CLBK (Cinta Lama Belum Kelar)

CLBK (Cinta Lama Belum Kelar)
Pengantin Pria Grogi


__ADS_3

Hari pernikahan Nindi telah tiba. Nindi memang sengaja memilih waktu pernikahannya pas liburan sekolah agar seluruh keponakannya dapat berkumpul menghadiri hari pernikahannya.


Nindi masih saja terus menangis. Fitri yang merias Nindi jadi serba salah, karena make up yang di pulas kembali luntur kena airmata Nindi.


"Dek... Kalau Kamu memang gak mau menikah, Kakak akan menghentikan pernikahan ini." Tiba-tiba Tia sudah berada di dalam kamar rias.


Nindi terhenyak kaget. Baru kali ini Nindi melihat Kakaknya marah pada dirinya.


"Kasihan Kak Fitri dari tadi gak selesai-selesai merias Kamu." Tia sedikit kesal dengan Nindi.


"Maaf Kak. Jangan dibatalin. Nindi gak mau bikin Ibu malu." Nindi terisak.


"Kalau begitu hentikan tangisanmu, nanti kalau Ibu masuk, Kamu belum juga selesai, Kakak gak tahu bagaimana menghadapi Ibu." Tegas Tia.


"Iya Kak...." Nindi menunduk. Nindi mengambil tisu dan mengusap airmatanya. "Maafkan Nindi ya Kak Fitri."


Fitri tersenyum. "Ya sudah. Nih minum dulu. Dari tadi nangis gak berenti." Canda Fitri.


Nindi mengangguk dan meminum air putihnya.


Dengan cepat Fitri merias wajah Nindi. Fitri memang lihai dalam merias wajah. Apalagi Nindi yang hanya mau dirias oleh Kakaknya. Dia gak mau menyewa tukang rias karen Nindi lebih cocok dirias Fitri.


Fitri sangat tahu dengan selera Nindi. Fitri meriasnya dengan natural. Walau begitu Nindi nampak sangat cantik.


"Gimana Kak?" Tanya Fitri pada Tia.


"Hhmmm... Bagus. Nindi terlihat cantik dan elegan." Puji Tia.


"Nah... Ini sudah sangat cantik, jangan ditumpahin airmata lagi ya." Canda Fitri.


Nindi tersipu malu. Walau hatinya masih sangat sedih tapi Nindi mencoba untuk tidak menangis lagi.


"Sekarang pakai kebayanya." Kata Tia. Kebaya untuk akad Nikah Nindi yang membuatkan Tia. Nindi memesannya setelah lamaran Marcel.


Tia sangat bahagia mendengar berita pernikahan adiknya. Makanya Tia langsung membelikan kain kebaya yang terbaik untuk Adik bungsunya. Dan menjahitnya sendiri dengan model yang Tia siapkan sendiri.


Dengan kebaya warna putih sampai ke betis dan kain khas sumatera, Nindi melihat dirinya dicermin.


Kakak-kakaknya memang yang terbaik bagi Nindi. "Terima kasih ya Kakak-kakakku." Nindi tersenyum walau dipaksakan.


Tia dan Fitri tersenyum. Mereka merangkul Nindi. "Cobalah untuk ikhlas." Kata Tia.


Tiba-tiba terlintas dipikiran Tia pernikahannya dengan Adrian. Tia memegang keningnya.


"Ada apa Kak?" Tanya Fitri cemas.


"Apa Kakak pernah mengalami yang Nindi alami sekarang ini? Siapa Adrian?" Tia bertanya dengan rasa penasaran.


Nindi dan Fitri mengangguk. "Ya Kak. Tapi sudahlah Kak, semua sudah berlalu. Sekarang Kak Tia sudah bahagia dengan Kak Lambok. Cinta pertama Kak Tia." Kata Fitri.

__ADS_1


Tia mengangguk. Tia tak menyangka akan mengalami sebagian kecil ingatannya kembali saat hari pernikahan Nindi.


"Assalamu alaikum..." Lambok menyembulkan wajahnya di pintu. "Apa sudah selesai..?? Penghulunya sudah datang." Kata Lambok yang segera masuk melihat Nindi dan Istrinya.


"Waalaikumussalam..." Jawab ketiganya.


"Cantik.. Sangat Cantik..." Puji Lambok pada Nindi.


Pipi Nindi bersemu merah karena perkataan Lambok.


"Lalu kenapa dengan istriku yang sangat Aku cintai ini?" Lambok mendekat pada Tia dan memeluknya dari belakang.


"Kak Tia teringat pernikahannya yang pertama. Tiba-tiba datang begitu saja karena melihat Nindi nangis melulu." Kata Fitri.


Lambok memutar tubuh Tia. "Apa benar begitu, Sayang?" Tanya Lambok.


Tia mengangguk. Lambok tersenyum dan merengkuh kepala Tia ke dadanya. "Semua sudah berlalu Sayang. Jangan dipikirkan lagi." Kata Lambok lembut.


"Kak Lambok gak marah?" Tanya Tia.


