CLBK (Cinta Lama Belum Kelar)

CLBK (Cinta Lama Belum Kelar)
kapan kah akan berakhir sandiwara ini


__ADS_3

Menjelang subuh Nadin terbangun karena suara keras seperti benda jatuh..setengah berlari Nadin keluar menuju tangga..


"Astaghfirullah mama.." pekiknya..


Mama sudah tergeletak di bawah tak sadarkan diri.darah mengalir dari kepala mama


"Rasya, adek mama dek " teriakan Nadin membangunkan seisi rumah..Rasya berlari ke arah mama dan nadin, "Mama kenapa mba , ayo kita bawa ke rumah sakit" .. menggendong mama ke mobil untuk situasi seperti ini Rasya bisa di andalkan.."cepetan mba" tegas Rasya yang melihat Nadin masih diam berdiri di tempat


mbok ning tergopoh-gopoh dari belakang.. " ya Allah ibu kenapa mba ?"


"mbok tolong ambilin kunci mobil mbo, sebentar mba pake jilbab dulu dek" berlari ke kamar memakai jilba dan membawa tas nya..


Rasya dan mbo ning sudah menunggu di mobil, setelah nadin masuk ke mobil Rasya memacu kendaraannya menuju rumah sakit.


mbok ning terisak di belakang, memangku mama "ya Allah bu, baru keluar kemarin kok yo masuk lagi" menangis tersedu-sedu..


"Mah, kuat ya mah sebentar lagi kita sampai" ujar nadin dengan berderai air mata..


mobil mereka masuk kedalam rumah sakit, Nadin berlari ke arah IGD dan di sambut dengan dua perawat..mama sudah di tangani di IGD..


waktu sudah subuh.mereka bergantian melaksanakan sholat subuh. sembari menunggu mama sadar


di depan IGD saat ini mereka bertiga menunggu


"mbok kalo mbok mau pulang biar d antar Rasya, sekalian Rasya ambil keperluan mama" ujar Nadin


"Nanti aja mba,nunggu ibu sadar" mbok ning bersikukuh tetap di rumah sakit, selain khawatir dengan kondisi mama sebenarnya mbok lebih khawatir dengan keadaan Nadin


"dek pulang dulu ambil keperluan mama ya, mba sendiri gakpapa sebentar lagi juga bang satria datang" beralih ke Rasya..


" adek bakal pulang kalo bang Satria sudah datang mba"


Tadi selepas sholat Nadin mengabari Satria tentang kecelakaan yang menimpa mama.


selesai melaksanakan sholat subuh laki-laki itu langsung menuju rumah sakit..


Dari kejauhan nampak Satria setengah berlari ke arah Nadin


" kenapa dengan bu Dewi" tanyanya.. belum sempat di jawab pertanyaanya Satria sudah melangkah menuju UGD


" aku periksa dulu sebentar ya " masuk ke ruang UGD..


" udah di tangani dokter ____" kalimat Nadin terputus Satria sudah menghilang di balik pintu.


Rasya tetap setia menunggu Satria keluar dari UGD..tak beberapa lama Satria keluar dan menghampiri kakak beradik itu.

__ADS_1


" bisa kita bicara di ruanganku " ajak Satria


Rasya dan Nadin mengangguk. mereka berjalan beriringan menuju ruang Satria, semetara mbok ning menunggu di depan UGD


Di dalam ruangan Satria


"kenapa bisa ibu jatuh" pertanyaan pertama yang muncul dari mulut Satria


"gak tau, tadi menjelang subuh aku mendengar suara benda jatuh, pas keluar kamar ibu sudah tergeletak di lantai bawah " kata Nadinterdengar sengau, karena menangis dari pagi..


"kemungkinan ada cedera di otaknya,kita tunggu hasil ct scan nya " satria mengembuskan nafas nya pelan.


"yang saya takutkan pembuluh di otak pecah, dan mama mengalami koma" Satria menatap kearah kakak adik di depannya..


"lakukan yang terbaik untuk mama dok " ujar Rasya.


"Pasti saya akan lakukan yang terbaik"


Nadin masih tersedu-sedu, baru semalam berbincang dengan mama kenapa pagi ini mama sudah tidak sadarkan diri..


