erat tangan mama
"mama ingin melihat mba Nadin nikah kan mah ?" ujar Rasya di genggamnya tangan mama
"mah sabtu ini orang tua bang Satria mau datang mama pengen banget kan ketemu sama orangtua bang satria, mama mau kan punya menantu dokter ? " Rasya terus mengajak mama berkomunikasi walaupun yang di ajak berkomunikasi hanya diam.
Waktu untuk menjenguk mama sudah usai Rasya keluar dari ruangan Nicu dengan langkah gontai, tujuanya sekarang adalah ke kantin hanya untuk sekedar minum kopi untuk menghilangkan rasa kantuk yang menyerangnya,
Saat berjalan di lorong rumah sakit menuju kantin,seorang perempuan setengah berlari dan tidak melihat Rasya yang sedang berjalan berlawanan arah dengannya,sehingga tanpa sengaja perempuan itu menabrak Rasya dan terjatuh
"Maaf mas, maaf saya buru" bangkit dan berlari
Rasya hanya bengong melihat kepergian perempuan itu,saat melangkahkan kakinya dia menginjak sesuatu di lihatnya sebuah dompet
Rasya berbalik untuk mengejar perempuan itu.tapi sudah tidak terlihat.di pungutnya dompet tersebut, besok pagi aku anterin saja ke alamat yang tertera di kartu identitasnya pikirnya.dia pun melanjutkan langkahnya menuju kantin.
_____________________________________________
Nadin terbangun saat mendengar pintu kamarnya di ketuk mbok Ning, sudah hampir 3 jam ia tertidur,belum mandi dan sholat isya. dia bangkit dari tempat tidur melangkah ke pintu kamar
" Iya mbok ning " katanya membuka kan pintu
"Mba makan dulu ya mbok sudah masakin mba" ujar mbok ning
"mbok udah makan? temanin Nadin makan ya mbok" walau masih agak sedikit kenyang karena tadi sebelum pulang Satria mengajaknya makan,seenggaknya dia menghormati mbok Ning yang sudah membuatkan nya makan
"mbok udah mba,mba makan yang banyak ya dari tadi pasti belum makan kan, mari mbok temenin mba" mbok ning berjalan mendahului Nadin menuju meja makan..
Nadin mengikuti mbok ning menuju meja makan
Ternyata mbo ning masak makanan kesukaan Nadin sayur sop dan tempe penyet.
"mbok tau mba pasti gak bakalan nolak, mba harus jaga kesehatan, makan yang banyak mba"
ujar mbok ning penuh perhatian
Mbok ning bekerja bersama keluarga Nadin sejak Nadin masih tk dan menganggap Nadin seperti anaknya sendiri begitu juga kelurga Nadin menganggap mbok ning layaknya keluarga.
"iya mbok, Nadin makan ya "jawabnya tersenyum dan mulai menyendok Nasi tak apalah makan banyak pikirnya yang penting mbok seneng..
"Mba, kemarin tu pak Rahman sama istrinya ke sini, terus habis mereka pulang ibu jadi diem aja mba entah kenapa ya mba mbok dari dulu gak suka sama pak Rahman dan istrinya mba" keluh mbok Ning bercerita
"ohh ngapain om Rahman ke sini? Nadin juga sebenarya gak suka mbok, tapi ya mau gimana lagi semenjak papa gak ada om Rahman lah yang bantuin Nadin" menghela nafas,Nadin berfikir harus menemukan bukti kejahatan om Rahman agar dirinya tak ketergantungan dari om Rahman dan keluarganya..
"Ibu gimana non, tadi Rasya bilang ibu belum sadar "ujar si mbok air mata di pelupuk matanya mulai jatuh
" ibu itu orang baik banget kok yo cobaannya gak henti-henti " menyeka sudut mata yang masih menggenang
__ADS_1
"Mama koma mbok, tapi Nadin percaya mama bakalan cepet sadar mama kuat" meraih tanggan simbok dan mengusap-ngusapnya
"Ya Allah ibu, mba besok mbok ikutan ya ke rumah sakit" ujarnya masih tersedu.
Nadin mengangguk.
Nadin kembali ke kamarnya, dia segera membersihkan diri dan melaksanakan sholat Isya.
dia teringat belum menghubungi Rasya, saat tiba tadi dia langsung rebahan dan bablas ketiduran.
di carinya ponsel di dalam tasnya
"habis batre pantesan sepi" dia mulai mencharger ponselnya menunggu batrainya terisi dia memilih membuka TV..
karena dia baru bangu jadi matanya masih segar..
