CLBK (Cinta Lama Belum Kelar)

CLBK (Cinta Lama Belum Kelar)
Ketulusan Papa Carlos


__ADS_3

Papa Carlos menceritakan semuanya.


"Suara apa itu!?" Tanya Carlos yang sedang pergi berburu di hutan dekat perairan yang bermuara di lautan.


"Ada pesawat jatuh, Tuan!" Kata salah satu anak buahnya.


"Ayo Kita lihat." Perintah Carlos yang segera naik ke speedboatnya menuju jatuhnya pesawat.


"Kalian cek apa ada yang masih selamat. Bantu mereka." Perintah Carlos.


"Baik Tuan." Kata anak buahnya serempak.


"Tuaaann...!" Panggil salah seorang anak buahnya yang sudah mendorong brankar dari dalam kabin pesawat yang terpotong dua, dibantu beberapa temannya.


"Masih hidup?!" Teriak Carlos.


"Ya Tuan. Tuan pasti tak percaya jika melihat wajahnya." Kata anak buahnya.


Carlos bergegas menghampiri brankar tersebut yang sudah mengambang di lautan.


Carlos terkejut. "Mariaaaa!?? Ya Tuhan... Maria ku?! Apa ada lagi yang selamat?" Tanya Carlos.


"Tidak ada Tuan, Mereka semua telah tiada!" Kata salah seorang anak buah Carlos.


"Tuaaan...!! Pesawatnya akan segera meledak!" Teriak salah satu anak buahnya.


"Apaaa...???" Carlos melihat ada mayat seorang nelayan perempuan yang sepertinya meninggal karena tertimpa pesawat.


"Cepaaatt...! Pindahkan mayat ini ke brankar. Ikat dan masukan kembali kedalam pesawat!" Perintah Carlos.


Mereka pun dengan cepat melaksanakan perintah Carlos. Dan setelahnya mereka kembali ke speedboat dan meninggalkan pesawat itu. Tak lama pesawat itu terbakar.


Carlos dengan segera membawa tubuh yang disangka Maria, ke rumah tabib.


Tabib sudah mengatakan kalau dia bukan Maria. Karena Tabib sendiri yang mengobati Maria hingga Maria meninggal dunia. Dan Tabib menghadiri upacara pemakaman Maria.


"Aku bilang sembuhkan dia! Dan jangan bilang apapun!" Perintah Carlos.


"Tapi bagaimana dengan keluarganya? Jika dia punya suami? Anak?" Tabib sudah memeriksa kondisi tubuh itu kalau Dia seorang wanita yang pernah melahirkan.


"Aku tidak perduli. Dia Maria ku. Maria ku telah kembali. Terima kasih Tuhan!" Kata Carlos menengadah.


Carlos mengancam Tabib kalau tidak mau menuruti kemauannya.


Semalaman Carlos menemani Tabib mengobati Tia yang dibilangnya Maria.


"Dia terkena kanker otak. Kamu harus mencari beberapa rempah di kota, karena Aku kehabisan stoknya." Pinta Tabib.


"Baik. Kamu catat saja apa yang harus Aku beli. Yang penting Putriku selamat." Kata Carlos.


"Tapi Carlos... Dia akan mengalami amnesia sementara setelah Aku mengeluarkan kankernya." Kata Tabib.


"Itu akan lebih baik. Kalau perlu buat Dia melupakan semua masa lalu nya." Perintah Carlos.

__ADS_1


"Kamu egois Carlos. Kasihan keluarganya." Kata Tabib.


"Keluarganya pasti sudah meninggal bersama ledakan pesawat." Kata Carlos enteng.


"Kasihan dia juga kan? Dia pasti sebatang kara sekarang." Kata Carlos. Carlos berfikir pasti keluarganya ada dalam pesawat yang jatuh itu dan semua meninggal dunia dalam kecelakaan itu.


Akhirnya Tabib menyetujui kemauan Carlos. Tabib juga membenarkan kalau keluarga wanita itu juga meninggal dunia.


Tabib memberitahu nama obat-obatan yang Carlos inginkan.


________________


Carlos mengusap air matanya. Lambok menghela nafas.


"Grandpa... Jangan ambil Mama Kami... Huk.. huk... huk..." Kata Atala dan Twins yang ikut mendengar cerita Carlos.


"Sini Nak.... Maafkan Grandpa... Grandpa pikir Mama Kalian sudah tidak punya siapa-siapa." Kata Carlos yang memeluk anak-anak Lambok.


"Grandpa gak akan mengambil Mama Kalian lagi. Grandpa sudah tenang, Mama kalian punya Kalian." Kata Carlos.


Lambok terharu mendengar cerita Carlos. Lambok mengerti kenapa Carlos melakukan itu semua.


"Kakak ku ini Papa yang sangat lembut sepertimu Nak Lambok." Kata Kevin.


"Tapi semenjak kepergian Maria untuk selamanya, Kak Carlos jadi tidak bisa mengontrol emosinya." Jelas Kevin.