Rasya pamit pulang ke rumah bersama mbok ning, karena jadwal praktek masih jam 9 masih ada waktu untuk menemani Nadin.


"kamu pasti belum makan kan? , di depan rumah sakit ada mie ayam enak " bujuk Satria


"Aku gak mau ninggalin mama bang" jawabnya datar


"ya sudah tapi jangan lama-lama ya bang"


"emang mau ngapain lama-lama di tempat mie ayam, mau nyuci piring" Satria mencoba mencairkan suasana. ingin rasanya dia memeluk Nadin dan memberikan kekuatan, tak tega rasanya melihat Nadin selemah ini..


________________________________________


Di rumah salman


"Anak malas cepat bangun kamu harus ke rumah sakit menemani Nadin " Mama nya membangunkan salman..


rasa kantuk dan kepalanya yang sakit akibat minum semalam masih terasa rasanya ia enggan membuka mata..


Di goyang-goyangkan nya badan Salman


"cepat nak,ingat tujan kita sebentar lagi terwujud " kata mamanya


"Mah, kenapa harus ke rumah sakit sich mah, salman ngantuk "


"Mamanya nadin di rawat lagi kamu harus berada di sana menemani nadin" Titah mamanya

__ADS_1


"Sudah lah mah Nadin tu gak pernah menganggap salman mah, salman capek mah "


"Salman ingat ya,kamu harus bantu kami, cepetan bangun" ujar mamanya kesal.


Salman sebenarnya anak angkat di keluarganya, selama ini semua kebutuhan dan biaya sekolah Salman di biayai oleh keluarga pak Rahman.karena rasa berhutang budi Salman terhadap keluarga ini mau tak mau Salman mengikuti permainan keluarga pak Rahman untuk menguasai bisnis keluarga Mutia..


"iya ya mah" Salman bangun dari tidurnya


"Salman mana mah ? tanya pak Rahman


" Baru bangun pah, apa tidak sebaiknya kita ke rumah sakit juga pah" saran mama Salman


" boleh juga ma, sekalian kita cari tau apa lagi sakitnya perempuan itu " ujar pak rahman sembari menghisap rokoknya


" Aku harap, perempuan itu cepat mati mah menyusul suaminya,sebelum perempuan itu mati kita pastikan Salman menikah dulu dengan Nadin"


"iya pah, gak sabar mama rasanya ingin jadi nyonya Olive bakery haha" mama tertawa


"kita siap-siap mah, kita pergi bareng Salman" mematikan rokoknya dan berjalan masuk di ikuti mama salman..


Salman, mama dan papanya tiba di rumah sakit mereka langsung menuju ruang UGD di lihatnya Nadin yang tengah duduk sendirian


" Nadin sayang gimana mama" sapa mama Salman basa-basi di rentangkan tangannya untuk memeluk Nadin


"Mama masih belum sadar tante,"ucap Nadin


" kamu yang sabar ya, mana Rasya" pak rahman bertanya


"Rasya sedang pulang om, mengambil keperluan mama"


"kok bisa mama jatuh sayang" selidik mama Salman


"Nadin juga gak tau tante,pagi tadi pas nadin bangun mama sudah tak sadarkan diri " ujarnya tersedu..


Salman hanya diam, dia muak dengan kepura-puraan ini.. ingin rasanya dia memberitahu Nadin tentang rencana busuk keluarga Angkatnya. Tapi apalah daya dia tak mau di cap tak pandai berterimakasih, harapannya Nadin segera menikah dengan Satria dan semua sandiwara ini berakhir.


"om jenguk mama kamu dulu, apa boleh di jenguk" tanya pak Rahman


"sementara belum boleh om tunggu mama sadar dan di pindahkan ke ruang perawatan" jelas Nadin


"Ya sudah om.sama tante harus ke toko dulu" Salman yang akan menemanimu" menepuk pelan bahu salman..


" iya om,tante makasih" Nadin tersenyum kecut.


"sampai kapan kalian akan bersandiwara " batin Nadin..

__ADS_1


🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸


jangan lupa di boom like dan boom vote ya kak 😘😘πŸ₯°


__ADS_2