Saat daya ponselnya telah terisi dia coba menghidupkannya, ketika ponsel hidup banyak banget pesan masuk, paling banyak pesan dari Satria..saat dia tengah ingin membalas pesan ada panggilan dari Satria
"Assalamualaikum Nadnad kamu gakpapakan"nampak rasa khawatir dari sebrang
"Waalaikumsallam, maaf bang tadi sampe rumah ketiduran, soalnya udah kenyang hanphone habis batrai lupa ngecas"
"Syukurlah, kalo begitu kamu istirahat ya besok pagi aku jemput kita bareng ke rumah sakitnya, selamat malam nad "
"ok bang,selamat malam ya mimpiin nadin ya hehe." sesegera menutup panggilan dan dia tersenyum
dia tak mau ambil pusang besok dia harus menyelidiki tentang apa yang di maksud Salman kemarin saat di bekasi
" kalo sampe bener om Rahman pelakunya, Nadin pastikan dia akan membusuk di penjara pah " janji anak kepada papanya yang telah tiada.
__________________________________________
Satria memparkiran mobilnya di parkiran khusus dokter. mereka bertiga melangkah menuju Nicu seperti janji semalam mbok ning pengen ikut akhirnya Nadin membawa mbok ning.
Rasya masih setia duduk di depan Nicu
"Dek mama gimana?kamu kalo mau pulang pulang aja ya, mbok ning tadi udah masak, biar mba sama mbok ning yang jaga mama kamu pulang aja" cerocos Nadin
dan hanya di jawab "OK"
"Mas Rasya nanti di habiskan ya makanannya, jagan di buang kalo gk doyan,nanti pulang dr rumah sakit mbok makan "ujar mbo ning tak mau kalah
" iya mbok" mencium punggung tangan mbok ning dan bangkit memeluk Nadin
" kak aku pulang dulu ya ada urusan ,Nanti kabarin adek ya mba kalo ada apa-apa"
"iyaa dek kamu langsung pulang ya, makanannya di makan " menepuk pelan pundak Rasya
__ADS_1
"Rasya pamit ya Assalamualaikum"
dia tak langsung ke rumah tapi kerumah perempuan semalam, Rasya melajukan mobilnya menuju Alamat yang tertera di kartu indentitas,
"oh namanya sofia "saat dia buka dompetnya untuk melihat kartu identitas pemilik dompet..
Dia memparkirkan mobilnya di dekat lapangan sesui petunjuk bapak-bapak, ya rumahnya tak bisa di jangkau mobil hanya bisa jalan kaki aja ke sana kata para bapak-bapak yang tengah selesai berolahraga
kakinya melangkah menuju rumah sederhana yang halamannya tertata rapi
"Assalamualaikum" Rasya mengetuk pintu rumah itu berkali-kali dan tidak jawaban..
saat dia berbalik pulang terdengar jawaban dari dalam rumah
"Waalaikumsallam sebentar belum pada mateng"ujarnya sambil membuka pintu
"Maaf mau cari siapa ya mas " tanya sofia
Rasya terdiam dia takjub dengan penampilan Sofia yang saat ini memakai rok menggunakan Apron dan mengkucir tinggi rambutnya
dia menelan kasar Slavianya.
Rasya tersadar saat tangan mungil itu mengayun di depan mata Rasya
"Ini aku hanya ingin mengembalikan dompet yang aku temui semalam di rumah sakit "
Sofia berjingkrak senang Pasalnya dari kemarin dia mencari dompetnya
"Lain kali gak usah lari-lari "ujar Rasya
"wahh..Akhirnya makasih ya mas"
" oh ya mari masuk, maaf berantakan "
Rasya mengikutinya masuk ke dalam mengitari bangunan di sekitarnya, "aku rasa gedean kamrku" ucapnya dalam hati..
"Mas mau minum apa biar aku buatkan,"ujarnya
"gak usah repot-repot, pastikan dulu dalamnya gak ada yang berkurang"menyerahkan dompetnya..
"wahh makasih banyak mas, kalo bukan mas yang nemu gak tau dech aku harus berterimakasi dengan apa mas atas kebaikan mas"
"bisa dengan memberi no ponsel misal" jawab Rasya dengan seringai licik.
Modus Rasya ya,kamu udah bisa modusin perempuan..
πΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈ
__ADS_1
jangan lupa like dan votenya ya.π₯°π₯°π