"Kalau Kamu ingin menuntut Papa, Papa ikhlas. Papa sadar, perbuatan Papa salah, apalagi ternyata Kalian orang Muslim. Berdosa sekali Papa memasukan Tia ke Biara." Carlos menunduk.


"Ya Tuhan... Kalian memang orang-orang baik. Papa yakin sekarang, Maria... eh maksud Papa, Tia bersama orang-orang yang mencintainya dan melindunginya." Kata Carlos.


"Iya Grandpa, Kami sangat menyayangi Mama Kami. Dan Aku akan menjaga Mama Aku." Kata Atala.


"Anak tampan... Siapa namamu?" Tanya Carlos yang senang melihat Atala. "Dan kembar cantik ini?"


"Aku Atala, Grandpa. Dan ini adik-adikku, Lita dan Vita." Kata Atala.


"Nama yang baik dan bagus. Grandpa doakan agar setelah ini Kalian hidup bahagia." Doa Carlos.


"Aamiinn..." Jawab Mereka senang.


Tia keluar dari kamar. "Sayaaang...."


Lambok melihat Tia yang berjalan menghampiri Mereka. "Sayaang... Kenapa bangun?" Lambok membantu Tia membawanya duduk bergabung dengan Mereka.


"Tia... Maafkan Papa Carlos, karena ingin memilikimu." Papa Carlos menunduk.


"Aku sudah dengar semua, Pa. Aku janji, Jika masih ada umur, Aku akan berkunjung kesini jika Papa ijinkan." Kata Tia.


"Puji Tuhan.... Benar itu Nak?" mata Papa Carlos berkaca-kaca. Dia terharu dengan kata-kata Tia.


"Kamu boleh kesini kapanpun Kamu mau, Kalau perlu Papa jemput di Bandara atau Papa jemput ke Indonesia." Semangat Carlos.


Mereka tertawa mendengar ucapan Carlos.

__ADS_1


"Mery.... Kamu dengar? Tia akan mengunjungi Kita. Kita tak akan kehilangan Putri Kita." Carlos sangat bahagia.


Mery, Istri Carlos meneteskan airmata. Dia juga sangat menyayangi Tia.


"Papa janji, Papa akan menyediakan tempat suci untuk Kalian disini." Kata Carlos.


Tia, Lambok dan Nindi mengangguk terharu.


"Kami sekarang jadi cucu grandpa... Yeeeiii Kita punya banyak Grandpa dan Grandma...!" Teriak Lita dan Vita senang.


Carlos sangat bahagia. Dia bertemu orang-orang baik. Carlos berjanji akan kembali seperti dulu, menjadi orang baik dan Ayah yang lembut.


Lambok tertawa mendengar ocehan Twins.


"Papa minta Kalian tinggallah disini untuk beberapa hari sampai teman kalian sembuh." Pinta Carlos memohon.


Lambok melihat kearah Nindi dan Tia. Tia mengangguk.


Lambok memeluk tubuh Tia. Lambok melihat sifat istrinya yang dulu. Pengertian, Sabar dan selalu berbuat baik pada siapa saja.


"Terima kasih Ya Tuhan. Engkau berikan Aku keluarga baru yang mau menganggapku orangtuanya." Carlos menengadah.


Carlos memerintahkan anak buahnya untuk segera menyiapkan tempat yang bersih dan suci untuk keluarga Lambok.


"Nak... Kamu minum ini dulu." Tabib tiba-tiba memecahkan kebahagiaan mereka. Dia memberikan ramuan yang telah dia racik untuk Tia.


"Apa ada lagi yang harus Aku beli untuk kesembuhan Putriku, tabib?" Canda Carlos.


Mereka semua tertawa bahagia.


Akhirnya keluarga Lambok berlibur di kepulauan terpencil di Negara T. Lambok sudah menelpon pihak hotel untuk menjaga barang-barang mereka.


"Kamu gak perlu khawatir. Nanti Papa urus barang-barang kalian di hotel." Kata Carlos.


"Terima kasih Pa." Kata Lambok.


"Sayaaang... Kenapa kepala Aku pusing, setelah minum ini?" Tia langsung pingsan setelah berkata.


"Tabib... Kenapa dengan istriku?" Lambok khawatir.


Tabib tersenyum. "Kamu tenang saja Nak, istrimu harus banyak istirahat." Tabib terkekeh.


Tabib memperhatikan Nindi, Atala dan Twins. "Kamu yang sabar ya Nak. Dia sangat mencintaimu." Kata Tabib pada Nindi.


Nindi mengangguk padahal hatinya sudah sangat dongkol dengan Marcel.


Tabib juga melihat Atala tapi Tabib tak mau mengatakan apapun.


"Ada apa Tabib?" Lambok mengetahui itu.


"Kamu harus extra sabar menghadapi anak-anak mu nanti setelah mereka tumbuh dewasa. Jangan terlalu keras." Bisik Tabib yang tak mau Atala dan Twins mendengar.


Atala dan Twins sibuk menemani Mama Mereka.

__ADS_1


__ADS_2