Lambok melerai pelukannya. "Buat apa Aku marah? Aku malah tahu semua kejadiannya....Karena Nindi yang cerita... Hehehe..." Canda Lambok.


"Aku Sayang Kamu.." Kata Tia.


"Aku juga sayang Kamu, Sayang." Lambok mengecup bibir Tia.


"Iiisshhh... Sudah menikah lama, masih saja mesra..." Fitri mengrucutkan bibirnya.


"Haaahhh.... Memang Aku kenapa?" Fitri mengerutkan keningnya.


Lambok, Tia dan Nindi tertawa melihat wajah Fitri yang kebingungan.


__________________


Setelah acara minta ijin dan maaf-maafan pada Ibu dan Kakak-kakaknya Nindi, Nindi menunggu di dalam kamar hingga Marcel selesai mengucap Ijab Qabul.


Pak penghulu memberikan sedikit ceramah. Kemudian Seorang Qori membacakan Ayat-ayat suci Al Quran.


Para Tamu undangan mendengarkan dengan khidmat acara demi acara.


Kini tibalah waktunya untuk Ijab Qabul.


Marcel terlihat sangat gelisah dari tadi. Matanya mencari-cari sesuatu dari tadi. Lambok tahu itu. Lambok juga terlihat sangat khawatir.


"Kenapa Nak Marcel?" Tanya penghulu.


"Apa Kamu gugup? Baca bismillaah dahulu sebelum memulai. Agar hatimu tenang." Kata Pak penghulu.


Marcel mengangguk. "Apa boleh saya mengambil air wudhu dulu?" Tanya Marcel yang sepertinya mengulur waktu.

__ADS_1


Pak penghulu tersenyum. "Silahkan Nak, kalau itu bisa membuatmu lebih tenang." Kata Pak penghulu.


Lambok mengantarkan Marcel ke kamar mandi.


"Bagaimana ini Kak? Kenapa belum datang juga?" Marcel tiba-tiba menarik tangan Lambok.


"Aku sudah menghubunginya tapi tak diangkat olehnya. Seharusnya dia sudah sampai." Kata Lambok yang juga terlihat khawatir.


"Aku gak mau tahu ya Kak... Jangan sampai Aku benar-benar menikahi Nindi. Aku tidak mencintainya. Lagi pula dia lebih cocok menjadi Kakakku daripada istriku." Marcel terlihat kesal.


"Ya Aku tahu. Kita berdoa saja semoga Allah memudahkan jalan Kita. Aamiiin.... Ya Allah... Aku mohon... Aku ingin Adikku bahagia." Lambok menengadah.


"Kakak lihat wanita disana yang memakai kebaya merah?" Tanya Marcel.


Lambok mengikuti arah telunjuk Marcel.


"Dia dari kemarin uring-uringan terus. Tak percaya padaku." Kata Marcel masih kesal.


"Sekarang Kamu berwudhu dulu jangan lama." Pinta Lambok.


Tiar yang merasa lama menunggu Marcel, menyusulnya kedalam. "Ada apa Brother? Kenapa lama sekali." Tanya Tiar yang sepertinya ada sesuatu yang Lambok sembunyikan dari dirinya.


"Kamu tenang saja Kakak ipar. Semua baik-baik saja." Lambok terkekeh.


"Gw kenal Lo, Bro. Lo sahabat gw dari dulu. Gw tahu ada yang lo sembunyikan dari Gw dan keluarga Gw." Selidik Tiar.


"Taken easy man. Semua baik-baik saja. Pengantin laki-laki nya nervous, grogi. Jadi mau gimana lagi." Lambok mencoba mengalihkan pembicaraan.


"Ya sudah. Cepat ya kalau Marcel sudah keluar dari Kamar mandi. Penghulunya sudah gak sabaran." Canda Tiar.


"Ok.... Bro..." Kata Lambok. "Penghulu gak sabaran? Emang dia yang mau perang?" Gumam Lambok.


Lambok mengetuk pintu kamar mandi. "Ayo Marcel... Keluarlah... Tenang saja... Semua akan baik-baik saja." Kata Lambok.


Pintu kamar mandi terbuka. Marcel terkekeh. "Penghulunya gak sabaran ya?"


"Hahahaha...." Lambok dan Marcel tertawa.


"Ayo... Cepat." Ajak Lambok.


"Pokoknya Kakak harus tanggung jawab." Ancam Marcel.


"Beeehhh... Emang telat berapa bulan?" Canda Lambok.


"Huuuuhhhh.... Nyesel Aku ngikutin kemauan Kak Lambok. Jantungku dah mau copot ini?" Kata Marcel.


Lambok terkekeh. "Memangnya Kamu saja? Aku juga!" Kata Lambok.


Lambok menggandeng lengan Marcel kembali ke acara akad Nikah.

__ADS_1


"Bismillaah..." Kata Marcel yang seraya duduk berhadapan dengan Feri, Kakak Nindi.


Para Undangan sedikit terhibur melihat pengantin pria yang grogi dan berlama-lama dikamar mandi. Takut sebelum berperang.🤣🤣🤣


__ADS_2